Saturday, 22 February 2020

NASA: ERHSALI Peeling Spray with Caviar Extract


PT. Natural Nusantara

Natural Nusantara atau nama singkatnya “NASA” berdiri sejak bulan Oktober 2002 di Yogyakarta. Sejak lahirnya, PT. Natural Nusantara (NASA) memiliki visi yaitu “Menuju Indonesia Makmur Raya Berkeadilan” dan memiliki komitmen untuk bergerak memajukan usaha di bidang agrokomplek, kesehatan dan lain-lain yang sedang berkembang pesat di Indonesia. Mengingat Indonesia sebagai negara luas, agraris dan mayoritas masyarakat terjun di dunia agro-dalam artian luas.

PT. Natural Nusantara memiliki nama dari 2 kata yaitu kata Natural yang berarti mengutamakan teknologi yang alami dan ramah lingkungan, dan kata yang kedua yaitu Nusantara yang artinya mengutamakan hasil karya anak bangsa. Dari kedua nama tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa PT. Natural Nusantara adalah sebuah perusahaan yang memiliki konsep produk-produk yang terbuat dari bahan organik herbal dan merupakan hasil karya dari negeri sendiri dan bukan import. PT. NASA bergerak di bidang perdagangan yang menyediakan produk-produk alami berkualitas yang bahan bakunya 100% dari Indonesia.


Dalam aktifitas produksinya, PT. Natural Nusantara melakukan berbagai prosedur dan proses yang amat teliti dan teratur. Sebelum melakukan pemasaran terhadap produknya PT. Natural Nusantara harus melewati lulus uji dan mendapatkan sertifikat resmi dari BPOM dan MUI.

PT. NASA mampu tetap bertahan dan berkembang di tengah era persaingan global yang luar biasa. Dan, pada tahun 2010 mulai mengekspor produknya ke Malaysia, Brunei, Singapore, Hongkong, Yunani, Taiwan, negara-negara timur tengah, Korea dll. Perkembangan yang sangat luar biasa yang mampu dicapai oleh perusahaan lokal karya anak bangsa.

Seiring berkembangnya waktu dan kebutuhan masyarakat terhadap obat sehat maka PT. NASA mulai memiliki inovasi untuk membuat sebuah produk obat herbal alami yang tentunya juga mempunyai kualitas yang sudah teruji dan melalui pengecekan serta standariasi dari berbagai ahli tanaman obat yang sudah terlatih.

Berbekal pengalaman dalam meracik obat sesuai dengan kadar yang tepat membuat PT. Natural Nusantara semakin maju untuk mengembangkan berbagai produk kesehatan antara lain, yaitu ; crystal x, royal jelly, lechitin, chloropyllin, amne, cordimune, acaiplus, dan masih banyak produk lagi, PT. Natural Nusantara selalu berinovasi memberikan yang terbaik untuk Nusantara maupun international.

Sejarah PT. Natural Nusantara

Lahir dari sebuah keprihatinan mendalam umumnya terhadap kondisi ekosistem di muka bumi yang mengalami proses kerusakan akibat pengembangan dan rekayasa kimia dasar dasar dengan dosis dan pengaplikasian yang kurang bijaksana yang di antaranya melanda dunia Agrokomplek (pertanian, perkebunan,perikanan) untuk sarana mewujudkan “Indonesia Makmur Raya Berkeadilan”,Disisi Obyeknya aspek Kuantitas-Kualitas-Kelestarian. Produksi Agrokomplek masih jauh dari potensi optimalnya sementara di sisi Subyeknya, aspek pola pikir-Mental-Motivasi-Keilmuan-Modal juga masih belum mencapai kompetensinya.

Berawal dari aktivitas budidaya di Tahun 1985 oleh Ir. Soemarno khususnya di sub sektor hortikultura. Tanggap terhadap kondisi, maka semenjak tahun tersebut mulai dilakukan penelitian dan pengembangn untuk perbaikan lingkungan yang terutama di tujukan untuk aspek obyeknya dahulu yang sehingga sekarang telah menghasilkan banyak produk dan teknik budidaya di bidang agrokompleks dan teknologi perbaikan / reklamasi lahan-lahan yang rusak atau tercemar yang semuanya berasaskan Back To Nature(Kembali Ke Alam) sesuai agenda 21 hasil Konfrensi Tingkat Tinggi(KTT) BUMI di bawah panji PBB bertepat di Rio de Janairo tahun 1992.

Pengembangan aspek Subyek (SDM Pertaniannya) di lakukan melalui pola networking sehingga di harapkan dapat ter-up grade (meningkat) di sisi pola pikir, mental, motivasi, keilmuan dan permodalan dengan cukup efektif, efisien dan cepat.

Aktivitas budidaya sekaligus mencermati kondisi lingkungan hidup, maka orientasi berkembang ke bidang penelitian dan pengembangan (R andD) khususnya perbaikan lingkungan hidup/ekosistem.

Khusus aspek bahan baku utama produk pupuk organik NASA, terjamin ketersediaannya (terlepas dari proses produksinya yang harus bertahap sesuai perkembangan pasar). Hanya 30% deposit bahan baku utama yang dipergunakan sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh Indonesia selama ± 16 ribu tahun, dimana sisanya ( 70 % ) dapat dipergunakan untuk Dunia guna menunjang Agenda 21 (Back To Nature), karena sepanjang catatan, bahan baku utama tersebut mayoritas di dunia hanya terdapat di Indonesia.

Mengingat potensi luar biasa keanekaragaman hayati Indonesia pada khususnya dan dunia pada umumnya maka mulai tahun 2003 dikembangkan juga pengolahan keanekaragaman hayati untuk membantu kesehatan manusia. Banyak produk food supplement telah diluncurkan untuk memelihara kesehatan maupun membantu penyembuhan berbagai macam penyakit yang beberapa diantaranya telah didokumentasikan dalam bentuk Video (VCD/DVD) dan Flashdisk (UFD). Selain teknologi alami untuk membantu kesehatan manusia dikembangkan juga beragam teknologi kosmetik dan perawatan tubuh / body care alami serta home care yang lebih efektif dan aman dipergunakan.


Secara intensif, perusahaan ini melakukan pengembangan SDM meliputi pola pikir, mental, motivasi, keahlian dan modal. Tidak hanya menciptakan produk berkualitas untuk pertanian, peternakan dan perikanan saja. Pada tahun 2003, PT. NASA mulai mengembangkan produk yang bermanfaat untuk kesehatan manusia dengan mengolah keanekaragaman hayati Indonesia. Salah satunya Crystal X yang dikenal sebagai pusaka wanita. Kemudian, di tahun 2007, PT. NASA melakukan 7 pengembangan teknologi inovatif, bekerja sama dengan perusahaan lain yang sevisi. Contohnya penciptaan mesin Reserve Osmosis yang bisa mengubah air kran menjadi air minum.

Ke depan PT. NASA group akan terus berkomitmen senantiasa meriset dan mengembangkan semua jenis teknologi dalam bentuk produk, baik riset mandiri maupun bekerjasama dengan pihak lain, utamanya semua jenis teknologi berkualitas yang bisa dihasilkan oleh Anak Bangsa sendiri guna lebih memperkokoh semangat Neo-Nasionalisme.

Kosmetik merupakan salah satu benda yang sangat penting bagi setiap orang. Kosmetik bisa membuat para wanita tampil lebih feminisme, terlihat anggun, dan membuat mereka lebih percaya diri untuk acara apapun.

Kosmetik merupakan bahan yang digunakan pada tubuh manusia untuk mempercantik, merawat, mengubah penampilan, membersihkan, atau melindungi bagian-bagian tubuh yang diinginkan, dan salah satu bagian dari kosmetik adalah make-up. Diketahui oleh para ahli arkeolog, kosmetik pertama dimulai di Mesir sejak empat ribu tahun Sebelum Masehi. Terbukti dengan adanya artifak-artifak yang diduga digunakan sebagai produk make-up untuk mata dan wangi-wangian. Kemudian, make-up semakin luas digunakan pada masa kerajaan Roma. (www.britannica.com, 2015).


Kosmetik memang mempunyai berbagai macam. Setiap kosmetik mempunyai fungsi masing- masing. Kosmetik- kosmetik yang biasanya digunakan oleh setiap wanita seperti, pembersih wajah, hand body lotion, alas bedak, bedak, lipstick, pensil alis, eyeliner, dan cat kuku. Itulah kosmetik- kosmetik yang biasa digunakan oleh setiap wanita untuk tampilan hari- harinya.

Dalam dokupen Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK.00.05.4.1745 tentang Kosmetik disebutkan beberapa istilah terkait definisi kosmetik. BPOM menjelaskan pengertian kosmetik. Dan berikut ini adalah pengertian beberapa istilah kosmetik tersebut:

Kosmetik adalah bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir dan organ genital bagian luar) atau gigi dan mukosa mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik.
Kosmetik lisensi adalah kosmetik yang diproduksi di wilayah Indonesia atas dasar penunjukan atau persetujuan tertulis dari pabrik induk di negara asalnya.
Kosmetik kontrak adalah kosmetik yang produksinya dilimpahkan kepada produsen lain berdasarkan kontrak.
Kosmetik impor adalah kosmetik produksi pabrik kosmetik luar negeri yang dimasukkan dan diedarkan di wilayah Indonesia.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1175/Menkes/Per/VIII/2010 Tentang Izin Produksi Kosmetika, definisi kosmetika adalah bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir dan organ genital bagian luar) atau gigi dan membran mukosa mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik.

Wikipedia menjelaskan kosmetik adalah zat atau produk yang digunakan untuk meningkatkan atau mengubah penampilan wajah, atoma atau tekstur pada tubuh. Beberapa kosmetik dirancang fungsinya spesifik untuk bagian tertentu seperti wajah, rambut dan badan. Kosmetik dibuat dari campuran bahan kimia, sebagian dari bahan alami (misal minyak kelapa atau zaitun), sebagian dari bahan sitentis.

Menurut lembaga yang mengatur peredaran obat dan makanan di Amerika Serikat, Food and Drug Administration (FDA), yang dimaksud dengan kosmetik adalah sesuatu yang diaplikasikan pada tubuh manusia dengan tujuan atau memiliki fungsi untuk membersihkan, mempercantik, dan memperbaiki penampilan. Definisi FDA tersebut memberikan gambaran bahwa semua bahan yang ditujukan untuk fungsi tersebut dimasukkan sebagai bahan kosmetik. FDA secara spesifik mengecualikan sabun ke dalam kategori kosmetik.

Dalam Buku Pedoman Pelaksanaan Pelayanan Izin Produksi Kosmetika yang diterbitkan oleh Permenkes juga telah mengategorikan 9 bentuk dan jenis sediaan kosmetik. BPOM juga menggolongkan kosmetik berdasarkan bahan dan penggunaannya serta untuk maksud evaluasi produk, 2 golongan kosmetik. Menurut Badan POM, pengertian bahan kosmetik adalah bahan yang berasal dari alam atau sintetik yang digunakan untuk memproduksi kosmetik.

Terkait dengan cara pembuatan kosmetik yang baik (CPKB), Badan POM membedakan beberapa jenis bahan kosmetik. Jenis bahan kosmetik menurut BPOM adalah bahan awal, bahan baku, bahan pengemas dan bahan pengawet.

-Bahan Awal
Bahan baku dan bahan pengemas yang digunakan dalam pembuatan suatu produk.
-Bahan Baku
Semua bahan utama dan bahan tambahan yang digunakan dalam pembuatan produk kosmetik.
Bahan dasar atau bahan baku kosmetik adalah bahan yang digunakan untuk melarutkan bahan lainnya. Biasanya volume dari bahan ini lebih banyak, dibandingkan bahan lainnya. Biasanya bahan utama dari aneka macam kosmetik adalah, air, alkohol, dan vaselin.
-Bahan Pengemas
Suatu bahan yang digunakan dalam pengemasan produk ruahan untuk menjadi produk jadi.
-Bahan Pengawet
Bahan yang ditambahkan pada produk dengan tujuan untuk menghambat pertumbuhan jasad renik.

BPOM juga sangat memperhatikan apakah produk yang berhasil dibuat oleh produsen mempunyai efek samping atau tidak. Hal ini akan dicek dan dilakukan uji coba, baik pada kulit / dermis, atau pada mata atau pada bagian lainnya. Jika produk tersebut sudah lulus standar uji coba seperti ini, maka produk tersebut termasuk produk kosmetik aman menurut BPOM.


Make-up memang sangat penting untuk menjaga penampilan setiap orang. Semakin banyaknya ragam kosmetik saat ini, maka sebagai konsumen Anda memang harus memilih jenis kosmetik yang benar- benar cocok. Karena itulah, disarankan untuk mencari produk kosmetik yang telah terpercaya.

Kosmetik merupakan hal yang paling utama untuk menunjang penampilan, perempuan yang memiliki berbagai aktivitas padat akan lebih sering memakai kosmetik. Hal ini untuk mendukung tampilan supaya terlihat fresh sehingga lebih nyaman untuk di lihat. Penampilan yang baik juga bertujuan supaya mereka dapat di hargai orang lain.

Kosmetik memiliki berbagai jenis dan rupa, Anda dapat melihat dengan adanya beragam merk yang hadir di pasaran. Setiap merk akan memberikan kualitasnya masing – masing. Jajaran kosmetika yang memiliki kualitas baik akan cepat naik penjualannya. Hal ini dikarenakan adanya sebuah uji dari para konsumennya. Bahkan sebuah brand juga akan dapat tersohor dengan metode pemasaran word of mouth atau pemasaran dari mulut ke mulut.

Produk kosmetik terdiri dari skincare untuk wajah hingga untuk seluruh tubuh. Sebuah produk skin care akan memiliki manfaat masing – masing, dari efek memutihkan hingga produk yang mampu membuat kulit semakin indah mempesona. Dengan demikian jelas tentunya jika skincare sangat di butuhkan oleh banyak orang.

ERHSALI Peeling Spray with Caviar Extract

ERHSALI Peeling Spray with Caviar Extract NASA merupakan sebuah beauty item yang diciptakan untuk membantu membersihkan kulit dengan cara mengangkat kotoran dan sel-sel kulit mati pada kulit serta diperkaya dengan formula Caviar Extract yang bermanfaat untuk menjaga kelembaban kulit Anda.

Formula aktif yang terdapat pada produk ERHSALI Peeling Spray with Caviar Extract NASA antara lain:
Caviar
Caviar diketahui kaya akan kandungan vitamin A, D, B1, B2, B6, Co, Cu, P, Si, Zn serta beberapa asam amino meliputi glisin, lisin, histidin, arginin, dan asparagin. Produk ERHSALI Peeling Spray with Caviar Extract NASA akan memberi beragam manfaat untuk kulit Anda, diantaranya adalah mampu memperlambat proses penuaan kulit dengan cara memberikan kelembaban yang cukup, mengencangkan dan menghidrasi kulit, melindungi kulit dari paparan sinar UV, perubahan cuaca, dan polusi udara, menstimulasi regenerasi sel-sel kulit, serta efektif dalam meningkatkan produksi kolagen.
Claulerpa Lentilifera
Claulerpa Lentilifera diketahui kaya akan vitamin, antioksidan serta kolagen yang berfungsi untuk menjaga kesehatan kulit dan juga rambut. Kandungan nutrisinya mampu meningkatkan rezim kulit tubuh, wajah dan juga kepala lewat selaput seluler. Dan adanya kandungan lemak pada Claulerpa Lentilifera bermanfaat untuk meningkatkan fluiditas sekaligus mengurangi pori besar serta kulit yang kering.
Castor Oil
Kegunaan Castor Oil dalam formula produk ERHSALI Peeling Spray with Caviar Extract NASA adalah sebagai detoksifikasi dan membantu memecah minyak pada wajah yang menyumbat kelenjar dan pori-pori. Tidak hanya itu, Castor Oil juga dapat membantu membersihkan kulit dari sel-sel kulit mati yang menyumbat kelenjar sebum.
Castor Oil sendiri mengandung sebuah senyawa yang disebut Undercylenic acid, yang dapat membantu mensterilkan kulit serta membunuh bakteri penyebab jerawat. Menurut studi lebih lanjut terkait Castor Oil ternyata mampu melembabkan, melembutkan kulit kering, dan menyamarkan bintik-bintik akibat penuaan pada wajah.
Castor Oil sangat baik bagi kesehatan kulit, salah satunya yaitu mampu digunakan sebagai agen pelembut kulit. Castor Oil juga dapat berfungsi dalam membantu masalah kulit seperti dermatitis, serta mencegah kulit kasar dan kering.



Peeling wajah adalah treatment yang wajib dilakukan untuk menghambat penuaa dini, mengurangi kerutan halus, serta mengurangi bintik flek-flek hitam pada kulit wajah yang muncul karena paparan sinar ultraviolet dan efek samping dari kehamilan atau pun minum pil kontrasepsi (melasma). Peeling wajah juga efektif dalam memperbaiki bekas luka ringan, bekas jerawat, mencegah dan mengobati jerawat jenis tertentu, serta mengatasi kulit wajah yang gelap dan kusam.

ERHSALI Peeling Spray with Caviar Extract NASA mampu membantu menjaga kelembapan kulit dan menjadikan kulit bersih cantik alami, karena produk ini terbuat dari 100% bahan herbal alami. Produk ini mengandung scrub halus yang berguna untuk membantu mengangkat kotoran dan sel-sel kulit mati pada wajah secara maksimal, sehingga menghasilkan kondisi kulit wajah yang tampak cerah alami.

Manfaat produk ERHSALI Peeling Spray with Caviar Extract NASA :
-Mencerahkan serta memutihkan kulit wajah.
-Mengangkat sel kulit mati dan meremajakan kulit dari dalam secara alami.
-Menghilangkan pigmentasi serta menipiskan hiperpigmentasi atau flek hitam.
-Mengurangi kerutan serta mengencangkan kulit wajah.
-Merangsang pembentukan kolagen.
-Menutrisi jaringan kulit lebih mendalam.
-Memulihkan kesegaran dan menipiskan kerutan halus.
-Mengangkat kotoran secara intensif.
-Membersihkan komedo, pori-pori, serta mencegah jerawat.
-Mengurangi minyak berlebih pada wajah.
-Menangkal radikal bebas dari asap, debu, kotoran.
-Memperlancar peredaran darah sehingga aura cantik dan sehat kulit akan lebih terlihat.



ERHSALI Peeling Spray with Caviar Extract NASA memiliki aroma khas yang menyegarkan sehingga dapat melawan bau kulit yang tidak sedap. Sebuah produk yang sangat cocok digunakan sebagai kosmetik perawatan wajah alami supaya kondisi wajah Anda tetap sehat, segar, bersih, dan putih sepanjang hari.

ERHSALI Peeling Spray with Caviar Extract NASA adalah peeling wajah yang terbuat dari bahan-bahan herbal alami pilihan yang dikemas dalam bentuk spray sehingga sangat praktis digunakan dan mudah dibawah kemana-mana. Sebuah produk yang sangat direkomendasikan untuk perawatan kulit wajah Anda karena menggunakan bahan-bahan alami yang dibutuhkan untuk menjaga kesegaran, kelembaban, dan kecantikan kulit wajah. Produk ini diperkaya dengan bahan aktif untuk mencerahkan dan memutihkan kulit serta memiliki kandungan scrub halus yang sangat ampuh untuk mengangkat sisa-sisa kotoran dan sel-sel kulit mati pada kulit wajah secara maksimal.

Cara pemakaian produk ERHSALI Peeling Spray with Caviar Extract NASA :
-Lakukan tindakan pembersihan pada kulit wajah terlebih dahulu.
-Semprotkan peeling spray pada telapak tangan atau bagian wajah.
-Gosok perlahan-lahan disertai sedikit pijatan pada kulit wajah, sampai kotoran dan kulit mati terangkat.
-Bilas dengan air hingga bersih.
-Produk ini boleh digunakan untuk anggota tubuh lainnya ( hindari area mata).
-Bisa dilanjutkan dengan pemakaian cream lainnya.



ERHSALI Peeling Spray with Caviar Extract NASA merupakan produk kecantikan yang sangat aman digunakan dan nyaman di rasakan. Produk ini terbuat dari bahan alami serta telah memiliki ijin resmi BPOM sehingga sangat aman dipakai dalam jangka panjang.

Kemasan: netto  60 ml
Perizinan: POM NA 18180200210

Komposisi:
Aqua, acrylates copolymer, alcohol, butylene glycol, phenoxyethanol, claulerpa lentilifera extract, propylene glycol, PEG-40 hydrogenated castor oil, sodium carboxymethyl betaglucan, imidazolidinyl urea, fragrance components and finished fragrances, CI 19140, CI 42090, DMDM hydantoin.

Testimoni Produk ERHSALI Peeling Spray with Caviar Extract NASA

ERHSALI Peeling Spray with Caviar Extract NASA bisa Anda dapatkan dari distributor NASA resmi di seluruh Indonesia. Karena produk NASA hanya dijual oleh Stockist dan distributor resmi NASA untuk menjamin keaslian.
Anda berminat mengguanakan produk ini silahkan lakukan order menggunakan fasilitas yang disediakan oleh situs ini, Anda juga dapat melakukan konsultasi terlebih dahulu, atau bisa langsung melakukan pembelian produk.

Anggota PT Natural Nusantara

PT Natural Nusantara tidak menjual produk-produknya sendiri. Strategi marketing yang dijalankan yaitu memasarkan produk lewat cabang-cabang distributor dalam bentuk Stokicst Nasa sebagai pusat informasi dan distribusi barang bagi para distributor.

Natural Nusantara memiliki cabang-cabang untuk pendistribusian produk-produknya. Distributor PT. Natural Nusantara (NASA) inilah yang menjadi ujung tombak perusahaan dalam memasarkan produknya ke konsumen.

Marketing plan yang dikembangkan oleh perusahaan ini juga tidak hanya semata-mata mengutamakan perolehan omzet. Para distributor memiliki peluang jenjang karir dan tingkat penghasilan. Jenis rabat yang ditawarkan meliputi rabat penghasilan dan rabat karir. Itulah mengapa menjadi distributor PT. NASA cukup menguntungkan. Terlebih lagi ada potongan harga hingga 50% dan perolehan laba penjualan produk hingga 100%.


Dengan mengedepankan aspek 3K (kuantitas, kualitas dan kelestarian), PT. NASA memastikan tidak hanya distributornya saja yang memperoleh keuntungan. Para konsumen juga mendapatkan jaminan mendapatkan produk asli apabila langsung membeli dari agen resmi. Untuk membedakan dengan reseller ilegal atau yang menawarkan produk palsu dan oplosan, semua distributor diberikan kartu keanggotaan khusus. Kartu identitas ini bisa dijadikan bukti bahwa agen tersebut memiliki ijin resmi khusus dari PT. Natural Nusantara serta menjamin keaslian, keamanan dan garansi penggunaan produk bagi konsumen.

Hingga kini Natural Nusantara telah berkembang pesat dengan jumlah member 500.000 lebih. Produk yang didistribusikan antara lain berbagai macam produk agrokomplek, kosmetik kecantikan, suplemen kesehatan, body care, herbal, home care, pertanian, perikanan dan peternakan.

Produk nasa kini memiliki lebih dari 150 macam produk dengan memberikan manfaat baik untuk kehidupan maupun untuk perekonomian.

Ciri-ciri Distributor Asli (Resmi) PT. Natural Nusantara:


Distributor asli dari PT. Natural Nusantara tidak pernah menjual produk dengan harga di bawah harga standar konsumen atau di bawah harga yang telah ditetapkan oleh perusahaan, karena itu merupakan etika bisnis yang harus ditaati oleh distributor.

Distributor PT. Natural Nusantara yang asli tidak mernah merasa ragu dalam melakukan penjualan produk, misalnya saat melakukan transaksi penjualan produk seorang distributor mampu memantapkan keaslian produk tersebut, serta mampu menjawab pertanyaan yang diajukan calon konsumen dengan tepat dan benar serta tidak terlihat mengada-ada.

Seorang distributor asli PT. Natural Nusantara akan memasang foto produk asli NASA pada iklan mereka termasuk mencamtumkan ciri-ciri produk asli yang sedang dijualnya.

Distributor asli PT. Natural Nusantara akan mampu menjelaskan ciri-ciri khusus produk yang asli dan yang palsu, seperti perbedaan pada kemasan atau perbedaan pada isi produk.

Distributor asli PT. Natural Nusantara pasti memiliki kartu member distributor sebagai bukti bahwa dia dalah distributor resmi NASA dan mampu menunjukkannya kepada Anda jika memang diperlukan.

Keberhasilan PT. Natural Nusantara dalam mengelola dan mengangkat produk berbahan organik telah memberikan kemanfaatan yang nyata dan bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Ke depan PT. Natural Nusantara group akan terus berkomitmen senantiasa meriset dan mengembangkan semua jenis teknologi dalam bentuk produk. Baik melakukan riset mandiri maupun bekerja sama dengan pihak lain, utamanya semua jenis teknologi berkualitas yang bisa dihasilkan oleh anak bangsa agar dapat lebih memperkokoh semangat Neo-Nasionalisme.


Alamat PT Natural Nusantara :
Jl. Ring Road Barat no 72 Salakan, Trihanggo, Gamping, Sleman, Yogjakarta.

Call Center. 0274-6499191, Fax. 0274-6499192





Penjelasan Tentang Minyak Nabati Serta Beragam Jenisnya


Penjelasan Tentang Minyak Nabati Serta Beragam Jenisnya

Minyak merupakan salah satu kelompok dari golongan lipida. Satu sifat yang khas dari golongan lipida (termasuk lemak dan minyak) adalah daya larutnya dalam pelarut organik (eter, benzene, khloroform) atau sebaliknya ketidak-larutanya dalam pelarut air. Berdasarkan sumbernya, lemak digolongkan menjadi dua, yaitu lemak hewani yang berasal dari hewan dan lemak nabati yang berasal dari tumbuhan. Perbedaan dari lemak hewani dan lemak nabati yaitu; lemak hewani umumnya bercampur dengan steroid hewani yang disebut kolesterol, lemak nabati umumnya bercampur dengan steroid nabati yang disebut fitosterol. Kadar asam lemak tidak jenuh dalam lemak hewani lebih sedikit dibandingkan lemak nabati. (Umami, 2015).

Minyak nabati termasuk dalam golongan lipid yang dihasilkan dari tumbuh-tumbuhan. Walaupun kebanyakan bagian dari tanam-tanaman dapat menghasilkan minyak, tetapi biji-bijian merupakan sumber yang utama. Minyak nabati / minyak sayuran dapat digunakan baik untuk keperluan memasak maupun untuk keperluan industri. Namun, beberapa jenis minyak seperti minyak biji kapas, minyak jarak, dan beberapa jenis dari minyak rapeseed tidak cocok untuk dikonsumsi tanpa pengolahan khusus.

Minyak nabati adalah minyak yang disari/diekstrak dari berbagai bagian tumbuhan. Minyak jenis ini secara umum juga disebut sebagai “Biodiesel” yang mencakup semua bahan bakar mesin diesel yang terbuat dari sumber daya hayati atau biomassa. Biodiesel dapat dibuat dari minyak nabati maupun lemak hewan, namun yang paling umum digunakan sebagai bahan baku pembuatan biodiesel adalah minyak nabati. Minyak nabati juga umum digunakan dalam olahan makanan, bahan penggorengan, pelumas, bahan bakar, bahan pewangi (parfum), pengobatan, serta berbagai penggunaan industri lainnya termasuk perawatan kesehatan kulit maupun kecantikan. Dan, tentunya hal ini sudah tidak asing lagi di masyarakat.


Komposisi yang terdapat dalam minyak nabati terdiri dari ragam trigliserida asam lemak (mempunyai kandungan terbanyak dalam minyak nabati, mencapai sekitar 95%-b), asam lemak bebas (Free Fatty Acid atau biasa disingkat dengan FFA), mono- dan digliserida, serta beberapa komponen-komponen lain seperti phosphoglycerides, vitamin, mineral, atau sulfur. Beberapa jenis minyak nabati yang umum digunakan ialah minyak kelapa sawit, minyak jagung, minyak zaitun, minyak lobak, minyak kedelai, dan minyak bunga matahari. Sedangkan margarin adalah mentega buatan yang terbuat dari minyak nabati.

Kebanyakan trigliserida minyak dan lemak yang terdapat di alam merupakan trigliserida campuran yang artinya, ketiga bagian asam lemak dari trigliserida itu pada umumnya tidaklah sama. Bila terdapat ikatan tak jenuh, maka asam lemak dengan panjang rantai yang sama akan memiliki titik cair yang lebih kecil. Semakin panjang rantai atom C asam lemak, maka titik cair akan semakin tinggi dan semakin tinggi pula kestabilan trigliserida dari asam lemak itu terhadap polimerisasi dan oksidasi spontan. Asam lemak yang umum ditemukan dalam minyak nabati adalah asam stearat, palmitat, oleat, linoleat, dan linolenat. Fosfolipida, fosfatida, karoten, tokoferol, dan senyawa belerang juga terkandung dalam minyak nabati walaupun jumlahnya sedikit, sekitar 1–5%.

Berdasarkan keterangan dari Kepala Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balitri), Syafaruddin, minyak nabati dapat dibagi menjadi 2 golongan, yaitu minyak nabati yang dapat dimakan (edible oil) dan minyak nabati yang tidak dapat dimakan (inedible oil). “Contoh minyak nabati yang dapat dimakan antara lain minyak sawit, minyak jagung, minyak kelapa, minyak biji kapas, minyak zaitun, minyak kacang tanah, minyak wijen, minyak kedelai, minyak bunga matahari. Sedangkan minyak yang tidak dapat dimakan antara lain minyak jarak pagar, minyak karet, minyak kemiri sunan, minyak malapari, minyak kosambi, minyak nyamplung,” kata Syafaruddin menjelaskan.

Kemurnian  minyak  dapat  dinyatakan  dalam   bentuk   sebagai berikut (8,9):
-Angka Asam
Angka asam adalah  ukuran dari jumlah asam lemak bebas. Perhitungannya dinyatakan sebagai  jumlah miligram KOH yang digunakan untuk menetralkan asam lemak bebas yang terdapat dalam 1 gram sampel minyak atau lemak.
-Angka Penyabunan
Angka penyabunan adalah jumlah miligram KOH yang  dibutuhkan untuk menyabunkan 1 gram minyak atau lemak. Tiga mol KOH akan bereaksi dengan 1 mol trigliserida. Angka ini menjelaskan banyaknya  asam  lemak yang terikat sebagai trigliserida maupun asam lemak bebasnya dalam suatu minyak.
-Angka Iod
Angka iod adalah jumlah gram iod yang dapat diikat oleh 100 gram minyak atau lemak. Ikatan rangkap yang terdapat pada asam lemak yang tidak jenuh akan bereaksi dengan iod. Jadi, angka iod menunjukkan jumlah ikatan rangkap yang ada di dalam minyak.
-Angka Peroksida
Angka peroksida adalah banyaknya miliekivalen oksigen aktif yang terdapat dalam 1000 gram minyak atau lemak. Angka peroksida merupakan informasi yang berguna untuk mengetahui kerusakan yang Ieiah terjadi pada minyak atau lemak akibat reaksi oksidasi. Asam lemak tidak jenuh penyusun suatu trigliserida dapat mengikat oksigen pada ikatan rangkapnya, sehingga membentuk peroksida. Makin besar angka peroksida menunjukkan makin besar pula derajat kerusakan pada minyak atau lemak.
-Densitas (berat jenis)
Berat jenis adalah massa minyak per satuan volume pada suhu tertentu Metode yang digunakan untuk menentukan berat jenis adalah ASTM D 1298 atau ASTM D 1480. Berat  jenis minyak sangat dipengaruhi oleh kejenuhan komponen asam lemaknya, tetapi akan turun nilainya dengan semakin kecilnya berat molekul komponen asam lemaknya.


Banyak jenis dari minyak nabati yang dapat dikonsumsi secara langsung, ataupun digunakan secara langsung sebagai bahan campuran di dalam makanan. Minyak sangat cocok untuk keperluan memasak karena mempunyai titik nyala yang tinggi. Sedngkan, untuk keperluan obat-obatan, minyak nabati yang digunakan kebanyakan merupakan minyak yang dihasilkan dari proses pengepresan (bukan ekstraksi). Dalam keperluan industri, minyak nabati juga sering digunakan dalam :
 -Pembuatan sabun, produk kesehatan kulit, dan produk kosmetik lainnya.
-Digunakan sebagai agen pengering, yang telah umum digunakan dalam pembuatan cat dan produk-produk hasil kayu lainnya.
-Minyak nabati telah banyak digunakan dalam industri elektronika sebagai insulator karena jenis minyak ini tidak beracun terhadap lingkungan, serta dapat didegradasi oleh alam.
-Dapat digunakan sebagai bahan pendingin dalam PCs.
-Dapat digunakan  untuk  keperluan  bahan  bakar,  minyak  kebanyakan sebagai biodiesel dan SVO (straight vegetable oil) (Tambun, 2006).

Sifat fisik dari minyak nabati yang membedakan terhadap jenis minyak lainnya antara lain; minyak nabati tidak mudah menguap pada suhu kamar,        tidak memiliki aroma khas, mengandung trigliserida, serta membeku dibawah suhu 18°C.


Tabel Jenis Asam Lemak yang Terkandung dalam Minyak Nabati.

Penyusun utama minyak nabati ataupun lemak hewani adalah trigliserida, monogliserida dan digliserida. Trigliserida atau triasilgliserol adalah sebuah gliserida yaitu ester dari gliserol dan tiga asam lemak, rumus kimia trigliserida adalah CO2COOR-CHCOOR'-CH2-COOR", dimana R, R’ dan R" masing- masing adalah sebuah rantai alkil yang panjang atau asam lemak jenuh dan tak jenuh dari rantai karbon. Apabila terdapat dua gugus alkohol dari gliserol yang mengikat gugus asetil dan terdapat satu gugus alkohol maka esternya dinamakan digliserida, dan jika hanya ada satu gugus alkohol pada gliserol yang mengikat gugus asetil asam lemak dan dua gugus alkohol lainnya bebas, esternya dinamakan monogliserida. (Umami, 2015).


Sedangkan, asam lemak bebas (ALB) adalah asam lemak yang terpisahkan dari trigliserida, digliserida, monogliserida, dan gliserin bebas. Hal ini dapat disebabkan oleh pemanasan dan terdapatnya air sehingga terjadi proses hidrolisis. Oksidasi juga dapat meningkatkan kadar asam lemak bebas dalam minyak nabati. (Hardiani, 2010).

Dalam proses konversi trigliserida menjadi alkil esternya melalui reaksi transesterifikasi dengan katalis basa, asam lemak bebas harus dipisahkan atau dikonversi menjadi alkil ester terlebih dahulu karena asam lemak akan mengkonsumsi katalis. Pemisahan atau konversi asam lemak bebas ini dinamakan tahap preesterifikasi.


Dari beberapa sumber yang didapat dan rangkuman terhadap manfaat minyak nabati, terdapat banyak sekali manfaat yang diberikan oleh minyak nabati yang dikhususkan untuk kesehatan kulit, diantaranya yaitu sebagai;
-Perlindungan alami dari paparan sinar matahari.
-Meminimalisir garis-garis halus kulit dengan cepat.
-Anti bakterisida.
-Antioksidan.
-Anti-inflamasi.
-Menyeimbangkan kondisi kulit.
-Melembabkan kulit dan melembutkan kulit.

Kelapa sawit merupakan tanaman penghasil minyak nabati yang paling berkelanjutan, dengan syarat mata rantai pasok yang sepenuhnya dapat tersertifikasi. Kelapa sawit merupakan tanaman penghasil minyak nabati dengan produksi tertinggi per hektarnya: 3.8 ton dibandingkan dengan 0.8 ton untuk biji rapa (rapeseed) dan 0.7 ton untuk bunga matahari, dan ia juga memiliki penilaian siklus hidup yang terbaik.

Penilaian siklus hidup (LCA) merupakan metoda yang digunakan untuk mengevaluasi dampak lingkungan yang terkait dengan berbagai tahapan dari sebuah produk, mulai dari pengumpulan bahan baku, melalui tahap pengolahan dan distribusi dan berakhir di produk finalnya. United Plantations Berhad (Indonesia) juga telah melaksanakan sebuah studi untuk menganalisa siklus hidup beberapa macam minyak nabati serta perbandingannya terhadap rata-rata industri bagi empat macam minyak nabati lainnya yang banyak digunakan oleh industri pangan:
1. Minyak Kelapa Sawit (Malaysia/Indonesia);
2. Minyak Rapa/Rapeseed oil (Eropa);
3. Minyak Bunga Matahari (Ukraina),
4. Minyak Kacang Tanah (India).
Melalui hasil survey serta adanya perbandingan terhadap jenis minyak nabati diatas, nampak bahwa minyak kelapa sawit memiliki kinerja yang lebih baik dari jenis minyak lainnya pada semua kategori serta dampaknya. Dan untuk kategori seperti respirasi inorganik, penipisan lapisan Ozon dan asidifikasi, minyak kelapa sawit kurang menimbulkan dampak negatif pada lingkungan.

Di Indonesia sendiri untuk pengembangan minyak nabati sudah diinstruksikan di dalam Instruksi Presiden No.1/2006 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati sebagai Bahan Bakar Lain. Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berasal dari minyak bumi lama-kelamaan akan habis di muka bumi. Sebagai alternatif penggantinya, beberapa negara mulai mengembangkan Bahan Bakar Nabati (BBN) atau dikenal sebagai biodiesel. Indonesia sendiri mempunyai banyak sumber minyak nabati yang bisa dikembangkan. Diantaranya kelapa sawit,  kelapa, jarak pagar, kemiri, kemiri sunan, nyamplung, malapari, biji karet, dan tanaman penghasil minyak nabati lainnya. “Jadi penelitian di Balitri mengenai pengembangan bahan bakar nabati sudah dimulai sejak tahun 2006. Dengan pengembangannya dimulai dengan bahan bakar nabati berbasis dari jarak pagar,” kata Syafaruddin menjelaskan.

Jenis pengembangan minyak nabati yang dilakukan di Indonesia mulai dari varietas unggul, teknik budidaya, proteksi tanaman dan pengolahan pascapanen. Diantara hasil produk olahannya antara lain; biobriket, biogas, sabun, dan biodiesel. Sudah 21 jenis minyak nabati yang berhasil diolah menjadi biodisel, diantaranya biodiesel dari minyak kelapa sawit (CPO). Biodiesel yang dihasilkan sudah digunakan untuk operasional kebun, diantaranya untuk mesin genset, pompa air, traktor, dan mobil diesel operasional kebun.

Syafaruddin juga menjelaskan adanya jenis tanaman yang mempunyai potensi sangat besar sebagai penghasil minyak nabati, yaitu; kemiri sunan. “Selain itu dapat berfungsi sebagi tanaman konsevasi yang tumbuh di lahan kritis, termasuk lahan bekas tambang. Habitusnya pohon, umurnya panjang diatas 50 tahun, mampu mengkonservasi lahan, bijinya mengandung rendemen sekitar 50 persen dan sangat berpotensi untuk biodiesel,” jelasnya.


Tabel Tanaman yang Menghasilkan Minyak Nabati di Indonesia (Penelitian oleh Sugiyono, 2016)

Potensi kelapa sawit di dunia sangat besar, hal ini ditandai dengan perolehan kelapa sawit yang mencapai 5000 kg per hektar per tahunnya. Dari kelapa sawit dapat dihasilkan minyak kelapa sawit (biasa disebut dengan palm oil) yang sangat potensial.

Minyak sawit diperoleh dari proses pengempaan daging buah kelapa sawit (Elais Guineensis Jaqs) berbentuk kasar berwarna kuning kemerah- merahan sampai warna merah tua. Kelapa sawit merupakan tanaman berkeping satu, termasuk ke dalam famili Palmae. Nama Elais berasal dari bahasa Yunani elaion yang berarti minyak , sedangkan nama Guineensis berasal dari kata Guinea, yaitu tempat dimana seorang ahli bernama Jacquin menemukan tanaman kelapa sawit di sana. Minyak hasil pengempaan daging buah kelapa sawit dinamakan Crude Palm Oil (CPO).

Terdapat dua jenis minyak sawit yang dapat dibuat dari kelapa sawit, antara lain; Crude Palm Oil (CPO) yang didapat dari daging buah kelapa sawit dan Crude palm Kernel Oil yang didapat dari inti biji kelapa sawit. Namun CPO mempunyai komposisi asam lemak bebas yang cukup tinggi. Dan, selain dari dua jenis minyak sawit yang telah disebutkan diatas, terdapat juga fraksi minyak sawit turunan CPO yang sudah dimurnikan yaitu Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO). Perbedaanya adalah pada kandungan asam lemak bebas yang sudah sangat kecil sehingga tidak diperlukan lagi tahap pre-esterifikasi.


Tabel Kandungan Asam Lemak Bebas dari Berbagai Minyak Kelapa Sawit

Selain menghasilkan CPO pada buah sawit, terdapat juga minyak sisa hasil pengepresan buah sawit tersebut. Brondolan kelapa sawit yang telah mengalami proses pencacahan sebelumnya akan masuk ke alat proses pengepresan. Pada proses pengepresan ini bertujuan untuk memisahkan minyak dari daging buah. Selama proses pengepresan berlangsung akan ditambahkan air panas kedalam alat pengepresan (screw press). Hal ini bertujuan untuk pengenceran sehingga buah yang di press tidak terlalu rapat. Screw press yang digunakan mempunyai kapasitas yang dapat diatur dengan penyesuaian putaran ulirnya. Makin tinggi tekanan maka semakin rendah kadar minyak dalam ampas. Kandungan minyak dalam ampas sawit secara umum yaitu ±7%, sedangkan untuk buah tipe dura (Cangkang sangat tebal, kandungan minyak dalam buah rendah) akan kehilangan prosentase lebih tinggi dikarenakan angka perbandingan biji dengan bagian serabut jauh lebih tinggi, sehingga kemungkinan biji bersinggungan satu sama lain menjadi lebih besar, dengan demikian minyak yang terperangkap diantara celah biji-biji tidak terperas keluar akan lebih banyak. Selain itu juga gaya tekanan yang diberikan hanya akan diserap oleh biji-biji saja. Serabut hampir tidak menerima gaya tekanan, sehingga minyak yang  tersisa dalam serabut karena tidak terperas habis akan lebih banyak pula. Gaya tekanan ulir cocok untuk tandan buah segar (TBS) yang mempunyai perbandingan biji dengan buah segar 25:75 atau lebih (Mangoensoekarjo, 2003).

Berdasarkan titik lelehnya minyak sawit terdiri dari dua fraksi besar, yaitu olein sebagai fraksi yang berwujud cair pada suhu kamar dan stearin sebagai fraksi yang berwujud padat pada suhu kamar. Umumnya olein mengandung lebih banyak asam lemak tak jenuh, contohnya asam oleat dan asam linoleat. Sedangkan stearin  mengandung lebih banyak asam lemak jenuh, contohnya asam palmitat dan asam stearat.

Kandungan minyak sawit antara lain fosfolipida berupa asam-asam lemak terutama asam palmitat (44%), asam oleat (39%), dan asam linoleat (10%); glikolipida; karotenoid (α–β karoten); sterol (β–sitosterol);  dan tokoferol (γ–tokotrienol) (13,14). Komponen fosfolipida yang utama adalah lebih banyak terdapat dalam fraksi olein daripada dalam fraksi stearin.

Sedangkan metil ester merupakan ester asam lemak yang dibuat melalui proses esterifikasi dari asam lemak dengan metanol. Kemungkinan senyawa-senyawa metil ester yang terdapat dalam  minyak sawit antara lain metil palmitat , metil cleat, metil linoleat, metil stearat, metil miristat, metil linoleat, metil laurat, dan metil arakidat. Persentase kandungan metil ester dalam minyak kelapa sawit adalah metil palmitat (45%) , metil cleat (40%), metillinoleat (10%), metil stearat (4%), dan metil miristat (1%).