Thursday, 2 January 2020

Cantik Sehat: Penggunaan Talc / Talek dalam Produk Kosmetika


Penggunaan Talc / Talek dalam Produk Kosmetika

Talc atau talek/talkum adalah mineral magnesium silikat (terhidrasi) dengan rumus kimia H2Mg3(SiO3)4. Talc merupakan mineral alam yang didapatkan dari pertambangan. Talc atau talek/talkum dapat ditemukan dalam endapan batu di seluruh muka bumi dan menjadi komoditas tambang, seperti banyak mineral lainnya. Setelah diambil dari sumbernya, talk dihancurkan sebagian, dipilah, dan ditentukan tingkat kualitasnya. Bijih talk yang memenuhi standar akan digiling menjadi bubuk, diuji ukuran partikelnya, dan diperiksa untuk memenuhi standar sebuah produk.

Talc atau talek/talkum adalah mineral yang terbentuk secara alami, ditambang dari bumi, terdiri dari magnesium, silikon, oksigen, dan hidrogen. Secara kimiawi, talk adalah magnesium silikat hidro. Mineral ini dapat digunakan untuk menyerap kelembapan, mencegah pengerasan, membuat riasan wajah menjadi buram, atau untuk meningkatkan rasa produk.

Talc atau talek/talkum juga dikenal sebagai French chalk, terkadang mengandung sedikit aluminium silikat. Ini adalah mineral abu-abu keputihan yang terjadi secara alami. Dalam penggunaannya Talc juga berfungsi dalam membantu kulit terasa lembut, segar, sejuk dan kering. Mineral ini juga dapat mengurangi gesekan yang mengiritasi kulit. Dalam kosmetik warna, Talc digunakan untuk membantu mengontrol kilau dan menyerap minyak.

Talc atau talek/talkum telah digunakan secara luas dalam industri, seperti dalam pembuatan kertas, keramik, coating, plastik, elektronik, krayon, kosmetik, dan masih banyak lagi. Dalam kosmetik, talc menjadi bahan dasar bedak, blush on, eyeshadow dan aneka kosmetik lainnya, baik yang berbentuk padat (solid) maupun non-solid.

Bubuk bedak Talc atau talek/talkum adalah mineral terlembut di bumi dalam bentuk bubuk yang sudah dimurnikan. Talc adalah bahan kimia “lengai”. Ini adalah mineral yang tidak menimbulkan reaksi kimia saat ditelan atau digunakan pada kulit. Banyak orang yang telah memanfaatkan kelembutan, keamanan, dan daya serap alaminya sejak zaman Mesir kuno.

Talc atau talek/talkum telah digunakan selama berabad-abad. Dan merupakan mineral terlembut di dunia, dan telah dimanfaatkan untuk beragam penggunaan. Mineral ini sangat umum ditemukan terkandung dalam makanan yang kita konsumsi, termasuk permen karet, beras, dan minyak zaitun, serta berbagai produk yang kita gunakan setiap hari (seperti produk tata rias, sabun, dan antiperspiran).

Talc atau talek/talkum muncul secara alami sebagai deposit mineral dan dihargai karena kelembutannya. Talk grade kosmetik diproduksi sehingga sesuai dengan United States Pharmacopeia (USP) dan spesifikasi industri.

Lima ribu tahun yang lalu, orang-orang Mesir dan India barat laut menggunakan mineral alami untuk mencerahkan kulit mereka. Orang Cina membuat serbuk wajah yang mirip dari bubuk beras yang dicampur dengan bedak dan sejenis tanah liat yang disebut kaolin. Saat ini, bedak adalah bahan umum dalam blush, eyeshadow, foundation dan berbagai produk kecantikan lainnya. Mineral lembut memberi riasan tekstur sutra yang membuatnya lebih mudah diaplikasikan. Bedak juga mampu menyerap minyak, mencegah pengelupasan dan membuat riasan wajah lebih transparan. Produk-produk make up yang sering mengandung Talc atau talek/talkum antara lain; Foundation, Concealer, Blush, Eye shadow, Bedak wajah, Maskara, Rouge, Eyeliner, Pensil alis, Lipstik, Krim pelembab, Losion, Masker wajah, merupakan kisaran produk make up dimana talc dapat ditemukan.

Konsentrasi talc dalam produk make up berbeda dari item ke item. Bedak wajah sering mengandung hingga 100 persen talc, menurut laporan keamanan dari Panel Pakar Peninjau Bahan Kosmetik. Produk-produk lain, seperti basa rias aerosol bisa mencapai 35 persen talc.

Kebanyakan orang akan mentolerir bedak dengan baik, tetapi mineral tersebut dapat memiliki efek samping yang tidak diinginkan. Talk dapat menyebabkan masalah jika tertelan atau terhirup. Selain itu, jika make up yang mengandung bedak masuk ke mata Anda, itu dapat menyebabkan kemerahan dan sensasi bahwa ada sesuatu yang tersangkut di mata Anda.

Talc atau talek/talkum adalah bahan kimia alami berupa senyawa mineral. Untuk serbuknya sendiri berwarna putih terang dan halus. Talkum sulit sekali larut bahkan dalam pelarut apapun termasuk air. Senyawa ini diperoleh dengan cara penambangan.

Dalam pembuatan tablet talkum digunakan agar tablet tidak rapuh. Namun, kini penggunaanya sudah jarang. Dan, dalam kosmetik talkum digunakan agar make up tidak cepat luntur, karena sifatnya yang tidak larut air. Sedangkan dalam pembuatan bedak, talkum berfungsi agar serbuk bedak mudah dimasukkan dari mesin ke wadah tempat bedaknya. Bisa dibilang pelicin atau antiadherent dalam kefarmasian. Selain itu talkum juga berfungsi sebagai penambah masa, bobot dan volume sediaan bedak.

Didalam produk bedak yang umum dipasaran terkandung bahan tambahan (exipient dalam farmasi) yaitu talcum/talk/talek. Dan, bahan ini telah menjadi perbincangan hangat sejak dulu hingga kini karena dibeberapa penelitian menyebutkan bahwa talkum bisa menyebabkan kanker paru dan ovarium.

Sejak lama talkum ramai diperbincangkan mengenai efek jangka panjangnya. Ada sebuah penelitian yang menyimpulkan bahwa talkum yang terhirup dalam jangka panjang bisa mengakibatkan kerusakan pada sistem pernafasan. Tapi penelitiannya menggunakan jumlah talkum maksimal pada hewan percobaan. Yang pasti ketahanannya berbeda dengan manusia. Talc atau talek/talkum ini merupakan senyawa mineral yang ditambang. Sumbernya sangat berdekatan dengan penambangan asbes. Dan berdasarkan penelitian, unsur asbes inilah yang sudah terbukti memiliki sifat karsinogenik atau bisa mengakibatkan kanker.

Meskipun talk memiliki sejarah panjang penggunaan yang aman dalam berbagai produk, beberapa orang mempertanyakan apakah penggunaan bubuk bedak talk dapat meningkatkan risiko kanker. Baru-baru ini, publik bertanya apakah talk yang digunakan dalam berbagai produk tersebut telah terkontaminasi dengan asbes. Ratusan uji coba telah dilakukan berulang kali untuk membuktikan bahwa suatu produk talk haruslah bebas dari asbes. Talk yang berkualitas berasal dari sumber bijih mineral terpercaya yang akan melewati persyaratan yang ketat dan akan diuji secara rutin untuk memastikan talk tidak mengandung asbestos, serta melewati uji berbagai laboratorium independen ataupun universitas.

Sumber bahan yang berdekatan sering mengakibatkan kontaminasi asbes pada talkum. Sehingga asbes yang mengkontaminasi talkum jika dihirup dan masuk kedalam jaringan dan dapat memicu terjadinya kanker. Karena itulah, industri yang menggunakan talkum pada produk bedaknya harus lulus uji bebas asbes. Talkum free asbestos ini ada dalam foodgrade, pharmaceutical grade, cosmetic grade, dan sertifikasi lainnya.

Penggunaan produk bedak yang mengandung talkum pada area genital (miss v) tidak diperbolehkan karena disinyalir talkum bisa terserap kedalam indung telur dan mengendap. Sudah terdapat kasus kanker ovarium yang terjadi karena bertahun-tahun menggunakan bedak talkum untuk mengeringkan miss v setelah buang air kecil.

Literatur ilmiah yang diterbitkan kembali ke tahun 1960-an telah menyarankan hubungan yang mungkin antara penggunaan bubuk yang mengandung talc dan kejadian kanker ovarium. Namun, studi-studi ini belum secara meyakinkan menunjukkan hubungan semacam itu, atau jika hubungan semacam itu ada, faktor risiko apa yang mungkin terlibat. FDA memiliki penelitian berkelanjutan di bidang ini. Selain itu, pertanyaan tentang potensi kontaminasi bedak dengan asbes telah diajukan sejak tahun 1970-an.

Dugaan hubungan antara mineral talc dan kanker ovarium tersebut berawal dari sebuah studi ilmiah pada tahun 1997 yang menemukan partikel talc di dalam jaringan kanker ovarium. Hal tersebut diduga akibat penggunaan bedak pada area genital. Banyak penelitian sudah dilakukan untuk menemukan hubungan kausal antara talc dan kanker ovarium, sebagian ada yang mengatakan penggunaan talc pada area genital bisa meningkatkan resiko kanker ovarium, sebagian lagi mengatakan tidak sama sekali.

Sangat tidak direkomendasikan menggunakan talc di area genital meski yang dipakai adalah talc bebas asbes sekalipun. Jadi, jangan dibiasakan menggunakan bedak di area sela paha dan sekitarnya, stop kebiasaan orang tua dulu yang suka nepukin bedak di area nappy setelah ganti popok.

Pada 1998, Dr. Hugh MacDonald, saat itu menjabat sebagai direktur neonatal di Santa Monica Hospital dan anggota divisi janin dan newborn di American Academy of Pediatrics, sudah melarang penggunaan talc. “Kebanyakan dokter anak merekomendasikan agar tidak menggunakan talc. Semua orang yang menggunakan bedak talek harus hati-hati bila menghirupnya, karena bisa menimbulkan reaksi pneumonia,” ujarnya pada Los Angeles Times. Namun, sampai saat ini penelitian mengenai hubungan talc dan kanker masih terus dilakukan. Sebab beberapa studi dilakukan dalam jumlah terbatas, sehingga perlu diteliti lebih lanjut.

Secara natural, talc dapat bercampur dengan mineral silikat lain, salah satunya yaitu asbes. Kontaminasi asbes pada talc terjadi dikarenakan sumber alami mereka yang berdekatan. Asbes ini lah yang menjadi ancaman kesehatan, karena dapat menyebabkan berbagai gangguan paru-paru seperti asbestosis, edema pleura sampai kanker paru-paru bila serat-serat asbes terhirup.

Asbes juga merupakan mineral silikat yang terbentuk secara alami, tetapi dengan struktur kristal yang berbeda. Talek dan asbes, keduanya adalah mineral yang terbentuk secara alami yang dapat ditemukan di dekat bumi. Tidak seperti talc, asbes adalah karsinogen yang dikenal. Ada potensi kontaminasi talc dengan asbes dan oleh karena itu, penting untuk memilih lokasi penambangan bedak dengan hati-hati dan mengambil langkah-langkah untuk menguji bijih secukupnya.

Sebuah studi tahun 2018 oleh Kelompok Penelitian Minat Publik AS (PIRG) melaporkan asbes tingkat tinggi dalam tiga jenis make up yang dijual oleh Claire. Pengecer sejak itu menyatakan bangkrut. Pada tahun yang sama, Justice, sebuah toko pakaian eceran milik Ascena Retail Group, Inc., menarik kembali delapan produk rias "Just Shine" yang mengandung mineral berserat beracun.

Penyandang resiko tertinggi terkena kanker paru adalah para penambang, penghancur dan penggiling batu talc, terutama bila standar keamanan kerjanya rendah.Karena secara alami Talc atau talek/talkum memang bisa terkontaminasi asbes yang sifatnya karsinogenik (menyebabkan kanker).

Nellie Kershaw merupakan seorang pekerja tambang asbes yang meninggal karena asbestosis. Dan, menjadi orang pertama yang menjadi studi kasus literatur medis mengenai bahaya asbes.           

Pada proses penambangan dan penggilingan batuan talc, masih terdapat resiko terhirupnya serat asbes yang bercampur pada talc. Sedangkan talc yang sudah sampai ke tangan konsumen, telah dipastikan aman karena melalui proses purifikasi supaya talc bebas dari berbagai mineral lain termasuk asbes.

Talc atau talek/talkum aman digunakan. Riset, bukti klinis, dan studi selama hampir 40 tahun oleh pakar medis independen di seluruh dunia, terus mendukung keamanan talk. Mineral ini tidak menimbulkan kanker. The National Cancer Institute’s Physician Data Query Editorial Board menyimpulkan bahwa bukti kaitan antara paparan talk pada perineum dan peningkatan risiko kanker ovarium tidak terlalu kuat.

Talc atau talek/talkum terus digunakan dalam berbagai produk dengan fondasi ilmu pengetahuan selama berpuluh-puluh tahun yang menjamin keamanannya. Otoritas kesehatan di seluruh dunia telah meninjau data tentang talk, dan telah digunakan di seluruh dunia.


Talc atau talek/talkum telah digunakan dalam tata rias selama berabad-abad, tetapi tuntutan hukum terhadap talek dan produk yang tercemar asbes telah meningkatkan masalah keamanan di kalangan konsumen. Ketika para peneliti terus mempelajari hubungan antara bedak dan kanker, konsumen dapat melindungi diri mereka sendiri dengan membaca label kosmetik dan menggunakan produk hanya sesuai petunjuk.

Sejak tahun 1973, di Amerika Serikat penggunaan talc sudah dijamin asbestos-free dan dianggap aman untuk digunakan secara luas. Namun perdebatan talc dan kanker masih berlanjut, meski studi ilmiah sudah banyak dilakukan untuk menemukan korelasinya. Dan tidak ada satupun bukti ilmiah yang menyatakan bahwa penggunaan talc dalam make-up (yang dikhawatirkan terhirup) dapat menyebabkan kanker. IARC (nternational Agency for Research on Cancer) yang berada langsung dibawah WHO, menyatakan bahwa menghirup talc yang tidak mengandung asbes dinyatakan: “not classifiable as to carcinogenicity in humans.”  Menggunakan talc untuk make-up tidak mengancam kesehatan paru-paru, karena bahan baku make-up masa kini harus menggunakan cosmetic grade talc yang dijamin bebas asbes yang bisa menyebabkan kanker paru.

Food and Drug Administration telah menetapkan bahwa Talc umumnya diakui sebagai aman (GRAS) untuk digunakan sebagai agen anti-caking dalam makanan. Talc juga diizinkan sebagai agen anti-caking dalam bubuk vanila. FDA telah mendaftarkan Talc sebagai aditif warna yang dapat digunakan dalam pewarnaan produk obat dan sebagai komponen warna untuk digunakan dalam obat dan kosmetik.

Pada tahun 2009, FDA memutuskan untuk melihat lebih dekat pada kemurnian talek kosmetik dan meminta sembilan pemasok bedak untuk sampel talek mereka. Hanya empat yang dipenuhi. Badan ini juga menganalisis 34 produk kosmetik, termasuk blush on, foundation, bedak wajah, bedak tubuh dan eye shadow. Meskipun tidak ada asbes yang ditemukan di salah satu bedak atau kosmetik yang diuji, FDA memperingatkan agar tidak terlalu banyak mengumpulkan dari penelitian. Dikatakan hasilnya dibatasi oleh jumlah pemasok bedak yang berpartisipasi, dan mencatat bahwa hanya sebagian kecil dari semua kosmetik di pasar diuji. FDA menyebut hasil informatif tetapi menyatakan bahwa "mereka tidak membuktikan bahwa sebagian besar atau semua produk kosmetik yang mengandung talek atau talek saat ini dipasarkan di Amerika Serikat kemungkinan bebas dari kontaminasi asbes."

Pada 18 Oktober 2019, FDA memperbarui Safety Alert  dan mengeluarkan Pembaruan Konstituen baru yang memperingatkan konsumen untuk tidak menggunakan produk kosmetik tertentu yang dinyatakan positif mengandung asbes. FDA terus menganalisis kosmetik untuk kontaminasi asbes dan akan memberikan pembaruan dengan informasi tambahan yang tersedia.

Di bawah Federal Food, Drug and Cosmetic Act, produk dan bahan kosmetik, dengan pengecualian zat warna, tidak harus menjalani tinjauan atau persetujuan FDA sebelum produk tersebut dipasarkan. Kosmetik harus diberi label dengan benar, dan mereka harus aman untuk digunakan oleh konsumen dalam kondisi penggunaan yang berlabel atau kebiasaan. Undang-undang tidak mewajibkan perusahaan kosmetik untuk berbagi informasi keselamatan dengan FDA.

Dari waktu ke waktu, FDA telah menerima pertanyaan tentang keamanannya dan apakah bedak mengandung kontaminan berbahaya, seperti asbes. FDA memantau kemungkinan masalah keamanan dengan produk kosmetik di pasar dan mengambil tindakan saat diperlukan untuk melindungi kesehatan masyarakat. Sebelum kita dapat mengambil tindakan terhadap kosmetik, kita perlu data ilmiah untuk menunjukkan bahwa itu berbahaya berdasarkan penggunaan yang dimaksudkan.

Talc atau talek/talkum jarang mengganggu kulit. Bahkan, orang sering menggunakan Talc untuk menenangkan kulit kering atau teriritasi. Tetapi mineral bubuk dapat menyebabkan masalah jika masuk ke bawah kulit melalui luka terbuka. Talc tidak boleh diterapkan pada kulit ketika penghalang epidermis hilang atau terganggu secara signifikan. Menerapkan bedak pada luka dapat menyebabkan infeksi dan peradangan. Sebuah laporan kasus tahun 2006 dalam Jurnal Akademi Dermatologi dan Venereologi Eropa menggambarkan seorang anak berusia enam tahun yang mengalami kantung peradangan keras di wajahnya, yang dikenal sebagai granuloma, setelah menerapkan bedak talek pada lesi cacar air. Jika Anda memiliki luka atau lecet di wajah Anda, mungkin lebih baik untuk tidak menggunakan bedak atau make up dengan kandungan Talc pada kulit. Jika Anda mengalami tanda-tanda iritasi atau infeksi pada bagian kulit tempat Anda menggunakan produk bedak, hentikan penggunaannya dan segera kunjungi dokter atau dokter kulit.

Menghirup bedak kosmetik dapat menyebabkan masalah pernapasan serius. Sebagian besar laporan melibatkan anak atau bayi yang secara tidak sengaja menghirup atau menelan bedak bayi, keracunan bubuk wajah juga dapat terjadi. Dikutip dari Cancer.org, bedak bayi dengan kandungan asbes yang terhirup bisa menjadi salah satu penyebab kanker. Gejala keracunan bubuk wajah meliputi; batuk, gangguan pernapasan, iritasi mata, dan sensasi terbakar di tenggorokan. Ini juga dapat menyebabkan sakit perut, mual, muntah dan diare. Tidak seperti keracunan Talc, keracunan bubuk wajah jarang serius atau fatal, tetapi mungkin memerlukan perawatan medis darurat jika gejalanya parah.

Bila Anda sangat harus menggunakan bedak bayi untuk bayi Anda, coba pilih bedak bayi yang tidak mengandung talc. Pilih bedak bayi yang mengandung tepung tapioka, tepung jagung, tepung oat, baking soda, atau bahkan krim untuk ruam, bukan bertekstur bubuk. Konsultasikan juga pada dokter anak, alternatif bedak bayi atau bedak talek untuk buah hati. Anda juga harus memperhatikan beberapa hal saat mengaplikasikan bedak bayi bagi anak Anda, antara lain:
-Hindari langsung mengaplikasikan bedak bayi ke genitalia. Cukup tepuk-tepuk tipis ke bagian kulit di sekitar genitalia dan di kaki.
-Hindari mengaplikasikan bedak bayi di sekitar mata bayi Anda.
-Jauhkan bedak bayi dari wajah Anda dan bayi Anda, supaya tidak terhirup.
-Jauhkan bedak bayi dari jangkauan anak.
-Tuang bedak bayi langsung ke tangan dan beri jarak jauh dari wajah.
-Jangan keluarkan bedak bayi langsung ke bagian tubuh bayi. Tuang dulu ke kain lembut, lalu tepuk-tepuk kain tersebut ke kulit anak Anda.

Menghirup Talc berulang juga dapat menyebabkan masalah paru-paru yang serius pada orang dewasa, termasuk asma, dan bronkitis. Talcosis adalah peradangan paru-paru yang dapat menyebabkan kekakuan atau jaringan parut paru-paru dan gagal paru-paru. Gejala umum termasuk sesak napas dan batuk kering. Diagnosis menggunakan sinar-X pada paru-paru biasanya dapat mengidentifikasi talcosis murni, yang muncul sebagai nodul kecil di lobus bawah paru-paru. Tes fungsi paru biasanya akan menunjukkan tanda-tanda penyakit paru restriktif, yang menyebabkan penurunan volume paru-paru dan sesak napas.

Untuk membantu mencegah penghirupan Talc oleh konsumen, bedak yang digunakan dalam produk bubuk longgar di Amerika Serikat digiling menjadi ukuran partikel yang relatif besar, yang tidak terhirup (> 5 μm). Keamanan inhalasi bedak telah dipelajari oleh Program Toksikologi Nasional (NTP). Sementara sebuah studi pada hewan uji yang menghirup dosis besar talc selama dua tahun menunjukkan beberapa hewan mengembangkan efek kesehatan yang merugikan, para ahli yang menghadiri lokakarya ISRTP / FDA Talc menyimpulkan bahwa penelitian ini tidak relevan untuk memprediksi risiko manusia karena melebihi dosis maksimum yang dapat ditoleransi secara fungsional, yang berarti melebihi kemampuan sistem uji untuk menghasilkan hasil yang bermakna. Tingkat pajanan sangat tinggi sehingga menyebabkan partikel berlebih di paru-paru. Karena itu, tumor paru-paru yang diamati pada beberapa hewan uji kemungkinan besar terkait dengan toksisitas kronis sebagai akibat kelebihan partikel, daripada efek langsung dari Talc. Ini berarti bahwa sangat mungkin bahwa efek yang diamati akan terlihat dengan zat partikulat lainnya yang diuji dengan cara yang serupa, terlepas dari sifat bahan yang diuji.

Paparan pekerjaan dan penggunaan obat adalah penyebab paling umum dari talcosis paru, "menghirup talc murni dalam kosmetik" juga dapat menyebabkan penyakit paru-paru, menurut para peneliti di Moffitt Cancer Center.

Studi dan tuntutan hukum juga mengaitkan Talc dan mesothelioma. Mesothelioma adalah kanker mematikan yang disebabkan oleh paparan asbes. Penyakit tambahan yang terkait dengan Talc termasuk kanker paru-paru, kanker rahim, kanker serviks dan penyakit yang berhubungan dengan asbes.

Perdebatan tentang hubungan potensial antara kanker dan produk-produk yang mengandung talek seperti produk-produk kesehatan wanita dan bedak bayi terus berlanjut, produk-produk rias yang mengandung talc belum masuk dalam pengawasan hukum yang sama. Hal ini mungkin dikarenakan, sebagian, dari cara make up digunakan. Sementara Talc dapat digunakan secara bebas di seluruh tubuh, kebanyakan orang hanya merias wajah dalam jumlah sedikit.

Toksikologi NasionalProgram (NTP) menunda pertimbangan untuk mendaftarkan Talc dalam Laporannya tentang Karsinogen setelah peninjauan pada tahun 2000 menemukan kebingungan yang cukup besar mengenai sifat mineral dan konsekuensi dari paparan terhadap Talc, keduanya mengandung serat asbestiform dan tidak mengandung serat asbestiform. Pada Oktober 2005, NTP menarik Talc dari peninjauan, menjelaskan bahwa telah menjadi jelas bahwa literatur tentang kedua bentuk Talc, dengan beberapa pengecualian, memberikan karakterisasi yang tidak memadai dari bahan-bahan aktual yang sedang dipelajari untuk memungkinkan seseorang mencapai kesimpulan definitif mengenai zat spesifik yang bertanggung jawab untuk berbagai hasil kesehatan yang merugikan yang dilaporkan. Sebuah meta-analisis yang diterbitkan pada tahun 2007 oleh Muscat dan Huncharek menunjukkan tidak ada hubungan antara penggunaan perineal (area genital) talc dan kanker ovarium. Namun, sejumlah case-controlepidemiologipenelitian pada tahun 1990-an melaporkan peningkatan kecil pada kanker ovarium di kalangan wanita yang menggunakan bedak di daerah perineum. Di antara sembilan studi yang ditinjau oleh 1994 International Society of Regulatory Toxicology and Farmacology (ISRTP) / workshop FDA mengenai penggunaan konsumen dan perspektif kesehatan Talc, delapan studi menemukan risiko relatif 1,6 atau kurang, dan satu memiliki risiko relatif tidak signifikan 3,9 . Risiko relatif kurang dari 2 umumnya dianggap tidak cukup untuk menetapkan signifikansi biologis. Satu studi dengan risiko relatif tidak signifikan 3,9 tidak dapat dipisahkan dari kesalahan acak karena didasarkan pada hanya tujuh kasus dan tiga kontrol yang menggunakan bubuk debu. Studi epidemiologi tambahan, selesai sejak lokakarya ISRTP / FDA, tidak memberikan dukungan bahwa penggunaan bedak perineum dikaitkan dengan kanker ovarium. Para ahli yang menghadiri lokakarya ISRTP / FDA Talc menyimpulkan bahwa studi epidemiologi tidak menunjukkan hubungan nyata antara talc dan kanker ovarium. Studi yang diselesaikan sejak lokakarya 1994 tidak memberikan bukti bahwa bedak bersifat karsinogenik, atau merupakan faktor penyebab dalam perkembangan kanker ovarium pada manusia.

Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) menjadwalkan evaluasi ulang Talc selama tahun 2006. Evaluasi sebelumnya diklasifikasikan talc tidak mengandung serat asbestiform sebagai "tidak diklasifikasikan sebagai karsinogenisitasnya kepada manusia" pada tahun 1987. Talk (tidak mengandung asbes) ) telah diberikan prioritas rendah untuk evaluasi ulang. Sementara laporan dari pertemuan IARC belum dipublikasikan, laporan awal adalah bahwa untuk Talc Penghirupan (Industri), data manusia disimpulkan "tidak memadai", data hewan disimpulkan "terbatas" (satu studi saja); oleh karena itu diklasifikasikan sebagai "tidak dapat diklasifikasikan sebagai karsinogenisitasnya kepada manusia" Untuk penggunaan perineal Bedak Tubuh berbasis bedak, data manusia disimpulkan "terbatas" dan tidak ada data hewan.

Laporan terbaru telah menemukan talek yang terkontaminasi asbes dalam make up dari toko pra-remaja populer seperti Claire.Serat asbes bisa mematikan ketika dihirup, menyebabkan mesothelioma yang akan berkembang beberapa dekade setelah paparan awal. Namun menurut Henry Spiller, direktur Central Ohio Poison Center, risiko tersebut besar terjadi terhadap anak-anak kecil. "Meskipun seharusnya tidak ada dalam produk konsumen dan tentu saja tidak dalam make up anak-anak, kecuali jika anak Anda membuat awan debu besar dari make up setiap hari selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan, jumlah paparan asbes hampir nol," tulis Spiller dalam sebuah blog posting untuk Rumah Sakit Anak Nasional.

Karena itulah penting sekali untuk membeli produk kosmetik yang teregistrasi, sebab tidak ada jaminan ketika Anda memakai bedak abal-abal. Anda harus membiasakan diri membaca label. Lihatlah kemasan riasan sebelum Anda membelinya, dan jika Anda tidak yakin apa isinya, beralihlah ke merek lain.



NASA: Moreskin Cream First Day Anti Aging


PT. Natural Nusantara

Natural Nusantara atau nama singkatnya “NASA” berdiri sejak bulan Oktober 2002 di Yogyakarta. Sejak lahirnya, PT. Natural Nusantara (NASA) memiliki visi yaitu “Menuju Indonesia Makmur Raya Berkeadilan” dan memiliki komitmen untuk bergerak memajukan usaha di bidang agrokomplek, kesehatan dan lain-lain yang sedang berkembang pesat di Indonesia. Mengingat Indonesia sebagai negara luas, agraris dan mayoritas masyarakat terjun di dunia agro-dalam artian luas.

PT. Natural Nusantara memiliki nama dari 2 kata yaitu kata Natural yang berarti mengutamakan teknologi yang alami dan ramah lingkungan, dan kata yang kedua yaitu Nusantara yang artinya mengutamakan hasil karya anak bangsa. Dari kedua nama tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa PT. Natural Nusantara adalah sebuah perusahaan yang memiliki konsep produk-produk yang terbuat dari bahan organik herbal dan merupakan hasil karya dari negeri sendiri dan bukan import. PT. NASA bergerak di bidang perdagangan yang menyediakan produk-produk alami berkualitas yang bahan bakunya 100% dari Indonesia.


Dalam aktifitas produksinya, PT. Natural Nusantara melakukan berbagai prosedur dan proses yang amat teliti dan teratur. Sebelum melakukan pemasaran terhadap produknya PT. Natural Nusantara harus melewati lulus uji dan mendapatkan sertifikat resmi dari BPOM dan MUI.

PT. NASA mampu tetap bertahan dan berkembang di tengah era persaingan global yang luar biasa. Dan, pada tahun 2010 mulai mengekspor produknya ke Malaysia, Brunei, Singapore, Hongkong, Yunani, Taiwan, negara-negara timur tengah, Korea dll. Perkembangan yang sangat luar biasa yang mampu dicapai oleh perusahaan lokal karya anak bangsa.

Seiring berkembangnya waktu dan kebutuhan masyarakat terhadap obat sehat maka PT. NASA mulai memiliki inovasi untuk membuat sebuah produk obat herbal alami yang tentunya juga mempunyai kualitas yang sudah teruji dan melalui pengecekan serta standariasi dari berbagai ahli tanaman obat yang sudah terlatih.

Berbekal pengalaman dalam meracik obat sesuai dengan kadar yang tepat membuat PT. Natural Nusantara semakin maju untuk mengembangkan berbagai produk kesehatan antara lain, yaitu ; crystal x, royal jelly, lechitin, chloropyllin, amne, cordimune, acaiplus, dan masih banyak produk lagi, PT. Natural Nusantara selalu berinovasi memberikan yang terbaik untuk Nusantara maupun international.

Sejarah PT. Natural Nusantara

Lahir dari sebuah keprihatinan mendalam umumnya terhadap kondisi ekosistem di muka bumi yang mengalami proses kerusakan akibat pengembangan dan rekayasa kimia dasar dasar dengan dosis dan pengaplikasian yang kurang bijaksana yang di antaranya melanda dunia Agrokomplek (pertanian, perkebunan,perikanan) untuk sarana mewujudkan “Indonesia Makmur Raya Berkeadilan”,Disisi Obyeknya aspek Kuantitas-Kualitas-Kelestarian. Produksi Agrokomplek masih jauh dari potensi optimalnya sementara di sisi Subyeknya, aspek pola pikir-Mental-Motivasi-Keilmuan-Modal juga masih belum mencapai kompetensinya.

Berawal dari aktivitas budidaya di Tahun 1985 oleh Ir. Soemarno khususnya di sub sektor hortikultura. Tanggap terhadap kondisi, maka semenjak tahun tersebut mulai dilakukan penelitian dan pengembangn untuk perbaikan lingkungan yang terutama di tujukan untuk aspek obyeknya dahulu yang sehingga sekarang telah menghasilkan banyak produk dan teknik budidaya di bidang agrokompleks dan teknologi perbaikan / reklamasi lahan-lahan yang rusak atau tercemar yang semuanya berasaskan Back To Nature(Kembali Ke Alam) sesuai agenda 21 hasil Konfrensi Tingkat Tinggi(KTT) BUMI di bawah panji PBB bertepat di Rio de Janairo tahun 1992.

Pengembangan aspek Subyek (SDM Pertaniannya) di lakukan melalui pola networking sehingga di harapkan dapat ter-up grade (meningkat) di sisi pola pikir, mental, motivasi, keilmuan dan permodalan dengan cukup efektif, efisien dan cepat.

Aktivitas budidaya sekaligus mencermati kondisi lingkungan hidup, maka orientasi berkembang ke bidang penelitian dan pengembangan (R andD) khususnya perbaikan lingkungan hidup/ekosistem.

Khusus aspek bahan baku utama produk pupuk organik NASA, terjamin ketersediaannya (terlepas dari proses produksinya yang harus bertahap sesuai perkembangan pasar). Hanya 30% deposit bahan baku utama yang dipergunakan sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh Indonesia selama ± 16 ribu tahun, dimana sisanya ( 70 % ) dapat dipergunakan untuk Dunia guna menunjang Agenda 21 (Back To Nature), karena sepanjang catatan, bahan baku utama tersebut mayoritas di dunia hanya terdapat di Indonesia.

Mengingat potensi luar biasa keanekaragaman hayati Indonesia pada khususnya dan dunia pada umumnya maka mulai tahun 2003 dikembangkan juga pengolahan keanekaragaman hayati untuk membantu kesehatan manusia. Banyak produk food supplement telah diluncurkan untuk memelihara kesehatan maupun membantu penyembuhan berbagai macam penyakit yang beberapa diantaranya telah didokumentasikan dalam bentuk Video (VCD/DVD) dan Flashdisk (UFD). Selain teknologi alami untuk membantu kesehatan manusia dikembangkan juga beragam teknologi kosmetik dan perawatan tubuh / body care alami serta home care yang lebih efektif dan aman dipergunakan.


Secara intensif, perusahaan ini melakukan pengembangan SDM meliputi pola pikir, mental, motivasi, keahlian dan modal. Tidak hanya menciptakan produk berkualitas untuk pertanian, peternakan dan perikanan saja. Pada tahun 2003, PT. NASA mulai mengembangkan produk yang bermanfaat untuk kesehatan manusia dengan mengolah keanekaragaman hayati Indonesia. Salah satunya Crystal X yang dikenal sebagai pusaka wanita. Kemudian, di tahun 2007, PT. NASA melakukan 7 pengembangan teknologi inovatif, bekerja sama dengan perusahaan lain yang sevisi. Contohnya penciptaan mesin Reserve Osmosis yang bisa mengubah air kran menjadi air minum.

Ke depan PT. NASA group akan terus berkomitmen senantiasa meriset dan mengembangkan semua jenis teknologi dalam bentuk produk, baik riset mandiri maupun bekerjasama dengan pihak lain, utamanya semua jenis teknologi berkualitas yang bisa dihasilkan oleh Anak Bangsa sendiri guna lebih memperkokoh semangat Neo-Nasionalisme.
Kosmetik merupakan salah satu benda yang sangat penting bagi setiap orang. Kosmetik bisa membuat para wanita tampil lebih feminisme, terlihat anggun, dan membuat mereka lebih percaya diri untuk acara apapun.

Kosmetik merupakan bahan yang digunakan pada tubuh manusia untuk mempercantik, merawat, mengubah penampilan, membersihkan, atau melindungi bagian-bagian tubuh yang diinginkan, dan salah satu bagian dari kosmetik adalah make-up. Diketahui oleh para ahli arkeolog, kosmetik pertama dimulai di Mesir sejak empat ribu tahun Sebelum Masehi. Terbukti dengan adanya artifak-artifak yang diduga digunakan sebagai produk make-up untuk mata dan wangi-wangian. Kemudian, make-up semakin luas digunakan pada masa kerajaan Roma. (www.britannica.com, 2015).


Kosmetik memang mempunyai berbagai macam. Setiap kosmetik mempunyai fungsi masing- masing. Kosmetik- kosmetik yang biasanya digunakan oleh setiap wanita seperti, pembersih wajah, hand body lotion, alas bedak, bedak, lipstick, pensil alis, eyeliner, dan cat kuku. Itulah kosmetik- kosmetik yang biasa digunakan oleh setiap wanita untuk tampilan hari- harinya.

Dalam dokupen Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK.00.05.4.1745 tentang Kosmetik disebutkan beberapa istilah terkait definisi kosmetik. BPOM menjelaskan pengertian kosmetik. Dan berikut ini adalah pengertian beberapa istilah kosmetik tersebut:

Kosmetik adalah bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir dan organ genital bagian luar) atau gigi dan mukosa mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik.
Kosmetik lisensi adalah kosmetik yang diproduksi di wilayah Indonesia atas dasar penunjukan atau persetujuan tertulis dari pabrik induk di negara asalnya.
Kosmetik kontrak adalah kosmetik yang produksinya dilimpahkan kepada produsen lain berdasarkan kontrak.
Kosmetik impor adalah kosmetik produksi pabrik kosmetik luar negeri yang dimasukkan dan diedarkan di wilayah Indonesia.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1175/Menkes/Per/VIII/2010 Tentang Izin Produksi Kosmetika, definisi kosmetika adalah bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir dan organ genital bagian luar) atau gigi dan membran mukosa mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik.

Wikipedia menjelaskan kosmetik adalah zat atau produk yang digunakan untuk meningkatkan atau mengubah penampilan wajah, atoma atau tekstur pada tubuh. Beberapa kosmetik dirancang fungsinya spesifik untuk bagian tertentu seperti wajah, rambut dan badan. Kosmetik dibuat dari campuran bahan kimia, sebagian dari bahan alami (misal minyak kelapa atau zaitun), sebagian dari bahan sitentis.

Menurut lembaga yang mengatur peredaran obat dan makanan di Amerika Serikat, Food and Drug Administration (FDA), yang dimaksud dengan kosmetik adalah sesuatu yang diaplikasikan pada tubuh manusia dengan tujuan atau memiliki fungsi untuk membersihkan, mempercantik, dan memperbaiki penampilan. Definisi FDA tersebut memberikan gambaran bahwa semua bahan yang ditujukan untuk fungsi tersebut dimasukkan sebagai bahan kosmetik. FDA secara spesifik mengecualikan sabun ke dalam kategori kosmetik.

Dalam Buku Pedoman Pelaksanaan Pelayanan Izin Produksi Kosmetika yang diterbitkan oleh Permenkes juga telah mengategorikan 9 bentuk dan jenis sediaan kosmetik. BPOM juga menggolongkan kosmetik berdasarkan bahan dan penggunaannya serta untuk maksud evaluasi produk, 2 golongan kosmetik. Menurut Badan POM, pengertian bahan kosmetik adalah bahan yang berasal dari alam atau sintetik yang digunakan untuk memproduksi kosmetik.

Terkait dengan cara pembuatan kosmetik yang baik (CPKB), Badan POM membedakan beberapa jenis bahan kosmetik. Jenis bahan kosmetik menurut BPOM adalah bahan awal, bahan baku, bahan pengemas dan bahan pengawet.

-Bahan Awal
Bahan baku dan bahan pengemas yang digunakan dalam pembuatan suatu produk.
-Bahan Baku
Semua bahan utama dan bahan tambahan yang digunakan dalam pembuatan produk kosmetik.
Bahan dasar atau bahan baku kosmetik adalah bahan yang digunakan untuk melarutkan bahan lainnya. Biasanya volume dari bahan ini lebih banyak, dibandingkan bahan lainnya. Biasanya bahan utama dari aneka macam kosmetik adalah, air, alkohol, dan vaselin.
-Bahan Pengemas
Suatu bahan yang digunakan dalam pengemasan produk ruahan untuk menjadi produk jadi.
-Bahan Pengawet
Bahan yang ditambahkan pada produk dengan tujuan untuk menghambat pertumbuhan jasad renik.

BPOM juga sangat memperhatikan apakah produk yang berhasil dibuat oleh produsen mempunyai efek samping atau tidak. Hal ini akan dicek dan dilakukan uji coba, baik pada kulit / dermis, atau pada mata atau pada bagian lainnya. Jika produk tersebut sudah lulus standar uji coba seperti ini, maka produk tersebut termasuk produk kosmetik aman menurut BPOM.


Make-up memang sangat penting untuk menjaga penampilan setiap orang. Semakin banyaknya ragam kosmetik saat ini, maka sebagai konsumen Anda memang harus memilih jenis kosmetik yang benar- benar cocok. Karena itulah, disarankan untuk mencari produk kosmetik yang telah terpercaya.

Kosmetik merupakan hal yang paling utama untuk menunjang penampilan, perempuan yang memiliki berbagai aktivitas padat akan lebih sering memakai kosmetik. Hal ini untuk mendukung tampilan supaya terlihat fresh sehingga lebih nyaman untuk di lihat. Penampilan yang baik juga bertujuan supaya mereka dapat di hargai orang lain.

Kosmetik memiliki berbagai jenis dan rupa, Anda dapat melihat dengan adanya beragam merk yang hadir di pasaran. Setiap merk akan memberikan kualitasnya masing – masing. Jajaran kosmetika yang memiliki kualitas baik akan cepat naik penjualannya. Hal ini dikarenakan adanya sebuah uji dari para konsumennya. Bahkan sebuah brand juga akan dapat tersohor dengan metode pemasaran word of mouth atau pemasaran dari mulut ke mulut.

Produk kosmetik terdiri dari skincare untuk wajah hingga untuk seluruh tubuh. Sebuah produk skin care akan memiliki manfaat masing – masing, dari efek memutihkan hingga produk yang mampu membuat kulit semakin indah mempesona. Dengan demikian jelas tentunya jika skincare sangat di butuhkan oleh banyak orang.


Merias diri merupakan tabiat sebagian besar wanita, setiap wanita tentu ingin selalu terlihat berpenampilan cantik dan menawan dihadapan orang ataupun suami merupakan suatu hal yang wajar bagi wanita. Jadi tidak heran jika berbagai macam produk kosmetik serta alat kecantikan begitu laku laris dipasaran.

Berdandan berlebih namun tidak memperhatikan aspek kebersihan maka tidak ada artinya, misalkan jika kita berdandan berlebih, namun tetap terkesan kotor jika dipandang atau tercium aroma yang tidak sedap, tentu saja akan merusak penampilan. Karena itulah, memperhatikan kebersihan merupakan hal pertama dan utama yang harus diperhatikan seseorang ketika sedang berhias atau mempercantik diri.

Kulit memiliki peran yang sangat penting karena kulit merupakan organ tubuh yang paling luar, berfungsi untuk melindungi organ bagian dalam tubuh. Kebersihan dan kesehatan pada kulit bagi seseorang merupakan sebuah keharusan atau wajib untuk diperhatikan. Agar seseorang tidak salah langkah dalam merawat kulit, maka perlu mengenal jenis kulit. Setiap jenis kulit mempunyai kebutuhan masing-masing yang ternyata sangat berlainan. Terdapat beberapa jenis kulit yang umumnya kita kenal :
-Jenis kulit normal
Memiliki kulit normal merupakan dambaan bagi setiap orang. Karena perawatan kulit normal lebih mudah jika dibandingkan dengan jenis kulit yang lain. Tanda-tanda kulit normal memiliki pori-pori yang kecil, permukaan yang lembut, dan elastisitas bagus saat disentuh. Tanpa menggunakan riasan apapun jenis kulit ini sudah terlihat indah dan terbebas dari noda. Cara mudah untuk mengetahui kulit yang normal dengan mengusapkan tisu diwajah pada pagi hari atau setelah bangun pagi, jika tidak terdapat minyak yang menempel di tisu maka termasuk jenis kulit yang normal.
-Jenis kulit kering
Jenis kulit kering ini ditandai dengan sering mengelupas dan mudah timbul kerutan pada kulit. Tanda yang lain adalah kulit terlihat kusam, jika kulit digores maka akan terlihat bekas putih, hal ini menandakan bahwa kulit dalam kondisi bersisik kering. Jenis kulit kering herus mendapatkan perawatan kulit yang tepat. Kulit kering dikarenakan kurangnya kelenjar minyak pada kulit, untuk mengatasinya, Anda dapat menggunakan pelembab serta minum air putih dengan kadar yang mencukupi. Terdapat keuntungan jika memiliki kulit dengan jenis kering yaitu; tidak mudah berjerawat.
-Jenis kulit berminyak
Jenis kulit berminyak ini selalu terlihat mengkilap dan terdapat jerawat serta komedo dikarenakan memiliki pori-pori yang besar. Kelenjar minyak yang berlebih akan menjadi penyebab timbulnya jerawat dan noda diwajah. Jadi jenis kulit berminyak membutuhkan perawatan yang lebih, untuk itu bagi seseorang yang memiliki jenis kulit ini harus secara teratur membersihkan kotoran yang hinggap di wajah.
-Kulit kombinasi
Kulit ini merupakan gabungan dari dua kombinasi, yaitu kulit kering dan kulit berminyak. Secara umum kita akan melihat kulit kombinasi sebagai kulit yang tampak lembut dan tidak keriput. Namun daerah yang meliputi; dahi, hidung, dan dagu rnerupakan daerah dengan kulit berminyak, sedangkan di bagian pipi dan sekitar mata merupakan daerah kulit kering. Merawat jenis kulit ini dengan menggunakan pembersih astrigent pada area berminyak dan menambahkan pelembap di area-area kering.
-Kulit sensitif
Kulit jenis ini dapat ditandai dari munculnya masalah sebagai akibat dari penggunaan kosmetik, paparan sinar matahari ataupun angin dan udara, yang pada jenis kulit lain tidak menimbulkan efek terlalu buruk. Kulit jenis ini sangat peka terhadap rangsangan yang datang dari luar.Biasanya pemilik kulit ini mempunyai riwayat alergi. Produk perawatan kulit ringan akan sangat membantu bagi pemilik kulit sensitif.

Moreskin Cream First Day Anti Aging


Moreskin Cream First Anti Aging NASA merupakan sebuah produk kosmetika baru dari jajaran Moreskin yang di keluarkan oleh PT. Natural Nusantara (NASA) serta di formulasikan khusus untuk wanita di atas 30 tahun. Produk ini sangat direkomendasikan untuk Anda yang sedang mencari produk skincare yang bisa mencerahkan sekaligus sebagai anti aging bagi kulit wajah.

Moreskin Cream First Anti Aging NASA bermanfaat untuk menjaga kulit dari masalah kulit menua atau pun penuaan dini, meliputi; kulit keriput, bintik hitam ( flek hitam ), dan warna kulit tidak merata. Produk ini yang sudah berlogo halal dari MUI serta sudah memiliki sertifikat dari BPOM.

Manfaat Moreskin Cream First Anti Aging NASA :
-Menyamarkan garis-garis halus pada kulit wajah.
-Merangsang pembentukan kolagen yang bisa menghambat penuaan dini.
-Dapat mencerahkan kulit dan melindungi dari paparan sinar matahari.
-Dapat mengencangkan wajah apabila dapakai secara rutin.



Moreskin Cream First Day Anti Aging NASA bermanfaat untuk melembapkan kulit wajah serta membantu melindungi wajah dari paparan sinar ultra violet. Sebuah produk kosmetika yang mampu membantu mencerahkan dan menyamarkan garis halus pada kulit, sangat cocok untuk digunakan oleh wanita dengan umur diatas 30 tahun.

Cara penggunaan Moreskin Cream First Day Anti Aging NASA :
Gunakan pada bagian wajah dan leher secara merata sebelum Anda melakukan aktifitas pada siang hari.

Perizinan:
POM NA 18182000383
Netto: 20 gr



Dengan menggunakan Moreskin Cream First Day Anti Aging NASA secara rutin dan teratur akan menjadikan kulit wajah Anda tampil lebih putih, lembab, kenyal dan cerah sepanjang hari.


Lengkapi produk perawatan wajah Anda dengan Moreskin Cream First Anti Aging NASA.

Anggota PT Natural Nusantara

PT Natural Nusantara tidak menjual produk-produknya sendiri. Strategi marketing yang dijalankan yaitu memasarkan produk lewat cabang-cabang distributor dalam bentuk Stokicst Nasa sebagai pusat informasi dan distribusi barang bagi para distributor.

Natural Nusantara memiliki cabang-cabang untuk pendistribusian produk-produknya. Distributor PT. Natural Nusantara (NASA) inilah yang menjadi ujung tombak perusahaan dalam memasarkan produknya ke konsumen.

Marketing plan yang dikembangkan oleh perusahaan ini juga tidak hanya semata-mata mengutamakan perolehan omzet. Para distributor memiliki peluang jenjang karir dan tingkat penghasilan. Jenis rabat yang ditawarkan meliputi rabat penghasilan dan rabat karir. Itulah mengapa menjadi distributor PT. NASA cukup menguntungkan. Terlebih lagi ada potongan harga hingga 50% dan perolehan laba penjualan produk hingga 100%.



Dengan mengedepankan aspek 3K (kuantitas, kualitas dan kelestarian), PT. NASA memastikan tidak hanya distributornya saja yang memperoleh keuntungan. Para konsumen juga mendapatkan jaminan mendapatkan produk asli apabila langsung membeli dari agen resmi. Untuk membedakan dengan reseller ilegal atau yang menawarkan produk palsu dan oplosan, semua distributor diberikan kartu keanggotaan khusus. Kartu identitas ini bisa dijadikan bukti bahwa agen tersebut memiliki ijin resmi khusus dari PT. Natural Nusantara serta menjamin keaslian, keamanan dan garansi penggunaan produk bagi konsumen.

Hingga kini Natural Nusantara telah berkembang pesat dengan jumlah member 500.000 lebih. Produk yang didistribusikan antara lain berbagai macam produk agrokomplek, kosmetik kecantikan, suplemen kesehatan, body care, herbal, home care, pertanian, perikanan dan peternakan.

Produk nasa kini memiliki lebih dari 150 macam produk dengan memberikan manfaat baik untuk kehidupan maupun untuk perekonomian.

Ciri-ciri Distributor Asli (Resmi) PT. Natural Nusantara:


Distributor asli dari PT. Natural Nusantara tidak pernah menjual produk dengan harga di bawah harga standar konsumen atau di bawah harga yang telah ditetapkan oleh perusahaan, karena itu merupakan etika bisnis yang harus ditaati oleh distributor.

Distributor PT. Natural Nusantara yang asli tidak mernah merasa ragu dalam melakukan penjualan produk, misalnya saat melakukan transaksi penjualan produk seorang distributor mampu memantapkan keaslian produk tersebut, serta mampu menjawab pertanyaan yang diajukan calon konsumen dengan tepat dan benar serta tidak terlihat mengada-ada.

Seorang distributor asli PT. Natural Nusantara akan memasang foto produk asli NASA pada iklan mereka termasuk mencamtumkan ciri-ciri produk asli yang sedang dijualnya.

Distributor asli PT. Natural Nusantara akan mampu menjelaskan ciri-ciri khusus produk yang asli dan yang palsu, seperti perbedaan pada kemasan atau perbedaan pada isi produk.

Distributor asli PT. Natural Nusantara pasti memiliki kartu member distributor sebagai bukti bahwa dia dalah distributor resmi NASA dan mampu menunjukkannya kepada Anda jika memang diperlukan.

Keberhasilan PT. Natural Nusantara dalam mengelola dan mengangkat produk berbahan organik telah memberikan kemanfaatan yang nyata dan bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Ke depan PT. Natural Nusantara group akan terus berkomitmen senantiasa meriset dan mengembangkan semua jenis teknologi dalam bentuk produk. Baik melakukan riset mandiri maupun bekerja sama dengan pihak lain, utamanya semua jenis teknologi berkualitas yang bisa dihasilkan oleh anak bangsa agar dapat lebih memperkokoh semangat Neo-Nasionalisme.



Alamat PT Natural Nusantara :
Jl. Ring Road Barat no 72 Salakan, Trihanggo, Gamping, Sleman, Yogjakarta.

Call Center. 0274-6499191, Fax. 0274-6499192


*Tombol-tombol diatas mengandung iklan. Untuk menuju artikel yang diinginkan silahkan tunggu 5 detik hingga muncul tombol "skip ad" kemudian klik tombolnya, jika tidak muncul tombol "skip ad" harap refresh halaman tersebut (dimohon keikhlasannya demi eksistensi website ini). Apabila terbuka jendela iklan yang baru (POP UP) silahkan tutup halaman tersebut (tekan tombol kembali untuk pengguna android). Jika tombol tidak bisa diklik silahkan refresh halaman ini.