Wednesday, 23 January 2019

Manfaat Glycerin dalam Kosmetik


Manfaat Glycerin dalam Kosmetik

Dunia perawatan kecantikan patut berterima kasih pada kehadiran gliserin. Sebelum banyaknya beredar produk perawatan kecantikan di pasaran, banyak orang yang menggunakan gliserin sebagai produk perawatan yang sederhana.

Banyak orang mungkin belum banyak yang mengenal tentang gliserin, atau mungkin pernah memakai gliserin namun tidak menyadari bahwa produk perawatan kulitnya mengandung gliserin. Bahan yang satu ini sudah dimanfaatkan sebagai skincare sejak lama karena punya banyak manfaat untuk kesehatan dan kecantikan kulit.


Glycerin adalah suatu senyawa organik berbentuk cairan kental yang tidak berwarna, tidak berbau dan larut di dalam air. Banyak ditemukan pada produk kecantikan, misalnya pada sabun pencuci wajah, toner, losion pelembap hingga krim antiaging. Zat ini bersifat mengunci kelembapan dan menghaluskan kulit (emollient) sehingga baik untuk semua jenis kulit, terutama kulit kering.

Gliserin memiliki rasa manis serta memiliki titik didih tinggi dan membeku dalam bentuk pasta. Bahan ini biasa ditemui dalam produk sabun serta produk kecantikan lainnya seperti lotion, atau bahkan digunakan untuk membuat dinamit (dalam bentuk nitrogliserin).


Gliserin telah lama digunakan dalam proses pembuatan sabun. Banyak produsen sabun menggunakan ekstrak gliserin selama proses pembuatan sabun untuk digunakan dalam produk yang lebih mahal. Dalam setiap sabun, bahan ini ditambahkan untuk menghasilkan sabun yang bagus dengan pelembab yang berkualitas, termasuk meningkatkan kualitas pembersihan sabun.

Gliserin tergolong unik dan memiliki manfaat cukup ampuh untuk mengatasi masalah kulit kering ataupun mengelupas. Memang pada dasarnya bahan kental ini diformulasikan sebagai bahan racikan khusus dalam pembuatan obat, beberapa jenis makanan, pembuatan sabun, serta produk-produk kecantikan yang sudah beredar di pasaran. Kesemuanya mempunyai peranan penting untuk merawat dan menjaga kesehatan kulit secara maksimal.


Masalah utama kulit kering adalah kurangnya kelembapan pada kulit. Glyserin bekerja dengan menyerap air dari luar kulit/udara (higroskopik), kemudian menahan kelembapannya (emollient) di dalam kulit sehingga efek kering berkurang. Sebagai hasilnya, kulit akan terasa lebih halus.

Bertambahnya usia membuat kulit semakin kering, kasar, kusam, dan mudah teriritasi. Dengan rutin menggunakan glycerin, kulit Anda dapat kembali lembut dan bercahaya.


Beberapa manfaat yang dimiliki gliserin untuk kesehatan dan kecantikan kulit:

Mencegah penuaan dini
Kandungan glycerin sangat baik untuk menutrisi dan meregenerasi kulit. Sel-sel kulit akan lebih cepat tumbuh, lebih terlihat sehat, dan tanda-tanda penuaan dini seperti keriput dan kerutan-pun dapat dicegah.


Gliserin mengandung anti-aging yang mampu menunda penuaan dini. Terkait pula untuk pencegahan keriput, munculnya garis halus, munculnya kerutan, dan lain sebagainya.

Merawat kulit kering
Gliserin baik bagi semua jenis kulit, terutama pemilik kulit kering. Gliserin mampu membuat kulit kusam terlihat lebih muda.


Gliserin sangat efektif membuat kulit lembab dan tidak kasar karena kering. Kulit kering karena AC juga bisa diatasi dengan menggunakan gliserin. Bisa juga dijadikan rutinitas perawatan kulit kering setelah mandi.

Tidak hanya untuk pencegahan kulit kering saja. Gliserin juga ikut andil dalam mengurangi dampak yang disebabkan oleh eksim dan prosiasis serta gangguan kulit lainnya.

Meredakan peradangan



Meredakan peradangan akibat beragam gangguan kulit, seperti kulit kering, infeksi jamur, eksim hingga psoriasis.

Membantu pematangan sel



Pematangan sel ini ikut andil dalam membantu mengatasi kulit berminyak serta berbagai masalah yang mungkin saja bisa ditimbulkan. Peran ini cukup penting khususnya untuk mengontrol minyak berlebih dan lain sebagainya.

Melembapkan kulit
Glycerin akan berperan sebagai formula pelembap kulit yang sangat efektif. Kandungan ini mampu mengoptimalkan kemampuan kulit untuk menyerap kadar air lebih banyak. Glycerin dapat membantu melembapkan kulit sekaligus membantu mengatasi masalah kulit kering dan kasar.


Gliserin memiliki sifat pelembap ampuh yang membuat kulit lebih kenyal. Pelembap ini menjadi yang terbaik untuk semua jenis kulit. Termasuk bagi wanita dengan kulit berminyak yang sulit menemukan pelembap yang tepat.

Gliserin sangat cocok digunakan sebagai formula pada produk pelembab yang menjaga hidrasi dan menjadikan kulit untuk tidak kering, tetap kenyal dan lebih elastis.

Melindungi kulit



Glycerin meningkatkan ketebalan lapisan epidermis kulit dan mengembalikan fungsi penghalang kulit, sehingga mampu menahan radikal bebas, termasuk sinar UV A/UV B yang akan masuk dan merusak kulit.
Sinar atau paparan sinar matahari secara langsung akan mengakibatkan kulit terbakar dan berubah warna. Jika secara terus-menerus, maka kulit anda akan rusak dan bahkan akan sering mengalami pengelupasan. Gliserin dapat dijadikan sebagai bahan proteksi tambahan bagi kulit untuk mencegah kerusakan yang disebabkan oleh sinar UVA dan UVB.

Mengangkat kotoran pada kulit
Wajah merupakan area kulit yang paling mudah terpapar polusi, debu, atau bahkan sisa kosmetik yang anda gunakan. Jika dibiarkan akan menyebabkan penyumbatan pori sekaligus menjadi salah satu pemicu tumbuhnya jerawat bahkan komedo.


Gliserin juga berfungsi sebagai pembersih yang sangat cocok untuk mengangkat kotoran berupa debu, sisa bedak, dan juga polusi. Tidak terkecuali juga untuk mengangkat sel kulit mati yang masih menempel pada kulit.

Sel kulit yang sudah mati juga akan menyumbat pori dan terkadang menjadi masalah serius karena dapat memicu tumbuhnya jerawat dan komedo. Sel kulit mati harus dibersihkan secara total untuk mencegah kulit bersisik dan tentunya untuk menjadikan wajah anda lebih lembut serta cantik alami.

Gliserin akan menjadikan wajah anda bersih total dan bisa menghindarkan kulit wajah dari tumpukan kotoran.

Menjadi toner terbaik bagi kulit



Gliserin juga bisa dijadikan toner untuk membersihkan dan menjaga pH kulit. Campurkan gliserin dengan air, kemudian semprotkan pada wajah sebagai toner. Rutinitas ini dapat Anda dilakukan juga sebelum tidur. Gliserin dapat membantu membasmi sel kulit mati dan mencegah infeksi kulit.

Mengurangi luka bekas jerawat
Jerawat merupakan masalah umum yang bisa dialami oleh siapa saja. Tidak menutup kemungkinan bagi kalangan remaja pria maupun wanita yang terkadang mengeluh akan adanya jerawat pada wajah.


Jerawat yang terus menerus akan meninggalkan bekas luka. Gliserin bisa digunakan untuk mengurangi bekas luka tersebut. Bahan ini juga cocok untuk semua jenis kulit karena tidak menimbulkan reaksi, bahkan pemilik kulit sensitif.

Menghilangkan komedo
Selain memiliki khasiat melembapkan, Glycerin juga bersifat antibakteri. karena itulah, glycerin mampu membantu mengatasi jerawat yang disebabkan oleh bakteri dengan efektif.


Gliserin efektif dalam merawat kulit yang terkena komedo. Pastikan Anda membasahi dan menggosoknya sedikit. Aplikasikan gliserin pada daerah yang terkena komedo.

Glycerin kerap digunakan sebagai bahan untuk membantu mengatasi masalah kulit seperti eczema dan psoriasis. Untuk kasus psoriasis, glycerin akan membantu proses mengelupas dan pematangan sel-sel kulit sehingga mengurangi risiko peradangan kulit.

Menyamarkan noda flek hitam wajah



Flek atau noda hitam yang ditinggalkan jerawat menjadi salah satu masalah yang paling umum dialami oleh semua orang. Bekas ini membentuk bintik dan sangat mencolok dengan warna hitam sehingga mengurangi rasa percaya diri terhadap penampilan. Gliserin juga dapat digunakan sebagai peredam dan menjadikan bintik hitam pada wajah tersebut tersamarkan.

Sebagai humektan
Gliserin menjadi humektan alami yang akan menjaga kulit supaya tetap terhidrasi karena sifat higroskopik sehingga menjaga air tetap berada di kulit. Ini sangat baik bagi wanita yang memiliki kulit kombinasi dan kulit kering.


Glycerin sangat populer digunakan dalam produk kecantikan karena merupakan humektan, bahan yang dapat menyerap air dari lingkungan. Gliserin dapat membantu menyegel kelembaban.

Cairan kental ini menjadi sangat populer ketika diketahui kemampuannya dalam menyerap air dan dapat mengunci kelembapan kulit. Oleh karena itu sangat tidak heran pula jika para Produsen kosmetik khususnya sabun menggunakan bahan ini sebagai salah satu bahan pokok untuk pembuatan produknya.

Gliserin mudah menyerap air dari udara sekitarnya. Jika ada gliserin dibiarkan di tempat terbuka, gliserin tersebut akan menyerap air dari udara sekitarnya hingga cairan tersebut mengandung 20% air. Jika gliserin ditempatkan di lidah akan membuat lidah kering karena dehidrasi. Ketika produk kecantikan yang mengandung senyawa ini digunakan pada kulit sebagai pelembab, maka gliserin dapat membantu menjaga kelembaban kulit tersebut.

Sifat humectant pada glycerin membuatnya mampu menjaga, menahan, dan ‘mengunci’ kelembapan pada kulit supaya bertahan lebih lama. Maka, tidak heran jika glycerin banyak digunakan dalam kandungan lotion dan moisturizer yang ditujukan untuk pemilik kulit kering.

Membuat kulit terlihat cerah
Jika anda sadari, terkadang wajah mempunyai belang atau perbedaan warna yang mencolok. Hal tersebut mungkin terjadi karena paparan sinar matahari dan menjadikan wajah anda terlihat kusam.


Menggunakan gliserin dapat mencegah hiperpigmentasi kulit. Sebab gliserin akan membantu mencerahkan kulit secara alami dan bebas dari bintik-bintik. Anda dapat membuat masker sederhana dari gliserin untuk membuat kulit bersinar alami.

Penggunaan gliserin akan membuat kulit anda lebih cerah, glowing, dan menyamarkan kulit wajah yang belang.

Mencegah alergi kulit
Gliserin sangat aman meski digunakan bahkan pada kulit bayi sekalipun. Karena zat ini bersifat membersihkan sehingga mampu menetralisir racun yang terdapat pada kulit. Selain membuat wajah anda bersih, gliserin juga mampu mencegah terjadinya alergi pada kulit.


Gliserin dapat dilarutkan dengan mudah menjadi alkohol dan air tetapi tidak menjadi minyak. Senyawa kimia murni disebut Gliserol, yang menunjukkan bahwa bahan tersebut tergolong dalam jenis alkohol. Gliserin merupakan salah satu bahan dasar yang umum digunakan dalam pembuatan produk kosmetik. Dalam hal ini terdapat keuntungan tersendiri sehingga anda tidak perlu repot-repot membuatnya sendiri dirumah.

Bahan dasar pembuatan gliserin berubah dari waktu ke waktu. Pada tahun 1889, misalnya, gliserin bisa didapatkan dari para pengrajin lilin. Pada saat itu, lilin yang terbuat dari lemak hewan yang berfungsi sebagai bahan dasar pembuatan gliserin. Proses ekstraksinya cukup rumit dan ada beberapa cara untuk melakukannya. Cara termudah adalah dengan mencampur lemak dengan larutan alkali. Ketika dua dicampur, sabun terbentuk dan gliserin kemudian terbentuk.

Manfaat gliserin untuk kulit bisa anda rasakan meski tidak sadar sedang menggunakannya. Sebab bahan ini memang sudah umum dijadikan bahan pembuatan kosmetik khsusnya pada kategori pelembab.



*Tombol-tombol diatas mengandung iklan. Untuk menuju artikel yang diinginkan silahkan tunggu 5 detik hingga muncul tombol "skip ad" kemudian klik tombolnya, jika tidak muncul tombol "skip ad" harap refresh halaman tersebut (dimohon keikhlasannya demi eksistensi website ini). Iklan-iklan yang muncul bukanlah virus, Apabila terbuka jendela iklan yang baru (POP UP) silahkan tutup halaman tersebut (tekan tombol kembali untuk pengguna android). Jika tombol tidak bisa diklik silahkan refresh halaman ini.

Kosmetik Sehat: Penjelasan Tentang SPF serta Manfaatnya


Penjelasan Tentang SPF serta Manfaatnya

Memiliki kulit cantik dan juga lembut merupakan impian bagi para wanita. Dan salah satu cara untuk mendapatkan kulit lembab dan tidak kering adalah dengan cara mengoleskan lotion yang mengandung SPF pada tubuh kalian.

Seiring meningkatnya kesadaran wanita akan bahaya sinar matahari, banyak produk kosmetik yang dibuat dengan tambahan SPF (sun protecting factor).

Pasti Anda sering menjumpai label SPF pada produk kecantikan, namun apakah Anda mengetahui apa sebenarnya SPF itu sendiri dan apa kegunaan SPF sebenarnya?. Angka yang tertera di belakang SPF pada suatu produk kosmetik juga akan membedakan seberapa besar sunscreen tersebut mampu melindungi Anda dari sinar UVB yang dapat menyebabkan kulit memerah seperti terbakar. Sinar ini biasanya akan menyerang lapisan epidermis pada kulit. Walaupun satu produk dengan lainnya berbeda sebenarnya tidak terlalu jauh definisinya dan meskipun tidak ada jaminan bahwa SPF dapat memproteksi kulit 100%. Artinya kulit Anda bisa saja gosong apabila cuaca sedang dalam keadaan terik-teriknya. Namun, penggunaan SPF sangat dianjurkan untuk melindungi kerusakan kulit dalam jangka waktu panjang. SPF berfungsi untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari langsung. Maka tidak heran jika menggunakan produk kecantikan yang mengandung SPF sangat dianjurkan sebelum pergi beraktivitas di bawah terik matahari.


Sinar matahari merupakan penyebab utama dari proses penuaan kulit. Lebih dari alkohol, rokok, dan pola makan yang buruk. Sinar UV (sinar matahari yang mencapai bumi) jika terpapar secara berlebihan akan berdampak pada kesehatan kulit. Sinar UV akan memecah kolagen yang ada didalam tubuh dan merusak proses pembentukan kolagen baru. 75 persen kulit terbentuk dari kolagen (protein pembentuk kulit), memberi elastisitas, kelenturan, kekenyalan, kelembaban dan ketahanan kulit.

SPF merupakan singkatan dari Sun Protection Factor, yang merupakan ukuran seberapa baik suatu produk (sunscreen) dapat melindungi kulitmu dari sinar UVB (radiasi yang dapat menyebabkan sunburn dan menyebabkan kanker kulit). SPF sendiri biasanya memiliki angka labeling masing-masing, seperti SPF 15, SPF 30, SPF 50 dan sebagainya. Semakin tinggi level SPF pada sebuah produk kecantikan, semakin ampuh pula produk tersebut untuk melindungi kulit Anda, tetapi produk dengan SPF yang tinggi bukan berarti melindungi agar kulit Anda tetap putih setelah terkena sinar matahari.



Angka SPF menunjukkan seberapa kuat sunscreen yang kita pakai untuk memberikan perlindungan dari sunburn, SPF bukan merujuk pada waktu, melainkan pada intensitas radiasi UV yang bisa di-block oleh sunscreen. Akan tetapi intensitas UV yang dipancarkan sinar matahari berbeda-beda tergantung waktu. Pada pagi hari intensitas UV tentunya lebih rendah dibandingkan dengan tengah hari, tetapi angka SPF yang tertera pada produk kosmetik akan dapat menjadi panduan berapa lama produk tersebut mampu melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Oleh sebab itu, pemilihan produk dengan formula SPF sangatlah disarankan supaya kulit tidak terbakar. Apalagi jika Anda sedang menghabiskan liburan dibawah terik matahari.

Kegunaan SPF adalah untuk melindungi kulit dari paparan sinar UVB dan angka pada label SPF mengacu pada berapa lama sunscreen tersebut dapat melindungi kulit Anda.Dengan mengetahui angka SPF pada label suatu produk kosmetik Anda bisa mengukur waktu tersebut dengan cara, mengalikan waktu sampai terkena sunburn dengan angka pada SPF. Jika tanpa menggunakan SPF maka kulit Anda akan terkena sunburn dalam kisaran waktu 10 menit pada saat terpapar matahari, dengan menggunakan produk yang mengandung SPF kalian dapat terpapar matahari tanpa terkena sunburn dengan sekitaran waktu yang ditunjukkan oleh produk kosmetik tersebut. Angka yang tertera di belakang kode SPF merupakan suatu keterangan seberapa lama zat SPF tersebut mampu untuk bertahan memproteksi kulit kita dari sengatan matahari.

Berikut ini adalah beberapa manfaat dari SPF:

Membantu menjaga kesehatan kulit
SPF memiliki manfaat yang baik untuk menjaga kesehatan kulit. Hal tersebut disebabkan karena biasanya manfaat SPF diolah dan dibuat sebagai bentuk krim kesehatan kulit, yang memiliki banyak kandungan nutrisi dan juga vitamin yang sangat baik untuk kulit.


Dengan adanya kandungan tersebut, maka kesehatan kulit Anda akan terjaga, dan kulit anda akan selalu cerah serta bersih setiap saat.

Mengoptimalkan daya penyerapa nutrisi pada kulit
Selain membantu menjaga kesehatan kulit, krim yang mengandung SPF juga ternyata memiliki manfaat yang sangat baik untuk mengoptimalkan penyerapan nutrisi pada kulit Anda.


Nutrisi yang dibutuhkan oleh kulit terdiri dari berbagai vitamin dan juga mineral yang sangat penting untuk kesehatan tubuh, salah satu manfaat SPF adalah membantu penyerapan vitamin E oleh kulit.

Menjaga kulit dari radiasi sinar ultraviolet



Manfaat SPF bagi kulit merupakan salah satu sun protection factor. Hal tersebut artinya adalah SPF mampu untuk memproteksi dan menjaga kulit anda dari radiasi sinar ultraviolet yang dihasilkan oleh pancaran sinar matahari, terutama pada waktu-waktu tertentu, antara pukul 11 siang hingga pukul 14. Pada waktu itu matahari sedang bersinar terik dan memancarkan sinar UV A, UV B, dan juga UV C.

Membantu menjaga kelembaban kulit wajah
Selain dapat memproteksi kulit dan juga megoptimalkan penyerapan nutrisi oleh kulit, maka SPF juga memiliki manfaat yang sangat baik untuk menjaga kelembaban kulit.


Dengan kemampuannya yang baik untuk menjaga kulit dari radiasi sinar ultraviolet, maka krim yang mengandung SPF juga dapat mencegah timbulnya kulit yang kering, yang tentu saja sangat mengganggu penampilan anda. Produk yang mengandung SPF dapat membantu Anda untuk menjaga kelembaban kulit dengan baik dan terjaga, serta dapat juga menjaga kecerahan kulit Anda.

Mencegah terjadinya kulit terbakar
Salah satu efek buruk dari pancaran sinar matahari bagi kulit kalian adalah dapat menyebabkan kulit menjadi gosong dan juga terbakar.


Hal tersebut tentu saja sangat mengganggu penampilan Anda, karena kulit terbakar dapat menyebabkan kulit Anda menjadi gosong dan menghitam. Manfaat SPF untuk kulit dapat membantu Anda mencegah terjadinya hal seperti itu.

Mencegah iritasi kulit
Selain kulit kering dan pecah-pecah, pancaran sinar ultraviolet yang ada pada sinar matahari juga dapat menyebabkan terjadinya iritasi pada kulit kalian. Hal ini biasanya terlihat dari kondisi kulit yang terdapat bintik-bintik atau ruam yang berwarna merah. Oleh karena itu, untuk mengoptimalkan dan memaksimalkan proteksi sangat disarankan bagi Anda untuk menggunakan krim yang mengandung SPF untuk diaplikasikan pada kulit.


Kulit memang harus mendapatkan perlindungan yang cukup agar tidak rusak oleh sengatan sinar matahari. Oleh karena itu, kita perlu menggunakan produk yang mengandung SPF.

Produk yang mengandung SPF memang sangat penting untuk melindungi kulit dari sinar UV. Jika digunakan secara teratur, risiko kerusakan kulit akibat efek sinar matahari dapat diminimalkan.

Bahan utama dalam pembuatan krim kulit
SPF kini merupakan salah satu kandungan penting yang ada pada krim kulit. Sifatnya yang sangat baik untuk menolak panas, membuat SPF sering dimanfaatkan sebagai pembuatan produk sunblock.



Anda dianjurkan untuk memakai produk yang memiliki formula SPF setelah melakukan rangkaian perawatan dasar kulit sehari-hari, yaitu membersihkan, menyegarkan, dan melembapkan. Produk SPF juga memiliki fungsi melembapkan kulit sehingga Anda tak perlu ragu menggunakannya secara rutin.

Menurut Leslie Baumann MD, ahli dermatologi atau penyakit kulit dari AS, dibutuhkan foundation tujuh kali dan bedak 14 kali lebih banyak dari biasanya, untuk mendapatkan manfaat SPF sebanding dengan keterangan pada label. Sayangnya, hampir tidak ada orang yang menyadari dan melakukan hal tersebut.


Cara menghitung kemampuan SPF dalam suatu produk kosmetik:

Produk yang mengandung SPF 15, memiliki ketahanan menjadi ± 10 menit x 10 = 100 menit (1 jam 40 menit).
Produk yang mengandung SPF 30, memiliki ketahanan menjadi ± 30 x 10 = 300 menit (5 jam).
Produk yang mengandung SPF 50+, ketahanannya akan lebih lama, yaitu lebih dari 5 jam.

Namun kulit setiap orang memiliki tingkat resistensi atau ketahanan yang berbeda-beda terhadap sinar matahari, yaitu:
±10 menit untuk warna kulit cerah.
±15 menit untuk warna kulit normal.
±20 menit untuk warna kulit gelap.
Pengukuran SPF juga tergantung pada jenis kulit. Misalnya SPF 15 mampu bertahan selama ±100 menit untuk kulit cerah. Tetapi produk tersebut akan bertahan lebih lama yaitu ±200 menit untuk orang yang berkulit gelap. Begitu seterusnya. Karena kulit gelap dianggap mampu untuk melawan sinar UV. Pemakaian produk SPF juga akan bertahan lebih lama bagi mereka yang berkulit gelap.


Penggunaan produk yang mengandung SPF sangat bagus digunakan bagi Anda yang ingin menghabiskan waktu di luar ruangan. Apalagi jika Anda termasuk pekerja lapangan, agar kulit tidak terbakar dan tetap terjaga kesehatannya. Mulailah untuk menyayangi kulit, sama seperti Anda menyayangi diri sendiri sebagai investasi bagi Anda di kemudian hari.



*Tombol-tombol diatas mengandung iklan. Untuk menuju artikel yang diinginkan silahkan tunggu 5 detik hingga muncul tombol "skip ad" kemudian klik tombolnya, jika tidak muncul tombol "skip ad" harap refresh halaman tersebut (dimohon keikhlasannya demi eksistensi website ini). Iklan-iklan yang muncul bukanlah virus, Apabila terbuka jendela iklan yang baru (POP UP) silahkan tutup halaman tersebut (tekan tombol kembali untuk pengguna android). Jika tombol tidak bisa diklik silahkan refresh halaman ini.

Penjelasan serta Penggunaan Isodecyl Neopentanoate dalam Kosmetik


Penjelasan serta Penggunaan Isodecyl Neopentanoate dalam Kosmetik

Isodecyl neopentanoate merupakan salah satu dari bahan sintetis yang sering digunakan dalam kosmetik dan produk perawatan pribadi sebagai agen pelembut kulit serta emolien. Bahan ini sering dijumpai terutama digunakan dalam produk perawatan kulit wajah dan tabir surya.

Sangat sedikit informasi yang tersedia mengenai Isodecyl Neopentanoate, tetapi sebuah perusahaan riset Denmark telah menemukan bahwa senyawa tersebut dapat menjadi alternatif untuk Cyclomethicone, minyak silikon sintetis.


Isodecyl neopentanoate adalah ester alkohol decyl berantai bercabang dan asam neopentanoat. Alkohol decyl merupakan jenis alkohol lemak rantai lurus dengan sepuluh atom karbon yang dapat diturunkan dari asam decanoat dan merupakan golongan asam lemak yang secara alami ditemukan dalam minyak kelapa ataupun minyak inti sawit. Asam neopentanoat adalah asam karboksilat.

Isodecyl Neopentanoate memiliki daya sebar yang tinggi dan meninggalkan perasaan lembut pada kulit serta rambut. Senyawa ini sering digunakan dalam produk sampo, sabun serta produk kosmetika lainnya, senyawa ini dapat dimanfaatkan sebagai pelarut dan pengemulsi.


Sebagai emolien, isodecyl neopentanoate bekerja untuk melembutkan dan menenangkan kulit (atau rambut) dan juga bertindak sebagai agen oklusif. Setelah aplikasi, agen oklusif membentuk lapisan pelindung pada permukaan kulit, yang membantu mencegah penguapan kelembaban alami kulit. Seiring waktu, bahan ini meningkatkan hidrasi kulit dengan menyebabkan penumpukan air di stratum corneum (lapisan kulit paling atas). Properti yang sama ini juga membantu menjaga rambut tetap lembut, terhidrasi, dan mudah diatur.

Semua jenis kulit bisa mendapat manfaat dari emolien seperti isodecyl neopentanoate, emolien sangat membantu bagi mereka yang memiliki kulit kering, kasar, dan / atau bersisik. Emolien dapat meringankan gejala-gejala ini, membuat kulit tampak dan terasa lembut dan halus. Selain itu, emolien dapat bermanfaat bagi mereka yang menderita kondisi seperti eksim, psoriasis, atau kondisi kulit inflamasi lainnya.

Tidak ada peringatan mengenai efek samping dari penggunaan Isodecyl Neopentanoate dalam produk kosmetik, dan senyawa ini telah mendapatkan persetujuan 100% oleh Kelompok Kerja Kosmetik. Keamanan isodecyl neopentanoate telah dinilai oleh CIR (panel pakar peninjauan bahan kosmetik), dan setelah mengevaluasi berdasarkan data ilmiah, CIR menyimpulkan bahwa semua bahan alkyl ester aman dalam praktik penggunaan dan konsentrasi saat ini ketika diformulasikan untuk tidak menyebabkan iritasi pada kosmetik ataupun produk perawatan pribadi.

Keamanan isodecyl neopentanoate juga telah diuji oleh Skin Database Kosmetik EWG. Bahan ini mendapatkan nilai 1 pada skala 1 hingga 10, dengan angka 1 sebagai penunjuk risiko terendah untuk kesehatan dan 10 sebagai yang tertinggi. Namun, EWG menunjukkan bahwa uji data masih terbatas mengenai isodecyl neopentanoate.

Salah satu produsen isodecyl neopentanoate menyatakan bahwa bahan ini dapat digunakan sebagai alternatif untuk Cyclomethicone dalam formulasi apa pun. Cyclomethicone adalah minyak silikon sintetis yang berfungsi sebagai pelembab yang mudah menyebar dan halus dalam produk perawatan kulit. Isodecyl neopentanoate memberikan kemampuan penyebaran yang tinggi dan kulit memberikan kelembutan pada kulit dengan hasil uji sangat mirip seperti manfaat cyclomethicone. Untuk alasan ini, isodecyl neopentanoate sering digunakan dalam krim ataupun lotion ringan.


Isodecyl neopentanoate sering digunakan dalam aplikasi tabir surya karena manfaatnya sebagai emolien dan memiliki daya sebar yang tinggi. Isodecyl neopentanoate memiliki kemampuan serta berfungsi sebagai pelarut untuk peredam sinar UV. Peredam sinar UV juga dikenal sebagai tabir surya, yang akan bekerja dengan menyerap sinar UV dan kemudian mengubah energi cahaya itu menjadi beberapa bentuk energi lain, seperti panas. Bahan yang umum digunakan sebagai Peredam UV antara lain oxybenzone, octinoxate, avobenzone, dan homosalate. Isodecyl neopentanoate akan membantu bahan-bahan tersebut untuk larut lebih baik dalam formulasi dan juga mengurangi rasa berminyak atau berat yang dapat ditimbulkannya setelah aplikasi topikal.



*Tombol-tombol diatas mengandung iklan. Untuk menuju artikel yang diinginkan silahkan tunggu 5 detik hingga muncul tombol "skip ad" kemudian klik tombolnya, jika tidak muncul tombol "skip ad" harap refresh halaman tersebut (dimohon keikhlasannya demi eksistensi website ini). Iklan-iklan yang muncul bukanlah virus, Apabila terbuka jendela iklan yang baru (POP UP) silahkan tutup halaman tersebut (tekan tombol kembali untuk pengguna android). Jika tombol tidak bisa diklik silahkan refresh halaman ini.

Kosmetik Sehat: Penjelasan Praktis Perbedaan Sunscreen dengan Sunblock


Penjelasan Praktis Perbedaan Sunscreen dengan Sunblock

Setiap wanita perlu memahami pentingnya menjaga kulit dari paparan sinar matahari. Efek buruk sinar UVA dan UVB mungkin sudah sering kita dengar, mulai dari efek buruk yang berdampak langsung seperti kulit yang terbakar, hingga efek jangka panjang seperti penuaan dini hingga kanker kulit.

Sinar UV selain dapat memicu penuaan dini, kanker kulit juga akan menjadi faktor risiko yang mengancam. Dan sebagai tindakan preventif ada beberapa hal yang dianjurkan, seperti menghindari terpapar sinar matahari dalam waktu yang lama, menggunakan topi atau payung saat bepergian di bawah sinar matahari dan mengenakan tabir surya seperti sunscreen atau sunblock.

Terdapat 3 tipe sinar UV yang perlu Anda pahami. Yang pertama adalah sinar UV A, yaitu ultra violet yang merujuk pada ‘aging‘ atau penuaan dini, dan yang kedua adalah UV B, dan B-nya merujuk pada ‘Burning’ atau ‘terbakar’ alias membakar kulit. Yang ketiga adalah sinar UV C yang paling berbahaya dan mematikan, namun umumnya sudah terfilter sebelum sampai ke bumi sehingga relatif tidak terlalu berisiko asalkan kita menjaga keberlangsungan atmosfir kita.


Setiap produk tabir surya, dengan fitur pelindung UV A dan UV B akan punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, jadi sesuaikanlah dengan kebutuhan Anda. Di pasaran, Anda juga bisa menemukan produk tabir surya berbentuk stik, berbentuk gel, krim bahkan spray. Untuk Anda yang sehari-hari beraktivitas outdoor tentu beda cara perlindungannya dengan yang lebih banyak menghabiskan waktu beraktivitas indoor.

Dulu tabir surya yang populer adalah tabir surya yang berfungsi untuk melindungi kita dari sinar UV B alias anti gosong. Tetapi, seiring perkembangan zaman, kini banyak produsen kosmetik dan perawatan kulit yang peduli dan memasukkan formula anti UV A pada produknya.Dan, akan lebih baik lagi jika Anda memilih produk tabir surya dengan tulisan ‘Broad Spectrum’ yang menandakan bahwa produk yang Anda gunakan memberikan perlindungan maksimal terhadap sinar UV A dan UV B.


Jangan abaikan tulisan SPF dan PA pada produk tabir surya Anda. Kedua tulisan tersebut sangat penting untuk menentukan, sejauh apa perlindungan yang akan Anda dapatkan.

SPF merupakan singkatan dari Sun Protection Factor yang akan memberikan informasi untuk Anda, berapa lama produk tabir surya tersebut dapat efektif melindungi kulit dari sinar UV. Angka SPF adalah penentu seberapa lama Anda bisa berada di bawah sinar matahari tanpa terbakar selama memakai produk tersebut.

Kulit yang tidak terlindungi tabir surya umumnya akan terbakar sinar matahari setelah 15 menit. Dengan menggunakan produk kosmetik berformula SPF, maka produk tersebut akan memperpanjang waktu Anda hingga 10 kali lipat (menit) lebih lama sebelum kulit Anda terbakar, dan pengalian didasarkan pada angka yang tertera dibelakang kode SPF produk kosmetik tersebut.


Semakin tinggi angka SPF sebenarnya tidak menjamin kekuatannya dalam melindungi kulit Anda dari bahaya sinar UVA dan UVB. SPF yang tinggi akan memblokir lebih banyak UVB, namun tidak 100% memproteksi dari risiko kulit terbakar. Meskipun demikian, produk kosmetik yang memiliki kandungan SPF tinggi mampu memberikan perlindungan dari risiko kerusakan kulit jangka panjang. Sebaliknya, Semakin kecil angka SPF yang tercantum, maka Anda harus lebih sering mengaplikasikan ulang atau re-touch supaya aman beraktivitas di bawah terik matahari tanpa khawatir kulit akan terbakar.

PA merujuk pada Protection Grade of UVA yang dikembangkan oleh produsen tabir surya Jepang yang artinya produk yang Anda gunakan sudah memasukkan formula perlindungan anti sinar UV A yang berisiko pada kerusakan kulit yang menyebabkan penuaan dan berisiko kanker kulit. Tanda + di belakang PA menunjukkan tingkatan seberapa baik dan kuat perlindungan yang diberikan.

Sunscreen dan sunblock terkesan sama, padahal sunscreen dan sunblock memiliki sedikit perbedaan yang perlu untuk Anda ketahui. Sunscreen atau kerap disebut sunscreen chemical merupakan produk kimiawi yang bertindak untuk menyaring sinar matahari lalu mengubahnya menjadi energi panas yang dikeluarkan melalui kulit. Jika kamu menggunakan produk sunscreen maka tetap akan ada sebagian sinar matahari yang terserap oleh tubuhmu. Jadi sunscreen chemical tidak memblokir sinar matahari sepenuhnya. Sunscreen chemical umumnya mengandung bahan-bahan seperti aminobenzoic acid, avobenzone, cinoxate, dioxybenzone serta berbagai kandungan lainnya. Teksturnya cenderung lebih tipis, ringan dan tidak kasat mata. Chemical sunscreen harus diaplikasikan 20 menit sebelum Anda berada di bawah sinar matahari, karena kandungannya membutuhkan waktu untuk menyerap ke dalam kulit.

Untuk penggunaan sehari-hari tentu sunscreen lebih efektif karena teksturnya yang ringan dan hasil transparan saat diaplikasikan pada kulit. Berbeda dengan physical sunscreen atau sunblock yang punya tekstur berat dan meninggalkan warna putih saat dioleskan pada kulit.


Tabir surya yang umum dikenal sebagai sunblock merupakan sunscreen physical dan cenderung lebih kental, memberikan hasil akhir wajah ‘putih’ (atau meninggalkan whitecast, menurut istilah kecantikan) sehingga lebih terlihat saat digunakan apalagi jika berlebihan. Produk sunblock umumnya mengandung zinc oxide atau titanium dioxide yang membangun lapisan di atas permukaan kulit, berfungsi sebagai dinding penghalang kulit dari sinar matahari.

Titanium dioksida dan zinc oksida adalah satu-satunya filter UVA dan UVB fisik yang disetujui oleh FDA untuk perlindungan matahari langsung. Titanium dioksida adalah mineral alami yang memiliki kemampuan reflektif dan kestabilan kandungan yang mumpuni sehingga tidak akan terurai di bawah sinar matahari, disinilah peran penangkal sinar UV dari sunblock didapat. Sementara itu, zinc oksida merupakan mineral sintetik yang bertugas untuk memecah panas dan energi yang dilepaskan oleh sinar UV, menghalangi radiasi menjauh dari kulit bahkan sebelum mencapai permukaan kulit. Zinc oksida juga memiliki properti anti-iritasi serta pelindung kulit, yang pada umumnya juga dimasukkan sebagai salah satu komposisi pendukung dalam produk perawatan kulit sensitif. Kedua mineral aktif ini juga yang paling sedikit menyebabkan reaksi alergi karena tidak menyerap ke dalam kulit, karena itulah produk pelindung matahari yang menggunakan filter UV dengan formulasi bahan ini adalah pilihan yang baik untuk anak-anak dan mereka yang memiliki kulit (sangat) sensitif terhadap sinar UV.


Sunblock memiliki mekanisme kerja membentuk lapisan di atas kulit yang melindungi kulit dari sengatan matahari selama berjam-jam. Produk sunblock paling direkomendasikan bagi Anda yang akan memiliki aktifitas di bawah sinar matahari dalam durasi yang lama seperti berenang, surfing ataupun bermain di pantai. Physical sunscreen bisa langsung bekerja sesaat setelah produk ini diaplikasikan pada kulit.

Jika Anda berencana berjemur dan berpanas-panasan dalam waktu cukup lama, apalagi yang rentan berkeringat dan terbilas air sebaiknya pilih sunscreen atau sunblock yang anti air atau waterproof sehingga dapat memberikan perlindungan terbaik untuk Anda.

Mengaplikasikan perlindungan matahari secara tidak merata dapat mengurangi efektivitasnya. Berapapun tingkat SPF dari produk yang kamu gunakan, gunakan ulang secara merata baik setelah jangka waktunya habis atau segera setelah selesai berenang atau berkeringat. Anda juga dianjurkan untuk memilih produk yang waterproof ketika melakukan aktivitas di pantai atau kolam renang.


Tekstur lotion sunblock cenderung kental, berwarna putih susu, dan dapat terlihat jelas oleh mata. Sunblock adalah rekomendasi perlindungan terbaik jika Anda memiliki aktivitas berjam-jam di bawah sengatan matahari, seperti berolahraga atau panas-panasan saat konser karena efek perlindungan dari sunblock akan Anda dapat langsung bekerja begitu produk tersebut diaplikasikan (tanpa harus menunggu).

Di Amerika, penggunaan kata sunblock sebenarnya sudah dilarang oleh badan pengawasan obat dan makanan Amerika Serikat (FDA). Pelarangan ini dilakukan karena kata ‘sunblock’ dirasa terlalu berlebihan dan membuat masyarakat menganggap hanya dengan menggunakan sunblock sekali sudah bisa melindungi kulit dari paparan sinar matahari seharian penuh. Padahal kenyataannya sunblock pun perlu diaplikasikan berulang setiap beberapa jam sekali.


Selain berdiri sendiri sebagai krim oles, banyak produk kecantikan yang sudah mengandung lapisan tabir surya pada produk kecantikannya layaknya pada body lotion. Anda diharuskan lebih teliti dalam memilih produk sunblock, tabir surya dengan formulasi kimia sintetis cenderung lebih mengiritasi kulit (terutama pada kulit sensitif atau kering) karena itulah beberapa bahan aktif harus disatu-padukan untuk mendapatkan cakupan spektrum yang lebih luas.

Hidup di daerah tropis di mana sinar matahari bersinar di sepanjang tahun, kita memerlukan tabir surya yang dapat melindungi kulit. Apalagi, dengan sinar matahari yang saat ini semakin garang, kita tidak boleh menyepelekan manfaat yang diberikan oleh pelindung tabir surya bagi kulit kita. Apapun pilihan Anda, menggunakan sunsreen atau sunblock adalah hal yang sangat penting dan sebaiknya pilihlah sunscreen ataupun sunblock yang memilki SPF, UVA dan UVB. Anda harus melindungi diri dari radiasi sinar matahari karena kulit adalah aset jangka panjang yang harus kita lindungi.

Tidak pernah ada kata terlambat untuk mulai melindungi kulit Anda dan menggali informasi tentang kandungan bahan aktif dalam produk tabir surya Anda untuk menentukan mana yang lebih sesuai untuk Anda.



*Tombol-tombol diatas mengandung iklan. Untuk menuju artikel yang diinginkan silahkan tunggu 5 detik hingga muncul tombol "skip ad" kemudian klik tombolnya, jika tidak muncul tombol "skip ad" harap refresh halaman tersebut (dimohon keikhlasannya demi eksistensi website ini). Iklan-iklan yang muncul bukanlah virus, Apabila terbuka jendela iklan yang baru (POP UP) silahkan tutup halaman tersebut (tekan tombol kembali untuk pengguna android). Jika tombol tidak bisa diklik silahkan refresh halaman ini.