Showing posts with label senyawa. Show all posts
Showing posts with label senyawa. Show all posts

Thursday, 5 March 2020

Cantik Sehat: Ragam Jenis Minyak Nabati yang Bermanfaat Untuk Kecantikan


Ragam Jenis Minyak Nabati yang Bermanfaat Untuk Kecantikan

Minyak nabati merupakan minyak yang disari/diekstrak dari berbagai bagian tumbuhan. Minyak ini digunakan sebagai makanan, menggoreng, pelumas, bahan bakar, bahan pewangi (parfum), pengobatan, dan berbagai penggunaan industri lainnya.  Pada minyak nabati yang berasal dari biji-bijian, terkandung banyak asam lemak tidak jenuh, seperti omega 3 dan omega 6 yang mudah dicerna oleh tubuh dan tidak mudah menggumpal dalam darah. Selain itu, minyak dari biji-bijian juga mengandung vitamin E yang merupakan faktor penting untuk mencegah penuaan.

Suatu hal yang wajar jika perempuan selalu ingin tampil cantik dan menarik sepanjang waktu. Ada saatnya perempuan rela menghabiskan waktu dan uang untuk menjadi cantik dengan perawatan yang canggih dan mutakhir. Ada juga yang suka melakukan perawatan sederhana di rumah dengan bahan-bahan alami.

Minyak memang bisa membantu mengembalikan kelembaban kulit lebih lebih cepat daripada pelembab biasa. Minyak memiliki tekstur ringan yang dengan cepat menyerap ke kulit sehingga tidak perlu menggunakannya secara berlebihan.


Wanita memang paling selektif untuk urusan memilih produk kecantikan. Dan, sebagian dari mereka paling anti memakai produk berbasis minyak esensial karena dianggap membuat kulit menjadi penuh noda. Tapi hal itu justru keliru. Sebab, produk kecantikan dengan bahan dasar minyak esensial terbukti mampu membuat kulit benar-benar indah. Bahan ini mampu bekerja menenangkan dan menyehatkan kulit.

Mulai dari memelihara kulit dan mengurangi garis-garis halus hingga berfungsi sebagai makeup primer dan mengecilkan pori-pori, minyak esensial (essential oil) dapat memberikan banyak manfaat dalam perawatan kulit.

Perempuan zaman sekarang semakin menyadari pentingnya merawat kulit. Perawatan kulit kini tidak hanya sekedar menggunakan krim atau losion yang melembapkan. Berbagai jenis produk yang berasal dari minyak alami pun kini semakin digandrungi sebagai alternatif bagi perawatan kesehatan kulit. Dan, berikut ini penjelasan dari ragam minyak nabati yang bermanfaat untuk kecantikan, selain itu Anda juga bisa melihat kandungan apa yang terdapat di dalam setiap jenisnya.

Minyak zaitun
Kandungan antioksidan, vitamin, mineral dan asam lemak alami pada minyak zaitun ini baik untuk dijadikan sebagai bahan perawatan wajah. Selain itu, kandungan anti aging dalam minyak zaitun dapat memelihara, meremajakan, dan mencegah kerusakan kulit.


Minyak zaitun sudah lama dikenal ampuh sebagai perawatan kulit karena memiliki banyak manfaat untuk kesehatan kulit. Minyak zaitun memiliki khasiat untuk melembapkan dan mencerahkan. Berbagai cara bisa Anda lakukan untuk memanfaatkan khasiat minyak zaitun, mulai dari menjadikannya make up remover, masker wajah dan rambut, mencampurkannya dalam bathtub mandi, atau mengoleskannya seperti body lotion di seluruh tubuh. Bukan hanya untuk perawatan luar, Anda juga bisa menjadikan minyak zaitun sebagai topping salad.
Minyak zaitun kaya akan asam lemak, vitamin A, dan vitamin E sehingga sangat cocok untuk kulit dehidrasi dan kering. Hal ini sangat mirip dengan minyak yang diproduksi oleh kulit, itu sebabnya mereka mudah diserap oleh kulit. Semua elemen yang terkandung di dalam minya zaitun bagus untuk membuat kulit elastis dan kandungan anti-oksidan dalam minyak ini sanggup mencegah kanker kulit.
Minyak zaitun tinggi akan kandungan asam oleat, sehingga sangat cocok untuk diterapkan pada jenis kulit kering, normal, atau yang mengalami penuaan dini. Minyak yang kaya asam oleat umumnya memiliki sifat antioksidan yang baik, bisa membantu melawan peradangan kulit internal maupun eksternal.

Minyak jojoba
Jojoba merupakan tumbuhan herbal parenial buxaceae yang tumbuh di daerah gurun seperti Meksiko dan California. Ekstrak dari biji tumbuhan inilah yang menghasilkan minyak atau dikenal dengan minyak jojoba.


Minyak essensial ini umumnya digunakan untuk luka bakar, jerawat, atau perawatan rambut. Keunggulan minyak jojoba yaitu memiliki tingkat alergi paling rendah sehingga aman bagi kulit. Anda juga bisa memanfaatkan minyak ini untuk bayi sebagai baby oil.

Minyak delima
Selain memiliki rasa manis dan enak untuk dimakan, minyak ini dikenal memiliki khasiat yang baik bagi tubuh berkat kandungannya yang kaya antioksidan serta baik untuk kulit.


Minyak delima dipercaya mampu menjaga kelembapan dan elastisitas kulit, mengurangi garis keriput, mengencangkan kulit, dan menjaga kulit dari bahaya sinar matahari.

Marula oil
Berasal dari buah marula berwarna kuning-oranye pucat dari asal Afrika Selatan, minyak bertekstur ringan dengan aroma kacang ini cukup populer sebagai bahan perawatan kulit. Hal ini bukan tanpa alasan, minyak marula tidak hanya memiliki tingkat hidrasi tinggi dan sangat lembut diterapkan pada kulit, minyak marula juga memiliki bahan anti aging yang dapat membuat kulit Anda terlihat muda.


Minyak marula sudah lama digunakan sebagai perawatan kulit alami. Minyak ini memiliki kadar antioksidan yang tinggi dan bermanfaat untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar matahari dan polusi. Anda tidak perlu khawatir, marula oil cocok untuk semua jenis kulit, bahkan mampu mengurangi produksi minyak berlebih bagi kulit berminyak dan mengurangi munculnya jerawat. Minyak marula juga mengandung vitamin C yang tinggi yang berkhasiat untuk mencerahkan serta mengurangi tanda penuaan pada kulit.
Minyak marula mengandung antioksidan tinggi dan asam lemak penting seperti omega-6 dan omega-9, minyak marula bahkan dapat melindungi kulit dari efek buruk berbagai elemen. Senyawa essensial yang terkandung dalam minyak marula memiliki daya serap cenderung cepat ketika diaplikasikan pada kulit. Hal ini bisa terjadi karena molekul dalam minyak marula berukuran kecil dan akan menembus lebih dalam dari jenis minyak lain.
Bagi yang sedang bermasalah dengan jerawat, minyak marula dapat menjadi sebuah solusi karena tidak akan menyumbat pori-pori kulit. Selain itu, minyak marula juga mengandung bahan antimikroba yang dapat membantu melawan bakteri dan mengatasi breakout.

Rosehip oil
Minyak rosehip dipercaya dapat mencerahkan kulit karena kaya akan vitamin C. Minyak mawar ini juga bisa digunakan untuk mengurangi stretch mark.


Rosehip oil berasal dari tanaman sejenis mawar yang tumbuh di daerah Cina dan Amerika Selatan. Rosehip oil diambil dari biji buah rosehip yang diproses secara cold press. Khasiat dari rosehip di antaranya mampu memudarkan noda hitam di kulit yang berasal dari bekas luka atau bekas jerawat. Minyak ini juga berguna untuk melembabkan dan mencegah penuaan dini pada kulit.
Jika Anda memiliki masalah dengan bekas luka atau kulit berjerawat, minyak rosehip adalah pilihan terbaik bagi Anda. Minyak essensial ini mampu membantu produksi kolagen dan sel-sel regenerasi karena mampu menembus hingga ke dalam kulit. Selain itu minyak essensial ini juga mengandung vitamin C, Omega-3, dan Omega-6 asam lemak untuk penyembuhan luka dan mengurangi radang.
Selain dimanfaatkan untuk menjaga kelembutan kulit, rosehip juga biasanya digunakan sebagai obat oleh penduduk asli Amerika dan Mesir Kuno untuk menyembuhkan luka karena mengandung vitamin A, C, D, dan E. Minyak rosehip mengandung asam lemak penting yang dapat meregenerasi jaringan dan mengurangi luka, membuatnya bagus bagi Anda yang sedang berjerawat atau mengalami eksim. Kaya akan antioksidan, minyak bertekstur ringan ini juga dapat membantu meminimalisir munculnya keriput dan garis-garis halus. Minyak biji rosehip bahkan sangat bagus untuk memperbaiki skin tone karena fungsinya dalam menghidrasi dan melindungi kulit Anda dari diskolorasi akibat sinar UV matahari.

Minyak argan
Minyak argan memiliki kandungan vitamin E dan asam lemak yang tinggi, sehingga kulit akan menjadi lembab, lembut dan bercahaya.


Biji argan banyak tumbuh di daerah Maroko. Minyak yang dihasilkannya memiliki manfaat kecantikan dari ujung kepala dan ujung kaki. Minyak argan juga mengandung antioksidan, yang dipercaya dapat menghaluskan dan melembapkan kulit, mencegah penuaan dini, dan membuat rambut berkilau.
Minyak argan ini merupakan favorit di kalangan ahli kecantikan dan sering disebut sebagai “cairan emas” karena tampilannya yang berkilau. Minyak argan sangat cocok bagi Anda yang ingin merawat kulit kering. Sama seperti minyak marula dan biji rosehip, tidak hanya bagus untuk anti penuaan dan hidrasi kulit, minyak argan juga dapat membuat kulit Anda tampak lebih muda dan mengembalikan elastisitasnya. Jika Anda merasa kulit wajah mulai membutuhkan perawatan khusus untuk membuatnya kembali lembut dan kenyal, coba gunakan jenis minyak ini.
Minyak argan dapat Anda terapkan untuk mengatasi masalah kulit gatal, kering, atau flaky, berkat kemampuannya dalam melembutkan kulit dan mencegah terjadinya kekeringan serta inflamasi lebih lanjut. Dan, tidak seperti produk-produk lain, jenis minyak ini dapat digunakan secara aman dalam bentuk aslinya dan bahkan bisa dimanfaatkan sebagai perawatan yang efektif untuk rambut dan kuku.

Minyak almond
Minyak almond kaya akan vitamin E dan D, mineral seperti kalsium, dan magnesium, menjadikan minyak almond sangat bermanfaat untuk mencegah penuaan, mengurangi jerawat dan lingkaran hitam. Minyak almond juga bisa digunakan sebagai krim bawah mata dan lip balm untuk mengembalikan kelembaban serta menyembuhkan bibir pecah-pecah.


Minyak almond sering digunakan untuk memelihara dan meregenerasi sel-sel kulit. Minyak almond juga memiliki kandungan anti jamur. Bagi para wanita yang ingin memiliki kuku yang cantik, minyak almond bisa menjadi solusi. Minyak ini juga dapat membuat kuku lebih kuat dan terlihat sehat.

Minyak kembang sepatu
Kandungan vitamin C dalam minyak kembang sepatu dapat membuat kondisi rambut Anda lebih hitam bercahaya dan terlihat sehat. Minyak essensial ini dapat meningkatkan jumlah produksi kolagen pada rambut dan kandungan asam aminonya dapat menguatkan akar rambut.


Ada beberapa produk shampoo yang sudah menggunakan minyak ini sebagai salah satu bahan alaminya. Jika sulit menemukannya maka Anda bisa mencoba membuat masker rambut sendiri dengan memadukan minyak kembang sepatu dengan elemen herbal lainnya seperti minyak kelapa, dan lemon. Minyak kembang sepatu bisa membuat rambut tumbuh dengan lebih tebal dan kuat.

Minyak biji bunga matahari
Minyak bunga matahari adalah minyak yang didapat dari pemrosesan biji-biji bunga matahari. Minyak bunga matahari rendah akan lemak jenuh dan mengandung asam linoleat yang dapat menyehatkan jantung, dan merupakan sumber beta-karoten yang sangat baik. Beta karoten dapat dikonversi menjadi vitamin A dan senyawa ini memiliki sifat antioksidan yang tinggi sehingga dapat menangkal radikal bebas yang mencegah terjadinya penuaan dini dan baik untuk kesehatan kulit.


Minyak biji bunga matahari mengandung asam lemak yang baik dan vitamin E, menjadikan minyak essensial ini dapat dimanfaatkan untuk membantu meningkatkan energi, meningkatkan kesehatan kulit dan rambut, mencegah penyakit jantung, mengurangi keparahan arthritis dan asma, dan meningkatkan regenerasi sel kulit.
Minyak biji bunga matahari banyak digunakan dalam industri kosmetik dan dapat menjadi bahan dalam salad, saus, krim sandwich dan granola.

Minyak wijen
Meskipun sebagian besar minyak ini digunakan sebagai minyak goreng, minyak wijen juga dapat digunakan sebagai produk kecantikan. Hal ini dikarenakan, minyak wijen memiliki kandungan gizi yang tinggi hingga dapat melindungi kulit dari sinar matahari dan mencegah kerusakan kulit sampai 30 persen dari sinar UV.


Minyak wijen kaya akan mineral seperti seng, tembaga, kalsium, magnesium, serta berbagai asam lemak tak jenuh ganda, dan tirosin (asam amino). Minyak essensial ini dapat dimanfaatkan untuk membantu mengurangi peradangan, serta mengurangi bintik-bintik usia.

Minyak biji anggur
Tidak hanya menjadi makanan ringan yang sehat dan kunci di balik kelezatan wine, anggur juga ternyata menawarkan sejumlah manfaat kecantikan yang bisa Anda rasakan.


Ketika biji anggur ditekan, maka keluarlah minyak biji anggur. Dengan tekstur ringan dan lembut, minyak biji anggur sering kali digunakan ahli perawatan kulit untuk membantu mengatur produksi minyak alami. Hal ini bagus untuk Anda yang sedang bermasalah dengan noda-noda hitam pada wajah.
Minyak biji anggur kaya akan antioksidan dan bahan anti-inflamasi, minyak buah satu ini akan mengencangkan kulit Anda, mengecilkan pori-pori, mengurangi lingkaran hitam di bawah mata, dan minyak biji anggur juga mampu menghidrasi kulit tanpa menyumbat pori-pori.

Minyak kelapa
Menurut seorang dermatologi, Dr Rashmi Shetty, minyak kelapa mengandung asam linoleat, yang bisa menghidrasi dan melindungi kulit dari sinar UV serta membantu menyembuhkan penyakit eksim.


Minyak kelapa merupakan minyak tropis yang populer, serta memiliki sejumlah manfaat kesehatan. Dikenal juga sebagai minyak kopra, minyak ini didapatkan dari ekstraksi daging kelapa. Minyak kelapa dapat digunakan untuk membantu mencegah rambut rontok, penuaan dini dan meningkatkan imun tubuh.
Banyak orang yang sudah mengetahui khasiat minyak kelapa untuk kulit, seperti mencegah kulit kering karena panas matahari atau radiasi dari sinar UV. Karena, saat mengaplikasikan minyak kelapa,  Anda akan merasakan efek menenangkan. Bukan hanya itu, minyak kelapa juga bisa mengatasi bibir pecah-pecah dan kulit kering. Bahkan, minyak essensial ini mampu menjadikan kulit yang bermasalah menjadi berkilau kembali. Beberapa jenis minyak kelapa bahkan bisa dikonsumsi langsung untuk menjaga kesehatan kulit dari dalam.
Minyak kelapa memiliki sifat anti-bakteri, anti-virus, dan anti-inflamasi. Karena struktur molekulnya lebih kecil, menjadikan minyak essensial ini mampu melakukan penyerapan lebih baik dan kulit menjadi lebih lembut serta halus. Minyak kelapa juga mengandung asam lemak yang membantu melawan eksim untuk menjadikan kulit tetap lembap, serta mengandung asam laurat yang melindungi permukaan kulit, minyak kelapa sangat cocok untuk dimanfaatkan sebagai obat untuk mengatasi kulit kering dan kasar.
Minyak kelapa dapat diaplikasikan untuk seluruh jenis kulit. Baik kulit terang, gelap, kering, berminyak. Ketika disimpan, minyak kelapa memang terlihat agak padat dan terasa waxy ketika disentuh. Namun, ketika Anda mengambilnya dan mengusapkannya di antara kedua telapak tangan, minyak kelapa akan langsung mencair dan berubah menjadi lebih lembut. Dengan panduan antioksidan yang kaya dan tekstur yang unik, minyak kelapa merupakan pelembap yang baik untuk digunakan sehari-hari dan dapat memerangi keriput serta iritasi kulit.
Minyak kelapa juga dapat bekerja sebagai minyak pembersih (cleansing oil) untuk menghapus riasan dan bahkan bisa berfungsi sebagai krim mata, krim cukur, body scrub, dan pelembap kutikula.


Itulah beberapa jenis minya nabati yang bisa Anda gunakan sebagai perawatan kulit. Minyak alami dipercaya lebih aman karena belum terkontaminasi dengan zat kimia sehingga baik untuk kulit.



Saturday, 22 February 2020

Penjelasan Tentang Minyak Nabati Serta Beragam Jenisnya


Penjelasan Tentang Minyak Nabati Serta Beragam Jenisnya

Minyak merupakan salah satu kelompok dari golongan lipida. Satu sifat yang khas dari golongan lipida (termasuk lemak dan minyak) adalah daya larutnya dalam pelarut organik (eter, benzene, khloroform) atau sebaliknya ketidak-larutanya dalam pelarut air. Berdasarkan sumbernya, lemak digolongkan menjadi dua, yaitu lemak hewani yang berasal dari hewan dan lemak nabati yang berasal dari tumbuhan. Perbedaan dari lemak hewani dan lemak nabati yaitu; lemak hewani umumnya bercampur dengan steroid hewani yang disebut kolesterol, lemak nabati umumnya bercampur dengan steroid nabati yang disebut fitosterol. Kadar asam lemak tidak jenuh dalam lemak hewani lebih sedikit dibandingkan lemak nabati. (Umami, 2015).

Minyak nabati termasuk dalam golongan lipid yang dihasilkan dari tumbuh-tumbuhan. Walaupun kebanyakan bagian dari tanam-tanaman dapat menghasilkan minyak, tetapi biji-bijian merupakan sumber yang utama. Minyak nabati / minyak sayuran dapat digunakan baik untuk keperluan memasak maupun untuk keperluan industri. Namun, beberapa jenis minyak seperti minyak biji kapas, minyak jarak, dan beberapa jenis dari minyak rapeseed tidak cocok untuk dikonsumsi tanpa pengolahan khusus.

Minyak nabati adalah minyak yang disari/diekstrak dari berbagai bagian tumbuhan. Minyak jenis ini secara umum juga disebut sebagai “Biodiesel” yang mencakup semua bahan bakar mesin diesel yang terbuat dari sumber daya hayati atau biomassa. Biodiesel dapat dibuat dari minyak nabati maupun lemak hewan, namun yang paling umum digunakan sebagai bahan baku pembuatan biodiesel adalah minyak nabati. Minyak nabati juga umum digunakan dalam olahan makanan, bahan penggorengan, pelumas, bahan bakar, bahan pewangi (parfum), pengobatan, serta berbagai penggunaan industri lainnya termasuk perawatan kesehatan kulit maupun kecantikan. Dan, tentunya hal ini sudah tidak asing lagi di masyarakat.


Komposisi yang terdapat dalam minyak nabati terdiri dari ragam trigliserida asam lemak (mempunyai kandungan terbanyak dalam minyak nabati, mencapai sekitar 95%-b), asam lemak bebas (Free Fatty Acid atau biasa disingkat dengan FFA), mono- dan digliserida, serta beberapa komponen-komponen lain seperti phosphoglycerides, vitamin, mineral, atau sulfur. Beberapa jenis minyak nabati yang umum digunakan ialah minyak kelapa sawit, minyak jagung, minyak zaitun, minyak lobak, minyak kedelai, dan minyak bunga matahari. Sedangkan margarin adalah mentega buatan yang terbuat dari minyak nabati.

Kebanyakan trigliserida minyak dan lemak yang terdapat di alam merupakan trigliserida campuran yang artinya, ketiga bagian asam lemak dari trigliserida itu pada umumnya tidaklah sama. Bila terdapat ikatan tak jenuh, maka asam lemak dengan panjang rantai yang sama akan memiliki titik cair yang lebih kecil. Semakin panjang rantai atom C asam lemak, maka titik cair akan semakin tinggi dan semakin tinggi pula kestabilan trigliserida dari asam lemak itu terhadap polimerisasi dan oksidasi spontan. Asam lemak yang umum ditemukan dalam minyak nabati adalah asam stearat, palmitat, oleat, linoleat, dan linolenat. Fosfolipida, fosfatida, karoten, tokoferol, dan senyawa belerang juga terkandung dalam minyak nabati walaupun jumlahnya sedikit, sekitar 1–5%.

Berdasarkan keterangan dari Kepala Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balitri), Syafaruddin, minyak nabati dapat dibagi menjadi 2 golongan, yaitu minyak nabati yang dapat dimakan (edible oil) dan minyak nabati yang tidak dapat dimakan (inedible oil). “Contoh minyak nabati yang dapat dimakan antara lain minyak sawit, minyak jagung, minyak kelapa, minyak biji kapas, minyak zaitun, minyak kacang tanah, minyak wijen, minyak kedelai, minyak bunga matahari. Sedangkan minyak yang tidak dapat dimakan antara lain minyak jarak pagar, minyak karet, minyak kemiri sunan, minyak malapari, minyak kosambi, minyak nyamplung,” kata Syafaruddin menjelaskan.

Kemurnian  minyak  dapat  dinyatakan  dalam   bentuk   sebagai berikut (8,9):
-Angka Asam
Angka asam adalah  ukuran dari jumlah asam lemak bebas. Perhitungannya dinyatakan sebagai  jumlah miligram KOH yang digunakan untuk menetralkan asam lemak bebas yang terdapat dalam 1 gram sampel minyak atau lemak.
-Angka Penyabunan
Angka penyabunan adalah jumlah miligram KOH yang  dibutuhkan untuk menyabunkan 1 gram minyak atau lemak. Tiga mol KOH akan bereaksi dengan 1 mol trigliserida. Angka ini menjelaskan banyaknya  asam  lemak yang terikat sebagai trigliserida maupun asam lemak bebasnya dalam suatu minyak.
-Angka Iod
Angka iod adalah jumlah gram iod yang dapat diikat oleh 100 gram minyak atau lemak. Ikatan rangkap yang terdapat pada asam lemak yang tidak jenuh akan bereaksi dengan iod. Jadi, angka iod menunjukkan jumlah ikatan rangkap yang ada di dalam minyak.
-Angka Peroksida
Angka peroksida adalah banyaknya miliekivalen oksigen aktif yang terdapat dalam 1000 gram minyak atau lemak. Angka peroksida merupakan informasi yang berguna untuk mengetahui kerusakan yang Ieiah terjadi pada minyak atau lemak akibat reaksi oksidasi. Asam lemak tidak jenuh penyusun suatu trigliserida dapat mengikat oksigen pada ikatan rangkapnya, sehingga membentuk peroksida. Makin besar angka peroksida menunjukkan makin besar pula derajat kerusakan pada minyak atau lemak.
-Densitas (berat jenis)
Berat jenis adalah massa minyak per satuan volume pada suhu tertentu Metode yang digunakan untuk menentukan berat jenis adalah ASTM D 1298 atau ASTM D 1480. Berat  jenis minyak sangat dipengaruhi oleh kejenuhan komponen asam lemaknya, tetapi akan turun nilainya dengan semakin kecilnya berat molekul komponen asam lemaknya.


Banyak jenis dari minyak nabati yang dapat dikonsumsi secara langsung, ataupun digunakan secara langsung sebagai bahan campuran di dalam makanan. Minyak sangat cocok untuk keperluan memasak karena mempunyai titik nyala yang tinggi. Sedngkan, untuk keperluan obat-obatan, minyak nabati yang digunakan kebanyakan merupakan minyak yang dihasilkan dari proses pengepresan (bukan ekstraksi). Dalam keperluan industri, minyak nabati juga sering digunakan dalam :
 -Pembuatan sabun, produk kesehatan kulit, dan produk kosmetik lainnya.
-Digunakan sebagai agen pengering, yang telah umum digunakan dalam pembuatan cat dan produk-produk hasil kayu lainnya.
-Minyak nabati telah banyak digunakan dalam industri elektronika sebagai insulator karena jenis minyak ini tidak beracun terhadap lingkungan, serta dapat didegradasi oleh alam.
-Dapat digunakan sebagai bahan pendingin dalam PCs.
-Dapat digunakan  untuk  keperluan  bahan  bakar,  minyak  kebanyakan sebagai biodiesel dan SVO (straight vegetable oil) (Tambun, 2006).

Sifat fisik dari minyak nabati yang membedakan terhadap jenis minyak lainnya antara lain; minyak nabati tidak mudah menguap pada suhu kamar,        tidak memiliki aroma khas, mengandung trigliserida, serta membeku dibawah suhu 18°C.


Tabel Jenis Asam Lemak yang Terkandung dalam Minyak Nabati.

Penyusun utama minyak nabati ataupun lemak hewani adalah trigliserida, monogliserida dan digliserida. Trigliserida atau triasilgliserol adalah sebuah gliserida yaitu ester dari gliserol dan tiga asam lemak, rumus kimia trigliserida adalah CO2COOR-CHCOOR'-CH2-COOR", dimana R, R’ dan R" masing- masing adalah sebuah rantai alkil yang panjang atau asam lemak jenuh dan tak jenuh dari rantai karbon. Apabila terdapat dua gugus alkohol dari gliserol yang mengikat gugus asetil dan terdapat satu gugus alkohol maka esternya dinamakan digliserida, dan jika hanya ada satu gugus alkohol pada gliserol yang mengikat gugus asetil asam lemak dan dua gugus alkohol lainnya bebas, esternya dinamakan monogliserida. (Umami, 2015).


Sedangkan, asam lemak bebas (ALB) adalah asam lemak yang terpisahkan dari trigliserida, digliserida, monogliserida, dan gliserin bebas. Hal ini dapat disebabkan oleh pemanasan dan terdapatnya air sehingga terjadi proses hidrolisis. Oksidasi juga dapat meningkatkan kadar asam lemak bebas dalam minyak nabati. (Hardiani, 2010).

Dalam proses konversi trigliserida menjadi alkil esternya melalui reaksi transesterifikasi dengan katalis basa, asam lemak bebas harus dipisahkan atau dikonversi menjadi alkil ester terlebih dahulu karena asam lemak akan mengkonsumsi katalis. Pemisahan atau konversi asam lemak bebas ini dinamakan tahap preesterifikasi.


Dari beberapa sumber yang didapat dan rangkuman terhadap manfaat minyak nabati, terdapat banyak sekali manfaat yang diberikan oleh minyak nabati yang dikhususkan untuk kesehatan kulit, diantaranya yaitu sebagai;
-Perlindungan alami dari paparan sinar matahari.
-Meminimalisir garis-garis halus kulit dengan cepat.
-Anti bakterisida.
-Antioksidan.
-Anti-inflamasi.
-Menyeimbangkan kondisi kulit.
-Melembabkan kulit dan melembutkan kulit.

Kelapa sawit merupakan tanaman penghasil minyak nabati yang paling berkelanjutan, dengan syarat mata rantai pasok yang sepenuhnya dapat tersertifikasi. Kelapa sawit merupakan tanaman penghasil minyak nabati dengan produksi tertinggi per hektarnya: 3.8 ton dibandingkan dengan 0.8 ton untuk biji rapa (rapeseed) dan 0.7 ton untuk bunga matahari, dan ia juga memiliki penilaian siklus hidup yang terbaik.

Penilaian siklus hidup (LCA) merupakan metoda yang digunakan untuk mengevaluasi dampak lingkungan yang terkait dengan berbagai tahapan dari sebuah produk, mulai dari pengumpulan bahan baku, melalui tahap pengolahan dan distribusi dan berakhir di produk finalnya. United Plantations Berhad (Indonesia) juga telah melaksanakan sebuah studi untuk menganalisa siklus hidup beberapa macam minyak nabati serta perbandingannya terhadap rata-rata industri bagi empat macam minyak nabati lainnya yang banyak digunakan oleh industri pangan:
1. Minyak Kelapa Sawit (Malaysia/Indonesia);
2. Minyak Rapa/Rapeseed oil (Eropa);
3. Minyak Bunga Matahari (Ukraina),
4. Minyak Kacang Tanah (India).
Melalui hasil survey serta adanya perbandingan terhadap jenis minyak nabati diatas, nampak bahwa minyak kelapa sawit memiliki kinerja yang lebih baik dari jenis minyak lainnya pada semua kategori serta dampaknya. Dan untuk kategori seperti respirasi inorganik, penipisan lapisan Ozon dan asidifikasi, minyak kelapa sawit kurang menimbulkan dampak negatif pada lingkungan.

Di Indonesia sendiri untuk pengembangan minyak nabati sudah diinstruksikan di dalam Instruksi Presiden No.1/2006 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati sebagai Bahan Bakar Lain. Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berasal dari minyak bumi lama-kelamaan akan habis di muka bumi. Sebagai alternatif penggantinya, beberapa negara mulai mengembangkan Bahan Bakar Nabati (BBN) atau dikenal sebagai biodiesel. Indonesia sendiri mempunyai banyak sumber minyak nabati yang bisa dikembangkan. Diantaranya kelapa sawit,  kelapa, jarak pagar, kemiri, kemiri sunan, nyamplung, malapari, biji karet, dan tanaman penghasil minyak nabati lainnya. “Jadi penelitian di Balitri mengenai pengembangan bahan bakar nabati sudah dimulai sejak tahun 2006. Dengan pengembangannya dimulai dengan bahan bakar nabati berbasis dari jarak pagar,” kata Syafaruddin menjelaskan.

Jenis pengembangan minyak nabati yang dilakukan di Indonesia mulai dari varietas unggul, teknik budidaya, proteksi tanaman dan pengolahan pascapanen. Diantara hasil produk olahannya antara lain; biobriket, biogas, sabun, dan biodiesel. Sudah 21 jenis minyak nabati yang berhasil diolah menjadi biodisel, diantaranya biodiesel dari minyak kelapa sawit (CPO). Biodiesel yang dihasilkan sudah digunakan untuk operasional kebun, diantaranya untuk mesin genset, pompa air, traktor, dan mobil diesel operasional kebun.

Syafaruddin juga menjelaskan adanya jenis tanaman yang mempunyai potensi sangat besar sebagai penghasil minyak nabati, yaitu; kemiri sunan. “Selain itu dapat berfungsi sebagi tanaman konsevasi yang tumbuh di lahan kritis, termasuk lahan bekas tambang. Habitusnya pohon, umurnya panjang diatas 50 tahun, mampu mengkonservasi lahan, bijinya mengandung rendemen sekitar 50 persen dan sangat berpotensi untuk biodiesel,” jelasnya.


Tabel Tanaman yang Menghasilkan Minyak Nabati di Indonesia (Penelitian oleh Sugiyono, 2016)

Potensi kelapa sawit di dunia sangat besar, hal ini ditandai dengan perolehan kelapa sawit yang mencapai 5000 kg per hektar per tahunnya. Dari kelapa sawit dapat dihasilkan minyak kelapa sawit (biasa disebut dengan palm oil) yang sangat potensial.

Minyak sawit diperoleh dari proses pengempaan daging buah kelapa sawit (Elais Guineensis Jaqs) berbentuk kasar berwarna kuning kemerah- merahan sampai warna merah tua. Kelapa sawit merupakan tanaman berkeping satu, termasuk ke dalam famili Palmae. Nama Elais berasal dari bahasa Yunani elaion yang berarti minyak , sedangkan nama Guineensis berasal dari kata Guinea, yaitu tempat dimana seorang ahli bernama Jacquin menemukan tanaman kelapa sawit di sana. Minyak hasil pengempaan daging buah kelapa sawit dinamakan Crude Palm Oil (CPO).

Terdapat dua jenis minyak sawit yang dapat dibuat dari kelapa sawit, antara lain; Crude Palm Oil (CPO) yang didapat dari daging buah kelapa sawit dan Crude palm Kernel Oil yang didapat dari inti biji kelapa sawit. Namun CPO mempunyai komposisi asam lemak bebas yang cukup tinggi. Dan, selain dari dua jenis minyak sawit yang telah disebutkan diatas, terdapat juga fraksi minyak sawit turunan CPO yang sudah dimurnikan yaitu Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO). Perbedaanya adalah pada kandungan asam lemak bebas yang sudah sangat kecil sehingga tidak diperlukan lagi tahap pre-esterifikasi.


Tabel Kandungan Asam Lemak Bebas dari Berbagai Minyak Kelapa Sawit

Selain menghasilkan CPO pada buah sawit, terdapat juga minyak sisa hasil pengepresan buah sawit tersebut. Brondolan kelapa sawit yang telah mengalami proses pencacahan sebelumnya akan masuk ke alat proses pengepresan. Pada proses pengepresan ini bertujuan untuk memisahkan minyak dari daging buah. Selama proses pengepresan berlangsung akan ditambahkan air panas kedalam alat pengepresan (screw press). Hal ini bertujuan untuk pengenceran sehingga buah yang di press tidak terlalu rapat. Screw press yang digunakan mempunyai kapasitas yang dapat diatur dengan penyesuaian putaran ulirnya. Makin tinggi tekanan maka semakin rendah kadar minyak dalam ampas. Kandungan minyak dalam ampas sawit secara umum yaitu ±7%, sedangkan untuk buah tipe dura (Cangkang sangat tebal, kandungan minyak dalam buah rendah) akan kehilangan prosentase lebih tinggi dikarenakan angka perbandingan biji dengan bagian serabut jauh lebih tinggi, sehingga kemungkinan biji bersinggungan satu sama lain menjadi lebih besar, dengan demikian minyak yang terperangkap diantara celah biji-biji tidak terperas keluar akan lebih banyak. Selain itu juga gaya tekanan yang diberikan hanya akan diserap oleh biji-biji saja. Serabut hampir tidak menerima gaya tekanan, sehingga minyak yang  tersisa dalam serabut karena tidak terperas habis akan lebih banyak pula. Gaya tekanan ulir cocok untuk tandan buah segar (TBS) yang mempunyai perbandingan biji dengan buah segar 25:75 atau lebih (Mangoensoekarjo, 2003).

Berdasarkan titik lelehnya minyak sawit terdiri dari dua fraksi besar, yaitu olein sebagai fraksi yang berwujud cair pada suhu kamar dan stearin sebagai fraksi yang berwujud padat pada suhu kamar. Umumnya olein mengandung lebih banyak asam lemak tak jenuh, contohnya asam oleat dan asam linoleat. Sedangkan stearin  mengandung lebih banyak asam lemak jenuh, contohnya asam palmitat dan asam stearat.

Kandungan minyak sawit antara lain fosfolipida berupa asam-asam lemak terutama asam palmitat (44%), asam oleat (39%), dan asam linoleat (10%); glikolipida; karotenoid (α–β karoten); sterol (β–sitosterol);  dan tokoferol (γ–tokotrienol) (13,14). Komponen fosfolipida yang utama adalah lebih banyak terdapat dalam fraksi olein daripada dalam fraksi stearin.

Sedangkan metil ester merupakan ester asam lemak yang dibuat melalui proses esterifikasi dari asam lemak dengan metanol. Kemungkinan senyawa-senyawa metil ester yang terdapat dalam  minyak sawit antara lain metil palmitat , metil cleat, metil linoleat, metil stearat, metil miristat, metil linoleat, metil laurat, dan metil arakidat. Persentase kandungan metil ester dalam minyak kelapa sawit adalah metil palmitat (45%) , metil cleat (40%), metillinoleat (10%), metil stearat (4%), dan metil miristat (1%).



Thursday, 2 January 2020

Cantik Sehat: Penggunaan Talc / Talek dalam Produk Kosmetika


Penggunaan Talc / Talek dalam Produk Kosmetika

Talc atau talek/talkum adalah mineral magnesium silikat (terhidrasi) dengan rumus kimia H2Mg3(SiO3)4. Talc merupakan mineral alam yang didapatkan dari pertambangan. Talc atau talek/talkum dapat ditemukan dalam endapan batu di seluruh muka bumi dan menjadi komoditas tambang, seperti banyak mineral lainnya. Setelah diambil dari sumbernya, talk dihancurkan sebagian, dipilah, dan ditentukan tingkat kualitasnya. Bijih talk yang memenuhi standar akan digiling menjadi bubuk, diuji ukuran partikelnya, dan diperiksa untuk memenuhi standar sebuah produk.

Talc atau talek/talkum adalah mineral yang terbentuk secara alami, ditambang dari bumi, terdiri dari magnesium, silikon, oksigen, dan hidrogen. Secara kimiawi, talk adalah magnesium silikat hidro. Mineral ini dapat digunakan untuk menyerap kelembapan, mencegah pengerasan, membuat riasan wajah menjadi buram, atau untuk meningkatkan rasa produk.

Talc atau talek/talkum juga dikenal sebagai French chalk, terkadang mengandung sedikit aluminium silikat. Ini adalah mineral abu-abu keputihan yang terjadi secara alami. Dalam penggunaannya Talc juga berfungsi dalam membantu kulit terasa lembut, segar, sejuk dan kering. Mineral ini juga dapat mengurangi gesekan yang mengiritasi kulit. Dalam kosmetik warna, Talc digunakan untuk membantu mengontrol kilau dan menyerap minyak.

Talc atau talek/talkum telah digunakan secara luas dalam industri, seperti dalam pembuatan kertas, keramik, coating, plastik, elektronik, krayon, kosmetik, dan masih banyak lagi. Dalam kosmetik, talc menjadi bahan dasar bedak, blush on, eyeshadow dan aneka kosmetik lainnya, baik yang berbentuk padat (solid) maupun non-solid.

Bubuk bedak Talc atau talek/talkum adalah mineral terlembut di bumi dalam bentuk bubuk yang sudah dimurnikan. Talc adalah bahan kimia “lengai”. Ini adalah mineral yang tidak menimbulkan reaksi kimia saat ditelan atau digunakan pada kulit. Banyak orang yang telah memanfaatkan kelembutan, keamanan, dan daya serap alaminya sejak zaman Mesir kuno.

Talc atau talek/talkum telah digunakan selama berabad-abad. Dan merupakan mineral terlembut di dunia, dan telah dimanfaatkan untuk beragam penggunaan. Mineral ini sangat umum ditemukan terkandung dalam makanan yang kita konsumsi, termasuk permen karet, beras, dan minyak zaitun, serta berbagai produk yang kita gunakan setiap hari (seperti produk tata rias, sabun, dan antiperspiran).

Talc atau talek/talkum muncul secara alami sebagai deposit mineral dan dihargai karena kelembutannya. Talk grade kosmetik diproduksi sehingga sesuai dengan United States Pharmacopeia (USP) dan spesifikasi industri.

Lima ribu tahun yang lalu, orang-orang Mesir dan India barat laut menggunakan mineral alami untuk mencerahkan kulit mereka. Orang Cina membuat serbuk wajah yang mirip dari bubuk beras yang dicampur dengan bedak dan sejenis tanah liat yang disebut kaolin. Saat ini, bedak adalah bahan umum dalam blush, eyeshadow, foundation dan berbagai produk kecantikan lainnya. Mineral lembut memberi riasan tekstur sutra yang membuatnya lebih mudah diaplikasikan. Bedak juga mampu menyerap minyak, mencegah pengelupasan dan membuat riasan wajah lebih transparan. Produk-produk make up yang sering mengandung Talc atau talek/talkum antara lain; Foundation, Concealer, Blush, Eye shadow, Bedak wajah, Maskara, Rouge, Eyeliner, Pensil alis, Lipstik, Krim pelembab, Losion, Masker wajah, merupakan kisaran produk make up dimana talc dapat ditemukan.

Konsentrasi talc dalam produk make up berbeda dari item ke item. Bedak wajah sering mengandung hingga 100 persen talc, menurut laporan keamanan dari Panel Pakar Peninjau Bahan Kosmetik. Produk-produk lain, seperti basa rias aerosol bisa mencapai 35 persen talc.

Kebanyakan orang akan mentolerir bedak dengan baik, tetapi mineral tersebut dapat memiliki efek samping yang tidak diinginkan. Talk dapat menyebabkan masalah jika tertelan atau terhirup. Selain itu, jika make up yang mengandung bedak masuk ke mata Anda, itu dapat menyebabkan kemerahan dan sensasi bahwa ada sesuatu yang tersangkut di mata Anda.

Talc atau talek/talkum adalah bahan kimia alami berupa senyawa mineral. Untuk serbuknya sendiri berwarna putih terang dan halus. Talkum sulit sekali larut bahkan dalam pelarut apapun termasuk air. Senyawa ini diperoleh dengan cara penambangan.

Dalam pembuatan tablet talkum digunakan agar tablet tidak rapuh. Namun, kini penggunaanya sudah jarang. Dan, dalam kosmetik talkum digunakan agar make up tidak cepat luntur, karena sifatnya yang tidak larut air. Sedangkan dalam pembuatan bedak, talkum berfungsi agar serbuk bedak mudah dimasukkan dari mesin ke wadah tempat bedaknya. Bisa dibilang pelicin atau antiadherent dalam kefarmasian. Selain itu talkum juga berfungsi sebagai penambah masa, bobot dan volume sediaan bedak.

Didalam produk bedak yang umum dipasaran terkandung bahan tambahan (exipient dalam farmasi) yaitu talcum/talk/talek. Dan, bahan ini telah menjadi perbincangan hangat sejak dulu hingga kini karena dibeberapa penelitian menyebutkan bahwa talkum bisa menyebabkan kanker paru dan ovarium.

Sejak lama talkum ramai diperbincangkan mengenai efek jangka panjangnya. Ada sebuah penelitian yang menyimpulkan bahwa talkum yang terhirup dalam jangka panjang bisa mengakibatkan kerusakan pada sistem pernafasan. Tapi penelitiannya menggunakan jumlah talkum maksimal pada hewan percobaan. Yang pasti ketahanannya berbeda dengan manusia. Talc atau talek/talkum ini merupakan senyawa mineral yang ditambang. Sumbernya sangat berdekatan dengan penambangan asbes. Dan berdasarkan penelitian, unsur asbes inilah yang sudah terbukti memiliki sifat karsinogenik atau bisa mengakibatkan kanker.

Meskipun talk memiliki sejarah panjang penggunaan yang aman dalam berbagai produk, beberapa orang mempertanyakan apakah penggunaan bubuk bedak talk dapat meningkatkan risiko kanker. Baru-baru ini, publik bertanya apakah talk yang digunakan dalam berbagai produk tersebut telah terkontaminasi dengan asbes. Ratusan uji coba telah dilakukan berulang kali untuk membuktikan bahwa suatu produk talk haruslah bebas dari asbes. Talk yang berkualitas berasal dari sumber bijih mineral terpercaya yang akan melewati persyaratan yang ketat dan akan diuji secara rutin untuk memastikan talk tidak mengandung asbestos, serta melewati uji berbagai laboratorium independen ataupun universitas.

Sumber bahan yang berdekatan sering mengakibatkan kontaminasi asbes pada talkum. Sehingga asbes yang mengkontaminasi talkum jika dihirup dan masuk kedalam jaringan dan dapat memicu terjadinya kanker. Karena itulah, industri yang menggunakan talkum pada produk bedaknya harus lulus uji bebas asbes. Talkum free asbestos ini ada dalam foodgrade, pharmaceutical grade, cosmetic grade, dan sertifikasi lainnya.

Penggunaan produk bedak yang mengandung talkum pada area genital (miss v) tidak diperbolehkan karena disinyalir talkum bisa terserap kedalam indung telur dan mengendap. Sudah terdapat kasus kanker ovarium yang terjadi karena bertahun-tahun menggunakan bedak talkum untuk mengeringkan miss v setelah buang air kecil.

Literatur ilmiah yang diterbitkan kembali ke tahun 1960-an telah menyarankan hubungan yang mungkin antara penggunaan bubuk yang mengandung talc dan kejadian kanker ovarium. Namun, studi-studi ini belum secara meyakinkan menunjukkan hubungan semacam itu, atau jika hubungan semacam itu ada, faktor risiko apa yang mungkin terlibat. FDA memiliki penelitian berkelanjutan di bidang ini. Selain itu, pertanyaan tentang potensi kontaminasi bedak dengan asbes telah diajukan sejak tahun 1970-an.

Dugaan hubungan antara mineral talc dan kanker ovarium tersebut berawal dari sebuah studi ilmiah pada tahun 1997 yang menemukan partikel talc di dalam jaringan kanker ovarium. Hal tersebut diduga akibat penggunaan bedak pada area genital. Banyak penelitian sudah dilakukan untuk menemukan hubungan kausal antara talc dan kanker ovarium, sebagian ada yang mengatakan penggunaan talc pada area genital bisa meningkatkan resiko kanker ovarium, sebagian lagi mengatakan tidak sama sekali.

Sangat tidak direkomendasikan menggunakan talc di area genital meski yang dipakai adalah talc bebas asbes sekalipun. Jadi, jangan dibiasakan menggunakan bedak di area sela paha dan sekitarnya, stop kebiasaan orang tua dulu yang suka nepukin bedak di area nappy setelah ganti popok.

Pada 1998, Dr. Hugh MacDonald, saat itu menjabat sebagai direktur neonatal di Santa Monica Hospital dan anggota divisi janin dan newborn di American Academy of Pediatrics, sudah melarang penggunaan talc. “Kebanyakan dokter anak merekomendasikan agar tidak menggunakan talc. Semua orang yang menggunakan bedak talek harus hati-hati bila menghirupnya, karena bisa menimbulkan reaksi pneumonia,” ujarnya pada Los Angeles Times. Namun, sampai saat ini penelitian mengenai hubungan talc dan kanker masih terus dilakukan. Sebab beberapa studi dilakukan dalam jumlah terbatas, sehingga perlu diteliti lebih lanjut.

Secara natural, talc dapat bercampur dengan mineral silikat lain, salah satunya yaitu asbes. Kontaminasi asbes pada talc terjadi dikarenakan sumber alami mereka yang berdekatan. Asbes ini lah yang menjadi ancaman kesehatan, karena dapat menyebabkan berbagai gangguan paru-paru seperti asbestosis, edema pleura sampai kanker paru-paru bila serat-serat asbes terhirup.

Asbes juga merupakan mineral silikat yang terbentuk secara alami, tetapi dengan struktur kristal yang berbeda. Talek dan asbes, keduanya adalah mineral yang terbentuk secara alami yang dapat ditemukan di dekat bumi. Tidak seperti talc, asbes adalah karsinogen yang dikenal. Ada potensi kontaminasi talc dengan asbes dan oleh karena itu, penting untuk memilih lokasi penambangan bedak dengan hati-hati dan mengambil langkah-langkah untuk menguji bijih secukupnya.

Sebuah studi tahun 2018 oleh Kelompok Penelitian Minat Publik AS (PIRG) melaporkan asbes tingkat tinggi dalam tiga jenis make up yang dijual oleh Claire. Pengecer sejak itu menyatakan bangkrut. Pada tahun yang sama, Justice, sebuah toko pakaian eceran milik Ascena Retail Group, Inc., menarik kembali delapan produk rias "Just Shine" yang mengandung mineral berserat beracun.

Penyandang resiko tertinggi terkena kanker paru adalah para penambang, penghancur dan penggiling batu talc, terutama bila standar keamanan kerjanya rendah.Karena secara alami Talc atau talek/talkum memang bisa terkontaminasi asbes yang sifatnya karsinogenik (menyebabkan kanker).

Nellie Kershaw merupakan seorang pekerja tambang asbes yang meninggal karena asbestosis. Dan, menjadi orang pertama yang menjadi studi kasus literatur medis mengenai bahaya asbes.           

Pada proses penambangan dan penggilingan batuan talc, masih terdapat resiko terhirupnya serat asbes yang bercampur pada talc. Sedangkan talc yang sudah sampai ke tangan konsumen, telah dipastikan aman karena melalui proses purifikasi supaya talc bebas dari berbagai mineral lain termasuk asbes.

Talc atau talek/talkum aman digunakan. Riset, bukti klinis, dan studi selama hampir 40 tahun oleh pakar medis independen di seluruh dunia, terus mendukung keamanan talk. Mineral ini tidak menimbulkan kanker. The National Cancer Institute’s Physician Data Query Editorial Board menyimpulkan bahwa bukti kaitan antara paparan talk pada perineum dan peningkatan risiko kanker ovarium tidak terlalu kuat.

Talc atau talek/talkum terus digunakan dalam berbagai produk dengan fondasi ilmu pengetahuan selama berpuluh-puluh tahun yang menjamin keamanannya. Otoritas kesehatan di seluruh dunia telah meninjau data tentang talk, dan telah digunakan di seluruh dunia.


Talc atau talek/talkum telah digunakan dalam tata rias selama berabad-abad, tetapi tuntutan hukum terhadap talek dan produk yang tercemar asbes telah meningkatkan masalah keamanan di kalangan konsumen. Ketika para peneliti terus mempelajari hubungan antara bedak dan kanker, konsumen dapat melindungi diri mereka sendiri dengan membaca label kosmetik dan menggunakan produk hanya sesuai petunjuk.

Sejak tahun 1973, di Amerika Serikat penggunaan talc sudah dijamin asbestos-free dan dianggap aman untuk digunakan secara luas. Namun perdebatan talc dan kanker masih berlanjut, meski studi ilmiah sudah banyak dilakukan untuk menemukan korelasinya. Dan tidak ada satupun bukti ilmiah yang menyatakan bahwa penggunaan talc dalam make-up (yang dikhawatirkan terhirup) dapat menyebabkan kanker. IARC (nternational Agency for Research on Cancer) yang berada langsung dibawah WHO, menyatakan bahwa menghirup talc yang tidak mengandung asbes dinyatakan: “not classifiable as to carcinogenicity in humans.”  Menggunakan talc untuk make-up tidak mengancam kesehatan paru-paru, karena bahan baku make-up masa kini harus menggunakan cosmetic grade talc yang dijamin bebas asbes yang bisa menyebabkan kanker paru.

Food and Drug Administration telah menetapkan bahwa Talc umumnya diakui sebagai aman (GRAS) untuk digunakan sebagai agen anti-caking dalam makanan. Talc juga diizinkan sebagai agen anti-caking dalam bubuk vanila. FDA telah mendaftarkan Talc sebagai aditif warna yang dapat digunakan dalam pewarnaan produk obat dan sebagai komponen warna untuk digunakan dalam obat dan kosmetik.

Pada tahun 2009, FDA memutuskan untuk melihat lebih dekat pada kemurnian talek kosmetik dan meminta sembilan pemasok bedak untuk sampel talek mereka. Hanya empat yang dipenuhi. Badan ini juga menganalisis 34 produk kosmetik, termasuk blush on, foundation, bedak wajah, bedak tubuh dan eye shadow. Meskipun tidak ada asbes yang ditemukan di salah satu bedak atau kosmetik yang diuji, FDA memperingatkan agar tidak terlalu banyak mengumpulkan dari penelitian. Dikatakan hasilnya dibatasi oleh jumlah pemasok bedak yang berpartisipasi, dan mencatat bahwa hanya sebagian kecil dari semua kosmetik di pasar diuji. FDA menyebut hasil informatif tetapi menyatakan bahwa "mereka tidak membuktikan bahwa sebagian besar atau semua produk kosmetik yang mengandung talek atau talek saat ini dipasarkan di Amerika Serikat kemungkinan bebas dari kontaminasi asbes."

Pada 18 Oktober 2019, FDA memperbarui Safety Alert  dan mengeluarkan Pembaruan Konstituen baru yang memperingatkan konsumen untuk tidak menggunakan produk kosmetik tertentu yang dinyatakan positif mengandung asbes. FDA terus menganalisis kosmetik untuk kontaminasi asbes dan akan memberikan pembaruan dengan informasi tambahan yang tersedia.

Di bawah Federal Food, Drug and Cosmetic Act, produk dan bahan kosmetik, dengan pengecualian zat warna, tidak harus menjalani tinjauan atau persetujuan FDA sebelum produk tersebut dipasarkan. Kosmetik harus diberi label dengan benar, dan mereka harus aman untuk digunakan oleh konsumen dalam kondisi penggunaan yang berlabel atau kebiasaan. Undang-undang tidak mewajibkan perusahaan kosmetik untuk berbagi informasi keselamatan dengan FDA.

Dari waktu ke waktu, FDA telah menerima pertanyaan tentang keamanannya dan apakah bedak mengandung kontaminan berbahaya, seperti asbes. FDA memantau kemungkinan masalah keamanan dengan produk kosmetik di pasar dan mengambil tindakan saat diperlukan untuk melindungi kesehatan masyarakat. Sebelum kita dapat mengambil tindakan terhadap kosmetik, kita perlu data ilmiah untuk menunjukkan bahwa itu berbahaya berdasarkan penggunaan yang dimaksudkan.

Talc atau talek/talkum jarang mengganggu kulit. Bahkan, orang sering menggunakan Talc untuk menenangkan kulit kering atau teriritasi. Tetapi mineral bubuk dapat menyebabkan masalah jika masuk ke bawah kulit melalui luka terbuka. Talc tidak boleh diterapkan pada kulit ketika penghalang epidermis hilang atau terganggu secara signifikan. Menerapkan bedak pada luka dapat menyebabkan infeksi dan peradangan. Sebuah laporan kasus tahun 2006 dalam Jurnal Akademi Dermatologi dan Venereologi Eropa menggambarkan seorang anak berusia enam tahun yang mengalami kantung peradangan keras di wajahnya, yang dikenal sebagai granuloma, setelah menerapkan bedak talek pada lesi cacar air. Jika Anda memiliki luka atau lecet di wajah Anda, mungkin lebih baik untuk tidak menggunakan bedak atau make up dengan kandungan Talc pada kulit. Jika Anda mengalami tanda-tanda iritasi atau infeksi pada bagian kulit tempat Anda menggunakan produk bedak, hentikan penggunaannya dan segera kunjungi dokter atau dokter kulit.

Menghirup bedak kosmetik dapat menyebabkan masalah pernapasan serius. Sebagian besar laporan melibatkan anak atau bayi yang secara tidak sengaja menghirup atau menelan bedak bayi, keracunan bubuk wajah juga dapat terjadi. Dikutip dari Cancer.org, bedak bayi dengan kandungan asbes yang terhirup bisa menjadi salah satu penyebab kanker. Gejala keracunan bubuk wajah meliputi; batuk, gangguan pernapasan, iritasi mata, dan sensasi terbakar di tenggorokan. Ini juga dapat menyebabkan sakit perut, mual, muntah dan diare. Tidak seperti keracunan Talc, keracunan bubuk wajah jarang serius atau fatal, tetapi mungkin memerlukan perawatan medis darurat jika gejalanya parah.

Bila Anda sangat harus menggunakan bedak bayi untuk bayi Anda, coba pilih bedak bayi yang tidak mengandung talc. Pilih bedak bayi yang mengandung tepung tapioka, tepung jagung, tepung oat, baking soda, atau bahkan krim untuk ruam, bukan bertekstur bubuk. Konsultasikan juga pada dokter anak, alternatif bedak bayi atau bedak talek untuk buah hati. Anda juga harus memperhatikan beberapa hal saat mengaplikasikan bedak bayi bagi anak Anda, antara lain:
-Hindari langsung mengaplikasikan bedak bayi ke genitalia. Cukup tepuk-tepuk tipis ke bagian kulit di sekitar genitalia dan di kaki.
-Hindari mengaplikasikan bedak bayi di sekitar mata bayi Anda.
-Jauhkan bedak bayi dari wajah Anda dan bayi Anda, supaya tidak terhirup.
-Jauhkan bedak bayi dari jangkauan anak.
-Tuang bedak bayi langsung ke tangan dan beri jarak jauh dari wajah.
-Jangan keluarkan bedak bayi langsung ke bagian tubuh bayi. Tuang dulu ke kain lembut, lalu tepuk-tepuk kain tersebut ke kulit anak Anda.

Menghirup Talc berulang juga dapat menyebabkan masalah paru-paru yang serius pada orang dewasa, termasuk asma, dan bronkitis. Talcosis adalah peradangan paru-paru yang dapat menyebabkan kekakuan atau jaringan parut paru-paru dan gagal paru-paru. Gejala umum termasuk sesak napas dan batuk kering. Diagnosis menggunakan sinar-X pada paru-paru biasanya dapat mengidentifikasi talcosis murni, yang muncul sebagai nodul kecil di lobus bawah paru-paru. Tes fungsi paru biasanya akan menunjukkan tanda-tanda penyakit paru restriktif, yang menyebabkan penurunan volume paru-paru dan sesak napas.

Untuk membantu mencegah penghirupan Talc oleh konsumen, bedak yang digunakan dalam produk bubuk longgar di Amerika Serikat digiling menjadi ukuran partikel yang relatif besar, yang tidak terhirup (> 5 μm). Keamanan inhalasi bedak telah dipelajari oleh Program Toksikologi Nasional (NTP). Sementara sebuah studi pada hewan uji yang menghirup dosis besar talc selama dua tahun menunjukkan beberapa hewan mengembangkan efek kesehatan yang merugikan, para ahli yang menghadiri lokakarya ISRTP / FDA Talc menyimpulkan bahwa penelitian ini tidak relevan untuk memprediksi risiko manusia karena melebihi dosis maksimum yang dapat ditoleransi secara fungsional, yang berarti melebihi kemampuan sistem uji untuk menghasilkan hasil yang bermakna. Tingkat pajanan sangat tinggi sehingga menyebabkan partikel berlebih di paru-paru. Karena itu, tumor paru-paru yang diamati pada beberapa hewan uji kemungkinan besar terkait dengan toksisitas kronis sebagai akibat kelebihan partikel, daripada efek langsung dari Talc. Ini berarti bahwa sangat mungkin bahwa efek yang diamati akan terlihat dengan zat partikulat lainnya yang diuji dengan cara yang serupa, terlepas dari sifat bahan yang diuji.

Paparan pekerjaan dan penggunaan obat adalah penyebab paling umum dari talcosis paru, "menghirup talc murni dalam kosmetik" juga dapat menyebabkan penyakit paru-paru, menurut para peneliti di Moffitt Cancer Center.

Studi dan tuntutan hukum juga mengaitkan Talc dan mesothelioma. Mesothelioma adalah kanker mematikan yang disebabkan oleh paparan asbes. Penyakit tambahan yang terkait dengan Talc termasuk kanker paru-paru, kanker rahim, kanker serviks dan penyakit yang berhubungan dengan asbes.

Perdebatan tentang hubungan potensial antara kanker dan produk-produk yang mengandung talek seperti produk-produk kesehatan wanita dan bedak bayi terus berlanjut, produk-produk rias yang mengandung talc belum masuk dalam pengawasan hukum yang sama. Hal ini mungkin dikarenakan, sebagian, dari cara make up digunakan. Sementara Talc dapat digunakan secara bebas di seluruh tubuh, kebanyakan orang hanya merias wajah dalam jumlah sedikit.

Toksikologi NasionalProgram (NTP) menunda pertimbangan untuk mendaftarkan Talc dalam Laporannya tentang Karsinogen setelah peninjauan pada tahun 2000 menemukan kebingungan yang cukup besar mengenai sifat mineral dan konsekuensi dari paparan terhadap Talc, keduanya mengandung serat asbestiform dan tidak mengandung serat asbestiform. Pada Oktober 2005, NTP menarik Talc dari peninjauan, menjelaskan bahwa telah menjadi jelas bahwa literatur tentang kedua bentuk Talc, dengan beberapa pengecualian, memberikan karakterisasi yang tidak memadai dari bahan-bahan aktual yang sedang dipelajari untuk memungkinkan seseorang mencapai kesimpulan definitif mengenai zat spesifik yang bertanggung jawab untuk berbagai hasil kesehatan yang merugikan yang dilaporkan. Sebuah meta-analisis yang diterbitkan pada tahun 2007 oleh Muscat dan Huncharek menunjukkan tidak ada hubungan antara penggunaan perineal (area genital) talc dan kanker ovarium. Namun, sejumlah case-controlepidemiologipenelitian pada tahun 1990-an melaporkan peningkatan kecil pada kanker ovarium di kalangan wanita yang menggunakan bedak di daerah perineum. Di antara sembilan studi yang ditinjau oleh 1994 International Society of Regulatory Toxicology and Farmacology (ISRTP) / workshop FDA mengenai penggunaan konsumen dan perspektif kesehatan Talc, delapan studi menemukan risiko relatif 1,6 atau kurang, dan satu memiliki risiko relatif tidak signifikan 3,9 . Risiko relatif kurang dari 2 umumnya dianggap tidak cukup untuk menetapkan signifikansi biologis. Satu studi dengan risiko relatif tidak signifikan 3,9 tidak dapat dipisahkan dari kesalahan acak karena didasarkan pada hanya tujuh kasus dan tiga kontrol yang menggunakan bubuk debu. Studi epidemiologi tambahan, selesai sejak lokakarya ISRTP / FDA, tidak memberikan dukungan bahwa penggunaan bedak perineum dikaitkan dengan kanker ovarium. Para ahli yang menghadiri lokakarya ISRTP / FDA Talc menyimpulkan bahwa studi epidemiologi tidak menunjukkan hubungan nyata antara talc dan kanker ovarium. Studi yang diselesaikan sejak lokakarya 1994 tidak memberikan bukti bahwa bedak bersifat karsinogenik, atau merupakan faktor penyebab dalam perkembangan kanker ovarium pada manusia.

Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) menjadwalkan evaluasi ulang Talc selama tahun 2006. Evaluasi sebelumnya diklasifikasikan talc tidak mengandung serat asbestiform sebagai "tidak diklasifikasikan sebagai karsinogenisitasnya kepada manusia" pada tahun 1987. Talk (tidak mengandung asbes) ) telah diberikan prioritas rendah untuk evaluasi ulang. Sementara laporan dari pertemuan IARC belum dipublikasikan, laporan awal adalah bahwa untuk Talc Penghirupan (Industri), data manusia disimpulkan "tidak memadai", data hewan disimpulkan "terbatas" (satu studi saja); oleh karena itu diklasifikasikan sebagai "tidak dapat diklasifikasikan sebagai karsinogenisitasnya kepada manusia" Untuk penggunaan perineal Bedak Tubuh berbasis bedak, data manusia disimpulkan "terbatas" dan tidak ada data hewan.

Laporan terbaru telah menemukan talek yang terkontaminasi asbes dalam make up dari toko pra-remaja populer seperti Claire.Serat asbes bisa mematikan ketika dihirup, menyebabkan mesothelioma yang akan berkembang beberapa dekade setelah paparan awal. Namun menurut Henry Spiller, direktur Central Ohio Poison Center, risiko tersebut besar terjadi terhadap anak-anak kecil. "Meskipun seharusnya tidak ada dalam produk konsumen dan tentu saja tidak dalam make up anak-anak, kecuali jika anak Anda membuat awan debu besar dari make up setiap hari selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan, jumlah paparan asbes hampir nol," tulis Spiller dalam sebuah blog posting untuk Rumah Sakit Anak Nasional.

Karena itulah penting sekali untuk membeli produk kosmetik yang teregistrasi, sebab tidak ada jaminan ketika Anda memakai bedak abal-abal. Anda harus membiasakan diri membaca label. Lihatlah kemasan riasan sebelum Anda membelinya, dan jika Anda tidak yakin apa isinya, beralihlah ke merek lain.