Tuesday, 8 January 2019

ORIFLAME: COLOURBOX Lipstick Kiss Me Collection



Kosmetik merupakan salah satu benda yang sangat penting bagi setiap orang. Kosmetik bisa membuat para wanita tampil lebih feminisme, terlihat anggun, dan membuat mereka lebih percaya diri untuk acara apapun.

Kosmetik merupakan bahan yang digunakan pada tubuh manusia untuk mempercantik, merawat, mengubah penampilan, membersihkan, atau melindungi bagian-bagian tubuh yang diinginkan, dan salah satu bagian dari kosmetik adalah make-up. Diketahui oleh para ahli arkeolog, kosmetik pertama dimulai di Mesir sejak empat ribu tahun Sebelum Masehi. Terbukti dengan adanya artifak-artifak yang diduga digunakan sebagai produk make-up untuk mata dan wangi-wangian. Kemudian, make-up semakin luas digunakan pada masa kerajaan Roma. (www.britannica.com, 2015).


Kosmetik memang mempunyai berbagai macam. Setiap kosmetik mempunyai fungsi masing- masing. Kosmetik- kosmetik yang biasanya digunakan oleh setiap wanita seperti, pembersih wajah, hand body lotion, alas bedak, bedak, lipstick, pensil alis, eyeliner, dan cat kuku. Itulah kosmetik- kosmetik yang biasa digunakan oleh setiap wanita untuk tampilan hari- harinya.

Dalam dokupen Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK.00.05.4.1745 tentang Kosmetik disebutkan beberapa istilah terkait definisi kosmetik. BPOM menjelaskan pengertian kosmetik. Dan berikut ini adalah pengertian beberapa istilah kosmetik tersebut:

Kosmetik adalah bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir dan organ genital bagian luar) atau gigi dan mukosa mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik.
Kosmetik lisensi adalah kosmetik yang diproduksi di wilayah Indonesia atas dasar penunjukan atau persetujuan tertulis dari pabrik induk di negara asalnya.
Kosmetik kontrak adalah kosmetik yang produksinya dilimpahkan kepada produsen lain berdasarkan kontrak.
Kosmetik impor adalah kosmetik produksi pabrik kosmetik luar negeri yang dimasukkan dan diedarkan di wilayah Indonesia.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1175/Menkes/Per/VIII/2010 Tentang Izin Produksi Kosmetika, definisi kosmetika adalah bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir dan organ genital bagian luar) atau gigi dan membran mukosa mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik.

Wikipedia menjelaskan kosmetik adalah zat atau produk yang digunakan untuk meningkatkan atau mengubah penampilan wajah, atoma atau tekstur pada tubuh. Beberapa kosmetik dirancang fungsinya spesifik untuk bagian tertentu seperti wajah, rambut dan badan. Kosmetik dibuat dari campuran bahan kimia, sebagian dari bahan alami (misal minyak kelapa atau zaitun), sebagian dari bahan sitentis.

Menurut lembaga yang mengatur peredaran obat dan makanan di Amerika Serikat, Food and Drug Administration (FDA), yang dimaksud dengan kosmetik adalah sesuatu yang diaplikasikan pada tubuh manusia dengan tujuan atau memiliki fungsi untuk membersihkan, mempercantik, dan memperbaiki penampilan. Definisi FDA tersebut memberikan gambaran bahwa semua bahan yang ditujukan untuk fungsi tersebut dimasukkan sebagai bahan kosmetik. FDA secara spesifik mengecualikan sabun ke dalam kategori kosmetik.

Dalam Buku Pedoman Pelaksanaan Pelayanan Izin Produksi Kosmetika yang diterbitkan oleh Permenkes juga telah mengategorikan 9 bentuk dan jenis sediaan kosmetik. BPOM juga menggolongkan kosmetik berdasarkan bahan dan penggunaannya serta untuk maksud evaluasi produk, 2 golongan kosmetik. Menurut Badan POM, pengertian bahan kosmetik adalah bahan yang berasal dari alam atau sintetik yang digunakan untuk memproduksi kosmetik.

Terkait dengan cara pembuatan kosmetik yang baik (CPKB), Badan POM membedakan beberapa jenis bahan kosmetik. Jenis bahan kosmetik menurut BPOM adalah bahan awal, bahan baku, bahan pengemas dan bahan pengawet.

-Bahan Awal
Bahan baku dan bahan pengemas yang digunakan dalam pembuatan suatu produk.
-Bahan Baku
Semua bahan utama dan bahan tambahan yang digunakan dalam pembuatan produk kosmetik.
Bahan dasar atau bahan baku kosmetik adalah bahan yang digunakan untuk melarutkan bahan lainnya. Biasanya volume dari bahan ini lebih banyak, dibandingkan bahan lainnya. Biasanya bahan utama dari aneka macam kosmetik adalah, air, alkohol, dan vaselin.
-Bahan Pengemas
Suatu bahan yang digunakan dalam pengemasan produk ruahan untuk menjadi produk jadi.
-Bahan Pengawet
Bahan yang ditambahkan pada produk dengan tujuan untuk menghambat pertumbuhan jasad renik.

BPOM juga sangat memperhatikan apakah produk yang berhasil dibuat oleh produsen mempunyai efek samping atau tidak. Hal ini akan dicek dan dilakukan uji coba, baik pada kulit / dermis, atau pada mata atau pada bagian lainnya. Jika produk tersebut sudah lulus standar uji coba seperti ini, maka produk tersebut termasuk produk kosmetik aman menurut BPOM.


Make-up memang sangat penting untuk menjaga penampilan setiap orang. Semakin banyaknya ragam kosmetik saat ini, maka sebagai konsumen Anda memang harus memilih jenis kosmetik yang benar- benar cocok. Karena itulah, disarankan untuk mencari produk kosmetik yang telah terpercaya.

Kosmetik merupakan hal yang paling utama untuk menunjang penampilan, perempuan yang memiliki berbagai aktivitas padat akan lebih sering memakai kosmetik. Hal ini untuk mendukung tampilan supaya terlihat fresh sehingga lebih nyaman untuk di lihat. Penampilan yang baik juga bertujuan supaya mereka dapat di hargai orang lain.

Kosmetik memiliki berbagai jenis dan rupa, Anda dapat melihat dengan adanya beragam merk yang hadir di pasaran. Setiap merk akan memberikan kualitasnya masing – masing. Jajaran kosmetika yang memiliki kualitas baik akan cepat naik penjualannya. Hal ini dikarenakan adanya sebuah uji dari para konsumennya. Bahkan sebuah brand juga akan dapat tersohor dengan metode pemasaran word of mouth atau pemasaran dari mulut ke mulut.

Produk kosmetik terdiri dari skincare untuk wajah hingga untuk seluruh tubuh. Sebuah produk skin care akan memiliki manfaat masing – masing, dari efek memutihkan hingga produk yang mampu membuat kulit semakin indah mempesona. Dengan demikian jelas tentunya jika skincare sangat di butuhkan oleh banyak orang.

Oriflame cosmetics adalah perusahaan Swedia yang menawarkan berbagai macam produk perawatan berkualitas tinggi yang menggabungkan kebijaksanaan alam dengan ilmu pengetahuan terbaik di 61 negara di dunia. Oriflame menghormati alam dan berusaha menggunakan bahan alami yang berasal dari buah-buahan, bunga, dan tumbuhan. Menghasilkan produk yang ramah lingkungan, tidak ada bahan yang berasal dari hewan yang mati, atau yang menyebabkan kerusakan saat digunakan. Hanya produk sampingan hewan seperti susu, madu, lanolin dan lilin lebah, yang  bersumber tanpa menyebabkan penderitaan atau membahayakan hewan saat digunakan.

Produk dan bahan Oriflame belum pernah diuji pada hewan.
Jika kesejahteraan hewan adalah perhatian Anda, Anda akan senang mengetahui bahwa Oriflame tidak menguji hewan, melainkan bekerja dengan relawan manusia. Itu juga berarti bahwa Anda tidak perlu khawatir tentang reaksi yang merugikan dan iritasi pada kulit Anda.

Oriflame menjadi salah satu produsen kosmetik yang memiliki sederetan produk unggulan untuk semua kebutuhan kosmetik mulai dari cream perawatan kulit hingga produk untuk perawatan tubuh, aksesoris, merchandise yang bergelora di seluruh dunia dan salah satunya adalah COLOURBOX. Produk ini menjadi produk unggulan yang memiliki segudang manfaat untuk menunjang penampilan supaya lebih maksimal dan bisa di aplikasikan sesuai dengan kebutuhan.

Korporasi Oriflame menggunakan pengaturan promosi multi level untuk memberi kompensasi kepada pemasok. Oriflame menawarkan berbagai macam produk kecantikan berkualitas tinggi serta peluang bisnis terkemuka bagi orang-orang.

Produk produk Skin Care Oriflame dibuat terinspirasi dari impian untuk membuat Anda selalu tampil  segar alami dan awet muda , menghadirkan kebijakan terbaik dari alam, dan dibuat dengan  Ilmu pegetahuan, teknologi  terbaik dan Tren terkini dari Swedia. Ini yang membedakan Skin Care Oriflame dan membuatnya lebih unggul dari produk sejenis dipasaran. Tanggung jawab terhadap keamanan kulit dan kealamian bahan yang digunakan tanpa merusak alam.

Oriflame memiliki Pusat Penelitian dan Pengembangan khusus perawatan kulit yang mempekerjakan lebih dari seratus ilmuwan dan para ahli teknis, yang mencakup berbagai macam disiplin ilmu termasuk ilmu formulasi, penelitian kulit, uji klinis, proses pengembangan, teknologi kemasan, mikrobiologi, toksikologi, ilmu lingkungan, dukungan paten, dan masalah peraturan global.

Rangkaian kecantikan Colourbox layak dijadikan favorit karena memiliki pilihan warna dan kemasannya yang ringkas. Jika Anda menyukai variasi warna, produk yang mudah digunakan dan terjangkau, maka jajaran produk ini cocok untuk Anda.

Berbeda dari kulit, bibir mempunyai fungsi dan keunikannya tersendiri. Karena itulah, bibir memerlukan perawatan yang juga special, lapisan paling atas pada bibir jauh lebih tipis dan lebih halus dibanding bagian kulit wajah. Jika kulit wajah yang mempunyai 15-16 lapis kulit, bibir hanya memiliki 3-4 lapis kulit. Selain itu juga, bibir tidak memiliki banyak sel melanin, sehingga pembuluh darah di bawahnya lebih terlihat dan membuatnya menjadi tampak merah.


Bibir kita juga tidak memiliki kelenjar keringat atau folikel rambut. Artinya, bibir tidak mendapatkan kelembaban atau minyak dan mudah kering dengan cepat. Bibir juga merupakan area yang lebih sensitif saat disentuh, bibir juga lebih lebih rentan untuk kering dan pecah-pecah pada kondisi cuaca ekstrim.

Menurut Sejal Shah, seorang dokter kulit di New York, bibir manusia merupakan salah satu bagian tubuh yang paling sensitif. Kulit bibir sangat tipis dan tidak memiliki kelenjar minyak seperti pada kulit, sehingga membuatnya lebih rentan mengalami kondisi kering dibandingkan bagian tubuh lainnya. Hal ini juga membuat bibir cenderung lebih sensitif terhadap kandungan yang dapat menyebabkan iritasi.

Sama dengan ujung jari, bibir mempunyai reseptor sentuh terbanyak pada seluruh badan. Itulah sebabnya bibir bisa sangat sensitif dan penting untuk dirawat dengan benar. Bibir juga memiliki permukaan lebih halus dibandingkan dengan bagian kulit lainnya pada wajah. Karena itulah, sangat penting untuk menggunakan produk yang cukup lembut dan tidak menimbulkan rasa iritasi.

Oleh karena itu, janganlah salah dalam memilih sebuah produk lipstik. Pilihlah produk yang aman digunakan, supaya bibir tetap sehat dan lebih lembab. Pastikan Anda selalu memperhatikan komposisi bahan yang digunakan.

Siapa yang tidak tahu dengan salah satu alat kosmetik yang satu ini, lipstik merupakan salah satu jenis kosmetik yang sepertinya memang sudah tidak dapat dipisahkan dari bagian make-up milik kaum wanita. Lipstik sendiri memiliki beberapa jenis, ada lipstik yang memang digunakan khusus untuk mewarnai, lip balm, lip gloss, dan juga masih banyak lagi macamnya. Dengan adanya lipstik ini, maka diyakini akan menyebabkan tingkat kepercayaan diri pada wanita menjadi lebih meningkat.

Lipstik bagi wanita menjadi riasan yang akan menyempurnakan penampilan. Beberapa dari mereka bahkan selalu menggunakan lipstik sebagai ciri khas. Lipstik memang akan membuat penampilan serta riasan terlihat maksimal. Tidak hanya ketika akan pergi ke suatu acara tertentu. Dan, sebagian wanita selalu menggunakannya setiap hari.

Lipstik merupakan make-up bibir yang anatomis dan fisiologisnya agak berbeda dari kulit bagian badan lainnya. Misalnya stratum corneum bibir sangat tipis dan dermisnya tidak mengandung kelenjar keringat maupun kelenjar minyak, sehingga bibir mudah kering dan pecah-pecah terutama jika dalam udara yang dingin dan kering (Tranggono dan Latifah, 2007). Maka, dengan penggunaan lipstik dapat membantu melembabkan bibir dan tidak mengeringkannya. Warna merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi penerimaan konsumen terhadap suatu produk kosmetik terutama lipstik.

Setiap wanita menggunakan lipstik supaya memberikan tampilan bibir yang tampak lebih merona dan lembab sehingga tak heran bila lipstik selalu digunakan wanita setiap hari. Adapun fungsi utama dari lipstik ialah sebagai sebagai pewarna pada bibir karena tidak semua bibir wanita memiliki warna cerah alami. Karena itulah, lisptik dijadikan sebagai salah satu cara tercepat supaya bibir tampak lebih indah.

Lipstik merupakan salah satu kosmetik yang tak bisa lepas dari setiap wanita. Lipstik dapat 'mendongkrak' penampilan Anda secara instan, penampilan yang pucat akan dapat berubah cerah seketika dengan pulasan lipstik. Ibarat kata, hidup wanita tanpa lipstik kurang sempurna dan kurang lengkap. Kini, lipstik telah menjadi salah satu kosmetik yang sangat penting. Sehingga, bisa dipastikan hampir semua wanita meletakkan lipstik dalam tas pribadinya.

Bagi sebagian besar wanita. Lipstik tidak hanya sekadar item make-up yang wajib dimiliki, karena dapat dengan cepat memberikan sentuhan berbeda pada tampilan wajah, namun secara psikologis, lipstik juga memberikan suatu makna tersendiri. Bahkan, lipstik bisa saja menjadi objek yang dikoleksi karena seringnya wanita membeli dan mencoba berbagai formulasi dengan warna yang berbeda-beda.

Lipstik ikut andil dalam jajaran skincare yang berperan dalam perawatan bibir Anda. Telah banyak brand kosmetika yang menjadi produsen lipstik serta ikut meramaikan dunia kecantikan dengan memproduksi lipstik dalam berbagai bentuk dan jenis. Hal tersebut karena adanya kebutuhan masyarakat yang berbeda-beda dalam menilai sebuah produk lipstik.

Menggunakan lipstik merupakan hal yang umum bagi sebagian kaum perempuan. Karena mengaplikasikan lipstik dengan warna yang tepat akan membuat anda semakin mempesona. Beragam naungan warna dapat Anda pilih untuk membuat Anda semakin tampil cantik sehingga banyak di minati oleh banyak orang. Dan, reformasi mengenai lipstik semakin hari semakin beragam seperti yang terjadi pada era ini.

Lipstik adalah sediaan kosmetik yang digunakan untuk mewarnai bibir dengan sentuhan artistik, sehingga dapat meningkatkan estetika dalam tata rias wajah yang dikemas dalam bentuk batang padat. Hakikat fungsinya adalah untuk meningkatkan warna bibir menjadi merah, yang dianggap akan memberikan ekspresi wajah sehat dan menarik (Ditjen POM, 1985).

Lipstik terdiri atas zat warna yang terdispersi dalam pembawa yang terbuat dari komposisi campuran lilin dan minyak. Sehingga dapat memberikan suhu lebur dan viskositas yang dikehendaki. Suhu lebur lipstik yang ideal yang sesungguhnya diatur hingga suhunya mendekati suhu bibir, bervariasi antara 36-38 derajat celcius. Tetapi karena harus memperhatikan faktor ketahanan terhadap suhu cuaca di sekelilingnya, terutama suhu daerah tropis, tinggi yang dianggap lebih sesuai dan diatur pada suhu lebih kurang 62 derajat celcius, atau biasanya berkisar antara 55-75dc.

Lipstik merupakan produk kosmetik yang paling sering digunakan. Mungkin karena bibir dianggap sebagai bagian penting dalam penampilan seseorang. Persyaratan untuk lipstik yang diinginkan atau dituntut oleh masyarakat, antara lain (Tranggono dan Latifah, 2007):
-Melapisi bibir secara mencukupi.
-Dapat bertahan di bibir selama mungkin.
-Cukup melekat di bibir, tetapi tidak sampai lengket.
-Tidak menimbulkan iritasi atau alergi pada bibir.
-Melembabkan bibir dan tidak mengeringkannya.
-Memberikan warna yang merata pada bibir.
-Penampilannya harus menarik baik warna maupun bentuknya.
-Tidak meneteskan minyak, permukaannya mulus, tidak bopeng atau berbintik-bintik, atau memperlihatkan hal lain yang tidak menarik.


Maraknya jenis-jenis lipstik saat ini terjadi tak lain karena kemajuan teknologi dalam hal kosmetik yang berkembang dengan sangat pesat dan makin banyak ragamnya. Sehingga mempengaruhi perilaku gaya hidup modern. Secara psikologis, lipstik sudah menjadi kebutuhan primer seorang wanita untuk menunjang eksistensinya dalam berpenampilan dan dalam pergaulan sehari-harinya. Eksistensi sebagai motif penggunaan lipstik dalam pergaulan dijadkan alasan untuk digunakannya lipstik tersebut sebagai kebutuhan primer saat ini.

Dengan menggunakan lipstik maka Anda akan semakin tampil mempesona, warna bibir yang eksotis akan membuat Anda terlihat semakin seksi. Naungan warna lipstik yang berneka ragam dapat Anda temui, bahkan hingga warna yang paling terang sekalipun. Di indonesia penggunaan lipstik sudah menjalar ke berbagai penjuru. Hal ini menandakan bahwa lipstik sudah menjadi sebuah kebutuhan pokok para kaum perempuan.

Beberapa perempuan ada yang lebih menyukai naungan lipstik dengan warna soft tetapi ada pula yang lebih menyukai mengaplikasikan lipstik dengan warna yang strong dan glow in the dark, tentunya hal tersebut dapat di identifikasi sesuai selera masing-masing, Anda sangat bebas dalam memilih shade lipstik sesuai karakteristik dan mood Anda. Perempuan yang ingin tampilan lebih misterius dapat memilih naungan strong gelap, dan seorang perempuan yang baru remaja dapat memilih lipstik yang berwarna lebih soft.

Lisptik juga memiliki aneka jenis, baik warna dan juga tekstur serta merek dagang. Semua lipstik, baik produk lokal maupun internasional haruslah dipilih karena kualitas serta tingkat kecocokannya dengan kulit bibir. Dan yang perlu Anda ketahui, kulit bagian bibir sangatlah sensitif, kesalahan dalam memilih sebuah produk akan dapat menimbulkan iritasi, seperti bibir kusam, kering hingga pecah-pecah.

COLOURBOX Lipstick Kiss Me Collection

Manjakan diri Anda atau seseorang yang spesial dengan hadiah Koleksi Lipstik Kiss Me dari COLOURBOX produk yang termasuk edisi terbatas.

COLOURBOX Lipstick Kiss Me Collection Menjadikan bibir menyenangkan untuk dilihat, tekstur yang lembut, tidak kering, serta tidak terasa pahit saat diaplikasikan. Dikemas dengan isi 4 gr.

COLOURBOX Lipstick Kiss Me Collection produk ini mudah untuk diaplikasikan pada bibir dan akan mereproduksi warna dengan baik. Memiliki aroma yang menyenangkan dan hadir dalam 5 nuansa warna yang berbeda. Sangat nyaman dipakai, produk ini mampu bertahan lebih dari dua jam tanpa disentuh.


COLOURBOX Lipstick Kiss Me Collection produk lipstik ini adalah bagian dari koleksi terbatas Collourbox, Memiliki tekstur yang tidak lengket saat diaplikasikan, ini adalah lipstik yang sangat berpigmen, dengan kilau halus dan sangat mudah diaplikasikan pada bibir, melembapkan, serta membuat bibir sangat lembut.

Varian warna COLOURBOX Lipstick Kiss Me Collection:
Soft Nude – 35127

Shimmering Blush - 35128

Bright Fuchsia - 35129

Soft Crimson - 35130

Soft Currant – 35131

Koleksi COLOURBOX Lipstick Kiss Me Collection hadir dalam kemasan sederhana namun sangat indah dan sangat cocok untuk dikenakan pada hari yang romantis, dan membuat momen semakin indah serta penuh warna, produk yang sangat cocok untuk dijadikan sebagai hadiah yang ideal untuk diberikan dan akan membuat wanita mana pun semakin cantik.




COLOURBOX Lipstick Kiss Me Collection menyenangkan ketika diterapkan ke bibir, lembut, cerah dan berair, tidak menjadikan bibir kering, serta tidak terasa pahit. Sebuah produk lipstick yang mampu mereproduksi warna dengan baik, dengan efek hasil akhir yang basah! Jajaran rona yang variatif, bahkan Anda dapat bereksperimen dan membuat efek ombre pada bibir. Lipstick ini memiliki aroma yang tidak tajam dan tidak mengganggu, dengan tekstur lembut yang akan melembabkan bibir dengan segera setelah diaplikasikan, ringan saat bersamaan, tidak menyebar dan tidak mengencangkan kulit. Produk lipstick ini memiliki daya kegigihan yang cukup baik, memberikan kilau serta sangat ringan. Produk lipstick ini tidak menyebabkan iritasi sama sekali.



COLOURBOX Lipstick Kiss Me Collection memiliki sistem penguncian tutup ‘klik’ untuk memastikan keamanan produk. Tabung lipstik akan dapat diputar dengan sangat mudah, dihadirkan dengan bingkai indah yang cerah bahkan romantis! Penutup bermaterial plastik putih dengan tulisan produsen dan cetakan bibir.


Umur penyimpanan: 3 tahun.

BAHAN:
OCTYLDODECANOL, RICINUS COMMUNIS SEED OIL, BIS-DIGLYCERYL POLYACYLADIPATE-1, POLYBUTENE, POLYETHYLENE, CERA MICROCRISTALLINA, MICA, COPERNICIA CERIFERA CERA, HELIANTHUS ANNUUS SEED CERA, SILICA, SHOREA ROBUSTA RESIN, PARFUM, RHUS VERNICIFLUA PEEL CERA, PROPYLPARABEN, PRUNUS AMYGDALUS DULCIS OIL, BHT, TIN OXIDE, TOCOPHEROL, ASCORBYL PALMITATE, CI 77891, CI 15850, CI 77491, CI 45410, CI 19140, CI 77499, CI 77492, CI 42090.

Tips  merawat kesehatan bibir :


-Lembapkan
Bibir lebih cepat kehilangan kelembapannya dibandingkan dengan bagian-bagian tubuh yang lain. Untuk memastikan tubuh agar tidak dehidrasi sehingga bibir tidak kering dan pecah-pecah, minum air putih 8 gelas setiap hari.
-Jangan dikelupas
Ketika bibir kering, Anda pasti tergoda untuk mengelupasnya dengan menggunakan tangan Anda. Hindari mengelupas bibir kering untuk mencegah iritasi dan luka yang membutuhkan waktu semakin lama untuk pulih. Gunakan The ONE Colour Adapt Lip Balm untuk melembapkan kembali bibir yang sudah kering.
-Hindari menjilati bibir
Air liur dapat menghilangkan minyak natural bibir dan membuatnya lebih kering.
-Lindungi
Tutupi bagian mulut menggunakan scarf  jika udara di luar ruangan dingin dan berangin, untuk membantu mencegah bibir pecah-pecah.
-Eksfoliasi
Sekali seminggu, angkat kulit mati pada bibir Anda menggunakan scrub bibir yang lembut. Eksfoliasi juga dapat dilakukan menggunakan pijatan lembut dengan sikat gigi, lalu dilanjutkan dengan menggunakan The ONE Colour Adapt Lip Balm.
-Jaga pola makan
Kesehatan bibir juga dipengaruhi oleh asupan gizi dan pola diet. Cukupi kebutuhan vitamin A untuk membantu memperbaiki kelembapan dan vitamin E untuk menghaluskan dan mencegah garis halus.
-Bernapas
Hindari bernapas melalui mulut, karena akan membuat bibir Anda semakin kering.


Sejak awal perusahaan oriflame didirikan yaitu pada tahun 1967, pendiri Oriflame Mr. Robert dan Mr. Jonas af Jochnick dua kakak beradik yang berasal dari Swedia memutuskan untuk menciptakan produk-produk dengan berbahan dasar alami yang bersumber langsung dari alam.

“Mendapatkan inspirasi dari alam dan menghormati lingkungan hidup adalah salah satu inti dari filosofi kami dan bahan-bahan alami terus menjadi bagian terpenting dari portofolio produk kami. Mulai dari proses pembuatan hingga kemasan yang semakin etis, berkelanjutan dan aman sepanjang masa.”

Perusahaan Oriflame didirikan pada 1967 di Swedia. Produk mereka, dijual melalui konsultan independen, dan Oriflame memperoleh popularitas dengan cepat hingga sekarang produk Oriflame tersedia di lebih dari enam puluh negara di seluruh dunia.

Rangkaian perawatan Oriflame mencakup ratusan produk yang hanya mengandung bahan-bahan terbaik. Oriflame sangat khusus tentang penelitian mereka dan mempekerjakan banyak ilmuwan top yang terus-menerus mengerjakan formula baru dan lebih baik.

Produk produk Skin Care Oriflame dibuat terinspirasi dari impian untuk membuat Anda selalu tampil  segar alami dan awet muda , menghadirkan kebijakan terbaik dari alam, dan dibuat dengan  Ilmu pegetahuan, teknologi  terbaik dan Tren terkini dari Swedia. Ini yang membedakan Skin Care Oriflame dan membuatnya lebih unggul dari produk sejenis dipasaran. Tanggung jawab terhadap keamanan kulit dan kealamian bahan yang digunakan tanpa merusak alam.


Oriflame memiliki Pusat Penelitian dan Pengembangan khusus perawatan kulit yang mempekerjakan lebih dari seratus ilmuwan dan para ahli teknis, yang mencakup berbagai macam disiplin ilmu termasuk ilmu formulasi, penelitian kulit, uji klinis, proses pengembangan, teknologi kemasan, mikrobiologi, toksikologi, ilmu lingkungan, dukungan paten, dan masalah peraturan global.

Mari berinvestasi sedini mungkin dengan rutin merawat kulit mulai sekarang, untuk hari esok yang lebih bersinar.

Semua produk perawatan wajah/skin care Oriflame telah teruji secara klinis dan penelitiannya membutuhkan 2-7 tahun sebelum produk di luncurkan untuk di jual kepada konsultant oriflame di seluruh dunia.

Oriflame adalah perusahaan kecantikan terkemuka dengan sistem penjualan langsung, dan menjadi pemimpin pasar di lebih dari setengah pasar internasional. Portofolio produk kecantikan yang inovatif dan terinspirasi dari alam asal Swedia ini dipasarkan melalui sekitar 3 juta konsultan independen Oriflame. Oriflame kini telah tumbuh menjadi salah satu perusahaan perawatan kulit terbesar di dunia dan telah membantu memenuhi impian jutaan orang di seluruh dunia melalui model penjualan yang unik.

Menghargai orang lain dan alam memperkuat prinsip operasional Oriflame dan hal ini tercermin dalam kebijakan sosial dan lingkungan Oriflame. Oriflame mendukung berbagai badan amal di seluruh dunia dan merupakan co-founder dari World Childhood Foundation. Di Indonesia, Oriflame didirikan pada tahun 1986 dan saat ini memiliki 14 cabang dan ratusan ribu konsultan di seluruh negeri. Oriflame sekarang telah menjadi perusahaan kecantikan nomor satu dengan penjualan langsung di Indonesia.







*Tombol-tombol diatas mengandung iklan. Untuk menuju artikel yang diinginkan silahkan tunggu 5 detik hingga muncul tombol "skip ad" kemudian klik tombolnya, jika tidak muncul tombol "skip ad" harap refresh halaman tersebut (dimohon keikhlasannya demi eksistensi website ini). Iklan-iklan yang muncul bukanlah virus, Apabila terbuka jendela iklan yang baru (POP UP) silahkan tutup halaman tersebut (tekan tombol kembali untuk pengguna android). Jika tombol tidak bisa diklik silahkan refresh halaman ini.

Kreasi Usaha: Berbagai ragam Manfaat Bawang Putih Sebagai Pestisida Nabati


Manfaat Bawang Putih Sebagai Pestisida Nabati

Pestisida yang berkembang sekarang adalah pestisida kimia, yang efeknya tidak baik untuk manusia maupun lingkungan. Selain itu, pestisida kimia juga mahal dan sulit untuk didapatkan. Demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, maka pemerintah membuat program kembali ke alam dengan memanfaatkan tanaman di Indonesia sebagai pestisida alami. Selain aman untuk manusia dan lingkungan, bahannya pun mudah didapat di sekitar kita (Winarti dan Tim Redaksi Cemerlang, 2015, hlm. 20).

Bawang putih merupakan tanaman umbi yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Ciri khas bawang putih adalah aromanya yang khas dan sangat menyengat. Dalam kehidupan sehari-hari bawang putih dimanfaatkan sebagai bumbu masakan. Keistimewaan bawang putih bukan hanya sekedar sebagai bumbu makanan, tetapi bawang putih juga memiliki segudang khasiat dan manfaat lainnya.

Bawang Putih adalah nama tanaman dari genus Allium sekaligus nama dari umbi yang dihasilkan. Bawang putih dalam biasa dikenal dalam nama daerah; Lasum, bawang mental, bawang hong, bawang handak, palasuna (Sumatera); bawang bodas, bawang putih, bhabang pote (Jawa), laisona maboteik (Nusa Tenggara); lasuna kebo, lasuna pute (Sulawesi); bawa subodo, bawa iso (Maluku).

Bawang putih memiliki Ciri herba sebagai berikut, semusim, tinggi 50-60 cm. Berakar serabut kecil berjumlah banyak. Batang semu, beralur, hijau. Daun tunggal, berupa reset akar bentuk lanset, tepi rata, ujung runcing, beralur, panjang 60 cm, lebar ± 1,5 cm, menebal dan berdaging serta mengandung persediaan makanan yang terdiri atas subang yang dilapisi daun sehingga menjadi umbi lapis, berwarna hijau. Bunga memiliki 3 daun kelopak, dan 3 daun mahkota serta 6 benang sari. Buah tidak berdaging. Biji berbentuk kecil dan berwarna hitam.

Dalam bidang kesehatan bawang putih bermanfaat untuk mengatasi hipertensi, asma, batuk, masuk angin, sakit kepala, sakit kuning; sesak nafas, busung air, ambeien, sembelit, luka memar, abses, luka benda tajam, digigit serangga, cacingan, dan insomnia (sulit tidur).

Habitat dari bawang putih yang semula merupakan tumbuhan daerah dataran tinggi, tetapi sekarang di Indonesia, jenis tertentu dibudidayakan di dataran rendah. Bawang putih banyak mengandung senyawa kimia. Senyawa kimia yang terkandung dalam bawang putih antara lain tanin, minyak atsiri, dialilsulfida, aliin, alisin, enzim aliinase. Bagian tanaman yang digunakan untuk ekstrak bawang putih adalah Seluruh bagian tanaman, umbi, daun dan bunga.

Sejarah masuknya bawang putih ke Indonesia diduga melalui jalur perdagangan dengan bangsa India, Arab, dan Cina. Kemudian penggunaan bawang putih semakin menyebar. Konsumsi bawang putih memang telah meluas dari Asia Tengah ke Eropa, Afrika, Asia Timur, Amerika bahkan hingga seluruh tanah air kita (Kuswardhani, 2016, hlm. 12).


Bawang putih termasuk salah satu rempah yang telah terbukti dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Golongan senyawa yang diperkirakan memiliki aktivitas antimikroba pada bawang putih, seperti allisin, ajoene, dialil sulfida, dialil disulfida, yang termasuk dalam golongan senyawa tiosulfinat. Tiosulfinat adalah golongan senyawa yang mengandung 2 atom belerang yang saling berikatan rangkap dengan atom oksigen seperti allisin.

Bawang putih juga berkhasiat untuk menyehatkan tanaman. Ekstrak bawang putih diketahui berguna untuk mengendalikan beberapa jenis organisme pengganggu tanaman (OPT), mulai dari hama serangga, bakteri maupun jamur patogen.

Pestisida adalah substansi (zat) kimia yang digunakan untuk membunuh atau mengendalikan berbagai hama. Berdasarkan asal katanya pestisida berasal dari bahasa inggris yaitu pest berarti hama dan cida berarti pembunuh. Yang dimaksud hama bagi petani sangat luas yaitu tungau, tumbuhan pengganggu, penyakit tanaman yang disebabkan oleh fungi (jamur), bakteria dan virus, nematoda (cacing yang merusak akar), siput, tikus, burung dan hewan lain yang dianggap merugikan. Menurut peraturan Pemerintah No. 7 tahun 1973 (yang dikutip oleh Djojosumarto, 2008, hlm. 2) pestisida adalah semua zat kimia atau bahan lain serta jasad renik dan virus yang dipergunakan untuk:
-Memberantas atau mencegah hama dan penyakit yang merusak tanaman, bagian tanaman atau hasil-hasil pertanian.
-Memberantas rerumputan.
-Mematikan daun dan mencegah pertumbuhan tanaman atau bagian-bagian tanaman, tidak termasuk pupuk.
-Memberantas atau mencegah hama-hama luar pada hewan-hewan peliharaan dan ternak.
-Memberantas dan mencegah hama-hama air.
-Memberikan atau mencegah binatang-binatang dan jasad-jasad renik dalam rumah tangga, bangunan dan alat-alat pengangkutan.
-Memberantas atau  mencegah binatang-binatang yang  dapat menyebabkan penyakit pada manusia atau binatang yang perlu dilindungi dengan penggunaan pada tanaman, tanah dan air.

Penggologan Pestisida
Penggolongan pestisida berdasarkan sasaran (Wudianto R, 2010, hlm. 12) yaitu:
-Insektisida adalah bahan yang mengandung senyawa kimia yang bisa mematikan semua jenis serangga.
-Fungisida adalah bahan yang mengandung senyawa kimia beracun dan bisa digunakan untuk memberantas dan mencegah fungi/cendawan.
Fungisida merupakan jenis pestisida yang secara khusus dibuat dan digunakan untuk mengedalikan (membunuh, menghambat atau mencegah) jamur atau cendawan patogen penyebab penyakit. Bentuk fungisida bermacam-macam, ada yang berbentuk tepung, cair, gas dan butiran. Fungisida yang bebentuk tepung dan cair adalah yang paling banyak digunakan. Fungisida dalam bidang pertanian diunakan untuk mengendalikan cendawan pada benih, bibit, batang, akar, daun, bunga dan buah. Aplikasinya dilakukan dengan penyemprotan langsung ketanaman,  injeksi batang, pengocoran pada akar, perendaman benih dan pengasapan (fumigan) (Sudarmo, 1991, hlm. 50).
-Bakterisida. Disebut bakterisida karena senyawa ini mengandung bahan aktif beracun yang bisa membunuh bakteri.
-Nermatisida, digunakan untuk mengendalikan nematoda.
-Akarisida atau mitisida adalah bahan yang mengandung senyawa kimia yang digunakan untuk membunuh tungau, caplak dan laba-laba.
-Rodenstisida adalah bahan yang mengandung senyawa kimia beracun yang digunakan untuk mematikan berbagai jenis binatang pengerat, misalnya tikus.
-Moluskisida adalah pestisida untuk membunuh moluska, yaitu: siput, bekicot serta tripisan yang banyak dijumpai di tambak.
-Herbisida adalah senyawa kimia beracun yang              dimanfaatkan untuk membunuh tumbuhan pengganggu yang disebut gulma.
-Pestisida lain seperti Pisisida, Algisida, Advisida dan lain-lain.
-Pestisida berperan ganda yaitu pestisida yang berperan untuk membasmi 2 atau 3 golongan organisme pengganggu tanaman.

Pestisida Organik
pestisida nabati merupakan kearifan lokal di Indonesia yang sangat potensial untuk dimanfaatkan dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), guna mendukung terciptanya sistem pertanian organik. Dan banyak sekali bahan di alam sekitar kita yang bisa digunakan untuk membuat pestisida nabati.

Pestisida nabati adalah bahan aktif tunggal atau majemuk yang berasal dari tumbuhan (daun, buah, biji atau akar) berfungsi sebagai penolak, penarik, antifertilitas (pemandul), pembunuh danbentuk lainnya. dapat untuk mengendalikan organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Pestisida nabati bersifat mudah terurai (bio-degradable) di alam sehingga tidak mencemari lingkungan, dan relatif aman bagi manusia dan ternak peliharaan karena residu mudah hilang (Badan Pengkajian Teknologi Pertanian Jambi, 2012, hlm. 1)

Pestisida jenis ini bisa dibilang paling aman bagi lingkungan dibandingankan dengan pestisida kimia serta bersahabat dengan manusia, karena semua bahan-bahannya diracik sendiri dan menggunakan bahan alami maka bisa dipastikan jenis pestisida ini aman.

Cara kerja pestisida nabati sangat spesifik, yaitu:
- Merusak perkembangan telur, larva dan pupa.
-Menghambat pergantian kulit.
-Mengganggu komunikasi serangga.
-Menyebabkan serangga menolak makan.
-Menghambat reproduksi serangga betina.
-Mengurangi nafsu makan.
-Memblokir kemampuan makan serangga.
-Mengusir serangga.
-Menghambat perkembangan patogen penyakit.

Pestisida nabati mempunyai beberapa keunggulan dan kelemahan. Keunggulan pestisida nabati antara lain:
-Mudah  didapat, bahan baku cukup tersedia, berkualitas, kuantitas dan kontinuitas terjamin.
-Mudah dibuat ektrak, sederhana, murah dan membutuhkan waktu yang tidak lama.
-Relatif aman terhadap lingkungan.
-Tidak menyebabkan keracunan pada tanaman.
-Sulit menimbulkan kekebalan terhadap hama.
-Kompatibel digabung dengan cara pengendalian yang lain.
-Menghasilkan produk pertanian yang sehat karena bebas residu pestisida kimia.

Menurut Winarti dan Tim Redaksi Cemerlang (2015, hlm. 20) ada beberapa pertimbangan dalam pengembangan pestisida organik, yaitu:
-Kandungan senyawa pestisida harus efektif pada kisaran 3-5% bobot kering bahan.
-Selektif dan pengendalian yang luas.
-Bahan yang digunakan bisa dalam bentuk segar/kering.
-Efek residunya singkat, tetapi cukup lama efikasinya.
-Cepat diuraikan oleh matahari.
-Sedapat mungkin pelarutnya air (bukan senyawa sintetis).
-Budidayanya mudah dan tahan terhadap kondisi suhu optimal.
-Tidak menjadi gulma atau inang hama penyakit.
-Bersifat multiguna.

Kelemahan pestisida nabati, adalah:
-Daya kerja relatif lambat.
-Tidak membunuh jasad sasaran secara langsung.
-Tidak tahan terhadap sinar matahari.
-Kurang praktis.
-Tidak tahan disimpan.
-Terkadang harus diaplikasikan / disemprotkan berulang-ulang.

Allisin adalah komponen utama hasil degradasi secara enzimatis dari prekursir pembentuk citarasa (Alliin) bawang putih yang tidak stabil dan sangat reaktif yang disebabkan lemahnya ikatan S-S (Block, 1992 dalam Hadittama, 2009, hlm. 11).

Ekstrak bawang putih bekerja sebagai repellent (penolak) hama tanaman, aromanya yang menyengat membuat serangga hama enggan mendekati tanaman. Ekstrak bawang putih bersifat sebagai insektisida, nematisida, fungisida dan antibiotik.


Bawang putih sangat efektif untuk mengendalikan hama pada tanaman seperti trips, apids, ulat, belalang dan beberapa jenis hama pada tanaman terutama pada tanaman hortikultura. Efektifitas bawang putih sebagai pengendali hama pada tanaman karena mempunyai senyawa kimia yang mudah menguap yang tidak disukai oleh hama tanaman. Senyawa kimia bawang yang mudah menguap ini menyebabkan gangguan visual pada hama sehingga dapat mempengaruhi tingkah laku dan kecepatan kolonisasi serangga.

Dari beberapa penelitian umbi bawang putih mengandung zat aktif awcin, enzim alinase, germanium (mampu mencegah rusaknya sel darah merah), sativine (mempercepat pertumbuhan sel dan jaringan serta merangsang susunan sel saraf), sinistrine, selenium (mikromineral penting yang berfungsi sebagai antioksidan), scordinin (antioksidan), nicotrinic acid. Kandungan allisin pada bawang putih mermanfaat sebagai bakterisida, fungisida, dan dapat menghambat perkembangan cendawan maupun antimikroba lainnya (Solihin, 2009, hlm. 58).

Bawang putih diduga mengandung senyawa alilsistein. Alilsistein merupakan salah satu senyawa antijamur yang bekerja dengan mengganggu metabolisme sel Candida albicans dengan cara inaktivasi protein, penghambatan kompetitif dari senyawa sulfidril atau dengan penghambatan non kompetitif dari fungsi enzim melalui oksidasi. Selain itu alilsistein juga dapat menghambat sintesis DNA dan protein (Khaira, dkk, 2016, hlm. 39).

Senyawa kimia lain yang dapat merusak membran jamur adalah saponin. Saponin mempunyai kerja merusak membran plasma dari jamur. Senyawa saponin dapat merusak sel membran sitoplasma jamur dengan cara meningkatkan permeabilitas membran sel jamur. Saponin dapat terkondensasi pada permukaan suatu benda atau cairan dikarenakan memiliki gugus hidrokarbon yang larut lemak (berada pada membran sel), sehingga dapat menyebabkan sel-sel pada membran sitoplasma lisis (Kulsum, 2014, hlm. 15). Senyawa kimia flavoniod pada bawang putih juga memiliki aktivitas antijamur. Flavonoid yang berada di dalam sel jamur akan mengendapkan protein yang tersusun atas asam amino sebagai hasil translasi dari RNA. Gangguan pada pembentukan partikel protein dapat mencegah proses sintesis protein di dalam inti sel sehingga menyebabkan kematian pada sel jamur (Supriyono, 2016, hlm.17).

Bawang putih memiliki potensi sebagai antimikroba, kemampuan dalam menghambat pertumbuhan mikroba meliputi virus, bakteri, protozoa, dan jamur. Fungsi bawang putih dalam menghambat pertumbuhan bakteri memiliki spektrum yang luas, karena dapat menghambat pertumbuhan gram positif maupun bakteri gram negatif. Dialildisulfida (DADS) dan dialiltetrasulfida (DATS) yang merupakan kandungan dari bawang putih memiliki berpotensi sebagai antibakteri. Cara senyawa ini bekerja dengan mereduksi sistein dalam bakteri yang akhirnya mengganggu ikatan disulfida dalam protein bakteri (Damayanti, 2014, hlm. 8).

Pestisida nabati dapat diaplikasikan dengan menggunakan alat semprot (sprayer) gendong seperti pestisida kimia pada umumnya. Namun, apabila tidak dijumpai alat semprot, aplikasi pestisida nabati dapat dilakukan dengan bantuan kuas penyapu (pengecat) dinding atau merang yang diikat. Caranya, alat tersebut dicelupkan kedalam ember yang berisi larutan pestisida nabati, kemudian dikibas-kibaskan pada tanaman.

Supaya penyemprotan pestisida nabati memberikan hasil yang baik, butiran semprot harus diarahkan ke bagian tanaman dimana jasad sasaran berada. Apabila sudah tersedia ambang kendali hama, penyemprotan pestisida nabati sebaiknya berdasarkan ambang kendali.

Untuk menentukan ambang kendali, perlu dilakukan pengamatan hama seteliti mungkin. Pengamatan yang tidak teliti dapat mengakibatkan hama sudah terlanjur besar pada pengamatan berikutnya dan akhirnya sulit dilakukan pengendalian.

Penelitian yang dilakukan oleh Supriyono (2016, hlm. 20) menunjukan ekstrak bawang putih mampu untuk pengendalian jamur S. Rolfsii yang menyebabkan penyakit pada kedelai dengan kandungan senyawa bawang putih yaitu alliin sebagai antifungi yang disintesis dari asam amino sistein. Menurut Desvani dkk (2015) ekstrak bawang putih juga dapat berfungsi sebagai penolak kehadiran serangga. Pestisida dari bawang putih juga dapat berfungsi untuk mengusir keong, siput dan bekicot, bahkan mampu membasmi siput dengan merusak sistem saraf.

Menurut Kulsum (2014, hlm. 10) bawang putih berpotensi sangat kuat dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans, hal ini disebabkan dalam bawang putih terdapat suatu zat yang disebut minyak atsiri. Minyak atsiri ini sifatnya mudah menguap pada suhu kamar sehingga disebut Terpenoid Essential Oils. Minyak atsiri dapat digunakan sebagai pewangi, antibakteri dan antijamur. Salah satu zat aktif yang terdapat di dalam minyak atsiri adalah allicin. Allicin dapat bergabung dengan protein dan mengubah strukturnya agar mudah untuk dicerna. Kemampuan bergabung dengan protein itulah yang akan mendukung daya antibiotiknya, karena allicin menyerang protein mikroba dan akhirnya membunuh mikroba tersebut.

Penelitian yang dilakukan oleh Supriyono (2014), bahwa penelitian yang berjudul “Potensi Ekstrak Bawang Putih Sebagai Fungisida Nabati Terhadap Pertumbuhan Jamur Sclerotium rolfsi SACC” berdasarkan penelitiannya dengan mengamati pengembangan koloni jari, presentase penghambatan koloni jamur bobot kering dan jumlah sklerotia, hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih mampu menghambat perkembangan pertumbuhan koloni jamur hingga 92,66% pada konsentrasi 5%.

Penelitian yang dilakukan oleh Haefa Kulsum S (2015), bahwa penelitian yang berjudul “Aktivitas Antifungi Ekstrak Bawang Putih dan Black Garlic varietas kumbu hijau dengan Metode Ekstraksi yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Candida albicans” berdasarkan hasil penelitiannya secara in vitro menunjukkan bahwa ekstrak black garlic tidak mempunyai aktivitas antifungi, sedangkan ekstrak bawang putih mempunyai aktivitas antifungi terhadap Candida albicans.



*Tombol-tombol diatas mengandung iklan. Untuk menuju artikel yang diinginkan silahkan tunggu 5 detik hingga muncul tombol "skip ad" kemudian klik tombolnya, jika tidak muncul tombol "skip ad" harap refresh halaman tersebut (dimohon keikhlasannya demi eksistensi website ini). Iklan-iklan yang muncul bukanlah virus, Apabila terbuka jendela iklan yang baru (POP UP) silahkan tutup halaman tersebut (tekan tombol kembali untuk pengguna android). Jika tombol tidak bisa diklik silahkan refresh halaman ini.