Showing posts with label aquascape. Show all posts
Showing posts with label aquascape. Show all posts

Friday, 6 March 2020

Berbagi Tips: Cara Merawat Burayak dan Benih Ikan Mas Koki


Cara Merawat Burayak dan Benih Ikan Mas Koki

Ikan Mas koki merupakan ikan hias paling populer di kalangan pemelihara ikan hias didunia. Karena Ikan Mas koki merupakan ikan yang pertama kali di domestifikasi dalam sejarah perkembangan ikan hias. Bentuknya yang bulat, gemuk, dan memiliki wen menjadi ciri khas serta daya tarik tersendiri.

Untuk orang-orang tertentu, mengamati keindahan dan gerak-gerik koki menghasilkan kepuasan batin tersendiri. Dari sinilah kemudian banyak para penjual jenis ikan hias berlomba-lomba membudidayakan ikan mas koki.

Memelihara ikan hias tentunya memerlukan perlakuan khusus diperbandingkan memelihara ikan konsumsi (misal lele, metode budidaya ikan nila, atau gurami), Anda haruslah lebih memperhatikan perawatannyasupaya mendapatkan mutu ikan hias yang tinggi, dan agar dapat menjadi pembudidaya yang sukses Anda semestinya lebih fokus kepada kualitas daripada kuantitas dari komoditas yang dibudidayakan.

Untuk melakukan pemijahan ikan mas koki Anda haruslah mempersiapkan induk yang berkualitas untuk dapat menghasilkan anakan terbaik, pilihlah ikan yang sehat dan tidak memiliki parasit apapun, gunakan ikan mas koki yang sudah berumur tiga tahun keatas, jangan membuat indukan terlalu gemuk supaya dapat menghasilkan telur dengan baik. Berikan pakan bermutu untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas sperma dan sel telur.

Suhu optimum yang disarankan adalah 18-20 °C. Suhu yang terlalu tinggi menyebabkan telur terlalu cepat menetas dan menghasilkan anakan yang memiliki mutu rendah. Bila temperatur air terlalu tinggi atau rendah dari kisaran tersebut, dapat pula menyebabkan kegagalan penetasan telur. Meskipun ada beberapa telur yang mampu menetas, umumnya individu yang dihasilkan akan mengalami cacat terutama pada bagian ekornya.

Pada saat ikan mas koki Anda bertelur segera pisahkan induk ikan dan ikan lainnya. Biarkan telur-telur tersebut didalam aquarium,  jangan mencoba untuk memindahkan telur-telur tersebut karena dapat merusak telur. Jika aquarium Anda memiliki kapasitas yang besar, kurangi ketinggian airnya hingga sekitar 15 – 20 cm saja (bahkan Anda dapat mengurangi ketinggian air hingga mencapai 5 cm). Hal ini disebabkan kemampuan larva masih sangat terbatas, baik untuk berenang maupun mencari makan. Berikan suplai oksigen dengan aerator kecil. Tidak perlu terlalu kencang. Telur-telur tersebut biasanya akan segera menetas dalam jangka waktu 3 – 5 hari kemudian, anakan akan memiliki bentuk kepala mirip induk betina dan bentuk badan yang mirip dengan induk jantan.
Dalam merawat anakan ikan mas koki yang baru menetas, supaya bisa tumbuh hingga dewasa merupakan proses yang memerlukan kehati-hatian dan ketelatenan para peternak. Larva ikan mas koki sangat peka terhadap perubahan kondisi lingkungan. Jika terjadi perubahan kondisi lingkungan perairan secara tiba-tiba misalnya terjadi proses penguraian kotoran maupun sisa makanan oleh bakteri pembusuk , umumnya akan terjadi gangguan terhadap larva mas koki, bahkan dapat menimbulkan kematian secara massal. Selain karena proses penguraian kotoran dan sisa makanan,  penurunan kualitas air juga dapat disebabkan karena adanya telur-telur yang gagal menetas atau anak ikan yang mati sehingga menimbulkan pembusukan.

Setelah telur menetas dan menjadi burayak, Anda tidak perlu memberikan makan hingga burayak berumur -/+ 1 minggu setelah menetas. Larva mas koki yang berumur dua hari akan terlihat sebesar jarum. Burayak-burayak tersebut masih memiliki cadangan makanan dalam bekas telurnya. Setelah usia 1 minggu, Anda bisa memberikan pakan berupa pellet yang di haluskan. Atau Anda bisa mencari kutu air (moina atau daphnia). Selain itu Anda juga bisa memberikan pakan berupa artemia, selama satu bulan pertamanya, berikan pakan sedikit-demi sedikit, enam kali sehari pada pukul enam pagi hingga pukul lima sore. Pemberian makanan tambahan pada anak- anak ikan yang belum berusia 5 hari sering menimbulkan kematian secara massal, sebab makanan tersebut tidak dimakan dan akan tertimbun di dasar kolam bersama kotorannya sehingga dapat menimbulkan proses pembusukan yang membahayakan kehidupan anak-anak ikan.
Penggunaan makanan alamiah dianggap lebih menguntungkan bila dibandingkan dengan pemberian makanan buatan, karena selain kandungan proteinnya lebih lengkap, juga tidak menimbulkan pembusukan bila diberikan secara berlebihan. Dengan demikian, pertumbuhan anak ikan menjadi lebih baik. Akan tetapi karena harganya relatif mahal, maka penggunaan makanan alamiah sering dikombinasikan dengan makanan buatan.
Populasi larva yang terlalu padat akan dapat menyebabkan bentuk kepala ikan mas koki kurang baik, kurangi populasi larva supaya Anda mendapatkan ikan mas koki dengan jarak antara mata dan kepala yang lebar. Dosis pemberian pakan pada anak ikan mas koki jangan terlalu berlebihan, karena dapat menimbulkan pembusukan dan kekeruhan air, sehingga akan mengganggu kehidupan anak ikan.
Mengatur padat penebaran benih berfungsi supaya pertumbuhan burayak cepat besar dan tidak mudah terserang penyakit. Berdasarkan catatan (T. Kafuku and H. Ikenoue, 1983), larva yang baru menetas dipelihara dalam kolam bak semen atau bak fiber dengan padat penebaran 200-300 ekor/m². Padat penebaran ikan yang sudah berumur satu bulan atau panjang tubuh sekitar 2 cm yaitu 100-150 ekor/m², umur dua bulan 75-100 ekor/m², dan umur tiga bulan atau panjang tubuh sudah sekitar 5 cm yaitu 40-60 ekor/m².
Apabila luas kolam tidak cukup untuk menampung jumlah burayak yang ada maka sebaiknya dilakukan seleksi benih terlebih dahulu, yaitu hanya benih berkualitas saja yang dibesarkan.
Setelah usia dua minggu anakan ikan mas koki dapat Anda beri makan dengan cacing sutra saja. Pada usia ini Anda sudah bisa melakukan panen untuk dipasarkan sebagai bibit ikan mas koki.
Ketika ikan mas koki berumur 2 minggu, Anda dapat melakukan proses seleksi, pada umur ini umumnya ukuran ikan mas koki telah mencapai 1 cm. Pada umur 2 minggu, ikan mas koki sudah dapat dibedakan bentuk ekor dan sirip punggungnya. Sirip ekor (caudal fin) dan sirip punggung (pectoral fin) merupakan parameter utama dalam proses seleksi tahap pertama. Pada tahap ini, hendaknya dipilih maskoki yang memiliki sirip punggung dan ekor yang terdiri dari dua bagian. Setiap bagian dari ekor memiliki 2 cabang lagi (dikhotom).

Untuk menghindari stres pada anak-anak ikan, sebaiknya air kolam tidak terlalu sering diganti. Sebab anak-anak ikan masih sangat peka terhadap perubahan lingkungan yang terjadi secara tiba-tiba. Sebaiknya pergantian air dilakukan setiap 5 hari sekali dengan menggunakan slang (pipa) plastik. Volume air yang diganti jangan sampai melebihi 1/3 bagian dari volume air kolam dan sebaiknya air yang diganti berasal dari dasar kolam, tempat sisa makanan dan kotoran biasa tertimbun. Pergantian air sebaiknya dilakukan pada sore hari kira-kira pukul 16.00 supaya tidak terjadi perubahan temperatur yang terlalu drastis.
Pada kolam pemeliharaan larva yang dilengkapi dengan saluran pemasukan dan pengeluaran air, pertukaran air tidak perlu dilakukan karena telah terjadi dengan sendirinya. Langkah yang terpenting adalah mengatur supayadebit air yang masuk dan keluar kolam tidak terlalu deras.

Pemberian pakan berupa pellet yang digerus halus bisa membantu burayak ikan mas koki untuk memenuhi kebutuhan isi perutnya selama masa pertumbuhan, hingga mencapai usia 4 minggu. Setelah burayak berukuran lebih besar -/+ 1 – 1,5cm, Anda bisa mencoba memberikan pakan berupa cacing sutra maupun cacing beku. Cacing sutra banyak mengandung crude oil dan protein yang dibutuhkan untuk pertumbuhan. Sebagai pakan tambahan, burayak dapat diberi pelet halus yang mengandung vitamin dan mineral. Cacing sutera ini disediakan secara adlibthum. Cara pemberiannya ialah gumpalan cacing sutera yang sudah bersih diletakkan di dalam piring kaca, lalu dimasukkan ke dalam kolam. Dan, supaya tetap tersedia hingga malam hari, cacing sutera perlu ditambah setiap sore. Pakan berupa cacing sutera ini dapat diberikan sampai ikan mas koki dewasa.
Melakukan seleksi burayak ikan mas koki jenis bubble eyes dan telescope eyes dapat dilakukan setelah burayak berukuran 1 cm. Seleksi pertama ditujukan untuk penyortiran burayak bertubuh bengkok tidak berekor, dan bentuk ekor seperti ikan mas.

Ketika ikan mas koki berumur 4 – 5 minggu, Anda dapat melakukan proses seleksi tahap kedua, dimana anak-anak ikan mas koki telah mencapai ukuran panjang 2 cm, bentuk tubuh dan ekornya sudah semakin jelas. Sisik tubuhnya pun sudah mulai terlihat.
Pada umumnya semua jenis ikan mas koki umur satu bulan masih herwarna hitam. Ikan mas koki yang warna tubuhnya cepat berubah menjadi meràh bila berwarna hitam kehijauan. Untuk mempercepat perubahan warna, suhu udara ditingkatkan menjadi minimal 26° C. Selain itu, ikan maskoki diberi pakan pelet yang banyak mengandung spirullina dan Chitin Chitosan 3%. Bila pelet yang tersedia memiliki ukuran partikel agak besar, pelet tersebut sebaiknya ditumbuk hingga halus sebelum diberikan. Sementara airnya harus diganti tiga hari sekali supaya sinar matahari dapat langsung diterima tubuh. Perlu diperhatikan bahwa pemberian pakan yang mengandung banyak lemak seperti cacing sutera atau cacing super harus dihindari karena sangat berisiko, yaitu menyebabkan pertumbuhan fisiknya menjadi agak terlambat.
Ikan maskoki yang telah berumur satu bulan sudah dapat dijual kepada konsumen. Akan tetapi Anda dapat melakukan pembesaran ikan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Setelah berusia 2 bulan, anakan ikan mas koki tersebut sudah bisa memakan pellet-pellet halus dan cacing beku dengan sempurna. Cacing sutra juga bagus digunakan untuk pertumbuhan ikan mas koki.
Ketinggian air pada kolam pembesaran harus ditingkatkan secara berangsur-angsur dari 15 cm hingga mencapai 30 cm, disesuaikan dengan ukuran ikan mas koki yang dipelihara.
Proses seleksi tahap ketiga dilakukan pada saat ikan mas koki telah berumur 2-3 bulan. Pada waktu tersebut warna tubuh ikan mas koki sudah mulai terlihat dan dapat digunakan sebagai parameter dalam penyeleksian. Proses penyeleksian dilaksanakan dengan mengamati anak-anak ikan mas koki satu per satu. Untuk menghindari kerusakan fisik, pengamatan sebaiknya dilaksanakan dengan menggunakan scoop net untuk menangkap ikan.
Seleksi ikan mas koki jenis bubble eyes dan telescope eyes pada umur dua bulan, ditujukan pada bagian mata harus sudah terbentuk. Untuk tipe mata balon, ukuran mata bukan merupakan tujuan utama penyeleksian. Ini disebabkan mata yang kecil atau tidak sama besar dapat diolah menjadi sama besar. Namun, bila memilih bubble eyes untuk bakalan kontes, bentuk balon harus sama besar dan warnanya tidak gelap.
Penilaian juga ditujukan pada bentuk tubuh. Bentuk tubuh bubble eyes harus panjang, punggung datar, tidak bersirip punggung, ekor panjang, dan belahan ekor harus dalam. Untuk telescope eyes, apa pun tipenya, mata mempunyai nilai sendiri. Sebagai contoh, telescope eyes tipe butterfly bertubuh bentuk bulat, sirip punggung tegak, sirip ekor membentang lebar seperti sayap kupu-kupu, kedua mata harus sama besar, tinggi tonjolan mata harus sejajar dengan kepala, dan warna mata juga harus sama dengan warna kepala.
Red tossa atau red-white tossa sudah bisa dilihat perbedaannya setelah berumur 2-3 bulan bila perkembangan warnanya sempurna. Warna hitam kehijauan pada tubuh tossa akan dominan pada umur sebelum dua bulan. Selanjutnya, pigmen pembawa warna hitam (melanopkore) secara perlahan akan digantikan oleh pembawa warna kuning (xanthophore).
Untuk mempercepat terjadinya perubahan warna menjadi merah cemerlang, anakan tossa diberi pakan yang banyak mengandung spirulina dan sent (crude fiber), serta pakan yang mengandung Chitin Chitosan 3%. Untuk tossa yang membawa warna putih, warna tersebut menjadi lebih berkilau.
Dalam penyortiran anakan pearlscale yang perlu diutamakan adalah memperhatikan bentuk tubuh dan sisiknya. Bentuk tubuh harus bulat seperti bola pingpong dan sisik di tubuhnya harus tampak kasar menonjol seperti butiran buah jagung. Sementara kepalanya kecil membentuk segitiga. Sirip punggung utuh dan sirip ekor membuka lebar. Belahan pada sirip ekor harus terlihat jelas. Bila tidak menggunakan induk dari tipe crown pearlscale maka sulit dijumpai anakan yang berjambul di kepalanya. Bila salah satu induk bertipe crown pearlscale maka anakan yang dihasilkan ada yang berjambul di kepala dan ada yang tidak. Pada umur tiga bulan, jambul di kepala sudah tampak jelas dan dapat diseleksi.
Membedakan warna tubuh ranchu dapat dilakukan pada umur minimal dua bulan. Pada umur satu bulan, sel pembawa warna hitam (melanophore) masih mendominasi sehingga belum dapat membedakan wama tubuh, Memasuki umur dua bulan barulah terjadi pembahan warna karena perlahan-lahan sel pembawa warna kuning (xanthophore) masuk ketubuh ranchu sehingga warna tubuh menjadi kombinasi hitam kuning. Memasuki umur tiga bulan warna hitam di tubuh ranchu semakin sedikit dan warna kuning berubah menjadi orange kemerahan. Pada umur tiga bulan ini sel pembawa warna merah (erythrophore) mulai mendominasi. Bila pada umur tiga bulan sel pembawa warna masih didominasi oleh melanophore maka dapat dipastikan bahwa ranchu akan tetap berwarna hitam.
Untuk mempertahankan agar pewarnaan tubuh tetap didominasi oleh sel pigmen melanophore, ranchu perlu diberi bahan pakan yang mengandung lemak seperti cacing sutera atau cacing super. Selain itu, ranchu perlu diletakkan di tempat yang teduh dengan suhu air maksimal 22°C. Jika panas terlalu tinggi, warna ranchu hitam lebih cepat berubah menjadi merah. Walaupun demikian, terkadang setelah dewasa warna tersebut pun dapat berubah menjadi merah. Untuk melihat dominasi sel pewarna tubuh, perlu diperhatikan bagian perutnya. Bila perut berwarna putih kelabu maka dapat dipastikan bahwa secara perlahan-lahan wama putih tersebut akan merambat naik ke atas dan berubah menjadi kuning. Lambat laun perubahan menjadi menyeluruh dan warna kuning berkombinasi hitam akan berubah menjadi merah. Bila wama perut kuning kehitaman atau bahkan hitam pekat, dapat dipastikan bahwa warnanya tidak akan berubah.
Seleksi yang dilakukan pada anak ikan mas koki yang telah berumur tiga bulan diutamakan pada bentuk tubuh, sirip, dan wama. Untuk red oranda dan red cap oranda hasil seleksi terbagi tiga kelas, yaitu kelas A, B, dan C. Red oranda kelas A merupakan kualitas kontes. Bentuk tubuhnya bulat telur, jambul besar, berekor lebar, dan sirip punggung tegak. Sirip tidak ada yang terpelintir atau patah dan wama tubuh sampai ke pangkal ekor merah oranye cemerlang. Untuk kelas B, bentuk tubuh dan lainnya sama dengan kelas A, hanya berbeda pada jambul yang kurang besar. Sementara ikan yang tidak termasuk pada kelas A maupun kelas B digolongkan dalam kelas C. Red oranda kelas B dan kelas C dapat disatukan dalam satu kolam, sedangkan red oranda kelas A yang berkualitas kontes harus dipisahkan dalam kolam tersendiri walaupun jumlahnya hanya sedikit. Red cap oranda terbagi dalam dua kelas, yaitu kelas kontes dan kelas komersial, Ciri-ciri red cap oranda kualitas kontes antara lain bentuk tubuh bulat telur, jambul lebar berwarna merah darah, seluruh tubuh berwama putih mutiara cemerlang, sirip punggung tegak utuh, sirip ekor lebar, dan pangkal ekor berdiri. Bentuk jambul red cap oranda harus tinggi, melebar, dan warna merahnya tidak boleh ada yang keluar dari jambul.
Untuk memilih calico oranda yang berkualitas kontes hanya dengan memperhatikan komposisi warna dan corak yang ada pada tubuhnya. Ciri lainnya mirip dengan cara memilih red oranda. Oranda red pompom terbagi atas tiga kelas. Kelas A merupakan kualitas kontes. Dalam memilih kelas A yang diperhatikan adalah bentuk pompomnya harus tinggi, sama besar, dan harus berwarna merah darah. Pompom harus berdiri tegak dan tidak terkulai. Pilih warna yang jarang seperti cokelat cemerlang pada chocolate oranda red pompom atau putih cemerlang seperti diamond oranda red pompon. Menilai bentuk tubuh sama dengan menilai bentuk tubuh pada red oranda. Antara oranda red pompom kelas A dan kelas B hanya berbedaan pada ukuran dan tegak tidaknya pompom. Sementara ikan yang tidak termasuk dalam kelas A dan B digolongkan dalam kelas C.

Anak ikan mas koki yang termasuk kriteria unggul sebaiknya dipelihara dalam bak khusus. Dari kelompok ini dapat diharapkan calon induk atau dijual dengan harga tinggi. Jumlah anak ikan mas koki yang termasuk unggul berkisar antara 10 – 20% dari hasil perkawinan.
Bersamaan dengan proses penyeleksian dilakukan pula pergantian air. Supaya lebih mudah, Anda dapat melakukan proses pergantian air dengan cara menyipon, yaitu dengan menggunakan pipa (slang) plastik. ujung pipa yang satu dimasukkan ke kolam sedang ujung yang lain diletakkan di alas saringan (scoop net) untuk menangkap anak ikan mas koki yang tersedot pipa. Ujung pipa yang ada di kolam sebaiknya dipotong menyerong dan digerak-gerakkan di dasar kolam supaya lebih mudah membersihkan kotoran maupun sisa makanan yang ada.

Setelah dewasa, ikan mas koki dapat Anda beri pelet dengan kadar protein tinggi dan mengandung multivitamin dan mineral.
Lamanya pembesaran dapat dilakukan hingga ikan mas koki berumur 7 bulan. Ikan mas koki yang telah berumur 7 bulan sudah dapat dipijahkan, sehingga bisa dijual dengan harga pasang yang bervariasi tergantung dari jenis dan ukurannya.


Thursday, 5 March 2020

Mengulas Sejarah dari Ikan Mas koki

Mengulas Sejarah dari Ikan Mas koki

Dari sekian banyak ikan hias air tawar yang ada di Indonesia, ikan koki adalah yang paling mendominasi. Ikan ini sangat popular di kalangan pecinta ikan hias. Kondisi ini disebabkan  keunikan dan keindahan tubuhnya, kelucuan gerakannya, warnanya yang variatif, serta harganya yang tidak terlalu mahal sehingga siapa saja dapat dengan mudah membeli dan memeliharanya.

Ikan Mas koki merupakan ikan hias paling populer di kalangan pemelihara ikan hias didunia. Karena Ikan Mas koki merupakan ikan yang pertama kali di domestifikasi dalam sejarah perkembangan ikan hias. Bentuknya yang bulat, gemuk, dan memiliki wen menjadi ciri khas serta daya tarik tersendiri.

Untuk orang-orang tertentu, mengamati keindahan dan gerak-gerik koki menghasilkan kepuasan batin tersendiri. Dari sinilah kemudian banyak para penjual jenis ikan hias berlomba-lomba membudidayakan ikan mas koki.

Ikan mas adalah ikan air tawar dari familia Cyprinidae dan ordo Cypriniformes. Ikan ini adalah salah satu ikan yang pertama kali berhasil didomestikasi, dipelihara, dan dibudidayakan manusia. Kini ikan mas koki adalah salah satu ikan hias akuarium yang paling populer. Varietas Carassius auratus yang telah didomestikasi dan menampilkan mutasi tubuh bersirip ekor ganda dan berbentuk memampat bulat disebut ikan mas koki.


Ikan mas hias adalah versi domestikasi budidaya dari ikan spesies Carassius auratus yang aslinya tidak terlalu berwarna yang habitat aslinya di Asia timur. Di Indonesia istilah "ikan mas" juga merujuk kepada ikan mas biasa atau "ikan karper" (Cyprinus carpio), yaitu kerabat ikan yang dapat dikonsumsi sebagai bahan pangan.

Ikan Mas koki pertama kali di pelihara oleh masyarakat Tiongkok sekitar seribu tahun yang lalu. Ikan mas koki masih satu kerabat dengan ikan mas (cyprinus carpio L). Namun, di awal perkembangannya Ikan Mas koki belum memiliki ciri yang ada seperti saat ini, bentuknya masih berupa ikan mas biasa hanya saja tidak memliki sepasang sungut (berbel) dimulutnya. Dan, di masa itu ikan mas bukan untuk digunakan sebagai ikan hias, tetapi digunakan sebagai bahan pangan (makanan) melalui akuakultur. Secara alami di alam, ikan-ikan ini berwarna kelabu atau perak, akan tetapi beberapa jenis memiliki kecenderungan untuk mengalami mutasi warna dengan menghasilkan warna merah, jingga, atau kuning. Fenomena ini pertama kali dicatat pada periode Dinasti Jin (265–420).

Pertama kalinya tercatat terjadi mutasi warna pada Ikan Mas adalah pada masa Dinasti Jin (265–420). Namun, Ikan Mas mulai populer dipelihara menjadi ikan hias pada masa Dinasti Tang (618-907) dan dimasa inilah Ikan Mas mendapatkan nama “Emas” nya karena pada masaa Dinasti Tang telah muncul varietas Ikan Mas berwarna Emas.
Mutasi genetik pada ikan mas yang didomestikasi manusia pada masa Dinasti Tang menghasilkan warna emas (tepatnya jingga kekuningan), sedangkan di alam ikan ini biasanya hanya menampilkan warna kelabu-perak. Hal ini terjadi karena di alam bebas, mutasi yang menghasilkan warna kuning-jingga ini jarang muncul, karena ikan dengan warna mencolok seperti ini mudah diburu pemangsa ikan dengan kamuflase sesuai alamiah untuk bertahan hidup.
Pada masa Dinasti Tang, orang Tiongkok mulai membiakkan dan membudidayakan varietas ikan berwarna emas daripada ikan yang berwarna keperakan, memeliharanya di kolam daripada membiarkannya di sungai atau danau.
Peran Ikan Mas tidak hanya sebagai penghias dirumah saja, tetapi juga berguna sebagai pameran kepada tamu-tamu istimewa yang datang ke rumah. Karena, jika ada tamu istimewa yang datang, maka pemilik rumah akan memindahkan Ikan Mas pilihannya kekolam yang lebih kecil supaya dapat dilihat oleh tamu.

Upaya domestifikasi Ikan Mas pun semakin mantap, sehingga terjadi pelarangan memelihara Ikan Mas berwarna kuning atau emas yang diberlakukan pada masa Dinasti Sung (960–1279), karena warna kuning dianggap sebagai warna kekaisaran Tiongkok.
Sebenarnya tidak ada catatan yang berhasil ditemukan mengenai mutasi yang terjadi pada crician carp. Namun, mayoritas ahli menyatakan Cina adalah tempat pertama ditemukannya nenek moyang ikan mas koki. Menurut perkiraan mereka, bentuk iakn mas koki modern muncul karena crician carp mengalami mutasi secara besar-besaran. Perubahan bentuk dan warn ikan terjadi melalui suatu proses evolusi secara spontan. Kejadian ini diawali dengan ditemukannya pertama kali ikan ini di Negeri Cina pada tahun 800 – 1000. Ketika itu tampuk pemerintahan Cina dipegang Dinasti Sung (960 – 1279). Penemuan ikan tersebut terus berkembang sampai suatu saat muncul crician carp berpenampilan aneh. Di Chiang Su Cheng dan Che Chiang Chen dua distrik yang terletak di Cina pertama kali dihasilkan ikan karper berwarna merah. Penampilan ikan ini cukup membuat geger distrik lantaran perbedaan warna dengan ikan umumnya.
Ada yang menduga mutasi berawal dari perubahan warna tubuh menjadi keemasan. Turunan yang berwarna merah keemasan ini disebut scarlet crician. Proses perubahan, warna putih itu berlangsung berangsur-angsur. Mula-mula warna hitam berubah menjadi kuning berbintik-bintik. Selanjutnya seluruh tubuh yang telah berubah menjadi kuning, berganti lagi dengan warna oranye. Warna terakhir ini kemudian berubah jadi lebih tua hingga menjadi merah cerah.
Di samping warna, mutasi berlanjut pada sirip ekor. Sirip yang semula hanya terdiri satu lapis beralih menjadi lebih dari satu lapis, misalnya tiga atau empat lapis. Bentuk sirip juga mengalami perubahan, dari yang normal berganti menjadi bentuk mirip daun bunga ceri atau ekor merak.
Setelah mutasi secara spontan terjadi, penampilan crician carp semakin menarik minat masyarakat untuk mengembang-biakkannya. Lewat teknik kawin silang antari ndividu berlainan ras, terciptalah berbagai bentuk dan warna masa kini. Penampilannya yang indah dan lucu membuat ikan mas koki amat digemari sebagian masyarakat dunia sebagai hewan peliharaan. Akhirnya orang membedakannya dengan crician carp. Dan, ikan mas koki terakhir ini diberi nama Carrasius varauratus.

Pada era Dinasti Sung pula Ikan koki mulai banyak di budidayakan. Saat itu, ikan yang dipelihara adalah dari jenis crician carp (carassius auratus) yang merupakan nenek moyang koki. Berbeda dengan koki yang bertubuh buntek, bentuk crician carp memanjang, mirip ikan mas yang dipelihara di Indonesia sekarang ini. Berdasarkan penelitian terhadap kromosom, para ahli sepakat mengatakan adanya hubungan erat antara kedua jenis ikan tersebut. Menurut mereka, crician carp memang memiliki pertalian yang kuat dengan ikan mas koki. Jadi yang pertama kali disebut goldfish adalah crician carp, walaupun tidak ada persamaan bentuk dengan ikan mas koki. Dari ikan inilah nantinya diturunkan seluruh varietas iakn mas koki dengan beragam bentuk dan warna.
Pada tahun 1162, seorang ratu Dinasti Sung memerintahkan pembangunan kolam-kolam untuk mengumpulkan ikan mas varietas berwarna merah dan kuning. Pada kala itu masyarakat umum di luar keluarga kerajaan dilarang untuk memelihara ikan mas dari varietas warna emas (kuning), karena warna kuning adalah warna kekaisaran Tiongkok. Mungkin karena hal inilah kini lebih banyak terdapat ikan mas warna jingga dan merah daripada warna kuning, meskipun sebenarnya secara genetik ikan mas warna kuning lebih mudah dibiakkan.


Pada masa Dinasti Ming (1368-1644), ikan mas hias mulai dipelihara dalam ruangan, hal ini mengarah kepada seleksi mutasi genetik yang menyebabkan beberapa varietas ikan ini tidak dapat bertahan hidup di kolam luar ruang. Munculnya warna lain (selain warna merah dan emas) pertama kali dicatat pada 1276. Kemunculan ikan pertama berekor ganda yang indah pertama kali dicatat pada masa Dinasti Ming. Pada tahun 1603.
Pada masa Dinasti Ming (1368-1644) mulai muncul ciri pertama Mas koki, yaitu ekor yang bercabang dua (ganda) bersamaan dengan semakin dikenalnya teknik budidaya ikan air tawar. Dan varietas Mas koki yang memiliki ciri ekor ganda pertama kali adalah jenis wakin. Namun, jenis ini tidak begitu di favoritkan, sehingga jenis ini tidak begitu dikembangkan. Justru, jenis ryukin lah yang menjadi favorit yang mana jenis ini adalah turunan dari Mas koki wakin. Setelah mengalami kawin silang dan proses yang panjang, diduga ikan ini akhirnya mengalami mutasi yang diawali dari warna tubuh dan sirip ekor. Hasil mutasi ini akhirnya merambah ke negeri jepang dan berkembang sejak diperkenalkan pada tahun 1603. Di negeri matahari terbit ini perubahan ikan mas koki menarik perhatian orang untuk terus mengembangkannya.
Ikan mas koki masuk pertama kali ke Jepang dari Cina. Meskipun, tidak ada catatan yang lengkap mengenai kepastian datangnya ikan ini ke Jepang. Keberadaan iakn mas koki baru tercatat setelah jumlahnya di Jepang cukup banyak, sekitar tahun 1500. Ketika itu, harga ikan ini cukup tinggi dikarenakan jumlahnya yang terbatas dan masih impor langsung dari Cina. Karena alasan itulah, ikan mas koki menjadi salah satu hewan eksklusif yang hanya dikoleksi oleh orang kaya atau pejabat kerajaan saja. Tidak ayal lagi popularitas ikan mas koki langsung menanjak dikalangan penduduk Jepang.
Lambat-laun penilaian masyarakat terhadap ikan mas koki tersebut semakin luntur. Akibatnya pada era Bunsei (1824), gengsi ikan mas koki jatuh. Ikan ini menjadi hewan peliharaan segala lapisan penduduk dan semua orang bisa memelihara atau berminat membudidayakannya. Perkembangan tersebut menyebabkan keberadaan ikan mas koki semakin populer. Ikan ini diternakkan secara besar-besaran dan diperdagangkan di segala sudut kota.
Di jepang, ada 3 kawasan yang menjadi penghasil koki hingga saat ini, yaitu provinsi nara, provinsi aichi, dan Tokyo. Saat ini jepang merupakan Negara pemasok koki terbesar di dunia.
Di Jepang ternyata perkembangan ikan mas koki lebih pesat dari pada di negeri asalnya. Ikan mas koki menjadi ikan hias yang popular dikalangan masyarakat Jepang sehingga banyak diternak dan dikembangkan. Dari negeri sakura inilah akhirnya koki dikembangkan dan diperdagangkan kemana-mana. Pada era tersebut Jepang sangat gencar dalam melakukan produksi ikan mas koki dan diperdagangkan ke penjuru dunia oleh penggemar mas koki. Tidak heran bila banyak orang mengira ikan ini berasal dari Jepang. Dan pada tahun 1611, Ikan Mas koki mulai di perkenalkan ke kawasan Eropa.

Di Eropa, Ikan Mas koki langsung menjadi populer karena sisiknya yang berwarna kuning dianggap membawa keberuntungan, sampai-sampai Ikan ini menjadi kado pernikahan yang istimewa pada saat itu. Setelah “sukses” di kawasan Eropa, pada tahun 1850 Ikan Mas koki diperkenalkan ke kawasan Amerika dan pada akhirnya tersebar ke seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia.

Menurut catatan kuno, ikan mas koki dari Cina juga diekspor ke Eropa, sekitar tahun 1611, 1691 dan 1728. Dari Italia dan Inggris, ikan mas koki terus menyeberang ke Belanda dan akhirnya berkembang hingga saat ini, ikan mas koki termasuk hewan peliharaan populer di benua tersebut.

Selain di Eropa, ikan mas koki dari Jepang juga diekspor ke Amerika sebagai hewan peliharaan. Menurut catatan yang ada Ikan Mas koki memasuki Amerika sekitar tahun 1876. Banyak penggemar ikan hias yang menyambutnya dengan antusias. Namun lama kelamaan, popularitas ikan ini semakin surut, sehingga beberapa ras ikan mas koki cantik hilang dari pasaran. Akhirnya hanya sedikit peternak dan pedagang yang sekarang masih mengusahakannya.
Walaupun demikian Amerika Serikat termasuk salah satu pasar ikan mas koki yang cukup terkenal di dunia. Bahkan negara ini berhasil melahirkan dua ras ikan mas koki cantik yang populer di kalangan penggemarnya, yakni veiltail (ekor rumbai) dan comet tail (ekor komet). Dari ratusan jenis ikan mas koki yang berkembang, tidak semua dikenal orang. Hanya jenis-jenis yang populer saja yang dicatat dan diketahui. Di samping itu, para penggemar ikan hias hanya menggemari beberapa ras dan ada anggapan ikan mas koki jenis baru biasanya sulit diterima orang. Mereka hanya menyukai ikan mas koki yang sudah jelas nama dan jenisnya.
Kendala-kendala tersebut menyebabkan menyusutnya jumlah varietas yang dikenal para pecinta ikan hias, dari ratusan tinggal cuma belasan.

Lewat teknik kawin silang antar-individu yang berlainan ras, terciptalah ikan koki yang ada sekarang ini, yang terdiri dari berbagai macam bentuk dan warna. Ada yang warnanya hitam, biru, kuning, ada yang bentuk kepalanya mirip kepala singa. Ada yang ekornya seperti kipas, ada yang matanya seperti teleskop dan bola.


Di Tiongkok, ikan mas dibiakkan dari ikan karper prusia (Carassius auratus gibelio), dan secara genetik merupakan kerabat terdekat ikan mas yang masih liar di alam bebas. Sebelumnya ada pendapat bahwa ikan karper krusia (Carassius carassius) sebagai versi liar dari ikan mas. Akan tetapi keduanya berbeda dalam beberapa hal, misalnya moncong C. auratus lebih mancung, sementara moncong C. carassius lebih membulat. C. gibelio sering kali berwarna kelabu kehijauan, sementara karper krusia selalu berwarna perunggu keemasan. Jika anakan karper krusia memiliki bintik hitam pada pangkal ekor yang akan menghilang seiring bertambahnya usia, pada C. auratus bintik ekor ini tidak pernah muncul. C. auratus memiliki kurang dari 31 sisik sepanjang bentangan garis lateral tubuh, sementara karper krusia memiliki 33 sisik atau lebih. Di alam, C. auratus gibelio berwarna hijau zaitun. Diperkenalkannya ikan mas ke alam dapat menimbulkan masalah bagi spesies asli. Ikan mas dapat kawin silang dengan beberapa spesies ikan karper.
Dalam tiga generasi pemijahan, umumnya mayoritas keturunan hibrida beralih kembali berwarna hijau zaitun. Mutasi yang memunculkan jenis lain ikan mas domestik juga terjadi pada spesies siprinide lain, misalnya ikan karper biasa dan ikan tench. Koi juga mungkin kawin-mawin dengan ikan mas dan menghasilkan ikan hibrida yang steril (mandul). Ada banyak varietas ikan mas domestik. Ikan hias kemungkinan besar sulit bertahan hidup di alam liar akibat warna-warninya yang cerah dan siripnya yang panjang, akan tetapi varietas lainnya yang lebih tahan seperti Shubunkin dan Komet dapat bertahan cukup lama hingga dapat kawin dengan kerabatnya. Varietas ikan mas biasa dan Komet dapat bertahan hidup, bahkan berkembang biak di iklim dan lingkungan kolam.
Pembiakan selektif selama berabad-abad telah menghasilkan beberapa warna. Beberapa varietas berwarna sudah demikian berbeda jauh dari warna keemasan dari ikan leluhur aslinya. Terdapat pula perbedaan dalam bentuk tubuh, sirip, dan konfigurasi mata. Beberapa varietas ekstrem hanya dapat bertahan hidup jika dipelihara di dalam aquarium, karena mereka lebih rapuh daripada varietas yang masih dekat dengan leluhurnya yang berasal dari ikan liar. Akan tetapi beberapa varietas lebih tangguh, misalnya varietas Shubunkin. Dan kini, terdapat sekitar 300 ras (varietas) ikan mas hias di Tiongkok. Kebanyakan ras ikan mas yang ada kini dibiakkan dan berasal dari Tiongkok, sementara beberapa varietas dikembangkan di Jepang.


Saat ini, Ikan Mas koki memiliki begitu banyak varietas. Varietas tersebut disebabkan beberapa faktor seperti perkawinan silang maupun mutasi genetik. Bentuk klasik Ikan Mas pun sudah hilang di beberapa varietasnya dan berikut adalah beberapa contoh varietas Ikan Maskoki yang sudah ada saat ini: Oranda, Ryukin, Komet, Ranchu, Demekin (Telescope Eye), Watonai, Wakin, Hibuna, Red Cap, Black Moor, Panda Moor, Shubunkin, Veiltail, Fantail, Butterfly Telescope, Bubble Eye, Choten Gan (Celestial Eye), Pom-Pom, Mutiara (Pearl Scale), Dll.

Berdasarkan ilmu taksonomi, perbandingan klasifikasi ikan koki dengan ikan mas adalah sebagai berikut:
-Ikan mas koki mempunyai badan pendek, gempal, dan bulat.
-Bentuk kepalanya lucu. Pada beberapa jenis, bagian atas kepala dan pipi ditutupi oleh daging yang menebal.
-Matanya besar dan lebar, tetapi iris matanya tidak dapat membuka dan menutup.
-Lensa mata tidak dapat berkonsentrasi luas sehingga pandangannya dekat dan terbatas. Hal ini menyebabkan ikan mas koki hanya mengandalkan penciuman dalam mencari makanan. Bentuk mata setiap jenis ikan mas koki sangat khas sehingga dapat digunakan untuk mengitifikasi setiap jenis ikan mas koki.
-Indra penciuman ikan mas koki berada di lubang hidung yang berbentuk sangat sederhana, dibagian dalam hidung inilah terdapat indra tunas pembau yang tidak berhubungan sama sekali dengan organ pernapasan.
-Bentuk organ pernapasan ikan mas koki adalah lembaran insang yang dilindungi oleh tutup insang (operculum) disamping tubuhnya.
-Pada umumnya, ikan mas koki mempunyai 5 sirip, yaitu sirip dada(pectora fin), sirip perut (ventral fin), sirip dubur (anal fin), sirip ekor (caudal fin), dan sirip punggung (dorsal fin) tetapi beberapa jenis ikan mas koki, seperti lion head dan celestial, tidak mempunyai sirip punggung ini.
-Sirip ikan mas koki mempunyai fungsi sebagai alat keseimbangan dan alat gerak di bantu oleh kontraksi otot tubuh dan otot ekor.
-Sirip perut dan sirip dada bekerja sama dengan gelembung udara berfungsi sebagai pengontrol gerak ke atas dan kebawah. Sementara itu, sirip punggung dan sirip belakang yang terletak didepan sirip ekor yang berdekatan dengan lubang kelamin berfungsi untuk menjaga agar tubuh tidak berguling ke samping.
-Di sisi tubuh ikan mas koki terdapat gurat sisi yang berfungsi sebagai indra arus. Gurat sisi terletak di bawah sisik-sisik perut ikan mas koki yang memanjang dari tutup insang hingga pangkal ekor.
-Sisik ikan mas koki berderet rapi, mengkilap, dan menutupi tubuh seperti genteng rumah. Umumnya, warna sisik ikan mas koki adalah merah, metalik, kekuning-kuningan, hijau kehitaman, atau gabungan dari warna-warna tersebut. Warna ini di tentukan oleh banyak sedikitnya pigmen quanin yang tekandung di dalam sisik ikan mas koki. Dan, pembentukan quanin di pengaruhi oleh factor genetis, lingkungan hidup, jenis makanan, serta kebersihan lingkungan.

Koki jantan dan betina memiliki ciri fisik yang berbeda. Karena, mengetahui kelamin induk sangat dibutuhkan saat pemijahan. Dan, kegagalan pemijahan yang dilakukan pemula sering terjadi karena salah pemasangan induk. Kebanyakan, pemula menemui kesulitan dalam membedakan kelamin koki jantan dan betina.
Membedakan kelamin ikan mas koki dapat dilakukan dengan jalan melihat saja, meraba atau memegang, dan sedikit memencet perutnya. Namun, untuk lebih memastikannya, cara-cara di atas dapat di gabungkan. Untuk lebih jelasnya, cirri-ciri koki jantan dan betina adalah sebagai berikut:
Cara paling paten yang sering dilakukan adalah dengan memperhatikan sirip dadanya. Dan, sedapat mungkin hindari cara membedakan dengan memijit perutnya karena jika terlalu sering dilakukan atau memijitnya terlalu keras, ikan mas koki akan mengalami stress.


Ikan mas koki tergolong ikan yang rakus. Ikan ini menyukai pakan apa saja (omnivore), termasuk tanaman air, terutama yang berdaun lebar dan lunak. Dalam mencari pakan, ikan mas koki lebih mengandalkan indra penciumannya daripada matanya karena jangkauan penglihatannya sangat pendek. Ikan mas koki lebih suka menyantap pakan yang ada di dasar perairan. Jika dasar perairan di penuhi kotoran, air akan menjadi keruh karena koki mengaduk-ngaduknya saat mencari pakan.
Pemberian pakan pada koki harus dilakukan secara benar. Pola dan cara pemberian pakan yang salah dapat menjadi boomerang bagi para peternak. Pemberian pakan yang berlebihan akan menimbulkan sisa pakan dan kotoran yang banyak. Dan, sisa pakan serta kotoran ini dapat menjadi sarang penyakit. Menghindari sisa pakan yang berlebihan dapat dilakukan dengan cara memberikan pakan (terutama untuk pakan tambahan) yang berbau menyengat sehingga tercium oleh ikan mas koki. Sebaliknya, pemberian pakan yang kurang akan membuat ikan koki tega memangsa anaknya sendiri jika kelaparan. Untuk menghindari kejadian ini, setelah penetasan, induk ikan mas koki harus segera di pisahkan.

Ketika berenang, ikan koki suka bergerombol. Sebetulnya, hal ini bisa berakibat fatal jika salah satu ikan-ikan tersebut terjangkit penyakit. Karena, dengan mudah penyakit tersebut akan menular ke ikan mas koki lainnya, baik melalui kontak langsung maupun melalui perantara air. Selain itu, kebiasaan bergerombol juga dapat mengakibatkan luka. Luka ini sangat rawan menjadi sumber penyakit dan penularannya.

Ikan mas koki tergolong jenis ikan yang mudah menyesuaikan diri dengan lingkungannya (adaptif). Namun, dalam memindahkan ikan mas koki sebisa mungkin hindari perbedaan kondisi lingkungan yang mencolok karena dapat menimbulkan stress yang akhirnya mengakibatkan kematian. Ikan mas koki lebih cocok hidup di perairan beriklim tropis atau idealnya pada kisaran suhu 27-30 °C dengan Ph dan kesadahan  normal. Kondisi lingkungan yang ideal menjadi faktor penting untuk dapat memaksimalkan pertumbuhan dan produktifitas ikan mas koki.


Demikianlah penjelasan tentang sejarah ikan mas koki, begitu panjang sejarah ikan ini sehingga kita dapat menyaksikan hasil dari sejarah yang panjang tersebut saat ini. Ikan ini pun mendapat gelar ikan hias terpopuler dimuka bumi saat ini. Dan, supaya memepunyai ikan mas koki dengan kualitas sangat tinggi, tentunya lingkungan/tempat tinggal ikan mas koki harus bersih dan mengandung nutrisi yang baik bagi ikan mas koki. Bila Anda ingin memelihara ikan mas koki sebagai usaha maka perawatannya harus dilakukan dengan serius dan memberikan pakan dengan kandungan nutrisi yang baik untuk ikan mas koki tersebut, sehingga warna dan kualitas pada ikan mas koki ini akan menjadi lebih baik.


Saturday, 29 February 2020

Ragam Jenis Ikan Mas Koki (Goldfish) Terpopuler Di Dunia


Ragam Jenis Ikan Mas Koki (Goldfish) Terpopuler Di Dunia


Banyak sekali jenis ikan hias yang dikenal oleh pecinta ikan hias di Indonesia. Salah satunya adalah ikan mas koki. Diantara jenis-jenis ikan hias yang ada di Indonesia, ikan mas koki tergolong ikan yang sangat mudah sekali dikenali. Ikan mas koki merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar populer yang sangat mudah ditemui di Indonesia. Bentuk fisiknya yang bulat dan warnanya yang mencolok membuat para pecinta ikan hias mudah membedakan dengan ikan hias jenis lain. Tidak hanya karena tampilannya yang lucu dan cantik, perawatan ikan mas koki yang cukup sederhana menjadikannya primadona ikan hias yang tidak boleh dilewatkan oleh para kolektor ikan hias. Karena ikan ini cukup populer, untuk mendapatkannya pun tidak susah. Hampir disetiap toko ikan hias pasti menjual ikan jenis ini.

Ikan mas koki adalah ikan hias air tawar dari familia Cyprinidae dan ordo Cyppriniformers yang berasal dari negara China. Dalam sejarahnya, sekitar tahun 265-420M ikan ini justru menjadi komoditas pangan pada masa itu. Pada awal-awal ditemukan, jenis ikan mas koki masih sedikit dan warnanya hanya ada jingga keemasan serta hitam. Seiring waktu, ikan ini semakin populer dan pandangan masyarakat pun mulai berubah terhadap ikan mas koki. Pada masa Dinasti Tang (618-907 M) ikan ini mulai dipelihara sebagai ikan hias dalam kolam-kolam masyarakat saat itu. Kemudian, memasuki era modern, ikan mas koki mulai dikembangbiakan dengan melakukan kawin silang antar jenis, sehingga jenis ikan mas koki menjadi semakin beragam.

Dihabitat aslinya, ikan mas koki merupakan ikan herbivora atau ikan yang memakan tumbuh-tumbuhan. Pada saat dewasa, ikan ini terkdang juga memakan ikan-ikan lain yang ukurannya jauh lebih kecil. Ikan mas koki dewasa mampu tumbuh mencapai ukuran 20 cm bahkan lebih. Untuk ikan mas koki yang memiliki ukuran diatas 20 cm biasanya disebut Super Jumbo dikalangan breeder dan mas koki lover.


Ikan mas koki merupakan jenis ikan hias yang sudah cukup familiar di kalangan pecinta ikan Nusantara. Dari sisi warna, ikan mas koki hampir mirip dengan kebanyakan ikan hias tawar lainnya. Akan tetapi, bila dilihat dari sisi bentuknya ikan mas koki mempunyai daya tarik dan keunikannya tersendiri. Bentuknya cenderung aneh, lucu, dan menggemaskan.

Selain dinikmati keindahannya, ikan mas koki juga dipercaya oleh orang-orang tionghoa sebagai ikan yang membawa hoki atau keberuntungan. Menurut orang tionghoa, ikan mas koki dapat membawa hoki karena adanya ajaran fengshui. Ajaran tersebut mempercayai jika ikan mas koki yang berjumlah 9 ekor dipelihara pada satu tempat yang terdiri dari 8 ekor berwarna merah dan 1 ekor berwarna hitam, maka menurut fengshui tersebut formasi ini dapat membuang sial. Selain itu 2 ekor ikan mas  koki yang dipelihara pada satu tempat, dipercaya dapat memberi efek keseimbangan dalam hubungan pasangan.

Dibalik populernya ikan mas koki dikalangan ikan hias, ternyata ikan ini memiliki banyak jenis. Ikan mas koki sendiri memiliki harga jual yang lumayan mahal. Mencari spesies ikan mas koki yang asli saat ini terlihat sulit, kecuali di Jepang dan Cina, dua Negara yang rajin mengoleksi dan membudidayakan koki-koki aneh. Menurut ilmuan Cina, Shinsan Chen, saat ini setidaknya terdapat 126 strain baru ikan mas koki yang disulap dari aslinya dan tersebar di seluruh Dunia.

Untuk mengidentifikasi jenis tertentu, ada sejumlah ciri khusus yang perlu diketahui. Antara lain:


-Bentuk tubuh
Ikan mas koki terbagi ke dalam dua kategori tipe tubuh, yaitu egg-shaped (berbentuk telur) dan streamlined (panjang, langsing). Cara termudah untuk mengetahui perbedaannya adalah dengan melihat bentuk tubuhnya dari samping.


-Variasi sirip dan ekor
Ciri lain yang sangat membedakan semua ikan mas koki adalah jumlah dan bentuk sirip yang mereka miliki.


-Ekor ikan mas koki
Selain bentuk dan panjang tubuh yang berbeda, ikan mas koki juga bisa dibedakan berdasarkan bentuk ekornya, yaitu ekor tunggal atau ekor ganda.
Ikan mas koki berekor ganda sebagian besar berbentuk telur dan juga biasa disebut ikan mas fancy. Namun, beberapa jenis varietas mas koki ramping dan berbentuk torpedo ada yang memiliki ekor ganda juga.



-Sirip punggung
Sirip di bagian atas (atau punggung) seekor ikan disebut sirip punggung. Ukuran dan bentuknya dapat bervariasi antar varietas. Ikan mas koki tertentu ada yang memiliki sirip punggung seperti ikan-ikan lain pada umumnya, ada yang tidak. Ciri khusus ini juga menjadi pembeda antar varietas.


-Jenis mata
Ikan mas koki telah dibiakkan secara selektif untuk memiliki berbagai jenis mata yang berbeda. Jenis mata ikan mas koki terbagi ke dalam empat kategori:
Normal, mata normal seperti kebanyakan ikan lainnya.
Teleskop, mata yang tampak menonjol, yang membuatnya terlihat keluar dari kepala ikan (seperti teleskop).
Celestial (mata terbalik), mirip dengan mata teleskop, namun perbedaannya matanya ‘terbalik’ dan mengarah ke atas.
Bubble eye, bukan fitur mata yang sebenarnya, bubble eye (biasa disebut mata balon) adalah mata normal yang dikelilingi oleh kantung berisi cairan besar seperti balon di bawah mata ikan mas.


-Wen
Wen, sering disebut sebagai wen hood, adalah semacam tonjolan atau benjolan daging di bagian atas atau seluruh bagian kepala ikan mas koki yang memberikannya penampilan yang sangat khas. Ada banyak variasi wen, dari wen yang berada di bagian atas kepala hingga yang menutupi seluruh pipi dan wajah (biasanya disebut funtan).


-Warna
Ikan mas koki dapat menampilkan berbagai macam warna solid tunggal, pola dua warna, atau bahkan calico yang merupakan kombinasi dari 3, 4, atau 5 warna sekaligus dalam pola yang mencolok.
Warna mereka dapat mencakup salah satu dari warna berikut ini, baik sebagai warna tunggal solid atau hampir semua campuran dua warna atau lebih: merah, oranye, emas, hitam, putih, abu-abu, coklat, biru, kuning, dan calico.

Dahulu jenis ikan mas koki di Indonesia tidak sebanyak sekarang. Jenis ikan mas koki sekarang dapat dikatakan sangat banyak karena para pembudidaya berhasil menyilangkan dan menghasilkan jenis ikan mas koki baru, mulai dari yang paling bagus hingga yang langka.

Setelah mengetahui beberapa ciri khusus yang dimiliki oleh ikan mas koki, kini saatnya kita mengenal jenis-jenis mas koki paling populer di dunia.

Common (ikan mas koki biasa)
Common goldfish atau ikan mas koki biasa adalah salah satu jenis yang paling tangguh dan keras dari semua varietas. Mereka dapat tumbuh baik dalam berbagai kondisi aquarium dan akan memakan apa saja yang Anda berikan kepada mereka. Ini menjadikan mereka sangat populer dan pilihan yang bagus untuk penghobi ikan pemula.


Ikan mas koki biasa adalah kerabat dekat ikan mas liar dan perbedaan di antara mereka hanyalah soal warna. Sebagian besar breed modern ikan mas fancy berasal dari varietas ini. Breeder memilih dan kemudian secara selektif membiakkan sifat-sifat tertentu yang muncul.
Ikan common merupakan ikan yang sederhana tanpa ciri yang mencolok dan menonjol. Jenis ikan mas koki yang paling umum dari semuanya, karena itulah dinamai ‘common’ alias ikan mas biasa.
Ikan common memiliki bentuk tubuh Streamlined serta berjenis ekor tunggal, memiliki sirip punggung dengan jenis mata normal. Ikan mas jenis ini tidak memilki Wen serta mempunyai warna yang  solid atau campuran warna apa pun: Oranye, merah, biru, hitam, atau cokelat.

Ikan Mas Komet
 Ikan mas koki komet termasuk dalam jenis ikan mas dengan ekor tunggal (single-tail). Ikan ini berasal dari Amerika Serikat, bentuknya hampir mirip dengan ikan mas biasa tapi dengan ukuran yang lebih kecil dan ramping serta bentuk cagak di bagian ekornya.


Ikan mas komet adalah yang pertama kali dikembangkan dari ikan mas koki biasa (common) oleh orang Amerika bernama Hugo Mullert pada akhir abad ke-19. Komet memiliki penampilan yang sangat mirip dengan jenis common dan kedua varietas ini sering membuat orang bingung membedakannya.
Dibandingkan ikan mas biasa, tubuh komet sedikit lebih kecil dan lebih tipis, tetapi perbedaan utama yang mencolok adalah ekor komet yang sangat panjang dan membelah/bercabang, terkadang tumbuh hingga sepanjang tubuhnya.
Varian warna dari ikan mas komet antara lain kuning, orange, merah, putih, merah-putih, dan masih banyak lagi. Ikan ini termasuk jenis yang lincah dan aktif bergerak bila dibandingkan dengan keturunan ikan goldfish lainnya.
Ikan mas koki komet merupakan ikan koki yang sangat berbeda dengan ikan mas koki pada umumnya. Ikan mas koki komet memiliki tubuh yang ramping. Selain itu, ikan ini memiliki ekor yang panjang dan hanya satu ekor. Ikan mas koki komet memiliki harga yang sangat terjangkau.


Ikan mas komet adalah ikan yang sangat aktif dan suka bermain. Mereka membutuhkan banyak ruang untuk merentangkan sirip mereka dan biasanya hanya disarankan untuk aquarium yang sangat besar atau lebih baik lagi untuk kolam. Mereka adalah ikan yang sangat kuat dan cocok untuk pemula yang ingin merawat ikan hias dengan mudah.
Ikan mas komet memiliki ciri khusus ekor bercabang dan melambai yang panjang, mirip dengan ikan mas koki biasa, meskipun semua siripnya lebih panjang dan lebih halus. Memiliki bentuk tubuh Streamlined serta memiliki sirip punggung. Jenis mata normal dan tidak memiliki Wen. Warna yang paling umum ditemui adalah merah atau oranye, dengan pola putih pada tubuhnya, meskipun perak dan kuning juga ada.

Ikan Mas Koki Shubunkin
Ciri khas dari jenis ikan mas koki Shubunkin adalah komposisi warna yang lebih kaya, yakni terdiri dari tiga warna yang umumnya terdiri dari putih, oranye, dan juga cipratan pola hitam pada sekujur tubuhnya.


Ikan mas koki shubunkin terlihat sangat mirip dengan mas koki biasa (common) dan komet, dengan ekor dan siripnya yang mirip dengan common (kecuali jenis Bristol shubunkin yang memiliki ekor lebih besar dengan ujung bulat).
Karakteristik khas dari shubunkin adalah warna calico mosaiknya yang indah, terdiri atas merah, oranye, kuning, dengan bintik-bintik biru, hitam, dan coklat, semuanya dengan latar belakang warna putih atau biru. Karena biru sulit didapat dan langka, warna ini sangat berharga.
Shubunkin diciptakan dengan menyilangkan ikan mas koki teleskop calico dengan mas koki biasa yang dilakukan oleh seorang pria Jepang bernama Yoshigoro Akiyama.


Ikan mas koki shubunkin memiliki ciri khusus pada warna calico pada tubuhnya. Pada dasarnya Ikan mas koki shubunkin adalah komet dengan warna calico. Sebagian besar memiliki ekor komet bercabang panjang yang sama, meskipun London shubunkin memiliki ekor yang lebih pendek dan Bristol shubunkin memiliki ekor berbentuk hati.
Ikan mas koki shubunkin memiliki bentuk tubuh Streamlined dengan jenis ekor tunggal, umumnya jenis ikan ini memiliki ekor panjang dan bercabang. Memiliki sirip punggung dengan jenis mata normal dan tanpa Wen. Ikan mas koki shubunkin memiliki warna Calico, campuran mosaik dari oranye kemerahan, putih, hitam, dan biru.

Ikan Mas Koki Wakin
Ikan mas jenis ini sudah dianggap sangat umum di Asia Timur. Ikan mas koki wakin sangat mirip penampilannya dengan mas koki biasa (common); perbedaan yang sangat penting adalah wakin memiliki ekor ganda. Wakin secara luas diyakini sebagai ikan mas pertama yang dikirim dari China ke Jepang dan merupakan dasar bagi banyak breed dan varietas mas koki yang dikembangkan di sana sejak saat itu.


Ikan mas koki wakin bisa berwarna putih solid, oranye solid, putih dan oranye, atau yang lebih disukai (dan yang paling mahal dan paling berharga) adalah perpaduan pola putih dan merah.
Ikan mas koki wakin memiliki ciri khusus tubuh berwarna merah/putih dalam varietas yang paling berharga. Dengan bentuk tubuh Streamlined, bentuk yang sangat mirip dengan ikan mas koki biasa, serta memiliki ekor ganda bercabang. Terdapat sirip punggung dengan jenis mata normal dan tanpa Wen. Warna yang biasa ditemui adalah pola merah dan putih yang unik untuk setiap individu.

Ikan Mas Koki Jikin
Jenis ikan mas koki jikin memiliki tubuh langsing seperti ikan mas koki biasa (common), tetapi memiliki ekor dan warna yang unik sebagai ciri khasnya. Ekor ikan mas koki jikin juga dikenal sebagai ekor burung merak, memiliki sirip ekor yang merentang ke luar, terbagi menjadi empat bagian, dan terlihat seperti huruf ‘X’ ketika dilihat dari belakang.


Warna ikan mas koki jikin biasanya adalah putih pekat, dengan enam titik merah pada bibir, sirip, dan ekor ikan. Warna ini sangat sulit untuk dibiakkan, membuat varietas ini langka dan mahal. Biasanya untuk mendapatkan warna yang unik secara artifisial, sisik ikan dihilangkan ketika muda. Sisik itu tidak akan tumbuh lagi ketika dewasa dan menjadi hilang permanen.
Jenis ikan mas koki jikin memiliki ciri khusus ekor yang menyerupai burung merak dengan empat bagian yang merentang ke luar hampir 180 derajat, berbentuk seperti ‘X’ jika dilihat dari belakang. Ikan jenis ini dikembangkan dari wakin, memiliki bentuk tubuh Streamlined yang ramping panjang meskipun lebih berisi dibandingkan mas koki biasa. Ikan mas koki jikin termasuk berjenis ekor ganda serta bercabang, dengan ciri khusus seperti dideskripsikan di atas. Memiliki sirip punggung dan berjenis mata normal tanpa Wen. Warna yang sering ditemui adalah putih solid dengan warna merah hanya ditemukan pada ekor, sirip, mulut, dan insang.

Ikan Mas Koki Fantail
Ikan mas koki fantail alias ekor kipas yang terkenal akan sirip ekor ganda yang terlihat mengembang. Sekilas ikan mas koki jenis ini terlihat tidak berbeda dengan jenis ikan mas lainnya, hanya saja bagian ekor yang lebih pendek menajadi ciri khas dari ikan mas koki jenis ini.


Ikan mas koki fantail merupakan jenis ikan hias koki yang paling digemari di Jepang. Ikan ini memiliki satu sirip atas yang tegak dan empat sirip bawah. Jika dibandingkan dengan ikan mas koki jenis lainnya, maka ikan ini dinilai menjadi yang paling kuat. Warna tubuhnya terlihat sangat elegan, yaitu campuran antara merah dan oranye yang membentuk gradasi warna yang sempurna.
Ikan koki fantail (ekor kipas) merupakan varietas barat dari jenis ryukin. Memiliki bentuk tubuh mirip telur dengan sirip punggung yang tinggi dan sirip ekor yang empat kali lipat lebih panjang dari tubuhnya.
Ikan ini secara luas dianggap sebagai tipe fancy ekor ganda yang pertama dikembangkan. Fantail memiliki sejarah yang membentang lebih dari satu milenia. Mereka merupakan salah satu varietas fancy pertama yang tercatat dan pada dasarnya adalah versi barat dari Ryukin Jepang, meskipun mereka memiliki ciri berbeda dan dianggap sebagai ras yang juga berbeda. Ikan mas koki Fantail adalah ikan yang sangat kuat, dianggap sebagai titik awal yang bagus untuk hobbyist ikan mas pemula dan sangat cocok untuk aquarium rumah berukuran menengah/besar. Meskipun hadir dalam banyak warna, fantail terpopuler adalah variasi sisik oranye gelap metalik klasik yang tentunya paling dikenal orang.
Ikan mas koki Fantail tidak memiliki ciri khusus, ikan ini adalah jenis khas mas koki fancy/ekor ganda. Mirip dengan veiltail tetapi dengan sirip yang sangat panjang dan ekor yang panjang mengalir yang hampir tidak bercabang. Memiliki bentuk tubuh Egg-shaped dengan sirip punggung besar dan berdiri tegak. Jenis mata normal dan tanpa Wen. Ikan mas koki Fantail memiliki ragam warna yang solid, campuran, ataupun calico.


Sirip ekornya yang menjuntai panjang membuat tampilan ikan mas koki ekor kipas begitu indah dan mempesona. Tidak heran bila ikan jenis ini menjadi salah satu primadona bagi para pehobi ikan hias.
Ikan ini termasuk yang cukup mudah dibudidayakan karena cepat berkembangbiak. Ikan mas koki ekor kipas memiliki ukuran panjang rata-rata 10-15 centimeter, meskipun beberapa hobbyist melaporkan ikan mas koki fantail mereka mencapai panjang tubuh 25-30 cm. Ikan jenis ini memiliki warna dengan dominasi warna kuning dan perak keemasan di bagian tubuhnya. Jangka waktu ikan mas jenis ikan mas koki fantail hidup rata-rata adalah 10 – 15 tahun, ikan ini dapat hidup lebih dari 15 tahun atau lebih asalkan aquarium atau kolam ikan mas terawat secara baik.

Ikan Mas Koki Veiltail
Ikan mas koki veiltail dikembangkan pada akhir abad ke-19 di AS dengan menyilangkan teleskop dengan ryukin. Mereka memiliki bentuk tubuh ryukin, tetapi tidak memiliki punuk punggung yang tinggi seperti ryukin. Punuk mereka memiliki ciri tersendiri yang menonjol.


Veiltail memiliki ekor ganda yang sangat panjang dan mengalir tanpa cabang, sehingga ujungnya datar. Ekor (dan siripnya) begitu besar hingga sering terlihat menggantung rendah dari tubuhnya. Ekornya dapat tumbuh hingga sepanjang tubuhnya dan sirip punggungnya dapat menyamai tinggi tubuhnya.
Karena siripnya yang terlalu besar, mas koki veiltail bukanlah perenang yang baik dan sirip mereka cukup halus. Karena itu mereka harus dipelihara dengan ikan sejenis, dijauhkan dari ikan jenis apapun yang dapat menggigit sirip, dan tidak boleh diberi ornamen tajam atau bergerigi di dalam aquarium.
Ikan mas koki veiltail memiliki ciri khusus punuk punggung yang memanjang. Pada tempat pertemuan kepala dengan punggung, terdapat punuk yang memanjang di atas punggung mereka (tidak tinggi seperti ryukin). Mirip dengan fantail tetapi dengan sirip yang sangat panjang dan ekor panjang melambai yang nyaris tidak bercabang. Ikan mas koki veiltail memiliki bentuk tubuh Egg-shaped serta sirip punggung yang sangat besar, biasanya melambai, tidak kaku. Jenis mata normal serta tanpa Wen. Ikan mas koki veiltail memiliki ragam warna yang solid ataupun mixed.

Ikan Mas Koki Black Moor
Jenis ikan mas koki ini tidak kalah bersaing kepopulerannya dari jenis ikan mas koki sebelumnya. Ciri khas dari ikan mas koki black moor adalah warna hitam pekat serta bagian mata yang menonjol.


Ikan ini juga sering disebut sebagai ikan koki lowo/kelelawar atau Broadtail Moor karena badannya yang hitam dan ekornya yang lebar mirip seperti kelelawar. Selain badannya yang hitam ikan ini juga memiliki ciri khusus berupa mata yang besar melotot seperti halnya ikan Demekin. Keindahan ikan Black Moor  dapat dinikmati baik itu side view maupun top view. Untuk itu ikan ini sangat cocok untuk dipelihara di akuarium maupun di dalam kolam. Ikan ini dapat tumbuh hingga mencapai panjang 15 centimeter (6 inci). Sedangkan usia ikan mas koki black moor bisa mencapai kisaran 6 sampai 25 tahun.
Ikan mas koki black moor termasuk salah satu spesies ikan mas yang lebih sensitif. Ikan ini sangat tidak tahan terhadap kualitas dan suhu air yang berubah secara dratis. Rata-rata umur ikan mas koki ini adalah 10 – 15 tahun.
Ciri-ciri umum ikan mas koki Black Moor adalah badannya yang bulat memanajang dan berwarna hitam pekat. Seluruh tubuh ikan berwarna hitam. Mempunyai mata besar seperti sedang melotot atau disebut sebagai teleskop. Mempunyai sirip yang lengkap mulai dari sirip atas, sirip renang, sirip dayung dan juga sirip anal. Ekor ikan Black Moor biasanya lumayan panjang dan berkibar pada saat berenang dengan warna hitam pekat yang dominan.


Secara tradisional ikan mas koki black moor sangat mirip dengan fantail kecuali matanya, serta sirip panjang seperti veiltail dan varietas butterfly tail. Ikan mas koki black moor tidak memiliki penglihatan yang bagus dan matanya dapat dengan mudah rusak, ikan jenis ini tidak boleh dicampur dengan ikan gesit atau ikan yang akan bersaing memperebutkan makanan dengannya, serta aquarium harus bebas dari benda-benda tajam yang bisa merusak matanya yang menonjol. Ikan mas koki black moor hadir dalam berbagai pola dan warna yang berbeda, memiliki bentuk tubuh egg-shaped dengan jenis ekor ganda, bercabang. Ikan mas koki black moor tidak memiliki Wen.
Kemudahan perawatannya membuat banyak pehobi ikan hias yang memelihara Black Moor sebagai koleksi. Warnanya yang kontras dari jenis ikan mas koki lainnya menjadikan ikan mas koki black moor sangat cocok dipelihara bersama ikan mas koki jenis lainnya.

Ikan Mas Koki Oranda
Ikan mas koki Oranda adalah jenis ikan mas koki yang paling banyak dijumpai di Indonesia. Ciri utama dari ikan mas koki ini adalah badannya bulat sedikit memanjang. Mempunyai dorsal fin atau sirip atas yang tegak. Memiliki sepasang sirip renang yang lurus. Sepasang sirip dayung yang simetris. Mempunyai sepasang anal fin atau sirip anal yang letaknya di dekat anus. Serta mempunyai ekor yang menjuntai panjang dan terbelah menjadi dua dibagian atasnya.


Di Indonesia, ikan mas koki Oranda cukup banyak diminati, hal ini dikarenakan harganya yang tidak terlalu mahal namun memiliki warna serta corak yang cantik. Sehingga mampu menarik perhatian konsumen.
Ikan Mas Koki Oranda sekilas terlihat mirip dengan ikan mas koki jenis lionhead, yang menjadi pembedanya adalah bentuk gumpalan yang hanya ada dibagian atas kepala menyerupai konde, yang dikenal sebagai wen.
Ikan mas koki oranda berasal dari Cina dan Jepang, serta menjadi ikan yang paling banyak dicari hampir di seluruh penjuru dunia. Bentuk kepalanya yang menyerupai tudung atau mahkota seperti raspberry merupakan ciri khas dari ikan ini. Perbedaan jenis ikan mas koki Orlanda dengan Lionhead terletak pada sirip punggung mereka. Ikan ini memiliki sirip punggung, sedangkan Lionhead tidak memiliki sirip pada punggungnya. Dan, wen pada lionhead menutupi jauh lebih banyak wajahnya, sedangkan wen oranda lebih seperti topi tepat di atas kepalanya. Juga, ekor lionhead pendek dan kecil, sedangkan ekor oranda panjang dan mengalir. Ikan mas koki oranda tidak dapat hidup dengan baik di perairan dengan suhu kurang dari 65áµ’.


Cara terbaik untuk memeliharanya adalah dengan menempatkannya di aquarium yang berada didalam ruangan dan diberi beberapa tanaman air ataupun hiasan untuk aquarium. Karena bentuk tubuhnya, ikan mas koki oranda bergerak lambat dan harus diberi makanan yang seimbang supaya tidak terkena penyakit kembung.
Memelihara ikan mas koki oranda merupakan tantangan bagi peternak ikan mas koki. Sangat sulit untuk menentukan jenis kelamin ikan ini, biasanya jantan lebih kecil dan lebih ramping daripada betina. Jika peternak berhasil mengawinkan dua ikan mas koki oranda, sangat jarang untuk mendapatkan benih yang berkualitas tinggi.
Ikan mas koki oranda berkualitas tinggi akan memiliki tubuh dalam yang pendek, sekitar dua pertiga panjang tubuhnya. Sirip dorsal harus tinggi di tubuhnya seperti ikan mas ryukin. Semua sirip lainnya harus sama rata. Sirip ekornya harus terlihat anggun dan memiliki sedikit garis miring.
Bentuk ekor yang paling disukai adalah yang tidak bercabang, tetapi sebagian besar ekor oranda bercabang. Keduanya dapat diterima selama masih panjang dan melambai. Oranda dapat memiliki sisik warna matte padat ataupun metalik. Namun, warna yang paling populer adalah tubuh putih dengan tudung merah, yang dikenal sebagai oranda red cap.


Ikan mas koki Oranda masih dikelompokkan kedalam beberapa jenis berdasarkan warnanya. Ada ikan mas koki Oranda RW (singkatan dari red and white). Sesuai namanya ikan oranda ini mempunyai corak warna merah dan putih di tubuhnya. Lalu ada ikan mas koki Oranda Sakura. Maksud dari sakura itu sendiri adalah ikan oranda jenis ini tidak memiliki sisik metalik, melainkan sisik transparan atau sakura. Biasanya ikan Oranda sakuran memiliki warna merah dan putih tetapi tidak memiliki sisik metalik seperti halnya ikan Oranda RW.
Terdapat juga varian Black Oranda. Jika Anda mendengar namanya saja pasti sudah bisa ditebak. Jenis ikan mas koki oranda ini mempunyai warna hitam pekat mulai dari kepala sampai ujung ekor. Kemudian ada ikan mas koki Oranda Apache, ikan Oranda jenis ini memiliki perpaduan warna hitam dan jingga cerah. Biasanya warna hitamnya mendominasi bagian tubuh atas dan warna jingga cerah mendominasi tubuh bagian bawah.
Ada pula jenis ikan mas koki Oranda Calico. Ikan Oranda Calico memiliki corak waran-warni dalam artian ditubuh ikan ini memiliki beragam warna lebih dari 3 warna. Biasanya ikan oranda jenis ini memiliki warna merah, putih, hitam, kuning ataupun biru dalam satu tubuh. Ikan ini tergolong unik dan langka sehingga menjadikan nilai jualnya cukup mahal.

Ikan Mas Koki Ekor Kupu-kupu (The Butterfly Tail Moor atau Butterfly Telescope)
Ikan Mas Koki Ekor Kupu-kupu termasuk jenis yang paling langka di dunia. Ikan ini sebenarnya jenis keturunan dari ikan mas teleskop. Selain bentuk matanya yang menonjol, ciri khas lain yang unik dari ikan ini adalah ekornya yang berbentuk diagonal atau seperti huruf X.


Ikan mas koki ekor kupu-kupu (butterfly tail) memiliki ekor ganda simetris, merentang ke luar secara horizontal 180 derajat, tidak bercabang, dan terbelah kira-kira separuh dari ujung ekor ke arah tubuh. Ekornya cukup panjang dan mengalir, tetapi tidak boleh terlalu panjang karena akan berat dan jatuh terkulai sehingga mengurangi kecantikan ikan ini jika dilihat dari atas. Dalam beberapa tahun terakhir, butterfly tail telah mulai muncul dalam varietas ikan mas fancy lainnya, tetapi mata teleskop merekalah yang paling dikenal orang.
Ikan mas koki ekor kupu-kupu (butterfly tail) merupakan jenis ikan mas koki teleskop standar, tetapi dengan ekor seperti kupu-kupu jika dilihat dari atas. Memiliki bentuk tubuh egg-shaped tanpa Wen.

Ikan Mas Ryukin
Berasal dari Jepang, Ikan Mas Ryukin adalah ikan mas koki hias yang terkenal karena memiliki bentuk yang lucu. Ciri khas dari Ikan Mas Koki hias ini adalah tubuhnya yang pendek dan memiliki punuk serta sirip yang lebar dan besar.


Ikan mas koki cantik asal Jepang ini juga biasa disebut Ribbontail Jepang, ikan mas koki jenis Ryukin memiliki ciri khas yang sangat mencolok dibanding ikan mas koki jenis lain yaitu punuk dibagias atas tubuh yang menjulang tinggi. Ciri-ciri lain pada ikan mas koki Ryukin adalah kepalanya yang berbentuk mengerucut ke depan dan tidak memiliki jambul. Badannya pendek dan berbentuk membulat mirip seperti sebuah telur. Mempunyai sirip yang lengkap seperti sirip renang, sirip dayung dan sirip anal. Ukuran siripnya relatif pendek termasuk ukuran ekornya juga tidak terlalu panjang.
Ikan mas koki ryukin juga memiliki moncong berbentuk lancip. Ikan ini dapat tumbuh hingga panjang 21 centimeter dengan varian warna yang beraneka ragam.
Ikan mas koki ryukin sering digambarkan sebagai “fantail Jepang” karena mereka terlihat sangat mirip. Bedanya, fantail lebih populer di AS dan Eropa, sedangkan ryukin lebih populer di Jepang. Namun meskipun mereka sangat mirip, ketika dilihat berdampingan ada beberapa perbedaan yang sangat jelas. Ryukin memiliki punggung yang sangat tinggi, tubuh yang sangat dalam, membuat tinggi mereka sama dengan panjang mereka. Ikan jenis ini adalah ikan yang bertubuh sangat dalam dan bulat.


Karena bagian punggungnya sangat tinggi dan menonjol, kepala ikan ini terlihat runcing dibandingkan dengan ikan mas berbentuk telur lainnya. Perbedaan lainnya adalah ryukin memiliki ekor yang lebih panjang dan lebih lebar dari fantail, meskipun tidak sepanjang veiltail. Ikan mas koki ryukin adalah ikan yang sangat tangguh, sangat aktif, akan memakan hampir apa saja. Mereka hadir dalam banyak warna. Ryukin begitu menyenangkan dan mudah dipelihara, ideal untuk pemula.
Berdasarkan warnanya, ikan mas koki Ryukin dapat dibedeakan kedalam beberapa jenis. Ada ikan Ryukin RW (Red and White). Seperti namanya, ikan ini memiliki corak warna merah dan putih dibagian tubuhnya. Lalu ikan Ryukin Calico, yang memiiki corak warna lebih dari 3 macam. Warna-warna tersebut antara lain merah, putih, kuning, dan hitam. Terakhir adalah ikan Red Ryukin. Seperti namanya ikan ini memiliki corak warna merah polos diseluruh tubuhnya mulai dari kepala sampai ujung ekor.
Ikan mas ryukin tergolong sebagai salah satu jenis ikan mas koki hias yang cukup mahal harganya karena memang cukup sulit ditemukan di Indonesia dan kebanyakan masih diimpor dari luar negeri.

Ikan Mas Koki Tosakin
Ikan Mas Koki Tosakin biasa disebut juga Ikan Mas Koki Ekor Kipas Keriting. Bentuknya unik dan cantik karena mempunyai sirip ekor yang dapat mengembang mirip kipas.


Ikan mas koki Tosakin sebenarnya adalah jenis ikan mas koki Top View. Seperti istilahnya, Top View yang artinya adalah Pemandangan Atas, yang cara menikmati keindahannya adalah dilihat dari atas. Bukan dari samping seperti halnya ikan mas koki jenis lain. Karena cara menikmati keindahannya dilihat dari atas, biasanya ikan Tosakin dipelihara didalam kolam.
Keindahan ikan Tosakin terletak pada ekornya yang terurai panjang. Jenis warna Ikan Mas Koki Ekor Kipas Keriting cukup beragam, dan jenis ikan ini dapat tumbuh dengan panjang tubuh mencapai 4-8 inci.


Ikan mas koki Tosakin unik di antara semua varietas karena mereka adalah satu-satunya jenis yang memiliki ekor ganda yang tidak terbagi, artinya ekornya tidak terbelah di tengah seperti semua mas koki jenis ekor ganda lainnya. Ekor menyatu tosakin secara efektif menciptakan tampilan ekor tunggal, merentang secara horizontal, dan ujungnya melengkung ke arah kepala. Kecuali fitur yang sangat unik ini, mereka semua pada dasarnya identik dengan fantail dalam hal bentuk tubuh dan sirip lainnya.
Ikan mas koki Tosakin adalah jenis ikan mas langka, sulit ditemukan di luar Jepang, tetapi untungnya di Indonesia tidak terlalu sulit dicari.

Ikan Mas Mutiara
Untuk Anda yang suka dengan ikan hias lucu, jenis ikan mas mutiara adalah jenis ikan mas koki hias yang tepat untuk dipelihara.


Memiliki tubuh bulat dan membuntal serta sisik bulat menonjol menyerupai mutiara menjadikan ikan mas mutiara ini terlihat sangat menggemaskan. Ikan ini kebanyakan memiliki varian warna yang didominasi oleh merah dan putih, kuning, belang, dan putih polos.
Ikan koki jenis ini disebut Mutiara karena sisik-sisiknya yang menonjol keluar seperti gerombolan mutiara. Itulah ciri khasnya yang tidak akan ditemukan pada ikan koki jenis lain. Setiap sisik pada ikan mas ini memiliki titik tengah menonjol, biasanya berwarna putih di ujungnya, sehingga terlihat sangat mirip dengan mutiara. Ikan mas koki mutiara (pearlscale) adalah jenis paling bulat dari ikan mas ekor ganda dan berbentuk telur, dengan tubuh yang sangat dalam dan bulat sehingga mereka sering disamakan dengan bola golf.
Selain itu ikan ini juga memiliki ciri khusus lain yaitu perut ikan yang menggembung seperti ikan buntal pada saat mengembangkan tubuhnya. Ikan ini tidak boleh dicampur dengan ikan mas koki jenis lain dalam satu wadah karena rawan diserang. Sisiknya yang seperti mutiara menarik perhatian ikan koki jenis lain untuk menyerang karena dikira makanan.


Ikan mas koki mutiara (pearlscale) adalah ikan yang sangat aktif dan waspada, dianggap cukup kuat tetapi tidak toleran terhadap suhu dingin seperti kebanyakan varietas koki lainnya sehingga harus dipelihara dalam air sedang. Karena bentuknya yang bulat, gaya berenang ikan ini sangat lucu dan menggemaskan. Terdapat sedikit variasi pearlscale yang mengembangkan pertumbuhan Wen di atas kepala mirip oranda, bukan wajah penuh gumpalan seperti lionhead. Variasi ini dikenal sebagai ‘crown pearlscale.’
Ciri-ciri yang umum pada ikan ini adalah memiliki jambul untuk jenis mutiara jambul dan tidak memiliki jambul untuk jenis mutiara tikus. Badan yang bulat dan menggembung terutama dibagian perut. Sisik mutiara yang tersusun rapi mulai dari belakang kepala sampai pangkal ekor. Memiliki sirip yang lengkap mulai dari, sirip atas, sirip renang, sirip dayung dan juga sirip anal. Ikan mas koki Mutiara memiliki ekor yang cukup panjang dan lebar.

Ikan Mas Koki Celestial Eye
Celestial Goldfish atau ikan mas koki jenis celestial adalah ikan mas koki yang juga populer karena memiliki mata yang menonjol. Namun, yang membuatnya lebih unik adalah tonjolan mata yang menghadapa ke atas serta tidak memiliki sirip punggung. Kedua hal ini menjadikan jenis ikan mas koki ini tidak memiliki kemampuan berenang dan penghilatan yang baik.


Ikan mas koki celestial eye, kadang-kadang digambarkan sebagai ikan ‘pengamat bintang,’ memiliki mata terbalik yang berada di bagian atas kepala mereka yang secara permanen menatap langsung ke atas.
Jenis ikan mas koki celestial / choten termasuk salah satu jenis double-tailed dengan sepasang mata teleskop yang menghadap ke atas. Karena itulah ikan mas jenis ini disebut juga ikan mas koki mata langit. Biasanya, mata ikan ini akan mulai menghadap ke atas saat usianya 6 bulan. Sementara waktu masih kecil, mata ikan celestial masih sama bentuknya dengan jenis ikan lain.
Ikan mas koki celestial eye berbentuk telur tanpa sirip punggung, bergerak lambat dengan penglihatan yang sangat terbatas, sehingga mereka paling baik dipelihara dalam akuarium terpisah. Jangan campurkan mereka dengan ikan aktif lain yang gesit. Karena konfigurasi mata mereka yang aneh, ikan ini dianggap cukup rapuh dan tidak ideal untuk pemelihara ikan mas pemula.
Ikan mas koki celestial eye merupakan salah satu jenis ikan mas terkecil dan berekor ganda serta tanpa Wen. Warna yang dijumpai umumnya yaitu; oranye dengan perut perak, meskipun terdapat juga varian warna lainnya semisal; putih, dan merah-putih. Ketiga varian tersebut sudah banyak dijual di pasar ikan hias di Indonesia.

Ikan Mas Koki Bubble Eye
Dari namanya Anda sudah bisa menebak bagaimana penampilan dari jenis ikan mas koki satu ini. Memiliki gumpalan seperti balon air pada bagian bawah matanya membuat ikan mas koki bubble eye terlihat sangat lucu dan menggemaskan.


Ikan mas koki bubble eye (mata gelembung) merupakan jenis ikan hias yang berasal dari Cina dan memiliki penampilan cukup unik. Bentuk matanya yang menggelembung membuat ikan mas koki bubble eye agak sensitif terhadap benturan. Sedikit saja benturan bahkan dapat mengakibatkan infeksi pada kantung mata tersebut.
Ikan mas koki bubble eye (mata balon) sudah tidak diragukan lagi adalah jenis yang paling tidak biasa dan unik di antara semua jenis mas koki. Ikan ini sebaiknya tidak dipelihara oleh pemula karena sangat sulit dan ribet perawatannya. Kantung-kantung mata ikan ini juga mendorong mata mereka untuk melihat ke atas, namun tidak sekaku celestial. Meski demikian bentuk unik ini merusak penglihatan mereka dan membuat mereka lebih rapuh.
Ikan mas koki bubble eye memiliki ekor ganda umumnya akan mencapai panjang tubuh sekitar 5 inci (13 cm), meskipun beberapa penggemar melaporkan ikan mas koki bubble eye mereka tumbuh jauh lebih besar. Kantong mata berisi cairan, mulai berkembang seperti gelembung di bawah matanya pada usia 6-9 bulan. Pada saat mereka berusia 2 tahun, gelembung tersebut akan sangat besar.


Ikan bubble eye umumnya memiliki warna cerah seperti kuning, orange, putih, atau perpaduan dari warna tersebut. Meskipun lucu, harga ikan mas koki bubble eye termasuk cukup mahal.
Kantung-kantung mata ikan mas koki Bubble Eye idealnya berukuran sama dengan warna yang seragam, mudah pecah, sehingga ikan ini sangat rentan terhadap penyakit. Kantung mata tersebut dapat tumbuh kembali, tetapi tidak akan bisa seimbang seperti sebelumnya. Karena kantungnya sangat rapuh, bubble eye harus dipelihara di aquarium tanpa benda tajam, biasanya tanpa kerikil, tetapi jika ada maka harus yang berbentuk bulat. Ikan mas koki Bubble Eye sebaiknya dipelihara sendiri bersama ikan sejenisnya.

Ikan Mas Lionhead
Ikan Mas Lionhead merupakan salah satu jenis ikan mas koki paling populer di Indonesia. Karakternya yang sangat khas yakni bagian kepala yang dipenuhi gumpalan bak buah berry menjadi daya tarik utama dari ikan mas koki jenis ini.

Ikan mas koki lionhead (kepala singa) merupakan hasil perkawinan silang antara lionheads dan ranchus dari Thailand. Ikan mas koki lionhead memiliki tubuh yang besar dan lebar, dengan tubuh melengkung ke belakang serta kepala yang besar. Keunikan dari ikan ini yang membuatnya mudah dikenali adalah tidak adanya sirip atas dan menjadi daya tarik tersendiri di kalangan pehobi ikan hias.
Ikan mas koki Lionhead berbentuk telur dengan punggung sedikit melengkung. Bentuk tubuhnya yang bundar serta tidak adanya sirip punggung membuatnya menjadi perenang yang buruk. Karena itulah ikan mas koki Lionhead lebih baik dipelihara dalam akuarium tanpa ikan gesit yang akan mengalahkan mereka dalam persaingan mendapatkan makanan.
Beberapa jenis lionhead tidak menumbuhkan wen yang menutupi seluruh kepala mereka dan lionhead putih yang memiliki wen sering keliru dianggap sebagai oranda. Tetapi mereka dapat dengan mudah dibedakan lewat sirip punggung; oranda memiliki sirip punggung sedangkan lionhead tidak. Lionhead adalah ikan yang sensitif, dianggap sulit untuk dipelihara, dan bukan untuk pemula.


Ikan mas koki Lionhead memiliki pertumbuhan kepala (wen) terbesar dari jenis lainnya. Berjenis ekor ganda, pendek dan kecil, serta memiliki jenis mata normal. Warna yang umum dijumpai adalah merah atau oranye, dan beberapa dengan pola putih.
Ukuran ikan mas koki lionhead dewasa bisa mencapai panjang 10-16 centimeter. Varian warna dari jenis ini cukup beragam, tapi yang sering dicari ialah ikan mas koki lionhead dengan warna kuning pucat dan putih di bagian bawah serta warna merah pada bagian kepalanya.

Ikan Mas Koki Ranchu
Mas koki Ranchu memiliki tampilan yang eksotis, dengan memiliki beberapa warna mencolok. Harga yang ditawarkan biasanya cukup terjangkau untuk bisa memiliki ikan cantik ini. Ikan mas koki ranchu sangat populer dan sangat berharga di negara asal mereka, Jepang, di mana mereka kadang-kadang juga disebut sebagai “ikan mas kepala kerbau”.


Di Jepang, orang banyak menyebut ikan mas koki ranchu ini dengan nama raja ikan mas. Bentuk ekor atau siripnya sedikit berbeda dengan jenis yang lain, yaitu tidak menjumbai sehingga bentuknya sangat lucu dengan perutnya yang besar.
Ikan mas koki ranchu memiliki ciri yaitu punya tubuh bungkuk, pola sisik mutiara di punggung, dan terdapat jambul di kepalanya. Ikan mas koki jenis Ranchu memiliki tubuh yang hampir sama dengan mas koki Oranda. Hanya saja mas koki Ranchu tidak memiliki Dorsal Fin atau sirip atas. Bagian punggungnya menyerupai curva melengkung dari pangkal kepala sampai pangkal ekor.
Jambul kepala pada ikan mas koki Ranchu dapat tumbuh lebat bahkan bisa sampai menutupi matanya. Ciri lain dari ikan ini adalah gerakan renangnya yang lambat, memiliki sepasang sirip renang. Memiliki sepasang sirip dayung dan sirip anal yang pendek. Ekor dari ikan Ranchu biasanya tidak terlalu panjang dan terbelah menjadi dua dibagian atasnya.


Sekilas ikan mas koki ranchu terlihat sangat mirip dengan lionhead; keduanya berbentuk telur, punya wen yang sangat mirip (meskipun biasanya lebih kecil) yang menutupi sebagian besar wajah dan tidak memiliki sirip punggung. Tetapi ada beberapa perbedaan penting di antara keduanya.
Ranchu memiliki punggung yang jauh lebih melengkung dan ekor yang jauh lebih kecil dan sangat berbeda dengan lionhead. Ekor lionhead lebih mirip ekor fantail, sedangkan ekor ikan mas koki ranchu lebih kecil, menyebar ke samping nyaris horizontal, dan jauh lebih terbalik dibanding ekor lionhead.
Karena tubuhnya berbentuk telur dan tidak memiliki sirip punggung, ikan mas koki ranchu bukan perenang ulung dan karena memiliki wen mereka dianggap sebagai ikan yang sangat rapuh sehingga tidak direkomendasikan untuk pemula.


Berdasarkan warnanya, ikan mas koki Ranchu juga dibedakan kedalam beberapa jenis. Ada ikan Ranchu RW, yaitu ikan koki jenis Ranchu yang mempunyai corak warna merah dan putih dalam tubuhnya. Lalu Red Ranchu, seperti namanya Red artinya merah, ikan Red Ranchu mempunyaicorak warna merah polos dari kepala sampai ujung ekornya.
Ada jugavarian ikan mas koki Ranchu Calico yang memiliki corak warna lebih 3 macam. Warna-warna tersebut antara lain merah, kuning, hitam, putih di tubuhnya mulai dari kepala sampai ekor. Terakhir ada ikan mas koki Ranchu Blue Base. Disebut Blue Base karena corak warna dasarnya yang berwarna putih kebiruan dengan kombinasi warna lain. Ikan Ranchu jenis ini tergolong ikan langka, oleh sebab itu ikan Ranchu Blue Base dihargai dengan nominal tinggi.
Varian warna yang umumnya dicari pada ikan jenis ini adalah yang berwarna pucat serta terdapat warna merah pada bagian tengah kepalanya.

Ikan Mas Koki Pompon
Ikan mas koki pompom dibedakan lewat dua kumpulan daging di hidung yang sangat menonjol, seringkali disebut “nasal bouquets” yang tumbuh dari kedua lubang hidung mereka mirip seperti pompom pemandu sorak.


Secara tradisional, ikan pompom memiliki bentuk tubuh yang mirip dengan lionhead. Namun saat ini tonjolan daging hidung pompom telah dikembangbiakkan menjadi varietas berbentuk telur lainnya, baik dengan sirip punggung ataupun tanpa sirip punggung dan dalam hampir semua warna.

Ikan Mas Koki Demekin
Jika dilihat secara sekilas, ikan mas koki jenis Demekin memiliki bentuk fisik yang mirip dengan ikan mas koki jenis Ryukin, namun ada satu ciri khusus mencolok yang membedakan. Ciri khusus tersebut ada pada bagian matanya. Mata ikan mas koki Demekin memiliki mata yang yang berukuran besar sehingga terlihat seperti melotot. Di dunia ikan hias, ini juga sering disebut sebagai teleskop. Ikan Demekin juga memiliki punuk dibagian punggung seperti halnya Ryukin.


Ciri-ciri ikan mas koki Demekin pada dasarnya mirip seperti ikan Ryukin yaitu kepala yang mengerucut ke depan dan tidak mempunyai jampul. Badan yang pendek dan membulat seperti sebuah telur. Mempunyai sirip yang lengkap mulai dari sirip atas, sirip renang, siripdayung dan juga sirip anal. Ekornya pun juga tidak terlalu panjang. Ikan mas koki Demekin memiliki mata yang berukuran besar seperti melotot yang mencolok sehingga membedakan dengan jenis ikan Ryukin.
Berdasarkan warnaya ikan ini juga dikelompkkan kedalam beberapa jenis yaitu Demekin RW(Red and White). Seperti namanya, ikan ini memiliki corak warna merah dan putih dibagian tubuhnya. Lalu ikan Demekin Calico, dan terakhir adalah ikan Red Demekin.

Ikan Mas Koki Panda
Ikan jenis ini termasuk yang cukup jarang ditemukan di pasaran, sebab konsistensi warna hitam dan putih pada keturunan ikan ini cukup sulit untuk dijaga. Ikan hias ini juga kerap kali dijadikan sebagai ikan hias kontes.


Ciri khas dari ikan koki panda adalah bentuk tubuhnya yang membulat dan tidak lonjong serta mempunyai ukuran ekor yang lebar. Ukuran tubuh ikan mas koki panda dapat mencapai 20-30 centimeter.

Ikan Mas Koki Eggfish
Sederhananya, ikan mas koki eggfish adalah ikan mas fancy berbentuk telur tanpa fitur menonjol lainnya. Mereka tidak memiliki sirip atau ekor yang panjang, melambai, atau unik, tidak memiliki wen atau mata aneh, hanya seekor ikan berbentuk telur sesuai namanya.


Meski sederhana, ikan mas koki eggfish tampak sangat cantik. Sebenarnya ada dua sub-kategori eggfish tergantung pada panjang ekornya. Ekor pendek adalah eggfish tradisional, sedangkan ekor panjang membuatnya menjadi “Phoenix eggfish” , dinamai demikian karena sesuai bulu panjang burung mitos phoenix.
Ikan mas koki eggfish tidak memiliki sirip punggung serta berjenis ekor ganda, warna yang biasa dijumpai yaitu merah atau oranye dengan pola putih, meskipun terdapat juga varian warna lainnya.


Beragam jenis dari ikan mas koki hias diatas bisa lebih menghiasi aquarium air tawar dirumah Anda. Meski masih terdapat ratusan jenis mas koki lainnya, namun beberapa jenis diatas adalah yang paling umum dijumpai. Dan, setelah Anda melihat daftar jenis Ikan Mas Koki di atas, mungkin Anda akan tertarik dengan beberapa jenis dan ingin memeliharanya di aquarium kalian. Atau mungkin saja sekarang Anda bisa tahu ikan Mas Koki jenis apa yang Anda miliki. Memang, jenis Ikan Mas Koki sangatlah banyak, begitu pula harga dari Ikan Mas Koki juga sangat beragam. Mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah.