Thursday, 19 July 2018

Beberapa Faktor Penyebab Kulit Kering serta Tips Mengatasinya

                  Penyebab Kulit Kering serta Tips Mengatasinya

Memiliki wajah putih dan fresh tentu menjadi dambaan untuk setiap wanita. Wajah yang segar akan meningkatkan kepercayaan diri si pemiliknya, terlebih lagi bagi  mereka yang memiliki pekerjaan yang mengharuskan untuk bertemu banyak orang. Penampilan yang segar dan prima menjadi suatu keharusan, karena akan menimbulkan kesan pemiliknnya memperhatikan penampilan.

Terkadang keadaan kulit kering menyebabkan wajah terlihat kusam dan lebih tua. Keadaan ini tentu sangat mengganggu sekali, karena selain mengganggu penampilan kulit wajah kering juga terasa tidak nyaman. Sebab, biasanya kulit wajah  kering dapat menyebabkan iritasi, gatal atau kemerahan.

Perawatan kulit wajah merupakan salah satu langkah penting untuk mendapatkan kulit wajah yang halus dan kencang. Hanya saja, kulit kemungkinan kehilangan cairan akibat kondisi tertentu, sehingga menjadikannya tampak kering.

Perawatan kulit wajah perlu dilakukan untuk mengurangi risiko mengalami kulit kering. Sebab, semakin bertambahnya usia, risiko untuk mengalami kulit kering akan lebih besar. Tanda bahwa kulit mengalami kekeringan bisa berupa permukaan kulit wajah yang terasa kasar, mengelupas, pecah-pecah dan terasa gatal.

Selain mengganggu penampilan, kulit wajah kering dapat mengganggu dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Karena itu, penting untuk melakukan perawatan kulit wajah kering dengan cermat. Pastikan Anda minum air putih yang cukup dan mengonsumsi banyak buah serta sayur-sayuran, juga menghindari kebiasaan merokok yang dapat berdampak pada kulit. Terapkan pola hidup sehat untuk membantu menjaga kondisi kulit yang sehat.

Kulit kering adalah kondisi umum pada kulit yang terjadi akibat kekurangan cairan pada lapisan laping luar pada kulit. Bagian tubuh yang terbuka, seperti lengan, tangan, dan kaki adalah area yang paling rentan mengalami gangguan ini.

Kulit kering atau xerosis, bisa dialami siapa saja tanpa memandang jenis kelamin. Kulit kering dapat terjadi dengan tingkatan yang berbeda pada tiap orang, tergantung pada kondisi kesehatan, tempat tinggal, lama waktu di ruangan terbuka, serta faktor usia. Orang-orang lanjut usia lebih rentan mengalami kulit kering.
Kulit kering berpotensi menyebabkan infeksi. Sebab, ketika kulit mengalami pecah-pecah atau mengelupas dapat memudahkan bakteri masuk dan menginfeksi.

Kekeringan terjadi ketika kulit tidak mampu mempertahankan air atau minyak alami yang cukup. Kondisi ini biasanya diikuti rasa gatal, kulit terasa kencang, hingga sakit mungkin dikeluhkan. Bahkan, kulit memerah dan berdarah dapat terjadi.

Gejala Kulit Kering
Pada sebagian orang, kulit kering bisa dialami sepanjang hidup mereka. Namun kebanyakan, kondisi ini hanya berlangsung sementara atau hanya pada waktu-waktu tertentu saja, tergantung pada kondisi-kondisi yang telah disebutkan sebelumnya.

Kulit kering sering ditandai dengan beberapa gejala, seperti permukaan kulit yang terasa dan terlihat kasar. Selain itu, pemilik kulit kering akan mendapati kulitnya terasa kencang atau kaku saat mandi, setelah mandi, atau saat berenang. Kemerahan dan rasa gatal juga biasa muncul.

Gejala lain yang sering muncul adalah terdapat retakan atau garis-garis halus pada kulit. Kulit juga kemungkinan akan memiliki sisik dan mengelupas. Dalam kondisi yang lebih parah, terdapat retakan yang dalam dan mungkin mengeluarkan darah.

Penyebab Kulit Kering
Kondisi kulit kering terjadi saat lapisan kulit paling luar mengalami kekurangan cairan, yang dapat disebabkan oleh berbagai hal.

Sebagian besar penyebab kulit kering bukanlah hal serius. Faktanya, penyebab terbesar berasal dari kebiasaan sehari-hari yang telah lama kamu terapkan.

Dibawah ini adalah beberapa penyebab yang merupakan pemicu dari gejala kulit kering, antara lain:

Iritasi
Penyebab iritasi sangat beragam, mulai dari sabun hingga parfum. Iritasi yang terjadi di kulit bisa juga disebabkan oleh kain atau bahan pakaian, serta bahan yang digunakan untuk mencuci baju, seperti deterjen atau pelembut kain.

 Menggosok kulit
Salah satu kegiatan yang bertujuan untuk membersihkan kulit, namun bisa menyebabkan kulit kering adalah menggosok kulit. Apalagi jika kebiasaan ini dilakukan dengan alat gosok seperti spons. Gesekan yang terjadi antara alat gosok dan kulit inilah yang berpotensi merusak lapisan kelembapan di permukaan kulit, sehingga menyebabkan kekeringan pada kulit.

Sabun muka dengan scrub sebaiknya tidak dipilih karena dapat menyebabkan iritasi. Cukup gunakan pencuci muka yang lembut dan mengandung pelembap, seperti lanolin atau silikon surfaktan.

Tujuan scrub adalah menghilangkan sel kulit mati yang ada di permukaan kulit. Selain itu, kecerahan akan bertambah karena cahaya yang memantul pada permukaan kulit. Namun, perlu waktu yang cukup panjang sebelum melakukan scrub kembali. Jika tidak, hal ini justru menyebabkan kulit bersih terkelupas.

Melakukan scrub terlalu sering akan menyebabkan kulit menjadi kemerahan, mengelupas dan kering. Jangan lebih dari 2 kali dalam seminggu melakukan scrub wajah.

Bertambahnya usia
Makin bertambah usia, makin tipis dan makin kering kondisi kulit seseorang. Perubahan ini wajar terjadi, mengingat makin tua seseorang makin berkurang hormon yang diproduksi tubuh. Penurunan hormon itu meliputi hormon-hormon yang berhubungan dengan kesehatan kulit.

Menggosok badan dengan handuk setelah mandi
Mandi dapat membantu melembapkan kulit. Namun, jika seseorang langsung menggosok badan dengan handuk sampai kering segera sesudah mandi, kelembapan tersebut dapat hilang dan menyebabkan kulit kering.

Pemakaian sabun yang salah
Memakai sabun yang tidak diperuntukkan untuk kulit saat mandi, akan membahayakan. Hal tersebut akan membuat pelembap alami pada kulit terkikis, sehingga membuat kulit kering. Sabun dengan formulasi kuat seperti antiseptik juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kulit kering.

Sabun juga dapat menghilangkan minyak alami kulit. Apalagi jika digunakan terlalu banyak. Hindari penggunaan sabun yang mengandung pewangi tambahan.

Memakai sembarang pencuci muka
Pemakaian sabun yang salah dapat mengurangi minyak yang berperan sebagai pelindung kulit. Terlalu sering mencuci muka juga dapat menjadi penyebab kulit wajah kering.

Mencuci atau membersihkan wajah tidak boleh sembarangan. Pilihlah sabun pembersih wajah yang cocok untuk kulit anda, sebab menggunakan  sabun yang salah atau sabun yang mengandung bahan-bahan kimia, serta detergen yang sifatya keras akan menyebabkan kulit kering.

Tanpa diketahui,mungkin kamu telah menggunakan pencuci muka dengan kandungan keras bagi kulit.
Alkohol, retinoid, atau asam alfa hidroksi pada produk pencuci muka harus dijauhi. Bahan-bahan tersebut mungkin membuat kulit wajah kering.

Salah satu bahan kimia yang tidak baik bagi wajah adalah alkalin. Bahan ini dapat mengikis lapisan kulit paling luar. Dengan demikian, kulit tidak lagi bisa melindungi diri sehingga menyebabkan terjadinya kekeringan atau iritasi.

Terlalu sering mencuci wajah
Mencuci wajah  terlalu sering dapat menyebabkan kulit wajah  kering. Mencuci wajah yang  terlalu berlebihan akan mampu mengikis minyak pada wajah,  sehingga akhirnya kulit wajah akan menjadi kering.

Salah menggunakan pelembap wajah
Salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan adalah menggunakan pelembap saat kulit kering. Padahal produk itu bermanfaat maksimal ketika digunakan saat kulit dalam keadaan lembap atau sesaat setelah mandi.

Penggunaan pelembap dalam bentuk apapun mulai dari lotion sampai krim pasti pernah dilakukan. Namun salah pemakaian justru tidak akan memberikan efek baik untuk kulitmu.

Sebagian besar orang memberikan pelembap saat kulit sudah kering. Seharusnya produk ini dioleskan saat kulit masih lembap, misalnya sehabis mencuci muka. Hal ini dilakukan agar kelembapan dapat dipertahankan.

Kesalahan lainnya yaitu menggunakan pelembap dengan pewangi atau alkohol. Sebaiknya cukup menggunakan pelembap yang kental dan berbahan dasar minyak serta memiliki formula sederhana.

Banyak orang yang menggunakan moisturizer untuk melembabkan wajahnya.  Namun, moisturizer yang salah juga justru akan menyebabkan kulit mengelupas ,Karena lotion yang digunakan mengandung sedikit minyak dan air. Komposisi seperti itu tidak akan mampu diserap oleh kulit. Bahkan lotion juga mudah menguap sehingga akan menyebabkan kulit kering. Oleh karena itu, anda harus memilih lotion yang tepat.

Perubahan cuaca
Perubahan cuaca juga berpengaruh terhadap tingkat kelembapan udara. Kelembapan udara yang terlalu rendah akan menyebabkan kekeringan kulit. Makin rendah kelembapan udara, biasanya terjadi jika suhu dingin, maka kulit makin terasa kering.

Udara kering
Ini merupakan salah satu penyebab utama yang dapat menghilangkan kelembapan kulit. Selain itu, pendingin udara juga dapat memiliki pengaruh yang sama terhadap kulit. Karena itu, jangan lupa untuk menggunakan pelembap kulit.

Beberapa orang rentan mengalami kulit kering karena paparan udara kering. Efek ini dapat ditemukan pada udara dari pendingin ruangan (AC).

Udara kering yang disebabkan karena AC di kantor juga akan menyebabkan kulit kekeringan, sebab kelembaban kulit akan hilang. Perubahan suhu yang cukup drastis membuat kuit tidak memilih banyak waktu untuk melakukan penyesuaian, sehingga pada akhirnya kulit akan menjadi stres.

Pada kondisi tertentu paparan udara kering, sulit dihindari. Untuk menyiasatinya, kamu bisa menggunakan humidifier atau pelembab udara untuk menekan efek samping ini.

Paparan sinar matahari
Manfaat sinar matahari memang sangat baik bagi tubuh, terutama sinar matahari pagi. Namun, sinar matahari juga merupakan salah satu penyebab kulit kering. Minimalkan efeknya dengan menggunakan tabir surya ataupun topi lebar yang melindungi wajah.

Jika kamu terbiasa dengan paparan sinar matahari dalam jangka waktu panjang bahkan seharian, lebih baik mulai pikirkan efek sampingnya bagi kulit wajahmu.

Meski tidak akan secara cepat mengakibatkan kerusakan parah, paparan sinar matahari terus menerus akan menghilangkan kelembapan dan minyak esensial di wajah. Akibatnya, kulit menjadi kering dan keriput halus muncul.

Mandi uap
Mandi uap panas mampu memberikan kenikmatan lebih bagi seseorang saat mandi. Namun hal tersebut bisa menyebabkan kulit kering, karena temperatur yang panas membuat minyak alami kulit makin cepat kering.

Mandi dengan air panas terlalu lama juga dapat menghilangkan minyak alami yang melindungi kulit. Lebih baik pilih air hangat dan keringkan kulit dengan cara menepuk dengan handuk secara pelan-pelan, jangan menggosok berlebihan.

Paparan air, baik selama mandi atau mencuci muka, yang terlalu lama dapat membuang minyak alami pada kulit wajah. Khususnya jika mandi dengan air panas. Sensasi kering dan kencang pada kulit setelah mandi menandakan kulit mengering.

Disarankan mandi selama beberapa menit dan tidak menggunakan air panas. Jika ingin menghindari air dingin terutama di pagi hari, kamu dapat mandi dengan air bersuhu suam-suam kuku. Tak lupa, matikan shower saat kamu sedang bersabun untuk mengurangi paparan.

Mandi terlalu lama
Manfaat air hangat untuk wajah memang baik. Hanya saja, mandi terlalu lama ternyata dapat menyebabkan wajah kering. Paparan air yang  berlebihan, apalagi air hangat dapat menyebabkan minyak alami pada kulit terkikis.  Keadaan ini juga akan terjadi apabila anda sering mencuci wajah.  Oleh karena itu, agar wajah  tidak kering sebaiknya batasi waktu mandi anda. Akan lebih baik jika anda mandi kurang dari 10 menit.  Jika anda ingin mandi dengan air hangat, sebaiknya temperaturnya tidak lebih dari 28 derajat Celcius.

Kurang minum air
Mencukupi kebutuhan cairan tentu  bermanfaat untuk kesehatan. Dianjurkan untuk minum sebanyak 8 gelas dalam sehari agar terhindar dari keadaan dehidrasi atau kekeringan. Kurangnya minum air akan mengganggu kekenyalan kulit. Karena  seperti itu, anda harus memperhatikan pola minum dalam setiap harinya.

Kondisi kesehatan tertentu
Jika kondisi kulit seseorang bersisik dan kemerahan, bisa jadi dia mengalami penyakit tertentu, misalnya dermatitis atopik atau psoriasis. Kulit bersisik dan kemerahan mungkin juga terkait kondisi medis berupa diabetes atau kurang aktifnya kelenjar tiroid.

Kulit kering bisa menjadi tanda tubuh tengah mengalami perubahan atau mengalami penyakit tertentu. Misalnya, perubahan hormon pada wanita paruh baya menjelang menopause. Kekurangan gizi juga dapat menyebabkan kulit kering.

Penggunaan obat-obatan
Beberapa jenis obat memiliki efek mengeringkan kulit, seperti obat untuk tekanan darah tinggi, obat penurun kolesterol, antialergi, dan obat jerawat.

Obat jerawat umumnya memberikan efek mengeringkan kulit. Kandungan di dalamnya tidak selalu ramah bagi wajah. Bahan kimia yang memicu pengelupasan kulit, seperti retinol, benzoil peroksida, asam salisilat, dan asam glikolat akan membuat kulitmu kering.

Apabila kamu tidak bisa melepaskan obat jerawat, maka ubahlah cara penggunaannya. Misal, kurangi frekuensi pemakaian dari setiap hari menjadi dua hari sekali. Selain itu, gunakan pelembap sebelum mengoleskan obat jerawat agar efek samping berkurang.

Cara Mengatasi Kulit Kering
Kulit kering sebenarnya bisa diatasi dengan cara yang sederhana, namun membutuhkan konsistensi. Salah satu caranya adalah dengan mengubah frekuensi dan durasi mandi. Jika Anda mengalami kulit kering, tetap jaga kebersihan tubuh, namun lakukan secukupnya, jadi jangan terlalu sering. Selain itu, usahakan waktu mandi tidak lebih dari 10 menit dan tidak kurang dari 5 menit.

Pastikan menggunakan sabun yang mengandung pelembap untuk menjaga agar kulit tetap segar. Jika perlu, segera gunakan pelembap sesudah mandi. Gunakan handuk halus untuk mengeringkan badan dan jangan menggosok kulit dengan alat yang keras setelah mandi.

Di samping itu, hindarilah paparan sinar matahari secara langsung dalam waktu lama dan cukupi kebutuhan cairan setiap hari, kira-kira sebanyak 2 hingga 3 liter sehari. Jika Anda mengalami kulit kering yang disebabkan oleh peradangan, seperti eksim atau dermatitis, disarankan untuk berkonsultasi ke dokter kulit.

Tips Mempertahankan Kelembapan Kulit Wajah
Beberapa kebiasaan berikut dapat dilakukan sebagai perawatan kulit wajah untuk memperbaiki kondisi kulit kering:

Basuh wajah dengan air biasa
Hindari penggunaan air panas karena dapat memperburuk kondisi kulit yang kering. Saat mandi, sebaiknya batasi waktu mandi hanya sekitar 5-10 menit.

Cermat memilih pembersih wajah
Gunakan produk yang lembut dan tanpa tambahan pengharum, tujuannya adalah agar kulit Anda terhindar dari iritasi kulit yang dapat menyebabkan kulit semakin kering.

Segera pakai pelembap setelah mencuci wajah
Lebih baik memilih pelembap dalam bentuk krim atau salep untuk wajah kering, dibandingkan bentuk lotion.

Pilih pelembap yang mengandung minyak alami
Misalnya, pelembap dengan minyak zaitun atau minyak jojoba. Selain itu, bahan lain yang juga dapat membantu kulit kering adalah lactic acid, hyaluronic acid, gliserin, lanolin, minyak mineral dan petrolatum.

Gunakan pelembap dengan tekstur berminyak dan kental
Sebelum membeli, coba oleskan di telapak tangan, kemudian balikkan tangan Anda. Jika pelembap menetes berarti belum cukup kental untuk kulit kering.

Waspadai produk yang dapat membuat kulit kering
Beberapa produk yang sebaiknya tidak digunakan untuk Anda yang berkulit kering, misalnya produk yang mengandung alkohol, pengharum, retinoid dan alpha-hydroxy acid (AHA).

Jika perawatan kulit dilakukan, hasilnya biasanya akan tampak setelah beberapa waktu. Namun, jika kulit semakin kering dan menimbulkan keluhan seperti gatal atau kulit menjadi merah, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter kulit.




*Tombol-tombol diatas mengandung iklan. Untuk menuju artikel yang diinginkan silahkan tunggu 5 detik hingga muncul tombol "skip ad" kemudian klik tombolnya, jika tidak muncul tombol "skip ad" harap refresh halaman tersebut (dimohon keikhlasannya demi eksistensi website ini). Iklan-iklan yang muncul bukanlah virus, Apabila terbuka jendela iklan yang baru (POP UP) silahkan tutup halaman tersebut (tekan tombol kembali untuk pengguna android). Jika tombol tidak bisa diklik silahkan refresh halaman ini.

Tuesday, 17 July 2018

Penyakit Ambeien: Penjelasan, Gejala serta Tips Mengatasinya

 Penyakit Ambeien: Penjelasan, Gejala serta Tips Mengatasinya



Ambeien atau wasir merupakan penyakit di mana pembuluh darah yang ada di sekitar anus atau rektum (bagian akhir dari usus besar, sebelum anus) membengkak dan meradang. Kondisi juga sering disebut sebagai hemorrhoid.Penyebabnya tidak diketahui dengan pasti, tapi kemungkinan berhubungan dengan meningkatnya tekanan dalam pembuluh darah di dalam dan sekitar anus.

Wasir dapat muncul di dalam rektum (saluran yang menghubungkan usus besar dengan anus) atau di sekitar anus (dubur). Biasanya wasir disebabkan karena sering dan kelamaan mengejan saat BAB (buang air besar). Penyakit ini masih dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

Internal hemorrhoid. Wasir ini muncul di dalam saluran rektum Anda. Biasanya internal hemorrhoid tidak nyeri tapi menyebabkan BAB berdarah.

External hemorrhoid. Wasir ini terletak di luar anus dan mungkin terasa gatal atau nyeri, terkadang bisa robek dan berdarah.

Wasir adalah kondisi yang tidak berbahaya dan tidak menular. Biasanya wasir dapat sembuh sendiri atau dapat disembuhkan dengan mudah menggunakan obat wasir.

Wasir adalah kondisi yang sangat sering terjadi. Berdasarkan penelitian pada usia 50 tahun, hampir setengah populasi pernah mengalami wasir. Ambeien atau wasir adalah kondisi yang bisa menyerang siapa saja.

Wasir dapat terjadi pada laki-laki dan perempuan, tapi lebih sering terjadi pada ibu hamil dan pasien sembelit (susah BAB) atau diare kronis.

Tanda dan gejala wasir
Ambeien atau wasir adalah kondisi yang memiliki beberapa gejala berikut, yakni:

BAB berdarah berwarna merah terang dan tidak nyeri.
Pendarahan yang keluar saat buang air besar bisa jadi merupakan tanda dari Gejala Ambeien. Infeksi pada benjolan penyakit ambeien akan mengeluarkan darah yang harus kita tangani secara benar. Pilihlah Obat Ambeien secepatnya untuk menghentikan pendarahan dan mengatasi luka yang muncul.

Gatal dan iritasi pada area rektum.
Jaringan anus terdiri dari bantalan bantalan yang berfungsi menahan feses untuk keluar. Pada saat Gejala Ambeien kambuh jaringan jaringan di sekitar bantalan tersebut akan mengalami rasa gatal.

Nyeri dan rasa tidak nyaman. Nyeri timbul akibat teriritasinya wasir akibat bergesekan dengan pakaian atau saat duduk. Nyeri hebat juga dapat timbul bila terdapat pembekuan darah pada wasir.

Terkadang bila muncul keinginan buang air besar penderita mengalami rasa sakit karena feces yang mengeras dan menggesek jaringan pembuluh darah yang membengkak di bagian anus. Rasa sakit ini muncul hingga penderita sangat tersiksa bila mengedan buang air besar, keluar keringat dingin dan feses sulit keluar.

Rasa tidak nyaman akan muncul pada penderita saat Gejala Ambeien kambuh. Duduk terasa tidak nyaman, bila berjalanpun terasa ada yang mengganjal di bagian dubur. Sakit yang dirasakan saat duduk bisa menghambat aktifitas.

Bengkak di sekitar anus.
Sebelum munculnya benjolan Gejala Ambeien atau wasir, pembuluh darah pada rectum akan mengalami pelebaran atau pembengkakan yang menyebabkan jaringan disekitarnya menegang. System pembuangan pada jalur rectum akan mengalami gangguan dan ini tentu berbahaya bagi system metabolisme tubuh. Atasi secepatnya dengan Obat Ambeien untuk meredakan gejala pembengkakan baik yang terjadi pada kasus ambeien luar atau dalam.

Benjolan yang sensitif atau nyeri di dekat anus.
Gejala Ambeien muncul dengan dua jenis yaitu ambeien luar dan ambeien dalam. Tanda munculnya ambeien luar adalah bila muncul tonjolan yang berasal dari jaringan anus, kadang benjolan tersebut bisa kempis dengan sendirinya dan masuk kembali ke dalam lubang dubur. Sedangkan ambeien dalam atau internal muncul di atas jalur dentate dalam anus. Lakukan pemeriksaan lebih lanjut agar penanganannya bisa segera dilakukan. Kedua jenis ambeien ini sama sama membutuhkan Obat Ambeien yang ampuh untuk mengobatinya. Membicarakan benjolan jadi teringat dengan penyakit hernia yang terdapat benjolan di selangkangan ataupun di sekitaran organ perut yang karena turunnya sebuah usus kebawah yang dapat diantisipasi oleh celana hernia maupun dengan Obat Hernia.

Pada kasus ambeien luar dan dalam penderita akan mengalami rasa sakit saat Gejala Ambeien kambuh. Jaringan anus akan mengalami gangguan dengan munculnya ambeien dan ini tidak bisa dipandang sebagai penyakit ringan. Perlu Obat Ambeien untuk menghilangkan rasa sakit sekaligus untuk mengembalikan benjolan kembali normal.

Pucat, mudah lemas, tidak mudah konsentrasi, bila telah terjadi komplikasi anemia akibat perdarahan yang berlebihan.

Kondisi ambeien yang yang lebih sering menyebabkan rasa tidak nyaman dan nyeri yaitu external hemorrhoid. Internal hemorrhoid biasanya tidak menyebabkan rasa nyeri.

Penyebab wasir (ambeien)
Penyebab hemoroid sebenarnya masih tidak jelas. Tapi, penyakit ini dihubungkan dengan adanya peningkatan tekanan darah dalam pembuluh darah yang berada di anus dan sekitarnya.

Penyebab wasir yaitu pembengkakan pembuluh darah vena. Pembengkakan bisa terjadi akibat meningkatnya tekanan di rektum bagian bawah. Faktor yang meningkatkan tekanan tersebut yaitu:
Mengejan saat BAB.
Duduk terlalu lama.
Diare atau sembelit kronis.
Berat badan berlebih atau obesitas.
Hamil.
Kurang asupan makanan berserat.

Faktor risiko penyebab wasir
Wasir disebabkan oleh bengkaknya pembuluh darah vena akibat peningkatan tekanan di rektum bagian bawah. Faktor-faktor yang bisa menjadi penyebab wasir antara lain:

Sembelit kronis. Feses yang mengeras akibat sembelit membuat Anda harus mengeluarkan tenaga lebih banyak untuk mengejan. Tekanan ekstra tersebut akhirnya bisa memicu pembengkakan pembuluh darah di anus, menjadi penyebab wasir.

Kehamilan. Seiring usia kehamilan yang semakin membesar, rahim akan ikut berkembang mengikuti perkembangan janin. Tekanan rahim ini kemudian akan menekan pembuluh darah yang ada di usus besar hingga memicu munculnya benjolan di daerah anus.

Duduk terlalu lama. Kebiasaan duduk yang terlalu lama bisa menjadi penyebab wasir, sebab pembuluh darah di sekitar anus akan banyak terisi darah. Aliran darah yang konstan tersebut akhirnya akan menekan dinding pembuluh darah hingga semakin membesar.

Mengangkat benda berat. Berulang kali mengangkat benda yang berat bisa jadi penyebab wasir karena adanya penumpukan tekanan di bagian rektum yang akan memengaruhi aliran darah dan membuat pembuluh darah menjadi bengkak.

Usia. Kondisi tubuh yang semakin menua secara alami menyebabkan jaringan pembuluh darah di sekitar rektum dan anus semakin melemah dan meregang, sehingga rentan membengkak. Inilah yang akhirnya jadi penyebab wasir.

Gejala hemoroid bisa menghilang setelah beberapa hari tanpa penanganan. Hemoroid yang muncul pada masa kehamilan akan menghilang dengan sendirinya setelah Anda melahirkan. Tapi membuat perubahan gaya hidup untuk mengurangi nyeri pada pembuluh darah anus dan sekitarnya sangat disarankan.

Jika Anda menderita penyakit wasir, ada beberapa pantangan penyakit ambeien dan hal-hal apa saja yang boleh dilakukan guna meredakan nyeri ambeien dan mempercepat penyembuhan.

Makanan
Gejala Ambeien muncul bisa diakibatkan oleh pola makan kita yang kurang serat, akibatnya akan terjadi panas dalam yang menyebabkan kambuhnya ambeien. Tips atasi ambeien yang paling efektif adalah dengan mengatur pola makan yang kaya akan serat.

Makanan yang mengandung sedikit serat dapat menyebabkan sembelit hingga menjadi wasir. jadi, batasilah makanan-makanan tersebut seperti roti putih, produk olahan susu, daging, daging olahan, karbohidrat olahan, makanan olahan, makanan beku, dan makanan cepat saji. Awasi pula jumlah garam yang masuk ke dalam tubuh dan hindari mengonsumsi minuman beralkohol, makanan pedas, dan buah sitrus.

Ada makanan yang menjadi pantangan penyakit ambeien, ada pula yang disarankan. Penderita ambeien disarankan untuk mengonsumsi makanan kaya serat seperti kacang-kacangan (kacang hitam, kacang merah), alpukat, gandum utuh, brokoli, pisang, apel, buah pir, dan oatmeal. Saat sarapan atau makan siang, coba konsumsi campuran satu sendok makan minyak mineral dengan selai apel atau yogurt agar tinja bisa keluar dengan lebih mudah. Tapi, jangan terus-menerus melakukan hal ini.

Mengonsumsi serat larut yaitu jenis serat yang lengket dan lembut, seperti gel sehingga dapat menyerap air. Ini membuat feses menjadi lebih lembut, terbentuk dengan baik, dan mudah melewati anus ketika dikeluarkan. Anda yang mengonsumsi banyak serat jenis ini akan terhindar dari sembelit.

Anda yang memiliki ambeien pasti sangat kesulitan saat BAB (sembelit). Oleh sebab itu, makanan yang mengandung banyak serat seperti ini dapat mengurangi sembelit yang dirasakan dan mengurangi iritasi yang terjadi ketika buang air.

Serat tidak larut merupakan jenis serat yang memiliki sifat yang tidak larut dalam air sehingga tidak dipecah secara langsung di usus dan langsung menyerap ke aliran darah yang mengalir ke sistem pencernaan. Ini membantu menjaga sistem pencernaan karena menyeimbangkan zat kimia di usus.

Makanan yang tinggi serat biasanya memiliki kedua jenis serat ini bersamaan. Terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi serat terlalu cepat juga tidak baik untuk kesehatan. Pasalnya, perut Anda akan merasa penuh dan lebih mudah buang gas. Oleh karena itu, Anda juga dianjurkan untuk mengonsumsi banyak cairan guna menyeimbangkan serat tersebut.

Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi, dalam kondisi normal tubuh membutuhkan sekitar 37 sampai 38 gram serat per hari untuk yang berumur 18-50 tahun. Bila Anda memiliki ambeien, konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan takaran serat yang Anda butuhkan per hari sesuai dengan kondisi Anda.

Ada banyak makanan yang mengandung tinggi serat, misalnya kacang almond, kacang polong, kacang hitam, kacang hijau, dan kacang lentil.

Makanan dari biji-bijian juga kaya akan serat tidak larut. Anda dengan mudah menemukan makanan dari biji-bijian pada oatmeal (bubur gandum), jagung, roti, atau biskuit yang terbuat dari dari tepung gandum.

Sementara untuk sayuran Anda dapat mengonsumsi buah anggur, apel, stroberi, pisang, kurma, tomat, atau ceri. Makanan yang mengandung banyak air juga bisa Anda konsumsi. Misalnya mentimun, seledri, semangka, dan lain-lain.

Jangan menunda buang air besar
Ketika perut sudah berontak dan hasrat untuk mengeluarkan isi perut muncul, segeralah ke kamar mandi atau toilet. Menunda-nunda atau menunggu sampai pekerjaan kita selesai adalah pantangan penyakit ambeien. Menunda buang air besar dapat memperparah sembelit dan akhirnya memperburuk wasir.

Mengangkat kaki
Jika menggunakan toilet duduk, angkat kaki sedikit atau memijakkan kaki di atas bangku kecil. Posisi ini membuat posisi rektum berubah, hingga memungkinkan tinja keluar dengan lebih mudah.

Jangan mengejan
Pantangan penyakit ambeien selanjutnya adalah mengejan. Mengejan memberi lebih banyak tekanan pada pembuluh darah di rektum, di mana itu merupakan salah satu penyebab paling umum dari ambeien. Tak hanya mengejan ketika buang air besar, meningkatnya tekanan pada pada pembuluh darah juga bisa dikarenakan mengangkat benda berat, batuk kronis, atau bahkan kehamilan.

Jangan berlama-lama di kamar mandi
Janganlah membawa buku, handphone, atau tablet ke kamar mandi ketika buang air besar, karena benda-benda tersebut bisa membuat kita betah duduk di toilet. Semakin lama kita nongkrong di toilet, semakin besar juga risiko tekanan pada pembuluh darah. Risiko tersebut bahkan menjadi lebih besar jika kita menggunakan toilet duduk.

Pilihan pengobatan untuk wasir
Beberapa wasir dapat sembuh sendiri. Namun beberapa wasir dapat menyebabkan gejala yang membutuhkan terapi. Pilihan perawatan atau obat wasir yaitu:

Menggunakan makanan penambah serat
Penambah serat seperti psyllium (Metamucil) atau methylcellulose (Citrucel) dapat membantu pengeluaran feses Anda dan mengobati sembelit.

Obat wasir
Obat wasir dalam bentuk krim dan obat supositori dapat membantu meredakan gejala-gejala seperti rasa nyeri dan gatal akibat wasir.

Operasi pengangkatan wasir
Operasi angkat wasir disebut juga dengan hemoroidektomi. Hemoroidektomi adalah cara mengobati ambien berat dan kambuhan yang paling efektif. Hemoroidektomi akan mengangkat jaringan berlebih yang menyebabkan perdarahan. Operasi ambeien ini dapat dilakukan dengan bius lokal yang dikombinasikan dengan obat penenang, bius spinal, atau bius umum.

Menurut data Depkes pada tahun 2008, prevalensi hemoroid di Indonesia setidaknya 5,7 persen dari total populasi atau sekitar 10 juta orang. Menurut data WHO tahun 2008, jumlah penderita wasir atau hemoroid di seluruh dunia adalah sekitar 230 juta orang.

Semoga artikel diatas bermanfaat bagi Anda dan Salam Sehat.

*Tombol diatas mengandung iklan. Untuk menuju artikel yang diinginkan silahkan tunggu 5 detik hingga muncul tombol "skip ad" kemudian klik tombolnya, jika tidak muncul tombol "skip ad" harap refresh halaman tersebut (dimohon keikhlasannya demi eksistensi website ini). Iklan-iklan yang muncul bukanlah virus, Apabila terbuka jendela iklan yang baru (POP UP) silahkan tutup halaman tersebut (tekan tombol kembali untuk pengguna android). Jika tombol tidak bisa diklik silahkan refresh halaman ini.

Berbagai ragam Manfaat Sunblock serta Penjelasannya

                              Manfaat Sunblock serta Penjelasannya

Kulit adalah salah satu hal yang menjadi bagian paling penting dan harus selalu tetap terjaga kesehatannya. Berbagai cara akan dilakukan oleh para wanita untuk menjaga kesehatan kulit mereka. Apalagi saat ini sinar UV sudah tidak bisa berkompromi dengan kulit karena memang paparan sinar matahari saat ini berbeda dengan jaman dahulu. Pengaruh globalisasi juga mempengaruhi kita untuk melindungi kulit dari sinar matahari.

Salah satu cara yang sering digunakan oleh wanita untuk melindungi kulitnya dari sinar matahari adalah dengan penggunaan Sunblock.

Sunblock adalah perawatan wajib yang digunakan setiap kali keluar rumah. Panas matahari yang menyegat menjadikan moisturizer atau pelembap saja tidak cukup untuk merawat kulit, dan melindunginya dari inflamasi akibat sinar UVA dan UVB.

Sunblock atau atau biasa dikenal dengan  tabir surya merupakan kandungan anorganik yang berfungsi sebagai dinding antara kulit dengan paparan sinar matahari secara langsung. Dengan kata lain sunblock atau tabir surya ini merupakan upaya untuk melindungi kulit manusia dari bahaya radiasi yang dihasilkan dari paparan sinar matahari. Permukaan kulit yang dilapisi dengan sunblock akan terlindungi karena paparan sinar matahari akan terpantul sebelum mengenai kulit dan sinar UV akan terblokir sehingga tidak meresap ke kulit. Sinar UVA yang menyebabkan penuaan dini dan sinar UVB yang menyebabkan terbakarnya lapisan kulit luar tidak akan mengenai kulit.

Sering beraktivitas di bawah sinar matahari tanpa pelindung kulit, akan menyebabkan kulit lebih cepat mengalami penuaan. Kulit jadi cepat berkerut dan timbul bercak-bercak hitam yang kita kenal sebagai flek hitam. Sinar UV juga bisa membuat kulit tidak mulus karena menebal atau menipis. Bisa juga muncul benjolan-benjolan kecil yang ukurannya bervariasi. Benjolan-benjolan atau flek pada kulit bisa berkembang menjadi tumor jinak bahkan kanker kulit. Khususnya pada orang yang banyak bekerja di bawah terik matahari atau sering berjemur di pantai. Tidak heran bila bintik awal kanker kulit timbul di bagian tubuh yang terbuka seperti wajah, kepala, tangan dan bagian yang banyak terpapar sinar matahari.Sinar matahari tidak sepanjang hari merusak kulit, sebelum pukul 09.00 pagi justru penting untuk tulang. Kita justru harus waspada pada pancaran sinar yang berlansung sejak pukul 09.00 hingga 15.00, sebab disaat waktu tersebut sinar matahari mengandung sinar UV yang dapat merusak kulit.



Memilih Sunblock Berdasarkan Jenis Kulit
Sunblock merupakan salah satu lotion yang mengandung SPF tinggi untuk menjaga kulit agar tidak terpapar oelh sinar matahari yang berlebih. Karena kita sadar bahwa sinar UV yang berasal dari matahari saat ini sudah bisa menyebabkan berbagai macam penyakit yang salah satunya adalah kanker kulit. Dengan sunblock inilah yang akan membantu kita untuk tidak terlalu sering terkena sinar UV secara langsung karena sunblock sendiri membangun lapisan lain diatas kulit. Sunblock adalah rekomendasi perlindungan terbaik untuk anda yang memiliki pekerjaan diluar ruangan dan berjam-jam terkena sengatan sinar matahari.

Meskipun sunblock pada dasarnya berfungsi sebagai pelindung kulit dari bahaya paparan radiasi yang terdapat pada sinar matahari, namun pemilihan dan cara penggunaannya juga harus disesuaikan dengan jenis kulit anda. Hal ini karena setiap jenis kulit mempunyai masalah yang berbeda dan membutuhkan penggunaan produk dengan cara pemakaian yang berbeda pula.

Berikut ini beberapa jenis kulit sesuai variasi sunblock yang benar :

Sunblock berbentuk lotion
Untuk kulit normal bahkan berminyak sangat dianjurkan untuk memilih sunblock dengan jenis lotion. Hal ini dikarenakan kandungan air dalam lotion lebih tinggi dibandingkan kandungan minyak yang dapat menghindari minyak berlebih pada kulit. Minyak yang berlebih pada kulit akan menutup pori –pori serta menyumbatnya sehingga mengundang datangnya jerawat.

Kulit yang normal cenderung lebih leluasa memilih jenis penggunaan sunblock pada kulitnya. Hal ini karena kandungan ph kulit sudah mencapai ukuran normal. Namun dianjurkan untuk menggunakan sunblock dengan jenis lotion.

Sunblock berbentuk krim
Untuk kulit kering dan normal sangat dianjurkan untuk memilih sunblock dengan jenis krim.Hal ini dikarenakan krim memiliki kandungan lanolin dan minyak alami yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis sunblock lainnya.

Jenis kulit yang kering sangat membutuhkan kandungan minyak agar kelembaban dan kelembutan kulit dapat terjaga. Anda dapat menggunakan sunblock dengan jenis krim karena dapat membantu melembabkan kulit yang kering secara lebih optimal dibandingkan kinerja sunblock jenis lain. Jika kelembaban kulit telah terlindungi maka kulit akan semakin terjaga kelembutannya.

Sunblock berbentuk gel
Untuk kulit berminyak bahkan berjerawat sangat dianjurkan untuk memilih sunblock dengan jenis gel. Hal ini dikarenakan kandungan minyak pada sunblock dengan jenis gel lebih ringan jika dibandingkan dengan sun block dengan jenis lotion. Minyak berlebih tidak akan melekat pada kulit sehingga jerawat tidak akan muncul. Kandungan air yang mendominasi pada sunblock jenis gel inilah yang menyebabkan kulit berminyak aman untuk menggunakannya. Tedapat pula kandungan alkohol didalam gel yang mampu membantu proses penyembuhan jerawat.

Sunblock dengan jenis gel ini tidak mengandung banyak minyak dan bersifat lebih ringan ketika menempel pada kulit. Apabila sunblock jenis krim atau lotion dapat melekat pada kulit dan membantu melembabkan namun pada sunblock jenis gel ini hanya menempel secara ringan pada kulit.

Sunblock berbentuk spray
Untuk kulit berminyak dapat menjadikan sunblock dengan jenis spray ini sebagai pilihan alternatif. Kandungan air yang tinggi sangat cocok di aplikasikan pada jenis kulit berminyak. Cara pemakaian yang sangat praktis, yakni menyemprotkan cairan sunblock ke area tubuh yang akan terpapar sinar matahari mampu menarik minat pemakai. Spray ini juga dapat meminimalisir iritasi pada kulit.

Kulit sensitif dapat mengaplikasikan sunblock dengan jenis spray pada kulit sebelum berada dibawah terik matahari langsung. Pemilihan jenis spray ini dikarenakan kulit berminyak dan sensitif akan sangat tergantung pada jenis sunblock yang digunakan. Kandungan air yang tinggi didalamnya dapat meminimalisir tingkat sensitif dari kulit itu sendiri dengan cara pencegahan iritasi secara langsung.


Manfaat Sunblock Untuk Kulit
Sepintas kita sudah mengetahui bahwa sunblock berfungsi sebagai pelindung dari paparan sinar matahari langsung. Produk yang satu ini juga bisa digunakan untuk kalian yang suka berolahraga di air dengan pakaian yang terbuka sehingga dengan mudah terpapar sinar matahari. Bagi  kalian yang suka berolahraga ataupun beraktifitas diluar ruangan bisa menjadi solusi terbaik untuk kulit anda. Namun secara detail kita akan membahas sejauh mana manfaat sunblock untuk kulit manusia.

Terhindar dari bahaya paparan radiasi sinar matahari langsung
Seperti yang kita ketahui bahwa sunblock dapat memblokir sinar matahari sebelum efek negatifnya mengenai permukaan kulit. Sehingga kesehatan dan kecantikan kulit akan tetap terjaga secara optimal.

Meski mengandung vitamin D, paparan sinar UV dapat memberikan risiko buruk pada lapisan kulit. Dan jika paparan sinar matahari ini terus meresap di dalam lapisan kulit, tentunya akan menimbulkan berbagai masalah kulit, mulai dari ringan hingga berat. Karena itu,  dibutuhkan tabir surya untuk melindungi kulit secara maksimal setiap harinya.

Terhindar dari kerusakan jaringan kulit
Kulit yang terpapar sinar matahari secara langsung sangat berpotensi mengalami kerusakan jaringan kulit apabila terjadi dalam intensitas tinggi dan dalam jangka waktu yang lama. Namun penggunaan sunblock dapat melindungi lapisan kulit yang berada dibawah terik matahari.

Banyak orang melindungi kulit dari paparan sinar matahari menggunakan pakaian panjang yang menutupi bagian tubuh tertentu. Ternyata, tidak semua baju bisa memberikan perlindungan terhadap sinar matahari. Karena itu, Anda tetap membutuhkan sunblock dengan kandungan nyata yang memberi banyak manfaat.

Mencegah sunburn
Sinar Ultraviolet (UV) adalah sinar tidak tampak yang merupakan bagian energi yang berasal dari matahari. Sinar UV dapat membakar mata, rambut, dan kulit jika bagian tubuh tidak dilindungi, atau jika Anda terlalu banyak terkena sinar matahari.

Sunburn dapat ‘melemahkan’ dan memberi pengaruh yang buruk pada kulit. Tak hanya menyebabkan kemerahan, melainkan juga gatal, pembengkakan, hingga bintik-bintik. Permukaan kulit yang terpapar sinar matahari hingga melepuh dapat meningkatkan risiko kanker yang lebih besar.

Mencegah terjadinya masalah penuaan dini
Kulit manusia mempunyai tingkat perlindungan yang tidak begitu tinggi apabila berada dibawah terik matahari langsung. Ancaman bahaya paparan sinar matahari dapat membuat kulit mengalami penuaan dini apabila tidak dilindungi secara benar.

Penuaan kulit tidak hanya disebabkan oleh berjalannya waktu. Di usia yang masih muda, kulitpun bisa mengalami penuaan dini akibat pengaruh lingkungan, terutama paparan sinar matahari.

Penggunaan sunblock secara rutin yang dapat mencegah tanda-tanda penuaan dini, seperti kerutan dan garis-garis di wajah. Penelitian membuktikan bahwa 55% orang yang menggunakan sunblock memiliki risiko penuaan dini 24% lebih sedikit daripada mereka yang tidak menggunakan.
                                                         
Ketika kolagen rusak, kulit kehilangan kelembaban dan kelembutannya. Sehingga timbul kerutan pada kulit. Yang lebih mengejutkan lagi adalah 75 hingga 80 persen penuaan dini pada kulit disebabkan karena efek dari paparan sinar matahari.

Menjaga elastisitas dan kelembaban kulit
Kulit yang berada dibawah terik sinar matahari langsung tanpa dilindungi oleh sunblock sangat rentan mengalami masalah seperti kulit kering bahkan terbakar. Hal ini karena paparan sinar UVB yang berdampak buruk jika mengenai permukaan kulit manusia.

Kolagen, keratin, dan elastin merupakan protein kulit yang sangat penting dan bisa dilindungi oleh sunblock. Tiga jenis protein ini dapat membantu menjaga kulit tetap lembut dan sehat. Pastikan tabir surya yang Anda miliki memiliki kandungan titanium oxide yang memberikan banyak manfaat untuk kulit.

Sinar matahari menembus dan merusak sel-sel kolagen yang terdapat pada kulit. Hal inilah yang menyebabkan kulit menjadi kasar dan kering. Sinar matahari juga menyerap kelembaban kulit dan mengakibatkan kulit kehilangan kelembutannya. Ketika kolagen rusak, butuh waktu berbulan-bulan hingga tahunan untuk dapat mengembalikannya seperti semula.

Menjaga tone warna kulit
Penggelapan pada kulit juga disebabkan oleh paparan sinar matahari. Kulit belang merupakan salah satu tanda penggelapan yang sangat mengganggu penampilan. Pilihlah sunblock dengan tingkat perlindungan yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Beragam variasi produk sunblock menawarkan kandungan yang berkhasiat menjaga tone warna kulit supaya terhindar dari kekusaman bahkan noda-noda hitam yang muncul akibat sinar matahari. Bahkan terdapat juga produk sunblock yang tidak hanya mempertahankan tone warna kulit saja, namun dapat mencerahkan warna kulit.

Flek adalah salah satu tanda kerusakan pada kulit. Ketika kulit terkena paparan sinar matahari, sel-sel melanosit memproduksi melanin, yaitu pigmen yang menghasilkan flek pada kulit, dan jika tidak diatasi dengan cepat dapat menyebabkan kulit menjadi terbakar dan menimbulkan titik-titik hitam.

Menurunkan risiko kanker
Menggunakan sunblock secara rutin setiap hari untuk memberikan lapisan pelindung di dalam kulit yang bisa mencegah berbagai jenis kanker, terutama melanoma yang bisa menyerang wanita mulai usia 20-an. Langkah kecil menggunakan sunblock memberikan manfaat terbaik yang maksimal.

Pilihan kosmetik yang tepat
Tak hanya berperan sebagai perlindung, sunblock juga ada yang memiliki manfaat ganda sebagai krim. Cukup aplikasikan pada wajah tanpa menggunakan tambahan produk lain. Kulitpun bisa tampil cantik alami dengan permukaan kulit yang tetap terlindungi.

Jika Anda beraktivitas di luar rumah, aplikasikan sunblock untuk perlindungan maksimal.

Komposisi Sunblock yang Aman
Sunblock yang beredar dipasaran tentu saja mempunyai banyak variasi sesuai kebutuhan dan minat konsumen. Salah satunya sunblock atau tabir surya yang mengandung whitening. Dimana whitening ini berfungsi untuk mencerahkan tone kulit.

Pemakaian sunblock yang mengandung whitening bukan berarti pemakaian whitening tidak diperlukan lagi. Sebab kandungan whitening pada sunblock tidak bisa menggantikan whitening yang mampu memutihkan tona kulit. Jadi gunakan whitening setelah pemakaian sunblock untuk mendapatkan tone kulit lebih putih secara maksimal.

Komposisi atau bahan utama pembuatan sunblock sangat perlu diperhatikan karena kegunaan atau fungsi dari sun block itu sendiri bergantung dari komposisi bahan pembuatnya. Ada beberapa bahan yang dapat memicu kanker kulit jika terpapar matahari secara langsung, salah satunya adalah oxybenzone yakni sejenis racun yang terkandung pada penahan paparan sinar matahari.

Pilihlah sunblock yang berbahan dasar anti oksidan dan  mengandung Zinx Oxide atau Titanium oxide sebagai bahan yang aman dijadikan komposisi pembuatan sunblock.

Bayi atau balita juga memerlukan perlindungan dari paparan sinar matahari guna menghindari dampak negatif sinar ultraviolet. Akan tetapi pemakaian sunblock atau tabir surya sebaiknya tetap memerhatikan sensitivitas kulit pada jenis sunblock yang ditawarkan. Perhatikan kandungan atau bahan pada produk sunblock terlebih dahulu sebelum mengaplikasikannya ke kulit anda. Jangan sampai upaya melindungi kulit justru menjadi bumerang karena kandungan zat kimia berbahaya yang terdapat di dalam sunblock. Teliti sebelum menggunakan sangat diharuskan guna mencegah dampak yang tidak diinginkan.

Tips Memilih Produk Sunblock yang Aman
Hindari sunblock yang mengandung Oxybenzone karena memicu kanker.

Pilih sunblock dengan SPF tinggi karena perlindungan yang diberikan akan lebih besar dibandingkan sunblock dengan SPF rendah.

Sesuaikan ukuran atau no SPF berdasarkan cuaca atau terik matahari.

Pilh varian sunblock sesuai jenis kulit dan kebutuhan yang diperlukan.

Sunblock hanya bertahan dalam jangka waktu 12 bulan atau satu tahun. Jika melewati batas waktu, sunblock tidak boleh digunakan karena lapisan pelindungnya sudah tidak.

Semakin tinggi kadar SPF maka radiasi pembakaran dari paparan sinar matahari akan semakin rendah.

Sun Protector Factor
Sun Protector Factor atau lebih dikenal dengan istilah SPF adalah ukuran untuk menentukan kadar perlindungan terhadap paparan sinar matahari.Dimana nantinya kekuatan perlindungan terhadap kulit bisa diukur melalui tingginya nomor SPF itu sendiri. Cara menentukan intensitas perlindungan SPF ini cukup mudah yakni no SPF dikalikan 10 lalu hasilnya di bagi 60 (ukuran waktu 60 menit atau 1 jam). Jadi jika anda menggunakan sunblock dengan kadar SPF 30 maka perhitungannya 30 dikali 10 lalu hasil dari perkalian tersebut dibagi 60. Jadi bisa disimpulkan bahwa sunblock hanya mampu melindungi kulit dari paparan sinar matahari dalam waktu 5 jam. Setelah melewati batas waktu itu maka harus membalurkan sunblock kembali.

Perbedaan Sunscreen dengan Sunblock
Tidak banyak yang mengetahui perbedaan sunscreen dengan sunblock secara umum. Mayoritas masyarakat menganggap suncreen dan sunblock adalah dua produk yang sama karena fungsinya melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Padahal sunblock dengan sunscreen mempunyai kadar intensitas perlindungan yang berbeda dan cara kerja yang berbeda pula. Sunscreen biasanya  mempunyai kadar SPF lebih rendah dibandingkan dengan sunblock dengan fungsinya yang hanya menyaring sinar ultraviolet. Suncreen ini hanya mengurangi radiasi atau paparan sinar UVA yang menyebabkan penuaan kulit.

Sunblock biasanya memiliki kadar SPF lebih tinggi dibandingkan sunscreen. Jika SPF dibawah 15 maka bisa dikatakan bahwa produk itu merupakan sunscreen. Lalu apakah diperbolehkan menggunakan sunscreen dengan sunblock secara bersamaan? Menurut fungsinya suncreen melindungi kulit dengan cara menyerap sinar UVA dan UVB sebelum terpapar sinar matahari dalam waktu yang lebih lama.Jadi menggunakan sunsreen dengan sunblock secara bersamaan juga tidak akan membuat penyerapan sinar ultraviolet meningkat drastis.

Tips Memakai Sunblock
Pemakaian sunblock atau tabir surya menjadi upaya melindungi kulit dari dampak negatif paparan sinar matahari. Meskipun demikian, penggunaan sunblock yang tidak tepat justru memicu rusaknya jaringan kulit. Hal ini dikarenakan kandungan bahan kimia yang tidak diperbolehkan penggunaannya pada kulit manusia.Untuk mengantisipasi hal tersebut maka periksa terlebih dahulu  kandungan yang terdapat pada sunblock sebelum mengaplikasikannya ke kulit. Pada dasarnya kulit akan terlindungi dari paparan sinar matahari jika kandungan didalam sunblock sesuai.

Pemakaian sunblock tidak hanya disesuaikan berdasarkan variasi dan jenis kulit saja akan tetapi waktu pemakaian juga perlu diperhatikan guna menunjang efektivitas penggunaan sunblock itu sendiri. Berikut beberapa tips dalam pemakaian sunblock :

Sebaiknya sunblock dioleskan secara merata sebelum mengering atau menggumpal sehingga olesan cairan sunblock tidak merata.

Gunakan sunblock 15 – 30 menit sebelum terpapar sinar matahari diluar ruangan. Hal ini dimaksudkan supaya sunblock benar – benar meresap kedalam kulit.

No atau kadar SPF sunblock akan menentukan berapa lama kulit terlindungi dari paparan sinar matahari. Untuk itu sebaiknya setelah masa efektivitas usai, oleskan kembali sunblock di area tubuh yang terbuka.

Bila sunblock diaplikasikan di area wajah, maka bersihkan terlebih dahulu kulit wajah menggunakan pembersih sesuai jenis kulit.

Keringkan wajah secara perlahan setelah itu oleskan sunblock secara merata secukupnya.

Biarkan sunblock mengering dan meresap pada kulit terlebih dahulu sekitar 15 -30 menit sebelum melakukan aktivitas diluar ruangan.

Aplikasikan make up seperti foundation (alas bedak) dan bedak sesuai jenis kulit.

Aplikasikan sunblock pada area atau bagian tubuh yang terbuka lainnya seperti leher,tangan, dan kaki.

Dalam jeda waktu tertentu, gunakan sunblock dalam hitungan jam jika terpapar sinar matahari ketika berada dipantai atau berenang.

Konsumsi vitamin C dan air mineral secara cukup guna menunjang kesehatan kulit dari dalam.

Demikianlah informasi mengenai sunblock wajah dan manfaat sunblock wajah, semoga bermanfaat.



*Tombol-tombol diatas mengandung iklan. Untuk menuju artikel yang diinginkan silahkan tunggu 5 detik hingga muncul tombol "skip ad" kemudian klik tombolnya, jika tidak muncul tombol "skip ad" harap refresh halaman tersebut (dimohon keikhlasannya demi eksistensi website ini). Iklan-iklan yang muncul bukanlah virus, Apabila terbuka jendela iklan yang baru (POP UP) silahkan tutup halaman tersebut (tekan tombol kembali untuk pengguna android). Jika tombol tidak bisa diklik silahkan refresh halaman ini.