Tuesday, 15 January 2019

Berbagi Tips: Cara Memilih Make-up Wajah untuk Kulit Sawo Matang


Cara Memilih Make-up Wajah untuk Kulit Sawo Matang

Tidak dipungkiri bahwa sebagian besar wanita menyukai merias wajah mereka dengan menggunakan berbagai alat make-up yang mereka miliki. Memang cukup menarik untuk dibahas, karena make-up yang benar bisa membuat wajah dan tampilan Anda ikut berubah dan Anda akan semakin tampil cantik dan memukau.

Bagi sebagian bersar orang khususnya para wanita tentu ingin tampil dengan cantik dan menarik pada setiap kegiatan ataupun pekerjaan mereka baik di kantor maupun yang bekerja sebagai ibu rumah tangga atau yang membuka usahanya sendiri di rumah.

Tidak hanya orang kantoran atau orang yang bekerja sebagai model saja yang menginginkan riasan pada wajah mereka. Mereka yang membuka usahanya sendiri dirumah, atau sebagai ibu rumah tangga pun pastilah ingin tetap terlihat cantik dan segar. Untuk itulah banyak wanita ingin mempelajari dan mencari informasi mengenai bagaimana cara merias wajah mereka dengan baik dan akhirnya bisa merias diri mereka sendiri tanpa perlu pergi ke salon kecantikan.

Jika Anda ingin orang lain melihat Anda cantik, hal pertama yang harus dilakukan adalah jatuh cinta dengan penampilan Anda, merangkul keunikan Anda sendiri dan menyajikannya kepada dunia dengan percaya diri.

Sebagian besar wanita Indonesia dikaruniai dengan warna kulit sawo matang. Memilih make-up untuk kulit sawo matang cukup tricky. Jika sampai salah, dapat menjadikan riasan Anda berkesan kulit wajah tampak lebih kusam, pucat atau malah terlalu menor.


Jangan salah, Kulit kecokelatan juga bisa terlihat cantik dan eksotis jika Anda bisa memperlakukan dengan baik. Termasuk paham dan tahu bagaimana caranya mengaplikasikan make-up yang sesuai.

Untuk Anda yang memiliki warna kulit sawo matang, berikut ini adalah langkah mudah memilih make-up untuk kulit sawo matang, supaya rona wajah Anda semakin terpancar.

Pahami warna kulit natural Anda

Tahapan yang penting supaya Anda dapat memilih produk yang tepat. Slam menyampaikan bahwa memahami kulit natural sangat mudah. "Untuk memahami warna kulit naturalmu (warm or cool tone), kamu bisa berkonsultasi dengan Make Up Artist atau Beauty Advisor dulu. Sebenarnya mudah kok, perhatikan saja kulit leher atau tangan. Kedua area ini nggak akan pernah 'bohong' karena nggak pernah bersentuhan dengan kosmetik. Beda halnya dengan wajah yang telah bersentuhan langsung dengan skincare sehingga warnanya menjadi berubah," jelas Slam Wiyono, Make-Up Artist profesional.

Memilih foundation

Saat Anda memilih foundation, cobalah produk pada bagian leher dan pilih tiga jenis warna yang paling mirip dengan warna kulit. Cara seperti ini lebih efektif daripada Anda mencoba untuk memilih warna foundation dengan mengoleskannya pada telapak tangan. Anda bisa mencoba ke luar ruangan untuk mendapatkan pencahayaan alami dan melihat hasilnya. Saat Anda memakai foundation di rumah, pasanglah kombinasi antara lampu warna putih dan kuning untuk mendapatkan pencahayaan yang tepat. Dengan demikian, Anda bisa lebih mudah memastikan make-up yang digunakan terlalu tebal atau tidak. Yang perlu diingat, jangan memilih warna foundation yang memiliki tingkat warna yang jauh lebih cerah dari warna kulit Anda.

Hindari menggunakan foundation dengan warna yang terlalu cerah, karena hal ini bisa membuat wajah Anda belang antara wajah dengan leher serta mirip topeng. Oleskan foundation tipis-tipis untuk bisa mendapatkan hasil yang natural.

Hindari produk matte

Produk matte memang cocok untuk Anda yang memiliki kulit jenis berminyak. Namun, produk yang terlalu matte dapat membuat wajah kulit sawo matang menjadi terkesan kusam. Apabila kulit Anda berminyak, oleskan moisturizer bebas minyak sebelum memulai mengaplikasikan make-up. Dengan demikian, kulit wajah Anda akan tampak lebih bercahaya.

Disarankan untuk wajah kulit sawo matang menggunakan produk yang lebih creamier supaya bisa menciptakan wajah yang dewy dan fresh.

Aplikasikan foundation dengan sponge yang bersih

Aplikasikan foundation Anda dengan menggunakan sponge yang bersih dan kering. Pastikan sebelum memasang foundation, Anda sudah mengoleskan moisturizer ke wajah agar bisa 'mengunci' hidrasi pada kulit wajah Anda.

Pilih bedak translucent

Untuk menjaga foundation, tentu Anda membutuhkan bedak. Jika Anda pemilik warna kulit sawo matang, pilihlah bedak jenis translucent, karena ini akan membuat riasan wajah menjadi lebih segar dan cerah.

Cara mengaplikasikan bedak translucent agar make-up Anda bisa lebih tahan lama adalah dengan menggunakan brush.

Gunakan primer sebelum eyeshadow

Make-up mata merupakan salah satu hal yang penting, karena dengan makeup mata yang tepat, Anda dapat memperkuat ekspresi mata. Dan untuk warna kulit sawo matang, eyeshadow jenis apapun bisa digunakan sesuai kebutuhan dan selera. Jangan lupa ntuk mengaplikasikan primer pada kelopak mata sebelum eyeshadow supaya memberikan kesan lebih cerah dan nyata.

Eyeshadow dengan warna cokelat tua, silver, atau bronze masih bisa untuk Anda jadikan pilihan. Setelah itu, Anda juga dapat menambahkan maskara berwarna hitam untuk menyempurnakan penampilan.

Tapi jika Anda berani menggunakan warna yang lebih cerah seperti pink muda atau peach juga tidak ada salahnya karena warna tersebut akan membuat mata Anda menjadi lebih bercahaya.

Biasanya, pemilik kulit sawo matang tidak terlalu berani untuk bermain warna di area mata. Padahal menurut Slam hal ini bukan menjadi masalah. Triknya hanya cukup membuatnya terlihat sederhana saja. "Jika ingin bermain warna, hindari teknik smokey eyes atau double liner, kalau bisa bikinlah cat eyes atau eyeshadow yang dipulaskan melancip di bagian ujungnya  seperti eyeliner."  kata Slam Wiyono, Make-Up Artist profesional. Namun sangat disarankan bagi Anda untuk menghindari warna yang terlalu mencolok seperti biru atau merah.

Blush-on warna peach

Penggunaan blush-on akan membuat rona wajah Anda semakin terpancar. Dengan menggunakan blush-on, pipi Anda akan terlihat lebih merona dan segar. Untuk Anda yang berkulit sawo matang, gunakanlah blush-on warna peach atau pink. Dua warna ini akan membuat wajah Anda tampak lebih segar. Blush-on berwarna peach bisa Anda aplikasikan untuk menampilkan make-up natural ketika beraktivitas sehari-hari. Hindarilah warna-warna kecokelatan dan nude, sebab warna tersebut akan menjadikan kulit Anda tampak lebih kusam.

Anda juga bisa memilih blush-on dengan sedikit shimmer supaya kulit wajah terlihat lebih glowy dan eksotis. Sapukan tipis-tipis blush-on dari tulang rahang ke pipi dengan arah ke dalam. Anda juga bisa menambahkan sedikit sapuan pada area yang terkena sinar matahari seperti dahi dan tengah hidung.

Pilih warna alis yang senada dengan rambut

Warna rambut, biasanya pemilik kulit hitam manis akan memilih warna seperti cokelat atau hitam. Untuk bisa mendapatkan penampilan yang natural, Anda bisa menggunakan warna yang senada dengan rambut untuk warna alis mata. Menyamarkan warna alis bagian ujung dekat hidung juga akan memberi kesan alami dan segar.

Lipstik warna plum dan pink

Riasan tidak akan sempurna tanpa pulasan lipstik. Jika Anda suka dengan tampilan lipstik gelap, pilihlah warna plum yang cenderung gelap, untuk membuat penampilanmu elegan dan menawan. Sementara jika Anda penyuka warna-warna terang, gunakan lipstik berwarna pink yang sejuk.

Memilih lipstik juga menjadi salah satu hal tricky. Mengaplikasikan lipstick matte tidak dianjurkan untuk pemilik kulit sawo matang. Hal tersebut dikarenakan lipstick matte dapat membuat wajah menjadi terlihat kusam. Untuk memilih lipstik sebaiknya jangan hanya mencari warna yang terlalu muda. "Misalnya saja, jika kamu ingin memakai lipstik warna pink, jangan gunakan warna aslinya melainkan yang sudah dicampur dengan warna peach."  Slam Wiyono, Make-Up Artist profesional, memberi penjelasan.


Warna-warna seperti nude, wine merah ataupun burgundy juga dapat Anda gunakan. Namun, Anda dianjurkan untuk menghindari warna yang terlalu cerah, seperti oranye. Karena akan membuat wajah Anda terkesan kusam dan gelap.


Demikianlah beberapa Cara Memilih Make-up Wajah untuk Kulit Sawo Matang. Anda tidak perlu sebal memiliki kulit sawo matang, karena kulit seperti ini dapat terlihat eksotis jika Anda merawatnya. Dengan pemilihan warna make-up yang tepat, Anda pasti akan terlihat memukau. Dengan menggunakan trik make-up di atas, Anda akan mendapatkan penampilan natural yang sangat cocok untuk Anda aplikasikan sehari-hari,  Anda bisa lebih menampilkan dan menutupi kekurangan sehingga bisa tampil lebih percaya diri setiap hari. Sempurnakan cantiknya tampilan Anda dengan produk make-up dan perawatan berkualitas yang sesuai kebutuhan. Jangan mencoba untuk mengubah siapa Anda, yang paling baik untuk dilakukan adalah meningkatkan kecantikan alami Anda. Semoga menjadi informasi yang bermanfaat dan membuat Anda tampil lebih cantik dan tetap natural.



*Tombol-tombol diatas mengandung iklan. Untuk menuju artikel yang diinginkan silahkan tunggu 5 detik hingga muncul tombol "skip ad" kemudian klik tombolnya, jika tidak muncul tombol "skip ad" harap refresh halaman tersebut (dimohon keikhlasannya demi eksistensi website ini). Iklan-iklan yang muncul bukanlah virus, Apabila terbuka jendela iklan yang baru (POP UP) silahkan tutup halaman tersebut (tekan tombol kembali untuk pengguna android). Jika tombol tidak bisa diklik silahkan refresh halaman ini.

Sunday, 13 January 2019

Kreasi Usaha: Hama Tungau pada Tanaman Cabai


Hama Tungau pada Tanaman Cabai

Hama tanaman adalah semua organisme hidup yang kasat mata, yang mana keberadaannya dapat mengganggu tanaman, menghambat pertumbuhan, menghambat produksi, merusak dan tentu saja merugikan.

Tungau merupakan hama berukuran sangat kecil (kurang dari 1 mm), mirip laba-laba, dan hidup di daun bagian bawah. Hama ini membentuk jaring-jaring halus sehingga menyulitkan pengendalian secara kimia. Tungau bukan termasuk kelas insekta sehingga tidak dapat dikendalikan dengan insektisida. Hama ini termasuk kelas Arachnida dan dapat dikendalikan dengan akarisida. Beberapa spesies tungau yang menjadi hama cabai yaitu Tetranycus sp. dan Polyphagotarsonemus latus Banks. Hama ini tersebar luas dan merupakan inang bagi berbagai tanaman (bersifat polifag).

Tungau menyerang daun-daun muda. Permukaan bawah daun yang terserang menjadi berwarna cokelat mengilap. Daun menjadi kaku dan melengkung ke bawah (gejala “sendok terbalik”) dan pertumbuhan pucuk tanaman menjadi terhambat. Gejala ini tampak dalam waktu yang relatif sangat cepat, 8-10 hari setelah infeksi dengan beberapa ekor tungau, daun-daun akan menjadi cokelat. Selanjutnya, 4-5 hari kemudian pucuk-pucuk tanaman seperti terbakar dan gugur. Serangan berat terjadi pada musim kemarau. Di Indonesia, tungau dijumpai menyerang beberapa tanaman, antara lain cabai, tomat, karet, kapas, jeruk, kentang, wijen, dan teh.

Tungau mampu berkembang biak secara cepat, dalam suhu 27 derajat celcius, mereka mampu menetas dalam waktu 3 hari dan dalam waktu 5 hari mereka mampu menjadi tungau dewasa secara seksual. Tungau betina sekali bertelur dapat mengahsilkan telur hingga 20 butir per hari yang masa hidupnya selama 2 – 4 minggu, sehingga bisa menghasilkan ratusan telur. Seekor tungau betina tunggal mampu berkembang biak hingga satu juta ekor tungau dalam jangka waktu satu bulan. Tingkat perkembangbiakan hama tungau yang sangat cepat, membuat petani sering kewalahan membasmi hama ini.

Siklus hidup tungau terdiri dari empat stadia yaitu telur, larva, nimfa, imago. Dan perkembangannya sangat singkat.Imago betina meletakkan telur antara 30-76 butir, pada permukaan daun selama 8-13 hari. Betina yang tidak kawin akan menghasilkan keturunan jantan semua, sedangkan betina yang kawin akan menghasilkan 4 telur betina dan 1 telur jantan. Telur tidak berwarna, bening, berbentuk elips tipis. Telur diletakkan satu per satu. Larva akan menetas 2-3 hari. Larva berukuran sangat kecil antara 0,1-0,2 mm berbentuk seperti buah pear dan memiliki 3 pasang tungkai. Fase pupa, tungau akan istirahat, bentuknya tidak berbeda dengan fase larva hanya tungkainya menjadi 4 pasang. Imago betina berukuran sekitar 0,2 mm dan tidak berornamen. Ukuran tubuh betina lebih besar dari pada jantan.

Tungau menyerang dengan cara menghisap cairan daun yang ada pada jaringan mesofil sampai jaringan tersebut rusak. Hal tersebut akan mengakibatkan proses fotosintesis tanaman menjadi terhambat.

Gejala awal serangan tungau ditandai dengan munculnya bintik berwarna kuning di permukaan daun yang mana bintik kuning tersebut lama kelamaan berkembang dan menyebar ke seluruh daun hingga daun berubah warna jadi cokelat dan akhirnya hitam. Daun yang terserang juga akan mengalami keriting , menebal, menggulung ke arah bawah, dan memiliki bentuk seperti sendok yang terbalik. Di bagian bawah daun tersebut terdapat benang – benang halus dan warnanya berubah seperti warna tembaga.

Hama tungau (Mites) adalah salah satu hama yang banyak dijumpai pada tanaman cabai. Hama tungau akan menghambat pertumbuhan, menghambat produksi, merusak dan dapat juga menyebabkan kerugian dalam budidaya tanaman cabai. Hama tungau (Mites) dijumpai pada semua jenis tanaman cabai, baik cabai besar, cabai merah keriting, cabai rawit maupun paprika. Meskipun hama tungau sangat mudah diatasi atau dikendalikan, namun keterlambatan penanganan bisa menyebabkan kerusakan akut.

Hama tungau harus segera diatasi atau dikendalikan, jika terjadi keterlambatan dalam pengendalian hama tungau ini akan menyebabkan kerusakan akut pada tanaman cabai. Bahkan menyebabkan tanaman cabai tidak berbuah sama sekali dan menyebabkan tanaman mati.


Terdapat dua jenis tungau yang umum menyerang tanaman cabai yaitu tungau kuning dan tungau merah. Gejala serangan hama tungau pada tanaman cabai ditandai dengan timbulnya warna seperti tembaga pada permukaan bawah daun, tepi daun mengeriting, daun menjadi kaku dan melengkung kebawah seperti sendok terbalik dan pada serangan beratakan mengakibatkan tunas dan bunga gugur. Hama tungau, pada tanaman cabai dapat dijumpai pada segala musim, baik dimusim hujan maupun musim kemarau. Hama ini menyerang pada semua fase pertumbuhan tanaman, mulai dari persemaian, tanaman remaja hingga tanaman cabai yang sudah berbuah.


Tungau kuning merupakan salah satu hama yang menyerang tanaman cabai. Serangan tungau kuning biasa terjadi ketika musim kemarau tiba, hal ini dikarenakan hama tungau bisa berkembang biak dengan cepat ketika kondisi kering. Akibat tanaman cabe yang terserang tungau akan mengalami pertumbuhan yang terhambat.

Tahapan mengatasi serangan tungau kuning pada tanaman cabai:

Pengendalian secara kultur teknis
-Tungau kuning akan menyerang ketika tanaman cabai berusia 14 hari setelah tanam, untuk mencegah hal tersebut Anda dapat menggunakan mulsa plastik. Penggunaan mulsa plastik ditujukan untuk menjaga kebersihan lahan.
-Anda harus membakar sisa – sisa mulsa yang telah dipakai selama proses pertanaman sebelumnya.
-Jika tanaman terserang tungau kuning, maka Anda harus melakukan sanitasi dan pemusnahan.
-Gunakan sistem tanam rotasi untuk memutuskan siklus hidup hama tungau.
-Hindari penggunaan lahan secara terus-menerus (istirahatkan lahan).
-Gunakan bibit unggul, dan tahan terhadap beberapa hama.

Pengendalian secara fisik mekanis
-Menggunakan perangkap ikat biru, kuning atau putih yang di pasang sedikit di atas tajuk tanaman yaitu dengan tinggi sekitar 50 cm. Pasang perangkap di tengah tanaman ketika tanaman cabe berusia 2 minggu sebanyak 2 buah per 500 meter persegi.
-Jangan lupa selalu melakukan pengolesan ulang berupa perekat atau oli setiap seminggu sekali.
-Lakukan pengamatan perkembangan dan serangan dari hama tungau.

Pengendalian secara hayati
-Anda dapat memanfaatkan musuh alami tungau kuning seperti kumbang AmblysiuscucumerisOriusminutes, CoccinellidaeCoccinellarepanda, patogen Entomophthora sap dan arachnidea.

Pengendalian secara kimiawi
-Gunakan insektisida ataupun akarisida sesuai kebutuhan, takaran yang tepat serta tidak berlebihan atau overdosis.
-Dianjurkan untuk menggunakan 2 jenis atau lebih insektisida maupun akarisida dengan bahan aktif yang berbeda, untuk menghindari timbulnya resistensi (kekebalan) hama tungau terhadap bahan aktif tertentu. Aplikasi dilakukan secara bergantian, bukan dilakukan sekaligus dan sangat tidak dianjurkan untuk mencampur beberapa insektisida ataupun akarisida dengan bahan aktif yang berbeda.
-Tungau kuning aktif di malam hari, maka lakukanlah penyemprotan setiap sore hari atau menjelang malam.
-Pastikan anda selalu menjaga kebersihan lahan pertanian dan juga di sekitar lahan tanam dari gulma untuk mengurangi terjadinya serangan berbagai macam penyakit dan hama. Menjaga kebersihan gulma pada disekitar tanaman cabe adalah yang paling utama dan yang paling penting untuk mencegah atau mengurangi serangan hama maupun penyakit.



*Tombol-tombol diatas mengandung iklan. Untuk menuju artikel yang diinginkan silahkan tunggu 5 detik hingga muncul tombol "skip ad" kemudian klik tombolnya, jika tidak muncul tombol "skip ad" harap refresh halaman tersebut (dimohon keikhlasannya demi eksistensi website ini). Iklan-iklan yang muncul bukanlah virus, Apabila terbuka jendela iklan yang baru (POP UP) silahkan tutup halaman tersebut (tekan tombol kembali untuk pengguna android). Jika tombol tidak bisa diklik silahkan refresh halaman ini.

Kreasi Usaha: Hama Tungau Merah (Tetranychus spp.) pada Tanaman Ubikayu


Hama Tungau Merah pada Tanaman Ubikayu

Perubahan iklim global berdampak pada perubahan musim. Perubahan  iklim  merupakan  salah  satu ancaman paling serius terhadap sektor pertanian, karena sensitivitas dan kerentanan komoditas pertanian terhadap perubahan suhu dan curah hujan. Suhu tinggi akan menurunkan hasil tanaman, mendorong perkembangbiakan hama, dan perubahan pola curah hujan meningkatkan kemungkinan gagal panen dan penurunan produksi. Hal ini merupakan tantangan besar di dalam produksi pangan (Ezekiel et al. 2012).

Produktivitas tanaman pangan sangat rentan terhadap perubahan iklim, termasuk tanaman ubikayu yang produktivitasnya sangat ditentukan oleh fluktuasi suhu dan curah hujan. Dampak perubahan iklim pada tanaman ubikayu adalah cekaman kekeringan dan serangan hama tungau merah.

Ubikayu merupakan tanaman semusim dengan umur lebih dari 6 bulan. Ubikayu banyak dibudi-dayakan di lahan kering dengan tingkat kesuburan tanah yang rendah dan ketersediaan air terbatas. Umur ubikayu yang panjang, menyebabkan sebagian siklus hidup ubikayu berada pada musim kering dan berpeluang menghadapi cekaman kekeringan. Kondisi ini diperparah dengan adanya perubahan iklim global. Dampak perubahan iklim pada tanaman ubikayu adalah kekeringan dan gangguan hama.


Kerusakan tanaman ubikayu yang disebabkan oleh hama tungau T. urticae pada tahun 2010 mengalami peningkatan hampir merata di seluruh wilayah Indonesia seiring dengan adanya perubahan iklim berupa pemanasan global (Budianto dan Munadjat 2012). Populasi T. urticae yang tinggi menurut Budianto dan Praktinyo (2009) disebabkan karena hama tersebut lebih tahan  terhadap  perubahan  iklim termasuk pemanasan global dibandingkan predatornya.

Hama tungau merah pada kondisi kering perlu diwaspadai karena banyak menyerang tanaman ubikayu. Selain itu hama tungau bersifat polifag, sehingga peluang kejadian di lapang pada kondisi kekeringan sangat besar. Pada musim kering dan pada cuaca panas, tungau merah mampu berkembang dengan cepat. Penyebaran tungau merah secara cepat melalui bantuan angin dan aktivitas manusia. Serangan yang parah dapat menyebabkan pembentukan daun dan ruas batang terhambat, serta menurunkan produksi ubikayu.

Ubikayu di Indonesia ditanam pada awal musim hujan dan dipanen pada akhir musim kemarau, sehingga sebagian periode pertumbuhannya mengalami periode kering. Pada kondisi kering, tanaman ubikayu berpeluang besar mengalami gangguan hama tungau. Salah satu hama tungau yang menyebabkan kerusakan besar pada tanaman ubikayu di Indonesia adalah T. urticae (Widiarti 2012). Serangan parah dapat menyebabkan kematian pada tanaman ubikayu, tergantung durasi serangan dan umur tanaman (Rodriguez 1979). Hasil penelitian (Indiati 2011) menunjukkan bahwa penanaman ubikayu di Lampung pada bulan Februari hingga Juni 2010 mengalami serangan hama tungau merah dengan intensitas tinggi sehingga menyebabkan semua daun luruh, sedangkan di Kebun Percobaan (KP) Muneng, Probolinggo, Jawa Timur ubikayu yang ditanam pada musim kering mengalami serangan tungau merah dengan intensitas 54%, menyebabkan kehilangan hasil 25–54%.


Serangan dalam kategori berat oleh hama tungau merah dapat mengakibatkan menurunya kuantitas dan kualitas bahan tanam (stek). Serangan tungau merah dapat menyebabkan kehilangan hasil ubikayu 60–90%, dan pada tingkat serangan yang parah dapat menyebabkan kematian tanaman ubikayu. Pengendalian tungau merah pada tanaman ubikayu dapat dilakukan melalui kultur teknis, biologis, dan kimia. Pengendalian secara kultur teknis dilakukan melalui penanaman varietas tahan hama, pemupukan, dan pengairan. Pengendalian secara biologis dilakukan dengan mengandalkan musuh alami (predator) antara lain: genus Amblyseius, Metaseiulus, Phytoseiulus, Stethorus, dan Orius. Pengendalian secara kimiawi dilakukan dengan aplikasi insektisida. Penanaman varietas unggul ubikayu yang toleran tungau merah dapat meminimalisir dampak serangan hama tungau merah.

Bellotti (2002), menyatakan bahwa penurunan hasil ubikayu akibat serangan hama tungau merah mencapai 60%. Serangan parah mengakibatkan kematian tanaman, tergantung pada durasi serangan dan umur tanaman (Rodriguez 1979).

Flechtmann dan Moraes (2008), menyatakan bahwa serangan tungau terutama terjadi pada titik tumbuh dan tunas, yang parah menyebabkan pembentukan daun berkurang, pengurangan ruas dan mengurangi produktivitas tanaman, serta mempengaruhi kuantitas dan kualitas bahan tanam.

Serangan tungau merah pada tanaman ubikayu menyebabkan klorosis dan kehilangan area fotosintesis hingga 90%, defoliasi, serta menyebabkan penurunan hasil 60–90%, bahkan serangan yang parah dapat mengakibatkan kematian tanaman, bergantung pada intensitas serangan, lama serangan dan umur tanaman. Gejala awal serangan tungau merah adalah adanya bintik-bintik berwarna kuning pada bagian dasar daun, berlanjut ke sekitar tulang daun utama, dan daun berubah warna menjadi cokelat. Meskipun luka yang disebabkan oleh individu tungau merah sangat kecil, namun apabila serangan disebabkan oleh ratusan bahkan ribuan tungau merah akan dapat menyebabkan gejala serangan yang parah.


Pada saat populasi berkembang, tungau menyebar ke seluruh daun, termasuk permukaan atas daun, dan bintik-bintik kuning menyebar ke seluruh daun, menyebabkan daun berwarna kemerahan seperti karat. Pada serangan parah, daun bagian tengah dan bawah akan rontok, selanjutnya serangan mengarah ke bagian pucuk, dimana tunas mengalami penyusutan ukuran dan banyak dijumpai adanya jaring berwarna putih yang menyelimuti daun pada sepertiga bagian atas tanaman.

Telur tungau merah berdiameter 0,14 mm terletak di bawah daun ubikayu, berbentuk bulat tidak berwarna, dan berubah menjadi seperti mutiara putih pada saat akan menetas. Tungau muda mengeluarkan exoskeleton tiga kali sebelum menjadi dewasa (Hoover et al. 2002). Tungau muda yang baru menetas berwarna merah jambu, mengalami beberapa kali pergantian kulit, selongsong kulitnya menempel pada daun. Tungau muda berwarna putih kekuningan dan tungau dewasa berwarna merah. Siklus hidup tungau merah diselesaikan dalam waktu sekitar 15 hari. Tungau jenis ini juga sering menyerang tanaman cabai maupun tomat.

Pengendalian hama tungau merah pada tanaman ubikayu hampir tidak pernah dilakukan, meskipun pengendalian dapat dilakukan dengan cara sederhana, seperti menyemprotkan air pada tanaman terserang. Upaya yang dilakukan untuk mencegah kehilangan hasil akibat serangan tungau merah adalah dengan menanam varietas tahan. Hasil penelitian Nukenine et al. (1999) menunjukkan bahwa varietas ubikayu yang toleran kekeringan terindikasi juga tahan terhadap tungau merah dan mempunyai kemampuan genetik untuk mempertahankan jumlah daun hijau sebanyak mungkin selama musim kering.

Penelitian WeiXU et al. (2009) menyimpulkan bahwa ketahanan varietas ubikayu terhadap T. urticae berbeda. Varietas SC 7 dan SC 8 memiliki ketahanan terbaik, diikuti SC 5, SC 10, Nanzhi 199, dan SC 6. Ketahanan terhadap T. urticae berhubungan dengan warna dan tekstur daun. Varietas ubikayu yang warna daun hijau gelap dan lapisan lilin tebal menunjukkan ketahanan lebih baik, dan varietas dengan warna hijau terang dan tanpa lapisan lilin menunjukkan ketahanan yang lemah.

Selain memilih bahan tanam, pengairan juga merupakan salah satu cara untuk mengendalikan populasi tungau  merah. Tanaman  ubikayu yang terserang tungau merah diairi (digenangi) selama 30 menit, disemprot dengan air menggunakan tekanan yang kuat dapat mengendalikan populasi tungau merah. Menurut Godfrey (2011), irigasi yang memadai merupakan cara yang penting untuk mengendalikan populasi tungau, karena tanaman yang tercekam kekeringan mudah terserang tungau. Tanaman terserang dicabut dan dibakar untuk menghindari penyebaran tungau yang lebih luas.

Tanaman yang segar akan jauh lebih toleran terhadap serangan tungau daripada tanaman yang tercekam kekeringan. Serangan tungau merah dapat juga diantisipasi melalui pemeliharaan tanaman dengan irigasi yang optimal dan pemupukan, mengurangi kondisi berdebu di kebun melalui penyiraman dan mempertahankan penutup tanah, terutama pada musim panas untuk mencegah tungau naik ke pertanaman (Pickel et al. 2014).

Pengendalian secara biologi dapat dilakukan dengan menggunakan musuh alami (predator) yang ada di alam. Terdapat 32 jenis predator yang telah dilaporkan menyerang tungau. Predator tungau yang paling penting adalah: Oligota minuta untuk Mononychellus tanajoa, Stethorus tridens untuk T. urticae dan T. cinnabarinus, dan Phytoseiidae. Terdapat 30 jenis predator dari keluarga Phytoseiidae yang menjadi predator pada ubi kayu.

Musuh alami yang juga sering menjadi predator hama tungau merah diantaranya genus Amblyseius, Metaseiulus, Phytoseiulus, Stethorus, dan Orius, Thrips, Lepto thrips, dan larva Lacewing, Chrysopa. Predator lainnya seperti Orius minutus, Coccinellla septempunctata, Stethorus gilvifrons, dan Stethorus punctillum dinilai sebagai agen hayati yang potensial. Di Amerika Serikat terdapat lima jenis predator tungau yang tersedia secara komersial, yaitu: Phytoseiulus persimilis, Mesoseiulus longipes, Neoseiulus californicus, Galendromus occidentalis dan Amblyseius fallicus.

Feltiella acarisuga merupakan salah satu predator tungau yang mempunyai daya mangsa tinggi. Kemampuan F. acarisuga memangsa tungau merah lebih tinggi dibandingkan dengan Neoseiulus californicus dan Amblyseius swirskii,.

Pengendalian secara kimia dapat dilakukan melalui pemantauan terhadap populasi tungau merah dan pemilihan insektisida yang digunakan harus tepat, karena kesalahan pemilihan dan penggunaan insektisida dapat menyebabkan kematian pada musuh alami tungau.

Aplikasi insektisida untuk pengendalian tungau merah harus memperhatikan cara penyemprotan. Cakupan yang luas dari penyemprotan sangat penting ketika melakukan aplikasi insektisida, bagian bawah daun harus menjadi target penyemprotan supaya terjadi kontak antara insektisida yang diaplikasikan dengan tungau sebanyak mungkin, karena sisi bawah daun merupakan tempat berkumpulnya tungau merah. Aplikasi insektisida dilakukan pada interval 510 hari. Telur tungau yang belum menetas tidak terpengaruh oleh sebagian miticides. Hal yang sama kemungkinan juga terjadi pada larva dan nimfa yang mengalami pergantian kulit (molting). Selama molting, tungau tetap tidak aktif di bawah bekas kulit yang berfungsi sebagai penghalang terhadap insektisida. Pada fase ini tungau juga tidak makan, yang menyebabkan insektisida yang bersifat sistemik tidak berpengaruh. Apabila aplikasi hanya dilakukan sekali, maka tungau dapat bertahan hidup.

Pengendalian terhadap tungau merah berdampak pada peningkatan rata-rata hasil umbi dari 22,56 t/ha menjadi 26,96 t/ha.



*Tombol-tombol diatas mengandung iklan. Untuk menuju artikel yang diinginkan silahkan tunggu 5 detik hingga muncul tombol "skip ad" kemudian klik tombolnya, jika tidak muncul tombol "skip ad" harap refresh halaman tersebut (dimohon keikhlasannya demi eksistensi website ini). Iklan-iklan yang muncul bukanlah virus, Apabila terbuka jendela iklan yang baru (POP UP) silahkan tutup halaman tersebut (tekan tombol kembali untuk pengguna android). Jika tombol tidak bisa diklik silahkan refresh halaman ini.

Berbagi Tips: Kreasi Make-up Untuk Pemilik Kulit Kuning Langsat


Kreasi Make-up Untuk Pemilik Kulit Kuning Langsat

Banyak wanita dengan kulit kuning langsat mengaku sangat kesulitan dalam merias wajahnya. Untuk pemiliki kulit kuning langsat ketika make-up yang dihasilkan terlalu terang atau terlalu gelap dengan warna kulit wajah, maka akan menyebabkan tampilan make-up secara keseluruhan akan terlihat aneh. Karena sejatinya, make-up harus disesuaikan dengan tone wajah masing-masing supaya memberikan penampilan yang maksimal dalam menggunakan make-up, dan Make-up artist asal Korea Selatan, Eunji Kim, membenarkan hal itu.


Make-up natural untuk kuning langsat Warna kulit kuning langsat tentunya sangat berbeda dengan warna kulit lain. Buat Anda yang memiliki kulit kuning langsat pasti setuju bahwa memilih warna make-up natural yang tepat untuk menonjolkan kelebihan warna kulit ini bisa dibilang gampang-gampang susah.


Dibawah ini adalah beberapa tips make-up untuk wanita berkulit kuning langsat:

Menggunakan primer
Salah satu cara mengaplikasikan make-up yang paling cocok untuk pemilik kulit wajah kuning langsat adalah make-up natural. Meskipun terdengarnya mudah, namun terkadang mengaplikasikan make-up agar terlihat natural cukup memberi tantangan.


Penggunaan primer adalah langkah wajib untuk Anda lakukan supaya bisa mendapatkan penampilan make-up yang tahan lama. Terutama, jika Anda seharian beraktifitas dan tidak memungkinkan untuk melakuan ‘touch up’ ulang, maka primer menjadi suatu produk yang harus untuk Anda aplikasikan. Primer juga membantu kulit Anda untuk terjaga lebih baik dan tidak tersumbat oleh berbagai kandungan make-up yang akan digunakan.

Foundation
Disarankan dalam memilih foundation carilah yang paling mirip dan mendekati tone kulitmu. Jika terlalu terang, warna kulitmu akan terlihat pucat dan foundation berwarna gelap akan menghilangkan kesan cantik warna kuning langsat Anda. Sebelum Anda membeli foundation, sebaiknya Anda mencobanya pada area dagu atau leher untuk melihat apakah warna tersebut sudah sesuai dengan kulit wajah Anda atau belum. Anda juga dapat mencampurkan beberapa warna foundation untuk menemukan warna make-up natural yang tepat.


Menurut Eunji, untuk kulit berwarna langsat seperti orang Indonesia, juga akan cocok menggunakan foundation yang memiliki hasil akhir matte. Alas bedak tersebut juga memiliki coverage yang mampu menyamaratakan warna kulit.

Warna kulit kuning langsat biasanya cenderung ke arah putih gading, bukan putih seperti orang Korea atau Jepang. Salah satu langkah dalam menghadirkan kesan make-up natural adalah dengan mencoba memilih warna foundation yang memiliki warna agak kuning kecokelatan.

Selalu gunakan bedak
Pemilihan bedak juga mirip dengan pemilihan foundation. Anda harus memilih warna yang sesuai dengan warna kulit. Bedak merupakan salah satu elemen mendasar dari make-up. Karena itulah, jangan sampai Anda salah pilih warna bedak.


Pilih warna bedak yang sama dengan tone kulitmu serta tidak berbeda dari foundation. Sangat tidak dianjurkan menggunakan warna bedak yang lebih terang karena akan membuat wajah Anda tampak pucat. Pergunakan brush dalam pengaplikasiannya, dan aplikasikan pada bagian dahi, tulang hidung, bawah mata, pipi dan dagu atau bagian-bagian wajah Anda yang berminyak.

Anda juga bisa memilih bedak yang memiliki satu tingkatan warna lebih terang dari warna foundation yang Anda gunakan. Untuk pemilihan jenis bedak, disarankan untuk menggunakan jenis bedak tabur sehingga wajah lebih terhindar dari jerawat. Bedak tabur juga sangat cocok untuk memberikan kesan natural pada wajah.

Bedak berfungsi untuk meratakan keseluruhan base make-up Anda. Tidak hanya itu, bedak juga dapat menimbulkan hasil akhir matte yang cocok digunakan untuk Anda yang juga memiliki jenis kulit berminyak.


Warna bedak yang agak kecoklatan (beige) dapat Anda jadikan pilihan untuk memberikan kesan ‘cantik Indonesia’ yang natural.

Aplikasikan eyeshadow
 “Untuk kulit orang Indonesia, eyeshadow bernuansa warna cokelat adalah warna yang paling pas,” ungkap Eunji kepada kumparan (kumparan.com) saat ditemui di Double Tree Hilton, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Selain itu, jangan lupa untuk membubuhkan eyeshadow pada bagian bawah mata untuk memberikan kesan yang lebih tajam. Namun, jangan gunakan warna gelap, pilihlah warna yang terang, tambah Eunji.


Pilihan warna coklat, peach kecoklatan atau kuning gelap sebagai warna make-up natural akan membuat mata Anda kelihatan lebih indah. Hindari warna-warna pink karena kurang cocok untuk tipe kulit kuning langsat. Untuk acara-acara khusus tertentu, Anda dapat mengaplikasikan warna perunggu atau perak supaya make-up natural Anda akan kelihatan lebih outstanding dari biasanya.

Warna-warna natural akan sangat cocok untuk make-up yang Anda gunakan dalam kegiatan sehari-hari. Selain itu juga, mata Anda akan terlihat lebih indah dengan warna-warna tersebut.

Untuk tampilan elegan Anda dapat mengaplikasikan eyeshadow merah muda pada area sekitar kelopak mata. Warna kuning tua juga akan cocok untuk tipe kulit kuning langsat, warna-warna tadi dapat Anda sapukan pada kelopak mata agar wajah cantik Anda semakin tampak natural dan elegan.

Untuk tampilan yang sedikit beda saat menghadiri acara formal, Anda bisa sapukan eyeshadow warna perak atau perunggu pada kelopak mata. Dan untuk kesan lebih sempurna, buatlah teknik smokey eyes pada kelopak mata Anda.

Gunakan eyeliner pensil



Menurut Eunji, kulit orang Indonesia sangat cocok menggunakan eyeliner berwarna cokelat dan hitam. Tetapi, tidak perlu diaplikasikan pada seluruh bagian garis mata.
“Mata orang Indonesia sudah besar, jadi cukup aplikasikan di bagian ujung belakang mata saja,” tuturnya.

Maskara



Untuk maskara, sesuaikan dengan hasil akhir yang Anda inginkan. Jika ingin terlihat lentik dan memanjang, maka pilihlah maskara dengan kuas kecil. Namun, jika Anda menginginkan bulu mata yang terlihat tebal, maka pilihlah maskara yang bervolume.

Blush dan lipstik
Menurut Eunji, penggunaan blush serta lipstik sangat berkaitan. Artinya, jika Anda memilih blush berwarna lembut maka gunakanlah lipstik berwarna bold seperti merah dan pink tua. Namun, jika Anda menginginkan blush berwarna terang seperti pink tua atau oranye, maka gunakan lipstik yang lembut seperti warna nude.


Perona pipi juga elemen penting dari make-up. Untuk kesan pipi yang tampak merona dan fresh, bagi pemiliki kulit kuning langasat hindari blush-on berwarna merah muda ‘jreng’.


Blush warna peach, coral atau warna yang agak kecoklatan sangat dianjurkan untuk memberi semburat warna natural pada pipi Anda.


Menggunakan warna blush pinky rose juga akan cocok untuk tipe kulit kuning langsat, warna ini akan membuat wajah Anda terlihat merona secara keseluruhan. Namun, jangan sampai Anda memoleskan blush terlalu berlebihan.



Lisptik ibarat kebutuhan primer yang harus dipenuhi para wanita. Namun, Anda tidak boleh luput untuk memperhatikan warna lipstik yang sesuai dengan kulit kuning langsat Anda.

Lipstik dengan warna-warna yang cukup gelap, seperti deep red, deep berry dan plum akan serasi untuk dipadukan. Dan apabila yang diinginkan adalah nuansa make-up natural, gunakan warna-warna nude seperti coklat muda, oranye, merah, merah keunguan dan hindari warna pink cerah pada bibir karena warna tersebut membuat kulit kuning langsat Anda kelihatan lebih gelap.

Dalam aplikasi sehari-hari lipstik warna peach juga akan cocok untuk menampilkan bentuk bibir yang lebih presisi.

Gunakan bronzer



Bronzer, selain berguna untuk memberi aksen warna pada wajah Anda, bronzer pada kulit kuning langsat juga sekaligus akan menjadi contouring.

Make-up bernuansa pastel
Warna-warni pastel menciptakan kesan segar dan cerah pada wajah kulit cantik kuning langsat. Permainan warna pastel pada eyeshadow seperti, warna biru, lavender, dan soft pink akan memberikan gradasi warna yang berbeda pada wajah kamu.


Anda juga dapat memilih nuansa pastel dengan sentuhan warna oranye pada eyeshadow yang dapat Anda selaraskan dengan pemilihan warna lipstik yang sama.

Pilih warna pakaian tropis



Warna pakaian juga memengaruhi penampilan. Untuk pemilik kulit kuning langsat, Anda dapat memilih pakaian dengan warna tropis seperti jingga, hijau, merah, kuning, dan biru supaya Anda makin tampil stunning.

Perawatan kulit
Perawatan mangir Jawa merupakan pilihan yang bijak.


Mangir Jawa bermanfaat untuk mencerahkan kulit kuning langsat Anda. Tidak hanya itu, mangir Jawa juga mampu menghaluskan kulit dan menghilangkan bekas luka. Anda bisa meracik sendiri lulur mangir Jawa di rumah,jika menurut Anda langkah ini sangat ekonomis, caranya:

Siapkan bahan
-1 genggam beras yang direndam selama 2 jam.
-Tepung beras.
-Temu giring.
-Kunyit.
-Bubuk kranggean.
-kencur.
-4 butir cengkih.
Cara pembuatan:
Haluskan semua bahan tersebut dengan blender hingga mencapai kelembutan yang diinginkan.
Cara pakai:

Oleskan racikan mangir Jawa ke seluruh tubuh, deh. Diamkan beberapa saat, lalu bilas hingga bersih. Lakukan rutinitas setidaknya seminggu 2 hingga 3 kali.



*Tombol-tombol diatas mengandung iklan. Untuk menuju artikel yang diinginkan silahkan tunggu 5 detik hingga muncul tombol "skip ad" kemudian klik tombolnya, jika tidak muncul tombol "skip ad" harap refresh halaman tersebut (dimohon keikhlasannya demi eksistensi website ini). Iklan-iklan yang muncul bukanlah virus, Apabila terbuka jendela iklan yang baru (POP UP) silahkan tutup halaman tersebut (tekan tombol kembali untuk pengguna android). Jika tombol tidak bisa diklik silahkan refresh halaman ini.