Cyclohexasiloxane merupakan salah
satu dari beragam bentuk silikon sintetis yang sering digunakan dalam produk
perawatan rambut ataupun produk perawatan kulit yang berfungsi sebagai emolien
dan bermanfaat untuk meningkatkan tekstur serta menambahkan kilau (rambut).
Silikon adalah suatu bahan yang
mampu bertindak sebagai pelembab yang halus, kondisioner, pelarut, dan sebagai bahan
perawatan kulit. Tidak mungkin memiliki primer make-up atau krim BB / CC tanpa kandungan
silikon, seluruh konsep produk kosmetika yang baik memiliki tujuan untuk secara
bersamaan melembabkan, melindungi serta merawat kulit dan sebagian besar produk
kosmetika menggunakan silikon sebagai bahan tambahan.
Silikon memiliki seperangkat
sifat kimia tertentu, termasuk ukuran besar dan jarak yang signifikan antara
setiap molekul, yang memungkinkan mereka untuk membentuk kisi molekuler pada
kulit. Kisi tersebut akan memungkinkan silikon untuk mengatur permukaan kulit
Anda sebagai pelembab dan kondisioner, sambil memungkinkan bahan-bahan seperti
antioksidan, AHA, asam lemak, ataupun ekstrak tumbuhan yang terkandung dalam
suatu produk kosmetika dapat mencapai permukaan kulit Anda.
Cyclohexasiloxane terutama
bekerja sebagai agen pengkondisi kulit dan emolien. Seperti pula jenis silikon
lainnya, bahan ini memiliki fluiditas unik yang membuatnya mudah disebarkan. Ketika
diaplikasikan pada kulit akan memberikan sentuhan halus serta licin pada
sentuhan dan bertindak sebagai penolak air ringan dengan membentuk penghalang sebagai
pelindung pada kulit. Cyclohexasiloxane tidak hanya memiliki molekul yang
ringan dan halus saja, tetapi juga merupakan bahan yang paling umum ditemukan
dalam suatu produk kosmetik.
Cyclohexasiloxane juga mampu
mengisi garis-garis halus (kerutan) pada kulit dan bahan ini sering digunakan
sebagai cairan dasar, zat pembawa dan zat pembasah pada suatu produk kosmetik. Cyclohexasiloxane
dapat membantu mengurangi jumlah residu yang biasanya dikaitkan dengan deodoran
ataupun antiperspiran. Anda akan dapat menemukan bahan ini dalam produk
perawatan pribadi seperti pelembab / lotion wajah, foundation, perawatan
anti-penuaan, tabir surya, concealer serta maskara.
Meskipun tidak ada bukti yang
menunjukkan efek buruk bahan ini terhadap kehidupan manusia. Namun, Kanada
telah membatasi penggunaan cyclohexasiloxane dalam produk kosmetik dan implan
payudara silikon, dan memasukkannya ke dalam daftar Pengurangan Akselerasi /
Penghapusan Toxics (ARET) yang Dipercepat.
*Tombol-tombol diatas mengandung iklan. Untuk menuju artikel yang diinginkan silahkan tunggu 5 detik hingga muncul tombol "skip ad" kemudian klik tombolnya, jika tidak muncul tombol "skip ad" harap refresh halaman tersebut (dimohon keikhlasannya demi eksistensi website ini). Iklan-iklan yang muncul bukanlah virus, Apabila terbuka jendela iklan yang baru (POP UP) silahkan tutup halaman tersebut (tekan tombol kembali untuk pengguna android). Jika tombol tidak bisa diklik silahkan refresh halaman ini.
Memilih Lipstik yang Tepat bagi Kulit Kuning
Langsat
Menyesuaikan warna lipstick
dengan warna kulit sangatlah penting, jangan sampai Anda memilih warna lipstik yang
tidak cocok dengan jenis warna kulit Anda karena akan dapat membuat penampilan menjadi
kurang menarik.
Wanita Indonesia pada umumnya
memiliki kulit kuning langsat, yakni kulit cerah yang memiliki warna kekuningan
hangat. Pada dasarnya jenis kulit ini membuat pemiliknya terlihat cerah namun
tidak pucat. Karena itulah, di daerah Jawa, kulit kuning langsat telah menjadi
salah satu simbol kecantikan. Bahkan warna kulit seperti ini tampak eksotis
bagi orang di luar Indonesia.
Kulit kuning langsat menjadi
tipikal warna kulit yang dimiliki oleh wanita Asia, khususnya Asia Tenggara
termasuk Indonesia. Kulit kuning langsat seperti yang banyak dimiliki para
wanita Indonesia merupakan hal yang spesial. Kulit kuning langsat merupakan
jenis kulit khas wanita Indonesia dengan dominasi pigmen kuning hingga tampilan
warna kulit yang sedikit gelap. Karena itulah, dalam memilih lipstik juga harus
pintar-pintar supaya kulit Anda terlihat semakin sempurna.
Beruntunglah bagi Anda yang
memiliki kulit jenis kuning langsat karena akan lebih fleksibel, mulai dari
memilih warna make-up, baju, hingga rambut. Hal tersebut dikarenakan, jenis kulit
kuning langsat akan dapat melebur dengan banyak warna. Meskipun demikian, Anda
harus tetap cermat memilih termasuk warna lipstik untuk jenis kulit kuning
langsat.
Dan, jika Anda pemilik kulit
jenis kuning langsat, dibawah ini adalah beberapa warna lipstik yang bisa Anda coba.
Peach
Peach merupakan salah satu
warna lipstik yang cocok untuk kulit kuning langsat. Warna ini tidak terlalu
terang seperti warna merah ataupun pudar seperti merah muda (pink). Sangat
cocok bagi Anda yang ingin tampil natural sepanjang hari.
Peach adalah warna yang sangat
kental dengan kesan segar. Perpaduan warna orange dan pink ini menghasilkan
perpaduan sempurna bagi penggunanya. Kualitas warna peach yang dipadu dengan
pigmen kulit kuning langsat akan membuat efek cerah dan tidak kusam pada wajah.
Selain dapat digunakan untuk
aktifitas ke kantor ataupun kampus, Anda juga bisa menggunakan warna lipstik
peach untuk mendatangi acara yang lebih formal. Cukup gunakan lipstik jenis
satin untuk memberikan kesan berkilau. Anda juga akan tetap tetap segar meski
bergulat dengan segudang aktivitas. Warna ini cocok bagi kalian yang ceria dan
aktif.
Oranye
Bagi pemilik kulit kuning
langsat, jangan takut mencoba lipstik berwarna oranye. Terutama bagi para
remaja serta mereka yang berjiwa energik, warna yang Anda pilih turut
mengekspresikan keceriaan dan semangat. Namun ketika menggunakan lipstik dengan
shade oranye, komponen make-up lain juga harus tetap Anda diperhatikan.
Sebaiknya gunakan riasan mata
bernuansa gothic atau mengaplikasikan warna nude. Dan tidak disarankan untuk menggunakan
warna terang ataupun warna yang berkesan berani karena akan dapat memberikan
kesan wajah Anda tampak semakin ramai dan berlebihan. Selain itu, hindari juga
pakaian berwarna mencolok.
Lipstik bernuansa red-orange juga
akan membuat kulit kuning langsat Anda nampak lebih cerah, sekaligus
meng-highlight golden undertone dalam kulit Anda. Jadi, pastikan penampilan
Anda semakin stand-out dengan nuansa lisptik warna tersebut.
Merah
Pilihan yang tepat bila Anda
memutuskan memulas bibir dengan lipstik berwarna merah. Warna ini akan membuat
kulit Anda semakin bercahaya serta tampak elegan. Namun, penggunaan warna ini
harus sesuai dengan aktivitas yang Anda lakukan. Jangan mengaplikasikan lipstik
warna merah terlalu tebal jika Anda hanya ingin beraktivitas santai.
Jika bibir Anda termasuk jenis
bibir tipis, pilihlah warna lipstik dengan nuansa terang supaya memberikan
kesan bibir penuh. Sedangkan bila Anda memiliki bibir yang tebal, pilihlah
warna merah yang cenderung soft. Warna merah tidak hanya cocok bagi mereka yang
masih muda. Namun, bagi ibu rumah tangga maupun pekerja kantoran yang sudah
berumur di atas 40 tahun, warna ini justru akan membuat mereka terlihat lebih
muda.
Warna merah akan menjadikan
tampilan Anda semakin berani namun tetap cantik. Tampilan lipstik warna merah sangat
cocok digunakan pada saat pesta di malam hari yang akan menjadikan tampilan
anda glamour dan seksi.
Warna merah dapat memberikan
kesan elegan. Namun, dalam penggunaan lipstick merah Anda juga perlu
berhati-hati, jangan sampai Anda mengaplikasikan lipstik warna merah secara
berlebihan. Sesuaikan dengan aktivitas Anda pada hari itu dan padukan juga
dengan make-up yang memiliki shade lembut, seperti pemilihan warna natural
untuk eyeshadow dan perona pipi.
Andapun dapat menggunakan shade
lipstik merah maroon, penggunaan warna merah maroon untuk pemilik kulit kuning
langsat akan dapat menonjolkan kesan sexy dan hangat saat memakainya. Perpaduan
warna kulit kuning langsat akan menjadi sangat cocok karena mampu membuat warna
merah maroon di bibir menjadi lebih nyata dan jelas. Namun, perlu diingat,
lipstik merah yang memiliki cool-tone, justru dapat membuat wajah pemilik kulit
kuning langsat akan semakin tampak pucat.
Berry
Warna berry dapat memberi kesan
lembut pada bibir. Lipstick dengan warna berry memiliki berbagai macam pilihan
dan untuk pemilik kulit kuning langsat.
Anda bisa memilih warna merah
berry yang sedikit keunguan atau merah berry yang cenderung memiliki rona pink.
Jika Anda menggunakan warna berry sebagai shade pilihan, sebaiknya serasikan
pula dengan riasan mata yang memiliki nuansa lembut serta tidak terlalu
mencolok. Anda dapat memadukannya dengan eyeshadow berwarna pink, coklat, atau
tembaga.
Plum
Bila Anda ingin pergi ke acara
formal di malam hari, cobalah tampil dengan warna lipstik berbeda dari
biasanya. Anda bisa memilih warna yang sedang digemari saat ini yakni warna
plum. Warna ini sangat cocok untuk membuat kulit kuning langsat Anda semakin
menonjol.
Bagi Anda yang berusia di bawah
40 tahun, jangan khawatir akan tampil menyeramkan karena dengan pemilihan
lipstik warna plum yang tepat, Anda akan tampil lebih vintage dan glamor.
Sempurnakan tampilan Anda dengan eye shadow dan maskara bernuansa nude.
Sementara untuk Anda yang
berusia 40 tahun ke atas, jangan takut terlihat lebih tua saat menggunakan
warna ini. Anda tetap bisa tampil mempesona dengan memadukan lipstik plum yang memiliki
sentuhan glossy. Anda dapat mengaplikasikan lip gloss setelah memakai lipstik. Gunakan
juga pensil bibir berwarna senada supaya bentuk bibir Anda terlihat semakin
sempurna.
Shimmer pink
Warna lipstik shimmer pink akan
menunjang Anda untuk tampil feminim. Rona pink dari lipstik bernuansa shimmer
akan memberikan kesan lembut serta mengilap pada penampilan. Bibir Anda akan
terlihat sehat dan merona. Shimmer pink cocok digunakan bagi Anda yang juga
memiliki kulit bibir gelap.
Shimmer merupakan pilihan warna
lipstik untuk kulit kuning langsat yang sangat manis. Penampilan bibir akan
terkesan lebih soft dan kalem dengan penambahan efek shimmer pada lipstik.
Pigmen warna kuning langsat akan semakin terlihat elegan dengan penggunaan
lipstik jenis ini.
Warna pink dapat memberikan
kesan penampilan yang fresh, ceria, dan tetap cantik. Lipstik warna ini akan cocok
digunakan untuk aktifitas sehari-hari maupun pesta.
Anda juga dapat menggunakan
lipstik bernuansa pink yang rich serta memiliki warm, coral, rosy undertone.
Warna yang demikian akan mampu mengimbangi golden undertone pada kulit Anda dan
akan membuat penampilan Anda tampak lebih stunning. Dan, sangat disarankan
untuk menghindari lipstik dengan shade cool pink atau Barbie pink karena
warna-warna tersebut akan dapat membuat wajah Anda nampak semakin pucat.
Nude
Menggunakan lipstik dengan
shade nude akan membuat tampilan Anda lebih natural karena biasanya menggunakan
dasar warna kulit. Selain itu, lebih mudah dan tidak butuh pemeliharaan
layaknya menggunakan lipstik merah dengan tekstur matte.
Warna nude memang merupakan
warna yang paling aman dan cocok untuk segala pigmen kulit. Warnanya yang
natural memberikan kesan santai bagi penggunanya. Shade lipstik nude orange
cocok digunakan bagi pemilik kulit kuning langsat karena akan membuat bibir lebih
segar namun terlihat natural. Nuansa shade lipstik nude orange cocok bagi Anda
yang memiliki aktivitas di luar ruangan untuk menampilkan kesan tidak menor.
Meskipun memilih warna lipstik
nude atau netral menjadi tantangan tersendiri bagi pemilik kulit kuning langsat.
Karena, tidak semua warna netral akan cocok untuk semua warna kulit. Untuk
menemukan lipstik nude yang sesuai dengan warna kulit, perlu percobaan trial
and error.
Nude Mocha merupakan warna yang
cocok dan aman digunakan untuk segala jenis kulit termasuk kuning langsat. Warna
lipstik nude mocha terbilang mudah didapat karena banyak produsen make-up yang
mengeluarkan shade lipstik ini. Pengaplikasian lipstik warna nude mocha akan
memberikan efek lebih natural serta memberikan tampilan penuh pada bibir
penggunanya.
Untuk pemilik wajah dengan
kulit kuning langsat, lipstik nude yang direkomendasikan adalah lipstik yang
memiliki nada biru kemerahan. Usahakan pula untuk memilih produk lipstik dengan
kandungan formula yang menghidrasi serta memberikan hasil akhir seperti satin.
Sehingga tidak membuat tampilan bibir Anda menjadi kering.
Warna cokelat
Keuntungan dari memiliki kulit
kuning langsat adalah bisa bereksperimen dengan warna-warna baru. Dan, jangan
sampai terlewatkan untuk mengaplikasikan lipstik berwarna cokelat muda supaya
terlihat natural. Anda bisa menggunakan warna cokelat muda ataupun cokelat tua
tergantung dengan waktu serta suasana di mana Anda akan berada. Warna ini mudah
dipadukan dengan aneka shade make-up sehingga Anda bisa menonjolkan bagian lain
dari wajah seperti mata ataupun tulang pipi.
Lipstik dengan nuansa cokelat mampu
memberikan kesan glamour namun tetap lembut. Lipstik dengan shade ini akan cocok
digunakan sehari-hari untuk menunjang penampilan Anda. Lipstick berwarna cokelat
dengan tekstur matte merupakan pilihan terbaik yang dapat Anda aplikasikan dan
hindari pemakaian lipstick cokelat yang memiliki tekstur glossy. Jika Anda
sudah mengaplikasikan lipstick dengan nuansa cokelat. Maka, Anda tidak perlu
mengaplikasikan Make-up pada bagian mata terlalu banyak. Cukup, berikan
eyeliner dengan garis tipis serta maskara saja akan cukup membuat penampilan
Anda semakin menarik.
Kulit kuning langsat memang
akan nampak serasi ketika menggunakan natural lips bernuansa cokelat, karena shade
lipstik tersebut tidak akan terlihat kontras dengan undertone Anda.
Pemilik kuning langsat memang akan
sangat menawan bila memakai warna lipstik yang cenderung kecokelatan ( Anda
juga dapat memilih warna warm mauve untuk diaplikasikan). Warna brown yang akan
menonjolkan pigmen kulit kuning akan memberikan efek bercahaya dan segar. Warna
lipstik ini cocok bagi yang tidak ingin terlihat mencolok namun tetap menawan
disetiap kegiatannya.
Warna coral
Pemilihan lipstick berwarna
coral dengan tekstur creamy merupakan warna yang sangat cocok untuk pemilik kulit
kuning langsat.
Lipstick berwarna coral yang
memiliki perpaduan antara warna merah muda dan orange akan membuat bibir
pemilik kulit kuning langsat nampak semakin sempurna.
Demikianlah beberapa pilihan
warna lipstik untuk jenis kulit kuning langsat. Bila Anda belum memiliki salah
satu warna di atas, tak ada salahnya membeli lipstik yang baru dan mulai
bereksperimen dengan riasan Anda. Jangan lupa untuk selalu mencoba dahulu warna
baru tersebut sebelum membeli. Sangat dianjurkan pula untuk menggunakan lipstik
berbahan alami supaya bibir Anda tidak menjadi cepat kering.
Rutinitas melembapkan bibir
juga sangat perlu Anda lakukan. Hal ini dilakukan supaya kulit kering pada
bibir tidak terlihat. Penggunaan masker bibir atau menggunakan lip balm sebagai
cara instan untuk menghidrasi bibir. Mengaplikasikan lip liner pada bibir juga
akan memberikan definisi lebih pada sekitar garis bibir Anda sehingga akan
membuat kulit tidak terlihat kusam.
Pemakaian foundation serta
bedak dengan warna yang mendekati warna kulit juga sangat disarankan untuk menciptakan hasil make-up yang semakin
sempurna. Penggunaan concealer juga diperlukan untuk merapikan garis bibir. Hal
ini berfungsi untuk menambah definisi sekaligus merapikan sisa lipstik yang
berantakan di luar garis bibir Anda. Sedangkan, untuk penggunaan blush-on dan
eye shadow, pilihlah sentuhan warna pink, coral maupun beige. Sedangkan bagi yang
senang mewarnai rambut, pilih warna dengan unsur kayu seperti cokelat, merah
dark brown, serta light brunette, warna-warna tersebut akan semakin menonjolkan
kecantikan kulit Anda.
Jangan ragu untuk bereksperimen
dengan menggunakan lipstik yang memiliki nuansa warna-warna terang, sebab
pemilik kulit berpigmen kuning langsat sangat cocok dengan segala warna. Namun
pemilihan warna yang tepat juga menjadi penting supaya kulit tidak terlihat
kusam dan pucat. Pilihlah warna-warna segar dan elegan yang sangat cocok untuk
jenis kulit kuning langsat.
*Tombol-tombol diatas mengandung iklan. Untuk menuju artikel yang diinginkan silahkan tunggu 5 detik hingga muncul tombol "skip ad" kemudian klik tombolnya, jika tidak muncul tombol "skip ad" harap refresh halaman tersebut (dimohon keikhlasannya demi eksistensi website ini). Iklan-iklan yang muncul bukanlah virus, Apabila terbuka jendela iklan yang baru (POP UP) silahkan tutup halaman tersebut (tekan tombol kembali untuk pengguna android). Jika tombol tidak bisa diklik silahkan refresh halaman ini.
Manfaat Tanaman Bunga Pukul Empat sebagai
Pestisida Nabati
Indonesia merupakan negara yang
memiliki Sumber Daya Alam yang melimpah. Hampir semua flora dan fauna dapat
ditemukan di Indonesia. Selain itu Indonesia juga memiliki hutan tropis yang
sangat luas, sehingga pantas jika Indonesia disebut sebagai salah satu negara
paru-paru dunia. Selain itu, dari berbagai flora dan fauna di Indonesia juga
memiliki banyak manfaat, baik di bidang ekonomi, budaya, maupun kesehatan.
Indonesia sebagai negara yang
kaya Sumber Daya Alam seharusnya memiliki penduduk yang hidup secara makmur.
Karena untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sudah terjamin oleh Sumber Daya Alam
yang melimpah. Akan tetapi masih banyak penduduk Indonesia yang hidupnya belum
layak. Bahkan karena desakan ekonomi banyak penduduk Indonesia yang tidak
memperhatikan kesehatannya. Sehingga sangat mudah untuk terserang penyakit.
Bahkan karena SDM yang masih rendah, maka sebagian besar penduduk Indonesia
belum mau untuk melakukan penelitian terhadap tanaman di lingkungan sekitarnya.
Sejalan dengan meningkatnya
kebutuhan sandang, pangan, dan papan, petani semakin dituntut memaksimalkan
potensi lahannya dengan meningkatkan penggunaan input usaha tani. Salah satu
input penting adalah pestisida yang berguna untuk menekan serangan organisme
pengganggu tanaman (OPT). Penggunaan pestisida sintetis di Indonesia berkembang
sangat pesat. Pada tahun 2002 tercatat ada 813 nama dagang pestisida yang
terdaftar untuk dipasarkan, namun pada tahun 2013 meningkat tajam menjadi 2.810
nama dagang (Direktorat Pupuk dan Pestisida 2002; 2013).
Intensifikasi penggunaan
pestisida kimia sintetis pada kenyataannya mengakibatkan berbagai dampak yang
tidak diinginkan, antara lain terjadinya kerusakan ekosistem lahan pertanian
akibat terganggunya populasi flora dan fauna (Regnault-Roger 2005).
Meningkatnya kesadaran
masyarakat dunia akan produk pertanian yang bebas residu pestisida mendorong
para ahli mempelajari kemungkinan substitusi penggunaan pestisida sintetis
dengan pestisida nabati. Penggunaan pestisida sintetis selain meninggalkan
residu yang berbahaya bagi kesehatan manusia maupun hewan, juga menyebabkan
resistensi dan resurgensi hama, terbunuhnya musuh alami baik serangga parasit
maupun predator, dan mengakibatkan pencemaran air, tanah serta udara yang pada
akhirnya dapat mengganggu keseimbangan ekosistem.
Penggunaan pestisida sintetis
dilaporkan meninggalkan residu dalam tanah hingga bertahun-tahun setelah
pemakaian, sehingga mengurangi daya dukung lahan akibat menurunnya populasi
mikro-organisme pengurai bahan organik yang hidup di dalam tanah. Kondisi ini
diperparah dengan meningkatnya resistensi hama tanaman akibat penggunaan
insektisida yang berlebihan. Timbulnya resistensi hama memaksa petani menambah
dosis insektisida yang diaplikasikan sehingga semakin memperparah paparan
residu insektisida pada tubuh petani maupun konsumen. Kasus keracunan
insektisida di Indonesia pada tahun 2001–2005 cukup tinggi. Dari 4.867 kasus
keracunan, 3.789 orang dilaporkan meninggal dunia.
Penggunaan rodentisida,
moluskisida, akarisida, dan nematisida sintetis yang kurang bijaksana
disinyalir mengakibatkan berbagai dampak yang merugikan bagi lingkungan. Oleh
karena itu, sudah saatnya dicari bahan pengendali hama yang efektivitasnya setara
dengan pestisida sintetis namun lebih aman bagi organisme hidup maupun
lingkungan. Dengan demikian secara perlahan akan tercipta keseimbangan ekologi
yang berkesinambungan. Selanjutnya, petani maupun pengusaha diharapkan mampu
mengembangkan pestisida yang ramah lingkungan, antara lain dengan memanfaatkan
senyawa sekunder tanaman sebagai bahan aktif pestisida. Pestisida dengan bahan
aktif yang bersumber dari tanaman dikenal sebagai pestisida nabati
(Regnault-Roger 2005).
Pemanfaatan pestisida nabati
diyakini mampu menjawab permasalahan tersebut karena tersusun dari senyawa
tanaman yang mudah terurai. Hasil penelitian mengindikasikan spesies-spesies
tanaman yang tumbuh di Indonesia dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan hama
dan penyakit tanaman.
Jenis pestisida nabati
berkaitan erat dengan perannya dalam mengendalikan OPT. Beberapa jenis
pestisida nabati yang mulai dikenal luas adalah insektisida, nematisida,
fungisida (Wiratno et al. 2008), bakterisida (Sumastuti dan Pramono 2002),
moluskisida (Wiratno et al. 2011), dan leismanisida nabati (Chan Bacab dan Pena
Rodriguez 2001). Saat ini Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro)
sedang mengembangkan herbisida nabati untuk mengendalikan gulma yang banyak
mengganggu tanaman budi daya.
Nama Mirabilis Jalapa yang
diberikan oleh Carl Von Linne pada 1753 dibentuk dari bahasa Latin ilmiah
Mirabilis yang berarti "mengagumkan" oleh kiasan pada warna bunga
yang luar biasa dan nama jalapa khusus yang akan merujuk pada asalnya di Jalapa
di Guatemala. Tetapi julukan jalapa juga bisa merujuk ke kota Xalapa (Jalapa)
di Meksiko. Linnaeus merujuk pada semua spesies Jalapa yang dijelaskan oleh
Joseph Pitton de Tournefort yang pada 1694 menulis:
"Jalap, atau Belle de Nuit
adalah sejenis tanaman yang bunganya berbentuk pipa dengan corong dengan
paviliun crenellated. Pastor Plumier meyakinkan saya bahwa Jalap, yang dibawa
kepada kami dengan akar Amerika, adalah spesies sejati dari Belle de nuit. Kami
juga telah menerima benih, yang telah menghasilkan di Jardin Royal de Paris
tanaman yang sangat mirip dengan Belle de nuit biasa, tetapi benih ini lebih
keriput, dan daun tanaman kurang halus. "
Mirabilis Jalapa, dibalik namanya
yang cantik, tersimpan potensi sebagai imunomodulator tanaman cabai terhadap
serangan virus CMV dan Virus gemini yang membuat pekebun cabai pusing tujuh
keliling. Kandungan dalam daun dan bunga dari keluarga Nyctaginaceae ini
terbukti ampuh menginduksi ketahanan terhadap virus mosaic. Seperti yang telah
dilaporkan dalam penelitian Prof.Dr.Hersanti dari Fakultas Pertanian
Universitas Padjajaran bahwa satu kali aplikasi ekstrak daun Bunga pukul empat
pada konsentrasi 25%, efektif dalam menginduksi ketahanan tanaman cabai merah
terhadap penyakit CMV dengan persentase hambatan sebesar 89,51% dibandingkan
dengan kontrol dengan kerusakan mencapai 75% dan mampu mempertahankan hasil
panen cabe merah (Hersanti,2000).
Hampir semua orang tahu tanaman
bunga cantik yang satu ini. Penduduk indonesia banyak menanamnya sebagai
pengisi halaman rumah ataupun pojok pekarangan. Selain memiliki warna bunga yang
atraktif bunga pukul empat juga mudah diperbanyak. Cukup ditabur saja bijinya
pasti segera tumbuh dengan subur. Bunga Mirabilis Jalapa umumnya akan mekar
mulai sore atau menjelang senja (yaitu antara pukul 4 dan 8), sehingga
memunculkan salah satu nama yang umum baginya. Bunga kemudian menghasilkan
aroma yang kuat dan harum sepanjang malam, lalu ditutup untuk selamanya di pagi
hari. Bunga-bunga baru akan terbuka pada hari berikutnya. Tumbuhan ini tiba di
Eropa pada tahun1525 dan juga dihargai sebagai tanaman hias. Jika menilik
namanya tanaman bunga ini memang bukan asli Indonesia melainkan dibawa oleh
portugis dari daratan Amerika tengah ke Indonesia.
Bunga pukul empat adalah herba
tahunan, tegak dengan tinggi 20 – 80 cm dan daunnya berbentuk jantung berwarna
hijau tua. Bunga pukul empat akan tumbuh baik di daerah yang mendapat cukup
sinar matahari mulai dataran rendah sampai ketinggian 1200 m dpl. Tanaman ini
memiliki bunga berbentuk terompet dengan banyak macam warna antara lain merah,
putih, jingga, kuning dan kombinasi belang-belang. Bunganya mekar di waktu sore
hari dan kuncup kembali pada pagi hari menjelang fajar. Buahnya keras berwarna
hitam berbentuk telur. Di beberapa daerah, bijinya digunakan sebagai bedak.
Kulit umbinya berwarna coklat kehitaman berbentuk bulat memanjang.
Mirabilis Jalapa termasuk jenis
tanaman yang memiliki akar tunggang. Biasanya akar dari tanaman ini berwarna
putih dan memiliki rasa manis. Selain itu setelah tanaman ini sudah berumur
cukup lama pada akar tanaman ini akar menghasilkan sejenis umbi. Umbi itu
memiliki warna kulit coklat kehitaman dan berbentuk bulat memanjang. Pada
umumnya umbi yang dihasilkan memiliki ukuran panjang 7 cm – 9 cm dan diameter 2
cm – 5 cm. Isi dari umbi tanaman ini berwarna putih. Akar tanaman ini juga
memiliki kandungan zat betaxanthins, dan trigonellin.
Batang yang terdapat pada Mirabilis
Jalapa termasuk dalam golongan batang basah. Tumbuh tegak dengan tinggi sekitar
20 cm – 80 cm, berbentuk bulat bercabang dengan permukaan licin dan
berbuku-buku serta disetiap buku-buku akan tumbuh tunas daun yang baru. Mirabilis
Jalapa memiliki jenis daun tunggal, bertulang daun menyirip, dengan pangkal daun
membulat, tepi daun rata, ujung daun meruncing, letak berhadapan serta berwarna
hijau tua. Daun tanaman ini memiliki panjang 2 cm – 11 cm, lebar 8 mm – 7 cm.
Daun terletak sekitar 6 mm – 6 cm dari tangkai daun. Zat yang terkandung dalam
tanaman ini yaitu: Saponin, Flavonoid, dan Tanin.
Mirabilis Jalapa termasuk dalam
golongan tanaman berbunga tunggal, yang memiliki letak bunga pada ujung batang,
serta daun pelindung bagian bawah menyatu. Bunga berbentuk segitiga seperti
terompet dengan bagian ujung bertaju lima, benang sari pipih berjumlah enam,
tangkai sari sekitar 3cm dan melengkung ke dalam, dan memiliki mahkota yang
berwarna-warni sesuai jenisnya dengan panjang mahkota sekitar 5 cm dan
berdiameter 1-1,5 cm.
Aspek yang aneh dari Mirabilis
Jalapa adalah bahwa bunga dengan warna berbeda tumbuh secara bersamaan pada satu
tanaman yang sama. Selain itu, bunga individu dapat menghasilkan warna yang
berbeda. Pola bunga disebut sebagai sektor (seluruh bagian bunga), serpihan
(garis-garis dengan panjang yang berbeda-beda), dan bintik-bintik. Bunga
tunggal dapat berwarna kuning polos, merah, magenta, merah muda, atau putih,
atau memiliki kombinasi sektor, serpihan, dan bintik-bintik. berbagai kombinasi
bunga dan pola dapat terjadi pada bunga yang berbeda dari tanaman yang sama.
Poin menarik lainnya adalah
fenomena perubahan warna. Misalnya, dalam varietas kuning, saat tanaman matang,
dapat menampilkan bunga yang secara bertahap berubah menjadi warna merah muda
gelap. Demikian pula, bunga putih dapat berubah menjadi cahaya ungu. Meskipun
penampilan mereka, bunga-bunga tidak terbentuk dari kelopak bunga, melainkan
merupakan modifikasi kelopak berpigmen. Demikian pula, 'kelopak' adalah bagian
dari bracts. Bunganya berbentuk corong dan pentalobed, mereka tidak memiliki
cangkir (diganti dengan daun bracteal) tetapi terbuat dari corolla.
Tanaman Mirabilis Jalapa menghasilkan biji dalam jumlah banyak. Biji
yang terdapat pada tanaman ini berukuran kecil, keras, dan berbentuk bulat
berkerut. Pada saat masih muda biji tanaman ini berwarna hijau, namun semakin
lama akan berubah menjadi kehitaman dan setelah benar-benar matang warna biji
ini menjadi hitam penuh. Biji ini memiliki diameter 5 mm.
Penelitian menarik tentang
khasiat Mirabilis sebagai pilihan alternatif pestisida nabati. Salah satunya
datang dari Prof.Yue Feng (2007) yang menyatakan bahwa daun Mirabilis jalapa
dapat menimbul efek anti feedant (malas makan) pada ulat Spodoptera Exigua
dengan mengekstrak daun mirabilis jalapa dengan chloroform mampu menekan nafsu
makan larva hingga 96,80%. Efek anti feedant ini dikarenakan kandungan senyawa
beta sitosterol yang terdapat dalam daun dan bunga Mirabilis Jalapa.
Daun dan bunga tanaman bunga pukul empat (Mirabilis jalapa)
mengandung Saponin dan Flavonoida. Daunnya juga mengandung tanin dan bunganya
mengandung politenol. Biji tanaman mengandung flavonoida dan politenol. Akar
mengandung betaxanthins. Buah mengandung zat tepung, lemak (4,3%), zat asam
lemak (24,4%) dan zat asam minyak (46,9%).
Ekstrak daun bunga pukul empat
(Mirabilis jalapa) merupakan salah satu agen penginduksi ketahanan sistemik
tanaman cabai merah terhadap serangan virus CMV. Virus ini disebarkan melalui
gigitan hama kutu daun dan thrips. Sampai saat ini belum ada obat / pestisida
untuk mengobati serangan virus pada tanaman, dikarenakan sifat virus yang semu
yaitu dapat bertahan hidup pada tubuh inang, sekaligus menjadi benda mati
ketika diluar tubuh inang. Berbagai pihak telah berupaya untuk menemukan obat
atau pencegahan virus CMV (Cucumber Mosaic Virus) pada tanaman Cabai salah
satunya seperti yang tengah dikembangkan di Wageningen University di Belanda,
mereka mencoba untuk merubah DNA tanaman cabai sehingga lebih resisten terhadap
invasi virus, tetapi usaha tersebut mengakibatkan terciptanya GMO (Genitically
Modified Organism) yaitu tanaman baru yang secara harfiah memiliki perbedaan
DNA secara buatan, dan bagi sebagian besar kalangan, teknologi ini masih
dianggap tabu karena dinilai mengacaukan garis keturunan makhluk hidup dan
seleksi alam. GMO juga merupakan salah satu pantangan Bagi petani organik
karena hal ini akan menyalahi standar pertanian organik sebagaimana yang telah
diatur oleh berbagai badan organik dunia termasuk salah satunya SNI (Standar
Nasional Indonesia).
Cara Pembuatan
Larutan Penyangga:
Larutan stok buffer phospat pH
7.0:
1,362 g KH2PO4 dilarutkan dalam
1000 mL aquadestilasi.
1,781 g Na2HPO4.2H2O dilarutkan
dalam 1000 mL aquadestilasi.
Untuk 100 mL buffer phospat
0,01 M pH 7.0 campurkan 51.0 mL Na2HPO4.2H2O dengan 49.0 mL KH2PO4.
Bahan dan Alat:
Daun bunga pukul empat.
Mortar dan pestel.
Carborundum 600 mesh.
Alkohol 70%.
Kapas.
Aquadestilasi.
Botol semprot.
Peracikan dan cara aplikasi:
Inokulasi secara mekanis dengan
metode rubbing:
-Cuci tangan terlebih dahulu
dengan menggunakan sabun.
-Daun sebanyak 25 gram dicuci
bersih dan dihaluskan dengan menggunakan mortar kemudian ditambahkan larutan
buffer phospat sebanyak 75 mL. Konsentrasi ekstrak daun yang digunakan adalah
sebanyak 25% yang didapatkan dari hasil perbandingan antara bagian daun dan
buffer phospat 25 gram : 75 mL.
-Ekstrak daun disaring
menggunakan kain kasa / muslin.
-Ekstrak daun ditambahkan
dengan carborundum 600mesh. Untuk 100mL ekstrak dibutuhkan kurang lebih 8 gram
carborundum. Carborundum digunakan untuk melukai permukaan daun sehingga
ekstrak terserap kedalam sel-sel tanaman tanpa menyebabkan kematian jaringan
tanaman.
-Aplikasi ekstrak dilakukan
pada semaian cabai yang telah mempunyai 3-4 daun sejati dengan cara dioleskan
pada permukaan daun bagian tengah dengan menggunakan kapas. Setelah 30 menit
setelah aplikasi, daun dibilas menggunakan air bersih agar kelebihan
carborundum yang ada di permukaan daun terbilas sehingga tidak menggangu
pertumbuhan.
Inokulasi dengan menggunakan
kompressor:
-Kompressor digunakan apabila
jumlah semaian banyak.
-Penyemprotan pada bibit
tanaman cabai dengan kompressor / sprayer bertekanan.
-Gunakan carborundum untuk 1
Liter ekstrak dengan konsentrasi 25%. Carborundum yang digunakan kurang lebih
50 gram.
-Campuran kemudian dimasukkan
ke dalam tabung semprot kompressor dan diaplikasikan pada semaian cabai yang
telah mempunyai 3-4 daun sejati pada tekanan 21 psi.
-Setelah penyemprotan dengan
kompressor, daun dibilas dengan air bersih 30 menit setelah aplikasi untuk
menghilangkan carborundum.
Pengendalian virus yang
dilakukan petani pada umumnya hanya mampu mengendalikan vektornya yaitu dengan
pestisida, sehingga upaya ini kurang efektif untuk mengendalikan virus serta
kurang sehat untuk lingkungan. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan
tersebut adalah dengan menggunakan antiviral atau virus inhibitor yang berasal
dari tanaman agar lebih efektif pengendaliannya serta ramah lingkungan.
Ekstrak daun bunga pukul empat
(M. jalapa) mempunyai kemampuan dalam menginduksi ketahanan tanaman. Ekstrak
bunga pukul empat mengandung protein antivirus yang dapat digunakan sebagai
alternatif pengendalian virus. Hasil yang diperoleh dari suatu penelitian
menyatakan bahwa ekstrak bunga pukul empat juga mampu menghambat penyebaran dan
perkembangan potato virus X (PVX) hingga 99%, potato virus Y (PVY), dan potato
spindle tuber viroid (PSTVd) sebesar 100%. (Vivanco et al. 1999).
Kandungan Mirabilis Antiviral Protein
(MAP) pada ekstrak daun Mirabilis jalapa 50% mampu berkompetisi dengan virus,
sehingga dapat mencegah infeksi virus. Vivanco et al (1999) bahwa mekanisme
penghambatan virus yang dilakukan oleh Mirabilis Antiviral Protein (MAP) ada
dua cara. Yang pertama, pada saat aplikasi ekstrak, Mirabilis Antiviral Protein
(MAP) masuk ke bagian atas epidermis dan bertahan di ruang antar sel-nya.
Kedua, Mirabilis Antiviral Protein (MAP) dan virus melakukan penetrasi
bersama-sama pada saat inokulasi. Keduanya saling berkompetisi untuk mencari
daerah aktif ribosom sehingga dapat mencegah infeksi virus pada tahap awal
sebelum virus mengalami deenkapsidasi. Menurut
Somowiyarjo et al. (2001) cit Hersanti (2004) semakin tinggi tingkat
pengenceran ekstrak daun Mirabilis jalapa maka akan semakin kecil daya
penghambatan infeksi virusnya. Penghambatan serangan CMV disebabkan juga
terdapat senyawa didalam ekstrak daun Mirabilis jalapa yang berfungsi sebagai
bahan antiviral Mafrukhin et al. (2001) cit Hersanti (2004). Tingkat
pengenceran yang rendah (konsentrasi ekstrak M. jalapa 50%) maka daya penghambatan Mirabilis Antiviral Protein
(MAP) pada ekstrak daun Mirabilis jalapa terhadap virus akan semakin tinggi.
Daun bunga pukul empat
mengandung saponin, flavonoid, dan tannin (Dalimartha, 2006), kandungan bahan
aktif tersebut memiliki efek insektisida. Senyawa fitokimia tersebut merupakan
senyawa pertahanan tumbuhan yang termasuk kedalam metabolit sekunder yang
dihasilkan pada jaringan tumbuhan dan dapat berfungsi sebagai racun perut dan
pernapasan (Hidayat dkk, 2013). selaras yang diungkapkan oleh Zuraida, dkk
(2010) dalam Lestari (2012). Saponin yang dapat menyebabkan kerusakan saluran
pencernaan dengan cara menurunkan tegangan permukaan sehingga selaput mukosa
saluran pencernaan menjadi korosif. Hal tersebut menyebabkan menurunya ezim
pencernaan dan pencernaan makanan (Wati, 2010). Dalam suatu hasil penelitian
yang pernah dilakukan, saponin dalam umbi pernah digunakan sebagai insektiseida
nabati yang bersifat toksik untuk membunuh kutu kepala (Kadinan, 1998). Flavonoid
yang terkandung dalam daun bunga pukul empat merupakan golongan fenol yang
dapat menyebabkan denaturasi protein. Denaturasi protein tersebut menyebabkan
premeabilitas dinding sel dalam saluran pencernaan menurun (hayati, 2006: Wati,
2010). Hal ini dapat menjadikan tranpor nutrisi menurun dan menyebabkan
malnutrisi yang akan akhirnya terjadi kematian pada kutu. Suatu penelitian menyimpulkan
bahwa pemberian ekstrak metanol kembang pukul empat sore dalam kosentrasi 60%
sangat berpengaruh nyata dalam mortalitas dan waktu kematian Damailinia Caprae.
Pestisida nabati memiliki
spektrum pengendalian yang luas dan dapat mengendalikan hama yang telah
resisten terhadap insektisida sintetis. Karena tingkat toksisitasnya terhadap
mamalia relatif rendah, pestisida nabati aman bagi kehidupan.
Kelebihan maupun keunggulan pestisida
nabati dibandingkan dengan pestisida sintetik menyebabkan minat terhadap
pencarian dan pemanfaatan sumber senyawa pestisida dari tumbuhan semakin besar.
Hal ini dimungkinkan selain karena tumbuhan merupakan gudang bahan kimia yang
dapat dimanfaatkan sebagai bahan aktif pestisida nabati, studi biokimia juga
telah semakin berkembang serta didukung oleh sarana dan prasarana yang semakin
canggih. Oleh karena itu, pemanfaatan tumbuhan sebagai pestisida tidak hanya
sekedar meracik secara sederhana tetapi berkembang ke arah teknologi yang lebih
maju.
Pestisida nabati juga memiliki
beberapa kekurangan, antara lain yaitu bahan aktif yang dimilikinya mudah
terurai sehingga pestisida jenis ini tidak tahan untuk disimpan dalam jangka
waktu lama. Selain itu, daya kerja pestisida nabati relatif lambat sehingga
aplikasinya harus lebih sering dibanding pestisida sintetis. Umumnya pestisida
nabati mempunyai tingkat toksisitas rendah sehingga tidak langsung mematikan
hama sasaran.
Pemanfaatan pestisida nabati di
Indonesia memiliki prospek yang menjanjikan, karena selain bahan bakunya
melimpah di alam, proses pembuatannya tidak membutuhkan teknologi tinggi, cukup
dengan kemampuan dan pengetahuan yang ada. Di lain pihak, karena bahan aktifnya
berasal dari alam, pestisida nabati mudah terurai (bio-degradable) sehingga
relatif aman bagi kehidupan.
Cara pengendalian OPT yang
ramah lingkungan memang sudah mendesak diperlukan, sehingga strategi percepatan
pemanfaatan pestisida nabati dalam jangka pendek maupun jangka panjang perlu
mendapat perhatian serius dari semua pihak.
Upaya jangka pendek dilakukan
dengan memberikan pemahaman kepada petani mengenai:
-Keunggulan dan kekurangan
pestisida nabati sehingga petani menyadari sepenuhnya bahwa penggunaan
pestisida nabati tidak memberikan efek langsung, namun mengendalikan OPT secara
perlahan.
-Jenis-jenis tanaman di sekitar
kebun yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pestisida nabati.
-Cara menyiapkan dan mengolah
bahan tanaman sehingga siap diekstrak menjadi bahan aktif pestisida nabati.
-Cara memformulasi pestisida
nabati yang murah dan mudah sehingga secara ekonomis terjangkau oleh petani.
-Cara memanfaatkan pestisida
nabati yang benar sesuai dengan arahan para ahli demi tercapainya tingkat keberhasilan
pengendalian OPT yang optimal.
Upaya jangka panjang memerlukan
dukungan serius dari pemangku kebijakan untuk menekan pestisida kimia sintetis
yang beredar di pasaran. Secara bertahap perizinan pendaftaran pestisida baru
perlu dibatasi dan semua pestisida yang beredar di pasaran dievaluasi ulang
terkait dengan resistensinya terhadap hama sasaran. Insektisida yang
menunjukkan tingkat resistensi tinggi sebaiknya izin edarnya dipertimbangkan
kembali untuk mengurangi kerusakan lingkungan akibat efek domino dari
penggunaan pestisida sintetis yang diaplikasikan pada konsentrasi yang lebih
tinggi.
Upaya yang tidak kalah penting
adalah membantu penyuluh pertanian dalam mendampingi petani memproduksi dan
memanfaatkan pestisida nabati. Peran penyuluh dalam memperkenalkan dan
menyebarluaskan pemanfaatan pestisida nabati kepada petani menjadi sangat
penting mengingat penyuluh adalah ujung tombak percepatan adopsi teknologi oleh
petani. Melalui pendampingan terhadap penyuluh, diharapkan budi daya pertanian
ramah lingkungan dapat segera menyebar luas kepada petani.
Saat ini teknik atau cara
pengujian juga telah disesuaikan dengan daya kerja bahan aktif pestisida nabati
dan OPT sasaran. Penelitian dan pengujian pestisida nabati yang dilakukan
terhadap isolasi dan formulasi bahan aktif, uji toksisitas terhadap OPT
sasaran, dan uji persintensi formula dimaksudkan untuk meningkatkan
keefektifannya terhadap OPT sasaran, ekonomis, mempunyai nilai tambah, dan
ketersediaan teknologi. Hasil penelitian dan pengujian tersebut, menghasilkan
beberapa produk formulasi pestisida nabati yang dilisensi. Produk ini akan
memudahkan petani dalam memilih, mendapatkan dan menggunakan pestisida nabati
sesuai dengan OPT sasaran. Untuk memperoleh hasil pengendalian yang optimal
maka penggunaan pestisida nabati sebaiknya ditujukan untuk mencegah terjadinya
serangan OPT bukan untuk tindakan pengendalian.
Penggunaan pestisida nabati harus
merupakan bagian terintegrasi dari usaha pengendalian hama untuk meminimalisir
dampak negatif terhadap kesehatan manusia, serangga yang menguntungkan seperti
musuh alami, penyerbuk, organisme bukan sasaran dan lingkungan.
Indonesia merupakan negara yang
memiliki keaneka- ragaman hayati tertinggi kedua di dunia setelah Brasil
(Hitipeuw 2011). Sebanyak 10% dari seluruh tanaman berbunga yang dikenal di
dunia dapat ditemukan di Indonesia. Oleh karena itu, Indonesia memiliki potensi
menjadi salah satu negara produsen pestisida nabati terbesar di dunia.
Kesadaran dalam memanfaatkan pestisida nabati di Indonesia diharapkan dapat
menekan kasus keracunan pada petani, konsumen, dan organisme bukan sasaran
serta menghasilkan produk pertanian yang bebas residu pestisida.
*Tombol-tombol diatas mengandung iklan. Untuk menuju artikel yang diinginkan silahkan tunggu 5 detik hingga muncul tombol "skip ad" kemudian klik tombolnya, jika tidak muncul tombol "skip ad" harap refresh halaman tersebut (dimohon keikhlasannya demi eksistensi website ini). Iklan-iklan yang muncul bukanlah virus, Apabila terbuka jendela iklan yang baru (POP UP) silahkan tutup halaman tersebut (tekan tombol kembali untuk pengguna android). Jika tombol tidak bisa diklik silahkan refresh halaman ini.